Tim Kukerta Integrasi Unri Ajak Masyarakat Kelurahan Pematang Kapau RW 07 Membuat Eco Enzyme
KILASRIAU.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Integrasi Universitas Riau dengan dosen pembimbing lapangan (DPL) Dr. Deviona, S.P., M.Si telah mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan eco enzyme yang berasal dari sampah organik yang berasal dari kulit buah dan sisa sayuran.
Kegiatan pelatihan eco enzyme telah dilakukan di Gedung Posyandu Nusa Zubaidah pada hari Minggu, 1 Agustus 2021 pada pukul 20.00 WIB. Pelatihan pembuatan eco enzyme di tanggung jawabkan secara langsung Imam Muslim, mahasiswa Tim Kukerta Integrasi Pematangkapau dan di dampingi secara langsung salah satu Dosen terbaik di Universitas Riau Fakultas Teknik, yaitu Chairul, S.T., M.T.
Muslim menuturkan “tujuan diadakan pelatihan ini untuk mengajak masyarakat Kelurahan Pematangkapau RW 07 memanfaatkan limbah atau sampah organik seperti kulit buah dan sisa sayuran di lingkungan sekitar untuk membuat eco enzyme. Pada umumnya limbah atau sampah organik kulit buah dan sisa sayuran di masyarakat perkotaan langsung dibuang ditempat pembuangan, sedangkan masyarakat di desa memanfaatkannya melalui proses- proses untuk dapat dimanfaatkan ke tanaman dengan tujuan sebagai pupuk untuk tanaman. Kulit buah dan sisa sayuran menghasilkan gas metana dan karbondioksida yang secara langsung dapat mendukung pemanasan global dan perlu dilakukan pengolahan terlebih dahulu yaitu dengan cara fermentasi untuk mengeluarkan gas”.
- Seorang Petugas Damkar Ungkap Rasa Bangga dan Harunya Kepada Masyarakat Kota Pekanbaru Begitu Peduli Serta Mendukung
- Perkuat Sinergi Pengawasan, Bea Cukai Lhokseumawe Jalin Kolaborasi dengan Yon Kav 11/MSC
- Muridi Susandi Gaungkan Gerakan Anti-Narkoba di Momentum MayDay Inhil 2026
- Bukan via Grup WhatsApp, Ini Tips Orang Tua Pantau Anak di Sekolah ala Profesor SEVIMA
- Busurberita Klarifikasi: Berita Reses DPRD Inhil Bukan Hoaks dan Sudah Terverifikasi
Eco enzyme merupakan larutan zat organik kompleks yang diproduksi dari proses fermentasi sampah organik kulit buah, sisa sayuran , gula aren dan air. Eco enzyme memiliki banyak sekali manfaatnya sebagai pupuk tanaman, pengusir hama, membersihkan saluaran air, sabun pencuci buah dan sayuran agar bersih dari pestisida, membersihkan polusi udara, antiseptik, membersihkan air tercemar dan lain-lain.
Selain itu, Muslim menjelaskan, “perbandingan atau rasio takaran yang digunakan di dalam pembuatan eco enzyme yaitu 1 : 3 : 10, yaitu 1 adalah molase dari gula merah atau gula aren, 3 adalah kombinasi potongan buah dan sayuran yang tidak busuk dan tidak mengandung alcohol, 10 yaitu air bersih”.
Demonstrasi pembuatan eco enzim dipandu secara langsung oleh Chairul, S.T., M.T. yang dimulai dari persiapan bahan, cara pembuatan dan dibukanya sesi diskusi bersama warga mengenai proses pembuatan eco enzyme. Pelatihan pembuatan eco enzyme disambut baik dan sangat menarik minat masyarakat Kelurahan Pematangkapau RW 07.
Kegiatan pelatihan eco enzyme ini berjalan dengan baik berkat dukungan masyarakat Kelurahan Pematangkapau RW 07, dan Tim Mahasiswa Kukerta sangat senang terhadap antusiasme warga yang tinggi, serta berharap kepada masyarakat Kelurahan Pematangkapau RW 07 agar dapat memanfaatkan sampah atau limbah organik di lingkungan sekitar untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Tulis Komentar