<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://www.kilasriau.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://www.kilasriau.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Razia Gabungan di Lapas Tembilahan, 8 Pisau/Gillette dan 13 Botol Kaca Diamankan</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30105/razia-gabungan-di-lapas-tembilahan-8-pisaugillette-dan-13-botol-kaca-diamankan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; – Razia gabungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di kamar hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan 13 botol kaca, 8 bilah pisau/gillette, hingga sejumlah benda lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Razia yang melibatkan petugas Lapas bersama Aparat Penegak Hukum (APH) dari unsur TNI dan Polri itu digelar pada Selasa (22/9/2026), sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut menyasar kamar&#45;kamar hunian di Blok Meranti, Blok Ulin, Blok Jati dan Blok Cendana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Razia diawali apel yang dipimpin Kepala Lapas Kelas IIA Tembilahan, Wahyu Prasetyo, Setelah itu, personel dibagi menjadi tiga regu untuk melakukan pemeriksaan di sejumlah kamar hunian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh WBP terlebih dahulu dikeluarkan dari kamar dan ditempatkan di lokasi yang telah ditentukan. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan badan serta penggeledahan kamar secara menyeluruh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 13 botol kaca, 8 bilah pisau/gillette, 7 buah paku, 4 unit kipas angin, 2 gelas kaca, 2 kabel liar, 3 ikat pinggang dan 2 set kartu remi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh barang hasil temuan diamankan untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Barang&#45;barang tersebut kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak hanya menggeledah kamar, petugas juga membidik potensi penyalahgunaan narkotika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebanyak 80 WBP menjalani pemeriksaan urine secara acak oleh APH dari unsur TNI dan Polri. Pemeriksaan serupa juga dilakukan terhadap 44 petugas Lapas Kelas IIA Tembilahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hasilnya, seluruh sampel yang diperiksa menunjukkan hasil negatif terhadap parameter narkotika yang diuji.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Lapas Kelas IIA Tembilahan untuk mendeteksi sedini mungkin potensi penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungan Lapas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala Lapas Kelas IIA Tembilahan, Wahyu Prasetyo, mengatakan razia gabungan dan tes urine menjadi bagian dari penguatan pengawasan serta pencegahan gangguan keamanan dan ketertiban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ini merupakan langkah deteksi dini untuk memastikan kondisi Lapas tetap aman dan tertib. Setiap temuan akan kami tindak lanjuti sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Wahyu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Lapas dengan TNI dan Polri dalam menjaga keamanan lingkungan pemasyarakatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sinergitas dengan aparat penegak hukum akan terus kami perkuat. Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan agar potensi gangguan dapat dicegah sejak dini,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelaksanaan razia tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS&#45;61.OT.01.02 Tahun 2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan dalam Rangka Deteksi Dini Pencegahan Gangguan Keamanan dan Ketertiban pada Lapas/Rutan/LPKA.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seluruh rangkaian razia gabungan dan pemeriksaan urine berlangsung aman, tertib dan lancar.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/17536572236-gab.jpg"/><pubDate>Tue, 22 Sep 2026 12:17:46 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30105/razia-gabungan-di-lapas-tembilahan-8-pisaugillette-dan-13-botol-kaca-diamankan</guid></item><item><title>Empat Kali Gotong Royong, Warga Lorong Karya Bersama Pertanyakan Perhatian Pemda Inhil</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30104/empat-kali-gotong-royong-warga-lorong-karya-bersama-pertanyakan-perhatian-pemda-inhil</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; – Persoalan infrastruktur kembali menjadi sorotan warga di Kota Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Masyarakat di Jalan Prof M Yamin, Lorong Karya Bersama, Parit 16, terpaksa berulang kali melakukan gotong royong secara swadaya untuk memperbaiki kondisi jalan di lingkungan mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ironisnya, kegiatan tersebut bukan hanya dilakukan sekali. Dalam kurun waktu satu tahun, warga mengaku sudah empat kali bergotong royong menangani kondisi jalan dengan mengandalkan tenaga dan kemampuan masyarakat sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana perhatian Pemerintah Kabupaten Inhil terhadap kebutuhan infrastruktur di kawasan permukiman masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah keterbatasan masyarakat, warga tetap turun langsung. Sejumlah warga terlihat mengerjakan perbaikan jalan dengan membawa peralatan dan material secara swadaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah seorang tokoh pemuda setempat, Hendri, mengatakan gotong royong merupakan bentuk kepedulian warga terhadap lingkungan. Namun, menurutnya, kondisi tersebut seharusnya tidak membuat pemerintah lepas tangan.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://www.kilasriau.com/gambar/images/6ab1ed71db9af.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;“Dalam setahun ini sudah empat kali kami melakukan gotong royong. Semuanya swadaya masyarakat. Kami tetap mau bergotong royong, tetapi kami juga mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan di lingkungan kami,” ujar Hendri, melalui via Whatsapp, Selasa (22/9/26).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menilai, semangat masyarakat untuk memperbaiki jalan secara mandiri jangan sampai justru menjadi alasan pemerintah tidak turun tangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami tidak meminta semuanya harus dikerjakan masyarakat. Pemerintah juga punya tanggung jawab terhadap infrastruktur. Jangan sampai warga berkali&#45;kali gotong royong, sementara perhatian dari pemerintah belum kami rasakan,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Hendri, gotong royong yang dilakukan warga memang dapat membantu memperbaiki kondisi jalan dalam jangka pendek. Namun, persoalan infrastruktur membutuhkan penanganan yang lebih terencana agar masyarakat tidak terus&#45;menerus mengeluarkan tenaga dan biaya secara swadaya.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://www.kilasriau.com/gambar/images/6ab1ed7c20b7c.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Ia berharap Pemerintah Kabupaten Inhil tidak hanya melihat pembangunan dari kawasan tertentu, tetapi juga memperhatikan jalan&#45;jalan lingkungan yang setiap hari digunakan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami berharap Pemda Inhil turun melihat langsung kondisi di sini. Kalau memang jalan ini membutuhkan penanganan, tolong diperhatikan. Masyarakat sudah menunjukkan kepeduliannya dengan empat kali gotong royong. Sekarang kami berharap pemerintah juga menunjukkan kepeduliannya,” harap Hendri.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/66685939832-img-20260922-wa0012.jpg"/><pubDate>Tue, 22 Sep 2026 09:54:13 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30104/empat-kali-gotong-royong-warga-lorong-karya-bersama-pertanyakan-perhatian-pemda-inhil</guid></item><item><title>Kemnaker Minta Peserta MagangHub Batch 2 Tertib Administrasi</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30103/kemnaker-minta-peserta-maganghub-batch-2-tertib-administrasi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II tertib memenuhi administrasi sejak hari pertama pemagangan. Kedisiplinan tersebut diperlukan agar pelaksanaan pemagangan berjalan sesuai ketentuan dan hak serta kewajiban peserta dapat terpenuhi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan peserta perlu memastikan seluruh administrasi dan kewajiban selama mengikuti program dilakukan secara tertib.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Seluruh peserta pemagangan wajib mengaktifkan akun SIAPKerja, tertib melakukan presensi digital, serta rutin mengunggah logbook dan laporan harian di platform MagangHub,” ujar Darmawansyah saat memberikan arahan dalam kegiatan orientasi dan briefing peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Senin (21/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada hari pertama pemagangan, peserta diminta segera menuntaskan empat hal penting, yakni menandatangani perjanjian pemagangan resmi, mendaftarkan nomor rekening pribadi untuk keperluan penyaluran uang saku, menginstal aplikasi JMO (Jamsostek Mobile) untuk aktivasi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, serta bergabung dalam saluran komunikasi resmi WhatsApp MagangHub.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saluran komunikasi resmi tersebut digunakan untuk menyampaikan pembaruan informasi kepada peserta secara berkala selama program berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain memastikan tertib administrasi, Kemnaker juga menyiapkan fasilitasi sertifikasi kompetensi kerja bagi peserta yang menyelesaikan seluruh rangkaian pemagangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fasilitasi sertifikasi dilakukan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah memperoleh lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Alur sertifikasi dapat diakses secara terintegrasi melalui situs web MagangHub, mulai dari pendaftaran, pemilihan LSP dan skema sertifikasi yang relevan, hingga pelaksanaan uji kompetensi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dengan adanya sertifikasi kompetensi kerja berlisensi BNSP ini, para peserta tidak hanya pulang membawa pengalaman kerja praktis, tetapi juga mengantongi bukti kompetensi yang diakui untuk bersaing di pasar kerja global,” kata Darmawansyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/7927725388-whatsapp_image_2026-09-21_at_21.jpeg"/><pubDate>Tue, 22 Sep 2026 05:58:38 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30103/kemnaker-minta-peserta-maganghub-batch-2-tertib-administrasi</guid></item><item><title>Kunjungi Pabrik Sepatu di Serang, Wamenaker Tekankan Pelindungan Pekerja</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30102/kunjungi-pabrik-sepatu-di-serang-wamenaker-tekankan-pelindungan-pekerja</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Serang – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kepastian regulasi, keberlangsungan industri, dan pelindungan pekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal tersebut disampaikan Wamenaker saat melakukan kunjungan kerja ke PT Nikomas Gemilang di Kabupaten Serang, Banten, Senin (21/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kunjungan ini memberikan gambaran riil mengenai operasional industri padat karya. Kami ingin memastikan regulasi yang diterbitkan pemerintah betul&#45;betul mendukung keberlangsungan usaha sekaligus memberikan pelindungan yang optimal bagi para pekerja,&quot; ujar Afriansyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Afriansyah mengatakan pemerintah saat ini tengah mengkaji dan mengusulkan penyempurnaan regulasi agar ketentuan yang berlaku memiliki standar yang jelas dan dapat diterapkan secara efektif di lapangan. Menurutnya, setiap aturan perlu memberikan kepastian, dapat dilaksanakan, serta tetap memperhatikan kepentingan pekerja dan keberlangsungan dunia usaha.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kemnaker sangat berkepentingan terhadap penyempurnaan regulasi ini. Kepatuhan terhadap aturan harus dijaga, tetapi penerapannya di lapangan tidak boleh menghambat iklim industri,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain penyempurnaan regulasi, Afriansyah menekankan pentingnya pengawasan yang ketat, konsisten, dan transparan untuk memastikan setiap ketentuan dijalankan secara adil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Presiden Prabowo telah menginstruksikan agar pengawasan dilakukan secara sungguh&#45;sungguh. Pengawasan yang konsisten menjadi kunci agar persaingan usaha tetap sehat dan hak&#45;hak pekerja terlindungi,&quot; tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, Afriansyah mengapresiasi kontribusi PT Nikomas Gemilang dalam menyerap tenaga kerja. Perusahaan tersebut saat ini mempekerjakan sekitar 53.000 orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Keberlangsungan industri perlu dijaga melalui kebijakan yang mampu mempertemukan kepentingan dunia usaha dengan pemenuhan hak dan pelindungan pekerja. Dengan demikian, industri dapat terus berkembang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turut hadir Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Serang Diana Ardhianty Utami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/81472046903-whatsapp_image_2026-09-21_at_17.jpeg"/><pubDate>Tue, 22 Sep 2026 05:56:04 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30102/kunjungi-pabrik-sepatu-di-serang-wamenaker-tekankan-pelindungan-pekerja</guid></item><item><title>Dandim Cup VIII Diikuti 40 Tim, Pemkab Inhil Dorong Pembinaan Atlet Muda</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30101/dandim-cup-viii-diikuti-40-tim-pemkab-inhil-dorong-pembinaan-atlet-muda</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com &#45; &lt;/strong&gt;Open Turnamen Volleyball Putra Dandim Cup ke&#45;8 Tahun 2026 resmi bergulir di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Sebanyak 40 tim dari kalangan pelajar, instansi, masyarakat, serta sejumlah kecamatan di Inhil ambil bagian dalam turnamen yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke&#45;81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turnamen tersebut dibuka oleh Bupati Inhil Herman yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil, Tantawi Jauhari, di Makodim Inhil, Jalan Ahmad Yani, Tembilahan Hulu, Senin (21/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sambutan Bupati Inhil yang dibacakannya, Tantawi menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemerintah Kabupaten Inhil terhadap penyelenggaraan Dandim Cup VIII. Menurutnya, bola voli tidak hanya menjadi olahraga yang digemari masyarakat, tetapi juga dapat menjadi sarana pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat kebersamaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Atas nama Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, saya menyambut baik dan sangat mendukung digelarnya Open Turnamen Volleyball Putra Dandim Cup ke&#45;8. Kegiatan ini tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat bagi para atlet kita, tetapi juga momentum penting untuk memperkokoh kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Tantawi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengatakan, keterlibatan 40 tim dalam turnamen tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk menyalurkan bakat dan kemampuan, sekaligus mendapatkan pengalaman bertanding yang dapat mendukung peningkatan prestasi olahraga di daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain aspek kompetisi, Dandim Cup VIII juga diharapkan menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan antarpeserta yang berasal dari berbagai latar belakang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita berharap turnamen ini tidak hanya menjadi wahana untuk menyalurkan bakat dan kemampuan para peserta, tetapi juga menjadi sarana mempererat jalinan silaturahmi dan persaudaraan di antara kita semua,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat diwawancarai, Tantawi kembali menegaskan pentingnya kegiatan olahraga seperti Dandim Cup dalam memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami sangat menyambut baik kegiatan seperti ini sebagai salah satu wahana untuk memberikan ruang bagi bakat muda kita, khususnya para pemain voli, untuk menyalurkan bakat, meningkatkan kemampuan dan prestasinya,” ujar Tantawi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, turnamen olahraga juga memiliki nilai lebih karena mempertemukan masyarakat dalam suasana kompetitif yang tetap mengedepankan sportivitas dan kebersamaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Di sisi lain, ini juga menjadi ajang silaturahmi, membangun sportivitas, serta mempererat persatuan dan kesatuan. Ini adalah salah satu wujud rasa cinta kita kepada Tanah Air,” lanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepada seluruh peserta, Tantawi berpesan agar kesempatan bertanding dalam Dandim Cup VIII dimanfaatkan untuk terus mengasah kemampuan. Ia juga mengingatkan para atlet muda untuk menjunjung tinggi nilai sportivitas dan kejujuran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Para pemain ini adalah generasi muda. Asahlah bakat dengan baik, bermainlah secara sportif dan jujur,” pesannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Inhil turut menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0314/Inhil dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan Dandim Cup VIII Tahun 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemkab berharap turnamen tersebut dapat berlangsung dengan baik dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendorong kemajuan olahraga, khususnya pembinaan atlet muda di Kabupaten Inhil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain menjadi rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT ke&#45;81 TNI, Dandim Cup VIII juga diharapkan semakin memperkuat hubungan dan kebersamaan antara TNI dengan masyarakat melalui kegiatan olahraga yang positif dan membangun.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/92437398894-img-20260922-wa0003.jpg"/><pubDate>Tue, 22 Sep 2026 05:51:39 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30101/dandim-cup-viii-diikuti-40-tim-pemkab-inhil-dorong-pembinaan-atlet-muda</guid></item><item><title>Polda Riau Tangani 60 Perkara Karhutla, 63 Orang Jadi Tersangka</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30100/polda-riau-tangani-60-perkara-karhutla-63-orang-jadi-tersangka</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com &lt;/strong&gt;&#45; Polda Riau bersama jajaran terus mengintensifkan penegakan hukum terhadap tindak pidana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau. Hingga September 2026, polisi telah menangani 60 perkara dengan menetapkan 63 orang sebagai tersangka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan data terbaru Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau dan jajaran, luas area yang terbakar atau menjadi lokasi perkara mencapai 3.391,78 hektare.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari total perkara tersebut, sebanyak 40 perkara masih dalam proses penyidikan tahap I, satu perkara berada pada tahap P19, sedangkan 17 perkara telah memasuki tahap II. Sementara itu, belum ada perkara yang dihentikan melalui Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan penegakan hukum terhadap karhutla dilakukan secara serius dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mencegah terulangnya pembakaran hutan dan lahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Penanganan karhutla terus kami lakukan secara serius dan berkelanjutan. Setiap laporan dan temuan di lapangan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan dan penyidikan sesuai dengan ketentuan hukum,” ujar Akmadi, Senin (21/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Akmadi, proses penegakan hukum tidak berhenti pada penetapan tersangka. Penyidik terus mendalami setiap perkara berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami tidak hanya mengejar jumlah perkara, tetapi memastikan setiap proses penegakan hukum berjalan secara profesional, berdasarkan alat bukti dan fakta yang ditemukan,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain penegakan hukum, penanganan karhutla dilakukan secara terpadu melalui langkah pencegahan, pemadaman hingga pendinginan di lokasi terdampak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akmadi menegaskan penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan langkah pencegahan. Karena itu, sinergi seluruh unsur serta keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk menekan potensi terjadinya karhutla.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Penegakan hukum harus berjalan bersama dengan pencegahan. Karena itu, sinergi seluruh unsur dan peran masyarakat sangat penting untuk mencegah karhutla kembali terjadi,” pungkasnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/60178317345-img-20260922-wa0000.jpg"/><pubDate>Tue, 22 Sep 2026 05:49:44 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30100/polda-riau-tangani-60-perkara-karhutla-63-orang-jadi-tersangka</guid></item><item><title>Ketika Kebudayaan Tak Lagi Sekadar Ornamen: Manifesto Kuansing untuk Masa Depan</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30099/ketika-kebudayaan-tak-lagi-sekadar-ornamen-manifesto-kuansing-untuk-masa-depan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jangan Wariskan Gedung yang Sunyi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Membangun manusia, merawat ingatan, menghidupkan adat, dan menjadikan kebudayaan sebagai tenaga masa depan&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;KilasRiau.com&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210,75%,60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kilas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0,75%,60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Riau.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; &#45; Ada negeri yang membangun jalan untuk menghubungkan tempat.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada negeri yang membangun gedung untuk menampung manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi ada negeri yang harus membangun kebudayaan untuk menjelaskan kepada generasinya siapa mereka sebenarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kuantan Singingi adalah salah satunya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Negeri ini tidak lahir dari ruang yang kosong.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia lahir dari sungai, hutan, kampung, ladang, tepian, suara oguang, denting calempong, gondang, silek, tari, randai, jalur, adat, bahasa, petuah, dan ingatan panjang manusia yang hidup berdampingan dengan alam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di dalam semua itu tersimpan sesuatu yang lebih mahal daripada benda:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;cara pandang terhadap kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, membicarakan kebudayaan Kuansing sesungguhnya bukan sedang membicarakan masa lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita sedang membicarakan masa depan manusia Kuansing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan di sinilah kita harus berani mengajukan pertanyaan yang tidak nyaman:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Apakah kita sedang membangun masa depan yang berakar, atau hanya membangun masa depan yang tampak modern tetapi kehilangan ingatan?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab sebuah daerah dapat memiliki gedung yang megah dan tetap miskin kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dapat memiliki panggung besar dan kekurangan seniman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dapat memiliki museum dan kehilangan memori.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dapat memiliki festival dan kehilangan proses penciptaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dapat memiliki ornamen adat di setiap sudut bangunan, tetapi tidak memahami makna adat itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita tidak boleh terjebak pada kebudayaan sebagai dekorasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada kecenderungan aneh dalam pembangunan kebudayaan: ketika ingin menunjukkan identitas, kita menempelkan simbol.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ukiran ditempel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Motif dipasang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warna dipilih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atap dibentuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nama tradisional diberikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu semuanya dianggap selesai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal kebudayaan tidak sesederhana itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adat bukan ornamen.&lt;br&gt;Adab bukan dekorasi.&lt;br&gt;Identitas bukan tempelan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebudayaan adalah cara manusia menata hubungan dengan sesama, dengan alam, dengan ruang, dengan waktu, dengan leluhur, dan dengan masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu arsitektur kebudayaan Kuansing tidak harus menjadi replika masa lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia harus memahami jiwa masa lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rumah tradisional tidak perlu disalin mentah&#45;mentah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang perlu dipelajari adalah mengapa leluhur memilih bentuk tertentu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengapa ruang dibuat demikian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengapa udara harus bergerak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengapa cahaya diperlakukan tertentu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengapa halaman menjadi penting.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengapa ruang berkumpul memiliki kedudukan sosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengapa alam tidak diperlakukan sebagai sesuatu yang harus ditaklukkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu pengetahuan itu diterjemahkan ke dalam bahasa arsitektur masa kini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masa lalu menyediakan ingatan. Masa kini menyediakan persoalan. Kreativitas harus menemukan jawabannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kuansing bukan negeri yang miskin kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Justru sebaliknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita memiliki kekayaan yang begitu banyak sehingga persoalannya bukan lagi menemukan budaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persoalannya adalah:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;bagaimana seluruh kekayaan itu diteliti, diselamatkan, diajarkan, dikembangkan, dan diwariskan?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab kebudayaan yang hanya diwariskan melalui ingatan manusia sangat rentan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang maestro akan menua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang pembuat alat musik akan berhenti bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang penutur cerita akan pergi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang pembuat jalur akan meninggalkan bengkel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan jika pengetahuan mereka tidak pernah ditransfer kepada generasi berikutnya, maka sebagian kebudayaan akan ikut terkubur bersama mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka kita harus berhenti memandang regenerasi sebagai kegiatan tambahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Regenerasi adalah jantung kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu Kuansing membutuhkan lebih dari sekadar gedung kesenian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kuansing membutuhkan Sekolah Seni dan Budaya Kuansing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan, dalam visi yang lebih panjang, sebuah perguruan tinggi atau universitas yang secara khusus mengembangkan seni, budaya, adat, kreativitas, dan pengetahuan lokal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sanalah kebudayaan tidak hanya dipertontonkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia dipelajari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia diteliti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia diperdebatkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia didokumentasikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia dikembangkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia diciptakan kembali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bayangkan mahasiswa meneliti sejarah Pacu Jalur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mahasiswa lain meneliti musiknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang lain mempelajari teknik pembuatan jalur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang lain meneliti kayu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang lain mengkaji tari dan koreografi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang lain mengembangkan dokumentasi digital.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang lain membuat film.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang lain mempelajari arsitektur tradisional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang lain mengembangkan kriya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang lain mengkaji sastra lisan dan adat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka kampus itu bukan sekadar lembaga pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menjadi laboratorium peradaban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika tradisi masuk ke ruang akademik, tradisi memperoleh kesempatan untuk terus ditanyakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan ketika sesuatu terus ditanyakan, ia tidak mati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia berkembang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita membutuhkan ruang khusus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan ruang kosong yang diberi papan nama kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi ruang yang benar&#45;benar bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada Workshop Oguang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada Workshop Calempong.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada Workshop Gondang Kayat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada Workshop Gondang Silek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada ruang untuk berbagai kotuak, dengan karakter warna, bentuk, dan bunyi yang berbeda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada workshop pembuatan gambus, biola, gitar, serta instrumen lain yang dapat mempertemukan pengetahuan tradisional dengan teknologi modern.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sana seorang maestro tidak hanya menjadi orang yang diundang tampil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menjadi guru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang mahasiswa tidak hanya menjadi penonton.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menjadi murid sekaligus peneliti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang teknisi tidak hanya memperbaiki alat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia ikut memahami ilmu di balik bunyi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inilah yang kita maksud dengan ekosistem kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari leluhur ke laboratorium.&lt;br&gt;Dari laboratorium ke sekolah.&lt;br&gt;Dari sekolah ke panggung.&lt;br&gt;Dari panggung ke masyarakat.&lt;br&gt;Dari masyarakat ke generasi berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada pengetahuan yang tidak tercetak di perpustakaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia hidup di tangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di telinga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di mata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di gerakan tubuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di kebiasaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di pengalaman puluhan tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itulah pengetahuan para maestro.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi seorang maestro memiliki usia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, tugas generasi sekarang adalah melakukan satu pekerjaan besar:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;menyalin pengetahuan sebelum pemiliknya pergi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rekam suaranya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Filmkan pekerjaannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tuliskan metodenya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dokumentasikan bahannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teliti tekniknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arsipkan ceritanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ajarkan kepada anak muda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan biarkan maestro menjadi buku yang sangat berharga tetapi tidak pernah disalin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena ketika bukunya hilang, kita bukan hanya kehilangan seseorang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita kehilangan sebuah perpustakaan hidup.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kuansing tentu membutuhkan gedung kesenian yang representatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi kita harus mengubah cara berpikir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan membangun gedung untuk kemudian mencari kegiatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangunlah karena ada ekosistem yang akan mengisinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gedung itu harus memiliki akustik yang serius.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan sekadar ruangan besar yang menghasilkan gema.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harus ada panggung tertutup.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Panggung terbuka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teater.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruang latihan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruang rias.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruang produksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruang penyimpanan properti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Studio rekaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruang multimedia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruang diskusi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruang komunitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruang dokumentasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan seluruhnya dirancang dengan arsitektur yang estetik, artistik, indah, unik, fungsional, ekologis, dan memiliki karakter khas Kuansing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi sekali lagi:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Jangan sekadar tempelkan motif tradisional pada dinding modern.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biarkan identitas Kuansing hadir lebih dalam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam cahaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam udara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam bahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam tekstur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam suara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam hubungan ruang dengan alam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam cara manusia duduk bersama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam cara masyarakat diterima.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam cara ruang menghormati adat dan adab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangunan itu harus membuat orang merasakan Kuansing sebelum membaca papan namanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita membutuhkan museum sejarah Kuansing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi museum tidak boleh menjadi gudang benda lama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Museum harus menjadi mesin untuk mengingat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejarah daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Manuskrip.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Foto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tokoh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kampung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sungai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ekonomi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perubahan sosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teknologi tradisional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pacu Jalur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kriya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arsitektur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua harus dapat diceritakan dengan teknologi yang membuat generasi muda merasa bahwa sejarah bukan sesuatu yang jauh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejarah adalah sesuatu yang menjelaskan keberadaan mereka hari ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Museum harus membuat seorang anak bertanya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“&lt;i&gt;Dari mana nenek moyang saya berasal?”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemudian pulang dengan pertanyaan yang lebih besar:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;“Apa yang harus saya lakukan agar sejarah itu tidak berhenti pada saya?”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pacu Jalur jangan hanya hidup ketika kalender festival tiba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika Pacu Jalur adalah salah satu identitas besar Kuansing, maka pengetahuan tentangnya harus bekerja sepanjang tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangun pusat sejarah Pacu Jalur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangun workshop pembuatan jalur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dokumentasikan para tukang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teliti kayu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teliti teknik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelajari musik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelajari tari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelajari cerita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelajari simbol.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelajari perkembangan bentuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dokumentasikan semuanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahkan repertoar pertunjukan kolosal untuk pembukaan Pacu Jalur dapat dipersiapkan sepanjang tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teater.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Film.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Multimedia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Visual.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cahaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejarah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tradisi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teknologi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semuanya bertemu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka festival tidak lagi menjadi pekerjaan mendadak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Festival menjadi puncak dari kerja kebudayaan sepanjang tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita juga harus menghentikan anggapan bahwa kebudayaan harus selalu berada di pinggir ekonomi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Justru jika dikelola dengan pengetahuan dan kreativitas, kebudayaan dapat menjadi sumber ekonomi kreatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari musik lahir musisi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari alat musik lahir pengrajin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari tari lahir koreografer.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari teater lahir aktor dan sutradara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari film lahir sineas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari kriya lahir produk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari desain lahir identitas visual.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari sejarah lahir penelitian dan konten.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari museum lahir pendidikan budaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari festival lahir industri pertunjukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari teknologi lahir arsip digital.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari semuanya lahir pekerjaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka sekolah seni budaya bukan hanya mencetak seniman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia dapat mencetak manusia kreatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan manusia kreatif adalah bahan bakar ekonomi masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebudayaan tidak harus miskin agar disebut asli.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang harus dijaga adalah maknanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang harus dikembangkan adalah kualitasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang harus dibangun adalah ekosistemnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruang kriya pun harus berubah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan hanya menjadi tempat memajang barang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadikan ia pusat produksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tempat pengrajin bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tempat anak muda belajar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tempat desain diuji.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tempat produk difoto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tempat kemasan dikembangkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tempat pasar dibaca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tempat seniman dan pengrajin bertemu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tempat tradisi bertemu desain kontemporer.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab warisan leluhur tidak akan menjadi kuat hanya karena dipajang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia harus dikerjakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sinilah batas&#45;batas profesi harus dibuka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seniman perlu memahami teknologi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arsitek perlu memahami budaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Insinyur perlu memiliki kepekaan artistik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Budayawan perlu memahami perkembangan zaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peneliti perlu turun ke masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teknolog perlu memahami manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan masyarakat tidak boleh hanya dianggap sebagai pengguna akhir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka adalah pemilik pengetahuan yang hidup.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arsitek merancang ruang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Insinyur memastikan struktur dan teknologi bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seniman memberi rasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Budayawan menjaga makna.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ahli lingkungan membaca ekologi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat memberi pengalaman hidup.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak ada satu profesi yang mampu membangun kebudayaan sendirian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peradaban lahir dari pertemuan keahlian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inilah bagian paling penting.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita tidak boleh terjebak dalam romantisme.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan mengira bahwa mencintai budaya berarti menolak modernitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teknologi bukan musuh kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teknologi dapat menjadi alat untuk menyelamatkannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita dapat merekam musik tradisional secara digital.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membuat arsip suara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membuat dokumenter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membangun perpustakaan digital.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membuat animasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membuat film.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membuat aplikasi edukasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membuka pameran virtual.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membawa seni Kuansing ke dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi teknologi harus menjadi alat, bukan penghapus identitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita boleh modern.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi jangan menjadi asing terhadap diri sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Leluhur kita tidak mempunyai perangkat lunak arsitektur secanggih hari ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi mereka membaca alam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka membaca matahari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membaca angin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membaca hujan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membaca tanah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membaca sungai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membaca kebutuhan manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari ini kita memiliki teknologi yang jauh lebih maju.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi jangan sampai teknologi membuat kita lupa membaca alam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gedung kebudayaan Kuansing masa depan harus mampu berdamai dengan iklim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memanfaatkan cahaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengelola udara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menghargai pepohonan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menggunakan material secara bijak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memikirkan energi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membuka hubungan manusia dengan lanskap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Modern, tetapi tidak tercerabut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Canggih, tetapi tidak angkuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Indah, tetapi tidak berlebihan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Khas, tetapi tidak menjadi museum masa lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka kami percaya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Kebudayaan bukan aksesori pembangunan.&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Kebudayaan adalah fondasi identitas&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekolah seni bukan pelengkap pendidikan.&lt;br&gt;Ia adalah tempat regenerasi peradaban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Museum bukan gudang benda lama.&lt;br&gt;Ia adalah ingatan yang diberi ruang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gedung kesenian bukan monumen.&lt;br&gt;Ia adalah rumah bagi kreativitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Workshop bukan ruang produksi biasa.&lt;br&gt;Ia adalah laboratorium pewarisan pengetahuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pacu Jalur bukan sekadar festival.&lt;br&gt;Ia adalah ekosistem sejarah, seni, pengetahuan, dan kebanggaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arsitektur bukan sekadar beton dan atap.&lt;br&gt;Ia adalah cara sebuah masyarakat menyatakan dirinya kepada dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adat bukan ornamen.&lt;br&gt;Adab bukan dekorasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tradisi bukan penjara.&lt;br&gt;Tradisi adalah akar yang memungkinkan pohon tumbuh lebih tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan yang paling penting:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita tidak boleh hanya membangun tempat untuk kebudayaan. Kita harus membangun manusia yang mampu menciptakan kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada akhirnya, semua bangunan akan mengalami usia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beton retak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cat mengelupas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teknologi berganti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Panggung direnovasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peralatan menjadi usang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi manusia yang telah memperoleh pengetahuan dapat menciptakan kembali semuanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itulah sebabnya investasi terbesar kebudayaan bukanlah beton.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Investasi terbesar adalah manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tangan siswa dan mahasiswa yang kompeten dalam seni dan budaya, kekayaan leluhur Kuansing dapat bergerak ke mana&#45;mana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menjadi karya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menjadi ilmu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menjadi inovasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menjadi industri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menjadi kebanggaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menjadi identitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menjadi masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekolah khusus itulah salah satu pintunya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruang khusus itulah salah satu mesinnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Guru, maestro, seniman, budayawan, akademisi, teknolog, pengrajin, dan masyarakat adalah penggeraknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan generasi muda adalah pewaris sekaligus penciptanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita boleh membangun gedung paling indah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi jangan biarkan ia sunyi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita boleh membangun panggung paling besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi jangan biarkan ia kehilangan seniman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita boleh membangun museum paling modern.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi jangan biarkan anak&#45;anak kita tidak mengenal sejarahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita boleh membuat festival paling meriah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi jangan biarkan kebudayaan hanya hidup ketika lampu panggung menyala.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangunlah sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangunlah laboratorium.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangunlah museum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangunlah studio.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangunlah workshop.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangunlah panggung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangunlah ruang kreatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangunlah kawasan kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi di atas semuanya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;bangunlah manusia.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu membangun gedung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mewariskan pengetahuan tanpa kehilangan jati diri, menerima perubahan tanpa kehilangan akar, dan menciptakan masa depan tanpa mengkhianati ingatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kuantan Singingi tidak perlu menjadi salinan daerah lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak perlu mengejar kemajuan dengan menghapus wajah sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak perlu malu terhadap warisan leluhur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang diperlukan adalah keberanian untuk mengolah warisan itu menjadi kekuatan baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari oguang menjadi musik masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari calempong menjadi kreativitas baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari gondang menjadi pengetahuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari jalur menjadi ilmu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari adat menjadi etika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari arsitektur menjadi identitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari sekolah menjadi generasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari generasi menjadi karya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari karya menjadi peradaban.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inilah pekerjaan kebudayaan yang sesungguhnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan sekadar menjaga agar masa lalu tidak hilang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi memastikan bahwa masa lalu masih mempunyai kemampuan untuk melahirkan masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan apabila suatu hari nanti anak&#45;anak Kuansing berdiri di sebuah panggung, memainkan musik leluhurnya dengan teknologi zaman mereka, menari dengan bahasa tubuh yang baru, berbicara tentang adat dengan pikiran modern, membangun arsitektur yang berakar tetapi tidak membelenggu, serta menciptakan karya yang dikenal jauh melampaui tepian Kuantan—maka pada saat itu kita tahu:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;kebudayaan tidak sedang dikenang.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Kebudayaan sedang hidup.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Dan selama ia hidup,&lt;/i&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;Kuansing tidak akan pernah kehilangan dirinya. &lt;/i&gt;&lt;strong&gt;*(ald)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;source: epi martison, seniman budayawan nasional lulusan institut kesenian jakarta/aldian.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/56532431292-screenshot_2026-09-21-19-56-55-45_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg"/><pubDate>Mon, 21 Sep 2026 20:16:48 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30099/ketika-kebudayaan-tak-lagi-sekadar-ornamen-manifesto-kuansing-untuk-masa-depan</guid></item><item><title>Dari Beton ke Peradaban: Menggagas Rumah Besar Kebudayaan Kuansing</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30098/dari-beton-ke-peradaban-menggagas-rumah-besar-kebudayaan-kuansing</link><description>&lt;h3&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Kuansing Harus Membangun Rumah Kebudayaan, Bukan Sekadar Monumen Beton&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;KilasRiau.com&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210,75%,60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kilas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0,75%,60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Riau.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; &#45; Ada penyakit yang sering menyertai pembangunan daerah: kita terlalu mudah mengukur kemajuan dari apa yang tampak.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gedung tinggi dianggap kemajuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Panggung besar dianggap prestasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fasad megah dianggap identitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangunan mahal dianggap warisan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal ada pertanyaan yang jauh lebih penting:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa yang akan hidup setelah gedung itu selesai dibangun?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan ini layak diajukan ketika Kuantan Singingi berbicara tentang masa depan kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab Kuansing sesungguhnya tidak kekurangan kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang mungkin kurang adalah ruang untuk kebudayaan itu tumbuh, bekerja, bereksperimen, diwariskan dan menemukan bentuk barunya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita memiliki Pacu Jalur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memiliki seni tari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Randai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teater.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seni rupa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ukir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pahat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kriya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tradisi lisan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejarah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan berbagai pengetahuan leluhur yang hidup dalam masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi semua itu tidak cukup jika hanya dipuji ketika festival tiba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebudayaan membutuhkan rumah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membutuhkan sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membutuhkan studio.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membutuhkan museum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membutuhkan workshop.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membutuhkan panggung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membutuhkan arsip.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membutuhkan ruang eksperimen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Membutuhkan generasi penerus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan membutuhkan arsitektur yang memahami bahwa bangunan kebudayaan bukan sekadar benda mati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia harus menjadi organisme sosial yang hidup.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jangan Samakan Pembangunan Kebudayaan dengan Pembangunan Beton&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah gedung dapat selesai dalam hitungan tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebudayaan membutuhkan puluhan generasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gedung dapat dihitung dalam meter persegi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebudayaan tidak dapat dihitung hanya dengan ukuran fisik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gedung dapat diresmikan dalam satu hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebudayaan harus dirawat setiap hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, kesalahan paling mendasar adalah ketika pembangunan kebudayaan diperlakukan seperti proyek konstruksi biasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Resmikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Foto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Publikasikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu selesai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebudayaan tidak pernah selesai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia terus berubah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terus bernegosiasi dengan zaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terus mencari bentuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terus membutuhkan manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka gedung kebudayaan harus dirancang bukan hanya untuk kebutuhan hari ini, tetapi untuk memungkinkan kebudayaan berkembang selama puluhan tahun ke depan.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bangunan Boleh Modern, Tetapi Jangan Kehilangan Jiwa&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kuansing tidak perlu membangun bangunan yang pura&#45;pura kembali ke masa lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rumah adat tidak harus disalin mentah&#45;mentah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ornamen lama tidak harus ditempel di setiap sudut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bentuk jalur tidak perlu dipaksakan menjadi bentuk gedung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tradisi tidak boleh diperlakukan seperti katalog desain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang harus diwarisi bukan sekadar bentuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang harus diwarisi adalah cara berpikir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana leluhur membaca alam?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana mereka mengatur ruang?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana mereka menghormati tamu?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana masyarakat berkumpul?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana ruang sosial dibangun?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana manusia berhubungan dengan sungai, hutan, tanah, matahari, angin dan hujan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana adat dan adab bekerja dalam kehidupan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan&#45;pertanyaan itulah yang seharusnya menjadi sumber inspirasi arsitektur Kuansing masa kini.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Leluhur Tidak Punya Teknologi Canggih, Tetapi Punya Kebijaksanaan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada paradoks zaman modern.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita memiliki komputer untuk merancang bangunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memiliki simulasi digital.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memiliki material canggih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memiliki teknologi struktur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memiliki pendingin udara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memiliki pencahayaan buatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi terkadang kita justru kehilangan kemampuan sederhana untuk membaca alam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Leluhur mungkin tidak mengenal istilah &lt;i&gt;green architecture&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi mereka memahami arah angin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengenal panas matahari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memahami hujan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memilih material berdasarkan pengalaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengatur bukaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengatur ruang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menyesuaikan bangunan dengan lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya, apa yang hari ini kita sebut inovasi ekologis sebenarnya sebagian sudah lama hidup dalam kebijaksanaan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka modernitas tidak seharusnya berarti memutus hubungan dengan masa lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Modernitas yang matang justru mampu berdialog dengan kebijaksanaan lama.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Arsitektur Kuansing Harus Bisa Dirasakan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bayangkan sebuah gedung kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seseorang masuk ke dalamnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia belum membaca papan nama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Belum melihat logo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Belum membaca sejarah bangunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi ia langsung merasakan:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;“Ini Kuansing.”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itulah identitas arsitektur yang sesungguhnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan karena bangunannya dipenuhi ornamen tradisional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan karena setiap dinding diberi motif adat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi karena keseluruhan pengalaman ruangnya berbicara tentang tempat itu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Materialnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cahayanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teksturnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Proporsinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sirkulasinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hubungannya dengan ruang terbuka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hubungannya dengan alam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karya seni yang ada di dalamnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aroma material.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cara orang berkumpul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cara pertunjukan berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semuanya menjadi satu bahasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahasa arsitektur Kuansing.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akustik Bukan Pelengkap&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika Kuansing ingin memiliki gedung kesenian yang benar&#45;benar representatif, maka akustik tidak boleh diperlakukan sebagai urusan belakangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akustik harus menjadi bagian dari desain sejak awal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musik tradisional harus terdengar jernih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dendang harus memiliki karakter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Randai harus dapat didengar penonton.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dialog teater tidak boleh tenggelam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musik harus seimbang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertunjukan tari harus memperoleh dukungan tata suara yang tepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertunjukan kolosal membutuhkan sistem audio yang mampu menjangkau ribuan penonton tanpa mengorbankan kualitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, arsitek dan ahli akustik harus bekerja bersama sejak awal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gedung pertunjukan yang cantik tetapi buruk akustiknya hanyalah kemasan tanpa suara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal kebudayaan juga hidup melalui suara.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Estetik, Artistik, Tetapi Tidak Menjadi Kesombongan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gedung kebudayaan harus indah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi keindahan bukan kesombongan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangunan boleh megah, tetapi tidak boleh membuat masyarakat merasa asing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Boleh monumental, tetapi tidak boleh kehilangan fungsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Boleh unik, tetapi keunikannya harus lahir dari identitas, bukan sekadar mengejar sensasi bentuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Boleh kontemporer, tetapi jangan tercerabut dari akar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Boleh menggunakan teknologi terbaru, tetapi jangan sampai teknologi menghapus karakter lokal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arsitektur terbaik bukan yang paling keras berteriak tentang dirinya, melainkan yang membuat manusia nyaman merasakan tempatnya.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Adat Bukan Ornamen, Adab Bukan Dekorasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada kekeliruan yang perlu dihentikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita sering menyebut bangunan sebagai bangunan budaya hanya karena ada ornamen tradisional pada fasad.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Padahal adat bukan ukiran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adab bukan warna.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kearifan lokal bukan tulisan di dinding.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adat dan adab harus diterjemahkan ke dalam cara ruang digunakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana orang menerima tamu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana masyarakat bermusyawarah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana seniman bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana anak&#45;anak belajar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana orang tua dihormati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana ruang publik terbuka bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana manusia berhubungan dengan alam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di situlah adat menjadi arsitektur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adat yang hanya dipajang adalah dekorasi. Adat yang hidup dalam perilaku ruang adalah kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pacu Jalur Jangan Hanya Hidup Lima Hari&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inilah salah satu pertanyaan paling penting.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengapa Pacu Jalur harus menunggu kalender perlombaan untuk kembali hidup?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pacu Jalur bukan sekadar perlombaan di sungai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di dalamnya ada sejarah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada teknologi tradisional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada keterampilan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada seni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada musik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada tari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada gotong royong.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada ekonomi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada identitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada memori kolektif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, Pacu Jalur seharusnya hidup sepanjang tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika perlombaan selesai, penelitian dimulai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika tepian sepi, museum bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika penonton pulang, dokumentasi berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika jalur selesai diperlombakan, workshop kembali membuat jalur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika panggung dibongkar, sekolah seni kembali berlatih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pacu Jalur harus menjadi ekosistem kebudayaan, bukan sekadar kalender acara.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Museum Sejarah Kuansing: Jangan Biarkan Generasi Mendatang Menjadi Tamu di Tanah Sendiri&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kuansing membutuhkan museum sejarah yang representatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi museum bukan gudang benda lama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Museum adalah tempat sebuah masyarakat berbicara kepada masa depannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di dalamnya dapat tersimpan artefak, benda purbakala, manuskrip, foto lama, dokumentasi tokoh, sejarah kampung, sejarah adat, perkembangan masyarakat, sejarah sungai dan perjalanan Pacu Jalur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi museum masa kini tidak cukup dengan lemari kaca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harus ada multimedia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Film dokumenter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peta digital.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rekonstruksi visual.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rekaman suara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruang edukasi anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruang penelitian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruang diskusi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruang arsip.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejarah harus dibuat dapat dialami, bukan hanya dibaca.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pusat Sejarah Pacu Jalur&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pacu Jalur layak memiliki ruang sejarah tersendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana kayu dipilih?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana jalur dibuat?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siapa para pembuatnya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana teknik berkembang?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa hubungan jalur dengan masyarakat?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana musik dan tari menyertainya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana Pacu Jalur berubah dari generasi ke generasi?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua harus terdokumentasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab suatu hari mungkin akan datang generasi yang mengenal Pacu Jalur hanya dari video.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan sampai mereka tahu siapa pemenangnya, tetapi tidak tahu mengapa Pacu Jalur begitu penting bagi identitas Kuansing.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Workshop Pembuatan Jalur: Sekolah yang Tidak Boleh Hilang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Workshop pembuatan jalur harus menjadi ruang hidup.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Para maestro bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anak muda belajar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teknik didokumentasikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Material diteliti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Eksperimen dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wisatawan belajar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekolah berkunjung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sana tradisi bukan dipajang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tradisi dipraktikkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengetahuan membuat jalur tidak boleh mati bersama para pengrajinnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau pengetahuan hanya berada di kepala beberapa orang tua, maka pemerintah harus segera memikirkan mekanisme pewarisan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab kehilangan seorang maestro bukan hanya kehilangan seorang manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bisa jadi kita kehilangan satu perpustakaan hidup.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Sekolah Seni dan Budaya Kuansing&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kuansing juga membutuhkan sekolah atau pusat pendidikan seni dan budaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Randai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teater.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Film.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seni rupa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pahat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ukir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kriya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sastra lisan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dokumentasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pacu Jalur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teknologi multimedia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Produksi pertunjukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anak&#45;anak tidak cukup diberi tahu bahwa budaya adalah warisan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka harus diberi kesempatan untuk menguasai keterampilan yang membuat warisan itu tetap hidup.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena tradisi tidak mati hanya karena zaman berubah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tradisi mati ketika tidak lagi memiliki penerus.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Gedung Kesenian Harus Menjadi Rumah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gedung kesenian yang representatif membutuhkan lebih daripada sebuah panggung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia membutuhkan:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;ruang latihan,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;ruang rias,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;ruang kostum,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;ruang properti,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;ruang teknis,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;ruang produksi,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;ruang dokumentasi,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;ruang komunitas,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;ruang diskusi,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;dan ruang penonton yang nyaman.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gedung itu harus menjadi rumah bagi seniman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan gedung yang hanya ramai ketika ada pejabat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan gedung yang hidup ketika acara berlangsung, kemudian mati sepanjang tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebudayaan membutuhkan ruang yang bekerja setiap hari.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Satu Gedung Tidak Bisa Menjawab&lt;/strong&gt; Semua Kebutuhan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Randai membutuhkan ruang tertentu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teater membutuhkan ruang tertentu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musik membutuhkan akustik tertentu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tari kolosal membutuhkan panggung besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertunjukan rakyat membutuhkan ruang terbuka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertunjukan malam membutuhkan tata cahaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka Kuansing perlu memikirkan jaringan ruang:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;teater tertutup,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;panggung terbuka,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;arena pertunjukan,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;ruang pertunjukan skala sedang,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;panggung kolosal untuk ribuan penonton,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;dan ruang pendukung produksi.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan semua fungsi dipaksa masuk ke satu gedung serbaguna.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebudayaan terlalu kaya untuk dimasukkan ke satu kotak.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Studio Live Recording: Agar Suara Kuansing Tidak Hilang&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Studio rekaman juga penting.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musik tradisional dapat direkam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musik Pacu Jalur dapat diproduksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tokoh budaya dapat diwawancarai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cerita rakyat dapat diarsipkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Podcast budaya dapat dibuat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Film dokumenter dapat diproduksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anak muda dapat belajar audio dan produksi digital.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena kebudayaan hari ini hidup bukan hanya di panggung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga hidup di ruang digital.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dokumentasi adalah cara sebuah kebudayaan memperpanjang umurnya.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Opening Pacu Jalur Harus Diproduksi Sepanjang Tahun&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika ingin pembukaan Pacu Jalur menjadi pertunjukan besar, jangan menciptakannya secara mendadak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Repertoar harus dipersiapkan sepanjang tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Koreografer bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komposer bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sutradara bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seniman tradisi bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seniman kontemporer bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penata artistik bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penata cahaya bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim multimedia bekerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penari berlatih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musisi berlatih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teater diproduksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Film dipersiapkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua membutuhkan ruang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kreativitas tidak lahir dari kepanikan menjelang hari H.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia lahir dari ekosistem.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Seni Kriya Harus Memiliki Masa Depan Ekonomi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pahat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ukir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Patung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anyaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tekstil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kerajinan kayu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seni rupa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan hanya dipamerkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harus diproduksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dikembangkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Didesain ulang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dipromosikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dipasarkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dikembangkan melalui kolaborasi dengan desainer dan generasi muda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dekranasda pun seharusnya tidak hanya menjadi etalase.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia dapat menjadi pusat produksi, pembinaan, desain, fotografi produk, pemasaran dan pengembangan perajin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebudayaan tidak harus miskin untuk disebut asli.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Justru ketika kebudayaan mampu memberikan penghidupan kepada pelakunya, ia memiliki peluang lebih besar untuk bertahan.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ruang Multimedia: Biarkan Anak Muda Menjadi Pencerita Kebudayaannya Sendiri&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Generasi muda hidup dalam dunia digital.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka kebudayaan juga harus masuk ke sana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Diperlukan ruang multimedia untuk:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;film,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;fotografi,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;animasi,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;podcast,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;arsip digital,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;virtual exhibition,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;produksi konten,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;dokumentasi pertunjukan,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;dan pendidikan budaya.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan biarkan anak muda hanya menjadi konsumen budaya dari luar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berikan mereka fasilitas untuk menjadi produsen cerita tentang tanahnya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dari Dekranasda sampai Museum, Semuanya Harus Terhubung&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sinilah konsep yang lebih besar diperlukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan satu gedung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan dua gedung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi kawasan atau ekosistem kebudayaan Kuansing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah jaringan ruang:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Museum Sejarah Kuansing.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Pusat Sejarah Pacu Jalur.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Workshop Pembuatan Jalur.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Sekolah Seni dan Budaya.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Gedung Kesenian.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Teater.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Panggung Terbuka.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Arena Kolosal.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Studio Live Recording.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Studio Multimedia.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Galeri Seni.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Ruang Kriya, Pahat, Patung dan Ukir.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Ruang Tari, Musik, Teater dan Film.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Ruang Dekranasda.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Ruang Arsip.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Ruang Komunitas.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semuanya saling berhubungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari arsip menjadi pengetahuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari pengetahuan menjadi pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari pendidikan menjadi keterampilan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari keterampilan menjadi karya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari karya menjadi pertunjukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari pertunjukan menjadi apresiasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari apresiasi menjadi kebanggaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari kebanggaan menjadi keberlanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itulah ekosistem.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pertanyaan Besarnya Bukan “Berapa Miliar?”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau kelak pemerintah merencanakan pembangunan kawasan semacam ini, masyarakat jangan hanya diajak bertanya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Berapa luas lahannya?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Berapa tinggi gedungnya?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Berapa jumlah kursinya?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Berapa besar anggarannya?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Pertanyaan yang lebih penting:&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Berapa seniman yang akan bekerja?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Berapa anak yang akan belajar?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Berapa maestro yang akan mengajar?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Berapa tradisi yang akan terdokumentasi?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Berapa karya yang akan lahir?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Berapa pertunjukan yang akan diproduksi?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Berapa perajin yang akan mendapatkan manfaat?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Berapa arsip yang akan diselamatkan?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Berapa komunitas yang akan tumbuh?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Berapa generasi yang akan mera&lt;/i&gt;sa memiliki?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itulah ukuran pembangunan kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gedung yang kosong adalah keberhasilan konstruksi, bukan keberhasilan kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jangan Bangun Gedung yang Membuat Masyarakat Menjadi Tamu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini mungkin prinsip paling penting.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gedung kebudayaan Kuansing jangan sampai terlalu megah sehingga masyarakat tempatan merasa hanya menjadi tamu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan terlalu eksklusif sehingga seniman lokal hanya dipanggil ketika dibutuhkan untuk seremoni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan terlalu formal sehingga anak&#45;anak merasa tidak memiliki tempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan terlalu monumental sehingga masyarakat hanya datang untuk berfoto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gedung itu harus mengatakan:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;“Masuklah. Ini rumahmu.”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena pembangunan yang benar bukan membuat masyarakat kagum dari kejauhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembangunan yang benar membuat masyarakat merasa memiliki dari dalam.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Arsitektur yang Khas Tidak Berarti Arsitektur yang Terjebak Masa Lalu&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kuansing tidak membutuhkan replika masa lalu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang dibutuhkan adalah interpretasi baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arsitektur kontemporer yang mengambil inspirasi dari:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;alam Kuansing,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;sungai,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;jalur,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;rumah tradisional,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;motif,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;material lokal,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;pola ruang masyarakat,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;adat,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;adab,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;gotong royong,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;dan sejarah.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semua diterjemahkan dengan teknologi modern.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka gedung bisa:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;akustiknya bagus,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;estetikanya indah,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;artistiknya kuat,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;bentuknya unik,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;fungsinya jelas,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;teknologinya modern,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;lingkungannya responsif,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;dan sekaligus—&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;khas Kuansing.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inilah tantangan arsitektur yang sesungguhnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan membuat bangunan yang terlihat tradisional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi membuat bangunan modern yang memiliki jiwa tradisi.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jangan Bangun Monumen Kesombongan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada akhirnya, Kuansing harus berhati&#45;hati terhadap satu jebakan:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;monumentalisme.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keinginan meninggalkan sesuatu yang besar secara fisik kadang membuat kita lupa bertanya apakah sesuatu itu benar&#45;benar dibutuhkan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gedung boleh besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Panggung boleh spektakuler.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Museum boleh modern.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teater boleh megah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi semuanya harus kembali kepada satu pertanyaan:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah masyarakat akan hidup lebih berbudaya karena ruang itu?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika jawabannya tidak jelas, maka sebesar apa pun bangunannya, ia patut dipertanyakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena pembangunan kebudayaan bukan kompetisi membuat bangunan paling megah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia adalah usaha membuat kehidupan kebudayaan semakin kuat.&lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Warisan Terbesar Bukan Gedung&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintahan berganti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pejabat berganti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepala dinas berganti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program dapat berubah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi kebudayaan harus tetap hidup.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, warisan terbaik sebuah pemerintahan bukan sekadar gedung yang memakai nama zamannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warisan terbaik adalah ketika setelah pemerintahan berganti, gedung itu masih melahirkan:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;seniman,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;penari,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;musisi,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;perajin,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;sutradara,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;arsitek,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;peneliti,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;budayawan,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;pembuat jalur,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;anak&#45;anak yang mencintai sejarah,&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;dan generasi baru yang berani menciptakan kebudayaan baru tanpa kehilangan akarnya.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itulah legacy yang tidak mudah runtuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pada Akhirnya, Kita Sedang Memilih Masa Depan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita bisa membangun gedung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atau kita bisa membangun kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita bisa membangun monumen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atau kita bisa membangun ekosistem.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita bisa membangun ruang yang membuat orang kagum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atau kita bisa membangun ruang yang membuat orang merasa memiliki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pilihan itu bukan semata&#45;mata soal arsitektur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia adalah pilihan tentang cara kita memandang kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah kebudayaan hanya pajangan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ataukah ia sumber pengetahuan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah Pacu Jalur hanya kalender tahunan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ataukah ia ekosistem budaya sepanjang tahun?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah adat hanya ornamen?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ataukah ia sumber nilai dalam kehidupan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah gedung hanya benda?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ataukah ia ruang untuk melahirkan masa depan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jawabannya akan menentukan wajah Kuansing beberapa puluh tahun mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu—jangan bangun gedung yang angkuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangun gedung yang indah tetapi rendah hati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangun gedung yang artistik tetapi fungsional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangun gedung yang unik tetapi berakar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangun gedung yang modern tetapi tidak kehilangan ingatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangun gedung dengan akustik yang baik agar suara seni terdengar jernih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangun gedung dengan estetika yang kuat agar manusia merasa nyaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangun gedung dengan karakter arsitektur yang spesifik agar orang tahu: ini Kuansing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangun ruang yang menghormati adat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangun ruang yang mempraktikkan adab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangun ruang yang bersahabat dengan alam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bangun ruang yang terbuka bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan yang paling penting:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;bangun ruang yang membuat kebudayaan bekerja.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab beton hanya akan menjadi beton jika tidak diisi kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gedung hanya akan menjadi gedung jika tidak melahirkan karya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Museum hanya akan menjadi gudang jika tidak membuat sejarah berbicara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Panggung hanya akan menjadi panggung jika tidak melahirkan pertunjukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekolah hanya akan menjadi bangunan jika tidak melahirkan generasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan kebudayaan hanya akan menjadi slogan jika tidak diberi ruang untuk tumbuh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka ukuran keberhasilan pembangunan kebudayaan Kuansing kelak bukan ketika orang berkata:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;“Betapa megah gedungnya.”&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ukuran keberhasilannya adalah ketika seorang anak Kuansing masuk ke dalamnya, melihat sejarah leluhurnya, mendengar musik daerahnya, belajar seni, menyaksikan pertunjukan, membuat karya, lalu berkata:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ini tanah saya. Ini budaya saya. Dan saya akan meneruskannya.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada titik itulah arsitektur menemukan maknanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada titik itulah gedung menemukan jiwanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan pada titik itulah pembangunan berhenti menjadi sekadar beton—lalu berubah menjadi peradaban.&lt;strong&gt;*(ald)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;source: epi martison, seniman budayawan nasional lulusan institut kesenian jakarta/aldian.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/48892639461-screenshot_2026-09-21-17-46-57-60_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg"/><pubDate>Mon, 21 Sep 2026 18:05:43 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30098/dari-beton-ke-peradaban-menggagas-rumah-besar-kebudayaan-kuansing</guid></item><item><title>Musda Golkar Inhil: Regenerasi Struktur, Game Changer Menuju Partai Pemenang</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30097/musda-golkar-inhil-regenerasi-struktur-game-changer-menuju-partai-pemenang</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; &#45; Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) periode 2026–2031 tidak boleh berhenti sebagai agenda rutin pergantian kepengurusan. Di tengah perubahan perilaku politik masyarakat, Musda harus menjadi momentum koreksi sekaligus titik balik untuk menguji relevansi mesin organisasi Golkar menghadapi medan politik masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎Plt. Sekretaris AMPI Inhil, David Aqmal, menilai tantangan Golkar hari ini bukan sekadar mempertahankan atau merombak struktur, melainkan memastikan struktur tersebut benar&#45;benar hidup, bekerja, dan terkoneksi hingga akar rumput.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎“Kalau yang berubah hanya pengurusnya, sementara cara kerja politiknya tetap sama, kita sebenarnya belum melakukan regenerasi. Musda harus melahirkan game changer: perubahan cara berpikir, strategi, gagasan, hingga keberanian membuka ruang bagi generasi baru,” ujar David.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎Menurutnya, sejarah Golkar menunjukkan bahwa kekuatan politik dibangun melalui organisasi, konsolidasi, jaringan dan kemampuan membaca perubahan. Namun, medan politik hari ini telah berubah. Kekuatan konvensional harus dipadukan dengan data, teknologi, komunikasi digital dan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎David menegaskan, menghadapi Pemilu mendatang, Golkar tidak boleh bekerja secara musiman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎“Tim pemenangan tidak boleh baru dibentuk ketika pemilu sudah di depan mata. Harus menjadi sistem kerja sejak sekarang: membaca data pemilih, memetakan wilayah, memperkuat basis kader, membangun komunikasi publik, dan mengukur kerja politik secara berkala,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎Ia juga mengingatkan, struktur besar tanpa inovasi hanya akan menjadi struktur administratif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎“Kita harus mengubah paradigma: dari sekadar memiliki struktur menjadi memiliki mesin organisasi yang hidup; dari sekadar memiliki kader menjadi kader yang benar&#45;benar bekerja; dan dari sekadar hadir dalam kontestasi politik menjadi hadir dalam persoalan masyarakat,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎Bagi David, regenerasi juga harus memberi ruang substantif kepada generasi muda. Anak muda tidak boleh sekadar dijadikan pelengkap atau “tim hore” setiap momentum politik, tetapi harus dilibatkan dalam merumuskan strategi, gagasan dan komunikasi politik partai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎“Generasi muda memahami ekosistem digital dan perubahan pola komunikasi masyarakat. Energi mereka harus dipadukan dengan pengalaman kader senior. Di situlah regenerasi menjadi kekuatan, bukan sekadar pergantian nama dalam struktur,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎David menutup dengan menegaskan bahwa sejarah panjang Golkar harus menjadi modal untuk membaca masa depan, bukan alasan untuk terjebak pada cara&#45;cara lama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎&lt;/p&gt;&lt;p&gt;‎“Sejarah memberi Golkar pengalaman. Tetapi masa depan menuntut inovasi. Jika Musda mampu mengawinkan pengalaman, regenerasi dan strategi baru, maka Musda XI bukan sekadar forum organisasi, melainkan titik awal pembaruan untuk membangun kembali Golkar sebagai kekuatan politik yang kompetitif menuju Pemilu mendatang,” pungkasnya&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/32027964522-img-20260921-wa0007.jpg"/><pubDate>Mon, 21 Sep 2026 16:13:31 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30097/musda-golkar-inhil-regenerasi-struktur-game-changer-menuju-partai-pemenang</guid></item><item><title>Jangkau Warga Kurang Mampu Lebih Cepat, Bupati Inhil Ajak Masyarakat Jadi Agen Perlinsos</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30096/jangkau-warga-kurang-mampu-lebih-cepat-bupati-inhil-ajak-masyarakat-jadi-agen-perlinsos</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com &#45; &lt;/strong&gt;Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, siap mendukung perluasan Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang ditujukan untuk mempermudah proses pendaftaran masyarakat yang layak menerima bantuan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komitmen tersebut merupakan tindak lanjut usai Bupati mengikuti pertemuan virtual bersama Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf dan pemangku kepentingan terkait, pada Senin (21/9) pagi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agen Perlinsos, seperti yang disampaikan pemerintah pusat, merupakan relawan yang bertugas membantu masyarakat yang kesulitan atau tidak memiliki ponsel pintar untuk mendaftar, memverifikasi dan memperbarui data bantuan sosial secara digital.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agar keterlibatan Kabupaten Inhil dalam program sosial ini optimal, Bupati mengerahkan para Camat dan Pimpinan OPD agar mengajak para pegawai dan masyarakat sekitar untuk menjadi Agen Perlinsos.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Semakin banyak yang menjadi agen, maka peluang menjangkau masyarakat miskin itu lebih besar, karena kita semua punya tetangga dan tahu keadaan ekonominya. Selain data yang diinput dapat dipertanggungjawabkan, waktunya pun lebih cepat jika kita maksimalkan banyak agen di tiap daerah,&quot; ungkap Bupati Inhil, saat ikuti Rakoor bersama jajaran Pemkab Inhil dan Para Camat secara virtual, dari Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah Inhil.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, Bupati mengingatkan, menjadi agen haruslah mengedepankan kejujuran dan keikhlasan, karena ini adalah program sosial.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ketika menjadi agen, tidak boleh ada pungutan biaya kepada masyarakat, jangan ada calo&#45;calo atau pungli. Niatkan tugas ini untuk membantu sesama,&quot; lanjut Orang Nomor Satu di Inhil tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agen Perlinsos juga tidak dibenarkan untuk memanipulasi data, agar bantuan pemerintah dapat tepat sasaran.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Saat proses pendaftaran, masukkan data yang benar, agar sistem bisa menentukan apakah warga yang kita input datanya layak atau tidak menerima bantuan. Ingat, semua yang kita lakukan ada pertanggungjawabanya, apalagi saat daftar jadi agen kita melakukan perekaman wajah dan KTP,&quot; tutup Herman.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk informasi, berikut tata cara mendaftar menjadi Agen Perlinsos :&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&#45; Pastikan memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD) melalui unduh aplikasi IKD di Play Store atau Apple App Store&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&#45; Buka portal Perlinsos Digital Agen di laman agent&#45;perlinsos.kemensos.go.id&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&#45; Klik &quot;Daftar Menjadi Agen&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&#45; Lengkapi data diri dan lakukan verifikasi wajah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&#45; Setujui Pernyataan Komitmen Agen&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/3779107914-img-20260921-wa0019.jpg"/><pubDate>Mon, 21 Sep 2026 13:33:01 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30096/jangkau-warga-kurang-mampu-lebih-cepat-bupati-inhil-ajak-masyarakat-jadi-agen-perlinsos</guid></item><item><title>Bupati Herman Dorong ASN Inhil Perkuat Disiplin dan Etos Kerja</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30095/bupati-herman-dorong-asn-inhil-perkuat-disiplin-dan-etos-kerja</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; – Penguatan disiplin dan etos kerja aparatur menjadi perhatian Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman, dalam apel rutin Senin pagi di halaman Kompleks Kantor Bupati Inhil, Jalan Akasia, Tembilahan, Senin 21 September 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati Herman menegaskan, setiap aparatur memiliki tanggung jawab yang melekat sebagai bagian dari pemerintahan, terutama dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik. Menurutnya, kualitas kerja birokrasi akan terlihat dari kesungguhan pegawai dalam melaksanakan tugas sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Setiap pegawai harus memahami bahwa tugas kita adalah melayani masyarakat, sehingga kedisiplinan, kesungguhan, dan tanggung jawab dalam bekerja harus menjadi bagian dari keseharian kita,” tegas Bupati Herman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Inhil menerapkan penghargaan berbasis kinerja. Karena itu, pegawai yang menunjukkan kedisiplinan dan produktivitas akan tercermin melalui hasil kerjanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati Herman turut mengingatkan bahwa menjadi aparatur negara merupakan amanah sekaligus profesi yang memiliki nilai pengabdian. Untuk itu, setiap tugas yang diberikan perlu dijalankan secara bertanggung jawab dan dengan keikhlasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apel tersebut diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Inhil, para pimpinan OPD, pejabat eselon II, III dan IV, Camat Tembilahan dan Camat Tembilahan Hulu, serta seluruh ASN dan pegawai honorer di lingkungan Kantor Bupati Inhil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelaksanaan apel rutin Senin pagi menjadi salah satu sarana konsolidasi internal pemerintah daerah sekaligus momentum penyampaian arahan pimpinan dalam menjaga kedisiplinan dan meningkatkan kinerja aparatur.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/92947865664-img-20260921-wa0017.jpg"/><pubDate>Mon, 21 Sep 2026 13:30:35 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30095/bupati-herman-dorong-asn-inhil-perkuat-disiplin-dan-etos-kerja</guid></item><item><title>Azka X RCBN Cup 2 Resmi Berakhir, Bupati Herman Tekankan Pentingnya Pembinaan Sepak Bola</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30094/azka-x-rcbn-cup-2-resmi-berakhir-bupati-herman-tekankan-pentingnya-pembinaan-sepak-bola</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Keritang — Gelaran Azka X RCBN Cup 2 resmi menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan di Lapangan Sepak Bola Rahman Putra, Desa Kota Baru Seberida, Kecamatan Keritang, Minggu (20/09/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebanyak 47 tim mini soccer dari berbagai kecamatan di Kabupaten Indragiri Hilir ambil bagian dalam turnamen tersebut. Sejak awal pelaksanaan hingga laga pamungkas, kompetisi mendapat sambutan positif dari para pemain dan masyarakat yang hadir memberikan dukungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati Indragiri Hilir Herman yang menutup langsung turnamen, menyampaikan bahwa kompetisi olahraga di tingkat daerah dapat menjadi ruang bagi anak&#45;anak muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman dalam menghadapi pertandingan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Herman, keberadaan turnamen seperti ini perlu terus didorong karena pembinaan atlet tidak dapat dilakukan secara instan. Para pemain membutuhkan kesempatan untuk bertanding secara rutin agar kemampuan, mental dan pengalaman mereka semakin berkembang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia berharap kompetisi mini soccer yang melibatkan banyak tim dari berbagai wilayah Inhil dapat menjadi salah satu sarana untuk menemukan pemain&#45;pemain potensial. Dari proses pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan muncul atlet yang nantinya mampu membawa nama Kabupaten Indragiri Hilir pada kompetisi di tingkat yang lebih tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Yang terpenting anak&#45;anak kita terus diberikan ruang untuk bertanding dan berkembang. Mudah&#45;mudahan dari kompetisi seperti ini muncul pemain&#45;pemain yang memiliki potensi dan bisa mengharumkan nama Indragiri Hilir,” ujar Herman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain Bupati Inhil, kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Inhil, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga dan Kebudayaan, Camat Keritang bersama unsur Forkopincam, Kepala Desa Kota Baru Seberida serta sejumlah undangan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian turnamen kemudian ditutup dengan pertandingan final antara Wifi FC dan Papa Sayang. Dalam laga penentuan tersebut, Wifi FC berhasil keluar sebagai juara setelah mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 3&#45;1.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/29328094056-img-20260921-wa0016.jpg"/><pubDate>Mon, 21 Sep 2026 13:28:51 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30094/azka-x-rcbn-cup-2-resmi-berakhir-bupati-herman-tekankan-pentingnya-pembinaan-sepak-bola</guid></item><item><title>Menuntut Ketegasan Hukum dan Nalar Pedagogis dalam Siklus Karhutla Riau</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30093/menuntut-ketegasan-hukum-dan-nalar-pedagogis-dalam-siklus-karhutla-riau</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com &#45; &lt;/strong&gt;Setiap kali musim kemarau menyapa Provinsi Riau, bentang alam kita kembali dihadapkan pada potret yang memilukan: kepulan asap pekat, langit yang meredup, dan ribuan pasang paru&#45;paru yang dipaksa menghirup racun dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat luas lahan yang terbakar sepanjang tahun 2026 ini telah menembus angka 18.582 hektare, dengan wilayah terparah berada di Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan. Tragisnya, bencana ekologis yang terus berulang ini seolah bertransformasi menjadi sebuah “ritual tahunan” akibat gagalnya penegakan hukum memberikan efek jera yang berkeadilan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai Praktisi Hukum sekaligus pendidik di Bumi Lancang Kuning, negeri seribu parit, negeri hamparan kelapa dunia, penulis melihat ada disparitas yang menganga serta garis merah yang terputus antara regulasi di atas kertas dengan realitas pemahaman masyarakat di lapangan. Menghadapi krisis ini, kita dituntut untuk bergerak melampaui sekadar retorika pemadaman api, melainkan mengevaluasi taji penegakan hukum lingkungan (rule of law) serta menyuntikkan nalar pencegahan berbasis edukasi (rule of education).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari kacamata yuridis, taji penegakan hukum di Riau saat ini sedang diuji. Hingga pertengahan September 2026, Kepolisian Daerah (Polda) Riau tercatat telah menetapkan 61 tersangka dari 58 perkara karhutla. Langkah cepat ini patut diapresiasi. Namun, jika kita telaah lebih dalam, mayoritas tersangka yang diseret ke meja hijau merupakan pelaku perorangan atau petani kecil &amp;nbsp;di tingkat tapak.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, keterlibatan korporasi besar yang areal konsesinya terindikasi memiliki titik api kerap kali menyisakan ruang gelap pidana. Di tingkat nasional, Mabes Polri memang sedang mengusut 95 korporasi yang diduga terlibat karhutla, dimana 6 diantaranya berada di wilayah hukum Polda Riau. Persoalannya, sejauh mana pengusutan ini akan berujung pada sanksi yang nyata dan transparan ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penegakan hukum lingkungan tidak boleh hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas. Menjadikan petani tradisional sebagai satu&#45;satunya tumpuan kesalahan adalah kekeliruan paradigma.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan Undang&#45;Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UU PPLH), korporasi memegang tanggung jawab mutlak (strict liability) atas setiap kebakaran yang terjadi di dalam wilayah konsesi mereka. Sanksi yang dijatuhkan harus jelas, tegas, dan tanpa kompromi. Kita tidak bisa lagi hanya bersandar pada sanksi administratif yang kerap kali dinegosiasikan di balik meja.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika terbukti abai atau sengaja membiarkan lahannya terbakar demi menekan biaya pembukaan lahan (land clearing), negara melalui instrumen hukumnya harus berani menjatuhkan sanksi pidana kumulatif, denda miliaran rupiah, hingga tindakan tata tertib berupa pencabutan izin usaha secara permanen. Langkah ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan tidak akan memberi ampun dan siap mencabut izin korporasi yang terbukti membakar hutan. Tanpa ketegasan ini, hukum hanya akan menjadi macan kertas yang kehilangan wibawanya di hadapan modal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kendati demikian, hukum hanyalah obat ketika penyakit ekologis itu sudah menjalar. Upaya preventif yang paling mendasar justru berada di wilayah pengabdian penulis yang kedua: dunia pendidikan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siklus karhutla yang terus berulang di Riau mengindikasikan adanya ruang kosong dalam literasi ekologis (eco&#45;literacy) masyarakat kita. Institusi pendidkan selama ini terlalu fokus pada capaian kognitif&#45;akademis yang bersifat tekstual, namun sering kali melupakan internalisasi karakter berbasis lingkungan yang kontekstual. Mengubah pola pikir masyarakat dari kebiasaan membakar lahan tradisional menuju metode Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB) adalah sebuah kerja kebudayaan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruang&#45;ruang kelas di Riau harus menjadi laboratorium kesadaran dimana generasi muda diajarkan bahwa menjaga kelestarian hutan dan lahan gambut bukanlah sekedar kewajiban formal untuk menghindari jerat hukum, melainkan hak asasi bagi generasi masa depan untuk menghirup udara bersih.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Nilai&#45;nilai kearifan lokal yang menghormati keseimbangan alam harus dihidupkan kembali dan diintegrasikan ke dalam kurikulum lokal secara aplikatif.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memadamkan karhutla di Riau tidak bisa hanya mengandalkan helikopter water bombing di udara saat api sudah meluas. Strategi penanggulangan terbaik adalah memadamkan potensi apinya sejak dari hulu &#45; yakni melalui jalur penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu terhadap korporasi nakal, serta jalur pendidikan yang menyadarkan masyarakat luas.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sinergi antara ketegasan yuridis dan transformasi pedagogis ini adalah harga mati demi menyelamatkan masa depan Bumi Melayu dari kepungan asap yang tak berkesudahan. Reteh, Indragiri Hilir, Riau&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/22038539337-img-20260921-wa0013.jpg"/><pubDate>Mon, 21 Sep 2026 12:22:10 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30093/menuntut-ketegasan-hukum-dan-nalar-pedagogis-dalam-siklus-karhutla-riau</guid></item><item><title>Tiga Orang Diciduk Beruntun, Satres Narkoba Polres Inhu Bongkar Rantai Peredaran Sabu</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30092/tiga-orang-diciduk-beruntun-satres-narkoba-polres-inhu-bongkar-rantai-peredaran-sabu</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; — Informasi masyarakat menjadi pintu masuk bagi Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Indragiri Hulu (Inhu) untuk membongkar dugaan jaringan peredaran gelap narkotika jenis sabu. Dalam pengungkapan tersebut, tiga orang pria diamankan secara beruntun dan sejumlah barang bukti turut disita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Indragiri Hulu AKBP Eka Ariandy Putra, SH., S.I.K., M.Si melalui keterangan terkait pengungkapan kasus menyampaikan, ketiga tersangka masing&#45;masing berinisial DS alias Deni &amp;nbsp;(30), JP alias Jepri &amp;nbsp;(28), dan EDP alias Pono alias Edi (36).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengungkapan bermula pada Selasa, 15/9/ 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, personel Satresnarkoba Polres Inhu menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan aktivitas transaksi narkotika jenis sabu di kawasan Dusun Kempas Jaya, Desa Pasir Ringgit, Kecamatan Lirik, Kabupaten Inhu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Informasi tersebut kemudian dilaporkan Ps. Kanit I Satresnarkoba Polres Inhu Aipda Suwandi Nasution kepada Kasat Res Narkoba Polres Inhu AKP Rian Onel, S.H., M.H. Selanjutnya, Kasat Res Narkoba memimpin langsung penyelidikan untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi bahwa seorang pria berinisial Deni Saputra diduga kerap melakukan transaksi sabu di wilayah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada Kamis, 17/9/ 2026 sekitar pukul 21.00 WIB, petugas bergerak menuju sebuah rumah di Dusun Kempas Jaya, Desa Pasir Ringgit, Kecamatan Lirik. Di lokasi tersebut, petugas mengamankan Deni Saputra dan melakukan penggeledahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari penggeledahan, petugas menemukan satu helai celana panjang warna biru yang berada di dalam lemari kamar. Di dalam saku depan sebelah kanan celana tersebut terdapat sebuah botol plastik bening berukuran kecil yang berisi dua bungkus narkotika jenis sabu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, petugas juga menemukan satu buah sendok pipet dan dua buah plastik pembungkus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat diinterogasi, Deni mengakui barang bukti tersebut merupakan miliknya. Ia juga mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seseorang berinisial Jepri Priansyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengakuan tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan terhadap keberadaan Jepri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekitar pukul 23.00 WIB, petugas mendapatkan informasi bahwa Jepri berada di rumahnya di Jalan Imam Bonjol, Desa Air Molek II, Kecamatan Pasir Penyu, Kabupaten Inhu. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan mengamankan Jepri Priansyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam penggeledahan, petugas menemukan satu unit telepon genggam merek Vivo warna pink.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil interogasi, Jepri mengakui telah memberikan narkotika jenis sabu kepada Deni untuk diperjualbelikan. Jepri juga menyebut bahwa sabu tersebut diperolehnya dari Edi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Petugas kembali bergerak melakukan penyelidikan. Hanya berselang sekitar 15 menit, tepatnya pukul 23.15 WIB, tim memperoleh informasi keberadaan EDP yang juga berada di rumahnya di Jalan Imam Bonjol, Desa Air Molek II.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Petugas kemudian mengamankan Edi. Dari hasil penggeledahan, ditemukan satu unit telepon genggam merek Vivo warna hitam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pemeriksaan awal, Edi mengakui bahwa dirinya menyuruh Jepri untuk mengambil narkotika jenis sabu tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga pria tersebut selanjutnya dibawa ke Mapolres Inhu untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa dua bungkus narkotika jenis sabu, dua plastik pembungkus, satu sendok pipet, satu botol plastik bening berukuran kecil, tiga unit telepon genggam masing&#45;masing merek Oppo dan Vivo, serta satu helai celana panjang warna biru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atas perbuatannya, para tersangka dipersangkakan dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) Undang&#45;Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan/atau Pasal 609 ayat (1) huruf a Undang&#45;Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah diubah dengan Undang&#45;Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengungkapan ini sekaligus menunjukkan bahwa informasi dari masyarakat memiliki peran penting dalam membantu kepolisian mengidentifikasi aktivitas peredaran narkotika. Dari satu informasi awal, penyelidikan kemudian berkembang hingga mengamankan tiga orang yang diduga memiliki keterkaitan dalam rantai peredaran sabu tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polres Inhu menegaskan akan terus melakukan penindakan terhadap peredaran narkotika di wilayah hukumnya serta mengajak masyarakat untuk segera menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/40520996282-img_20260921_120748.jpg"/><pubDate>Mon, 21 Sep 2026 12:08:58 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30092/tiga-orang-diciduk-beruntun-satres-narkoba-polres-inhu-bongkar-rantai-peredaran-sabu</guid></item><item><title>Estafet Komando Polsek Kuantan Tengah: AKP Linter Tinggalkan Capaian, AKP Toni Hadapi Tantangan Baru</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30091/estafet-komando-polsek-kuantan-tengah-akp-linter-tinggalkan-capaian-akp-toni-hadapi-tantangan-baru</link><description>&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;KUANSING&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;strong&gt; (&lt;/strong&gt;&lt;a href=&quot;KilasRiau.com&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210, 75%, 60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kilas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0, 75%, 60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Riau.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;) — Tongkat komando di tubuh Polsek Kuantan Tengah resmi berganti. AKP Linter Sihaloho, S.H., M.H. menyerahkan kepemimpinan kepada AKP Toni, S.H., M.H. dalam acara pisah sambut yang berlangsung di halaman Mapolsek Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, Ahad (20/9/2026) malam.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pergantian tersebut bukan sekadar seremoni pergantian jabatan. Di balik estafet kepemimpinan itu terdapat pekerjaan rumah sekaligus ekspektasi publik terhadap bagaimana wajah pelayanan dan penegakan hukum di wilayah hukum Polsek Kuantan Tengah ke depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama kurang lebih satu tahun tiga bulan memimpin Polsek Kuantan Tengah, AKP Linter menyebut jajarannya berhasil meraih prestasi terbaik pada 1 Juli 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, Linter menegaskan bahwa capaian tersebut tidak lahir dari kerja kepolisian semata. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan hasil kolaborasi antara kepolisian dengan pemerintah kecamatan serta berbagai unsur di wilayah Kuantan Tengah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Alhamdulillah, setelah saya menjabat selama 1 tahun 3 bulan, Polsek Kuantan Tengah berhasil mendapatkan prestasi terbaik pada 1 Juli 2026 yang lalu. Tentunya, ini berkat kerja sama jajaran pemerintah kecamatan dengan Polsek Kuantan Tengah,” ujar Linter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernyataan itu sekaligus menjadi pesan penting bagi pejabat yang kini menggantikannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Linter berharap capaian yang telah diraih tidak berhenti sebagai catatan masa lalu, tetapi menjadi fondasi bagi kepemimpinan berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami berharap Kapolsek Kuantan Tengah yang baru bisa melanjutkan apa yang telah diraih oleh Polsek Kuantan Tengah,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah meninggalkan jabatan Kapolsek Kuantan Tengah, Linter Sihaloho mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas baru sebagai Kanit Ditresnarkoba Polda Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perpindahan tersebut menutup satu periode kepemimpinannya di Kuantan Tengah sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan kariernya di lingkungan kepolisian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, AKP Toni kini mendapat mandat untuk meneruskan estafet kepemimpinan di Polsek Kuantan Tengah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tugas tersebut bukan tanpa tantangan. Sebagai pejabat baru, ia dituntut segera memahami karakter wilayah, membangun komunikasi dengan pemangku kepentingan, sekaligus memastikan pelayanan kepolisian tetap berjalan efektif di tengah dinamika masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AKP Toni secara terbuka mengakui bahwa dirinya masih terbilang baru di Kabupaten Kuantan Singingi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, ia meminta dukungan dan tunjuk ajar dari seluruh unsur yang selama ini menjadi mitra kepolisian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ini baru perdana saya bertugas di Kuansing dan tentunya saya memohon tunjuk ajar agar bisa menjalankan tugas di Kuansing ini,” ujar Toni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyebut dirinya merupakan putra asli Kampar. Sebelum dipercaya menjadi Kapolsek Kuantan Tengah, Toni memiliki pengalaman bertugas di Direktorat Narkoba Polda Riau, kemudian mendapat penugasan di Bengkalis, kembali ke Polda Riau, dan selanjutnya bertugas di Kampar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini, penugasan baru membawanya ke jantung pemerintahan Kabupaten Kuansing sebagai Kapolsek Kuantan Tengah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya kebetulan orang Kampar asli. Saya cukup lama berdinas di Direktorat Narkoba Polda Riau, kemudian ke Bengkalis, kembali lagi ke Polda, dan kemudian kembali ke Kampar. Alhamdulillah, saya dipercaya oleh pimpinan menjabat sebagai Kapolsek Kuantan Tengah,” tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pergantian pimpinan di tingkat kepolisian selalu membawa konsekuensi terhadap pola kerja dan pendekatan di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;AKP Toni menyatakan komitmennya untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan seluruh unsur pemerintahan maupun masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pesan tersebut menjadi penting karena keamanan wilayah tidak hanya ditentukan oleh patroli dan penindakan. Kepercayaan publik, kecepatan merespons persoalan masyarakat, koordinasi lintas sektor, serta konsistensi penegakan hukum juga menjadi bagian dari wajah kepolisian di mata masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, estafet kepemimpinan dari Linter kepada Toni akan diuji bukan hanya melalui seremoni dan sambutan, tetapi melalui kerja nyata setelah pintu Mapolsek kembali terbuka pada hari&#45;hari berikutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Capaian masa lalu menjadi pijakan. Tantangan ke depan menjadi ujian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi AKP Toni, tugas pertama bukan sekadar meneruskan jabatan, melainkan memastikan kehadiran Polsek Kuantan Tengah tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara pisah sambut tersebut turut dihadiri Camat Kuantan Tengah Eka Putra, S.Sos., M.Si., Danramil Kuantan Tengah, Camat Sentajo Raya Gunawan, jajaran Polsek Kuantan Tengah, para kepala desa dan lurah Kecamatan Sentajo Raya dan para kepala desa dan lurah se&#45;Kecamatan Kuantan Tengah, serta tamu undangan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Estafet komando telah berpindah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini publik menunggu bagaimana AKP Toni menerjemahkan kepercayaan tersebut menjadi pelayanan, keamanan, dan penegakan hukum yang benar&#45;benar dirasakan masyarakat Kuantan Tengah.&lt;strong&gt;*(ald)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/16513328256-screenshot_2026-09-20-23-03-49-92_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg"/><pubDate>Sun, 20 Sep 2026 23:11:38 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30091/estafet-komando-polsek-kuantan-tengah-akp-linter-tinggalkan-capaian-akp-toni-hadapi-tantangan-baru</guid></item><item><title>Hari Keadilan Ekologis: Dari Tapak untuk Keadilan Antargenerasi</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30090/hari-keadilan-ekologis-dari-tapak-untuk-keadilan-antargenerasi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; – Orang muda Riau menggelar aksi di area Car Free Day (CFD), di depan kantor Gubernur Riau pada Minggu, 20 September 2026. Aksi ini merupakan bagian dari aksi serentak secara nasional dalam rangka memperingati Hari Keadilan Ekologis (HKE) 2026 dengan tema “Dari Tapak untuk Keadilan Antargenerasi”. Pada aksi HKE kali ini orang muda menyuarakan perlindungan ekosistem hutan dan gambut, pencegahan bencana ekologis, pemulihan pasca bencana, perlindungan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta mendesak penegakan hukum terhadap korporasi perusak lingkungan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aksi ini diikuti puluhan orang muda yang terdiri dari Desk Disaster Region Riau, Wahana Pencinta Alam dan Lingkungan Hidup (WANAPALHI), Bangun Desa Payung Negeri (BDPN), Forestry Student Club (FSC) dan Atok Belang Jurusan Kehutanan Universitas Riau, Laskar Pegiat Ekowisata (LPE) Riau, Mapala Humendala, Sahabat Keadilan Antar Generasi (SELARAS), WALHI Riau, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Bahana Mahasiswa, Mapala Gaharu, Indonesian Youth &amp;amp; Education Society (IYES) Foundation, dan Ruang Asa.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aksi dimulai dengan pawai orang muda dari Kantor Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Pekanbaru menuju depan Kantor Gubernur Riau. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian tuntutan aksi melalui orasi, puisi, poster dan spanduk bertuliskan “Pulihkan Gambut, Hukum Korporasi Perusak Lingkungan”. Selain menyampaikan tuntutan, peserta aksi ini juga turut mengajak masyarakat untuk menuliskan harapan dan aspirasinya terhadap kondisi lingkungan Riau melalui spanduk serta membagikan masker sebagai simbol kondisi lingkungan hidup yang buruk di Riau saat ini.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Amanda Qhurvi, &amp;nbsp;perwakilan SELARAS mengatakan bahwa bencana yang terjadi saat ini bukanlah bencana alam, melainkan bencana ekologis yang disebabkan oleh korporasi serakah. “Kami menolak pembangunan yang mengorbankan ruang hidup, mengorbankan hak rakyat. Kalau pembangunan membutuhkan pengorbanan rakyat kecil maka kita harus bertanya pembangunan ini untuk siapa?&quot; ucap Amanda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sabila Dwipa Purnama, anggota WANAPALHI menyebut masyarakat adat, petani, perempuan, orang muda, anak&#45;anak hingga bayi merupakan kelompok rentan yang paling terdampak atas karhutla yang saat ini hampir mencapai 20 ribu hektar di Riau. “Kita tidak bisa terus berdiam diri ketika ruang hidup dan paru&#45;paru rakyat dirampas. Kita tidak bisa membiarkan masa depan anak&#45;cucu kita ditukar dengan asap beracun dan keuntungan jangka pendek para pembakar hutan,” ujar Salsabila.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;M.Rizki Fadilah, anggota LPM Bahana Mahasiswa dalam orasinya mempertegas bahwa kerusakan terjadi karena ulah manusia yang serakah dan mengeksploitasi alam secara ugal&#45;ugalan. Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat untuk terus bersolidaritas dan &amp;nbsp;membangun gerakan kolektif dalam menyuarakan perlindungan terhadap alam. ”Kita tidak pernah sadar bahwa kekuatan kolektif kita semua bisa menggerakkan sebuah kebijakan yang mungkin pada akhirnya bisa menyelamatkan alam,” sebut Fadil.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Abdul Hadi Lubis, Desk Disaster Region Riau menyampaikan bahwa kondisi Riau saat ini yang kian memburuk. Dominasi ruang oleh korporasi, perampasan ruang hidup masyarakat adat, kerusakan ekosistem hutan dan gambut yang menyebabkan berbagai bencana ekologis seperti banjir yang berulang di Pelalawan, abrasi di sepanjang pesisir utara Riau mulai dari Rokan Hilir, Dumai, Bengkalis, Kepulauan Meranti, hingga Indragiri Hilir serta karhutla yang berulang setiap tahunnya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kita mendesak Pemerintah segera menindak tegas korporasi yang areal kerjanya terbakar, kemudian mereviu bahkan jika perlu cabut izin korporasi yang berulang kali terbakar. Hal ini sebagai salah satu wujud nyata Pemerintah melindungi rakyat dari karhutla yang mengancam hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Jika &amp;nbsp;tidak, artinya Pemerintah abai atas perlindungan hak rakyat,” ujar Abdul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aksi HKE 2026 di Riau ditutup dengan pembacaan tuntutan orang muda Riau. Tuntutan tersebut diantaranya review izin korporasi, perlindungan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, memastikan kelompok rentan dapat hidup layak, pemulihan ekosistem gambut serta wujudkan keadilan antargenerasi segera!!!***&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/74427697502-img-20260920-wa0052.jpg"/><pubDate>Sun, 20 Sep 2026 22:42:01 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30090/hari-keadilan-ekologis-dari-tapak-untuk-keadilan-antargenerasi</guid></item><item><title>Bupati Herman Buka Ruang Aspirasi Anak, Forum Anak Inhil Dikukuhkan</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30089/bupati-herman-buka-ruang-aspirasi-anak-forum-anak-inhil-dikukuhkan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com &lt;/strong&gt;– Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Tahun 2026 menjadi momentum memperluas ruang partisipasi anak dalam pembangunan daerah.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal itu ditandai dengan pengukuhan Pengurus Forum Anak Kabupaten Inhil periode 2026–2028 serta pemilihan Duta Anak Inhil di Gedung Daerah Engku Kelana Tembilahan, Minggu 20 September 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati Inhil Herman, hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Inhil yang juga Bunda PAUD sekaligus Bunda Forum Anak Kabupaten Inhil, Katerina Susanti Herman. Kehadiran keduanya turut memberikan penguatan terhadap peran anak sebagai bagian dari pembangunan daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam rangkaian acara tersebut, Bupati Herman secara resmi mengukuhkan Pengurus Forum Anak Kabupaten Inhil periode 2026–2028. Forum ini menjadi wadah bagi anak&#45;anak untuk menyampaikan aspirasi, mengembangkan potensi, sekaligus mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pemerintahan dan pembangunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak hanya pengukuhan Forum Anak, kegiatan HAN juga menjadi ajang pemilihan Duta Anak Inhil. Para peserta diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan, gagasan, serta kepedulian terhadap isu&#45;isu yang berkaitan dengan kehidupan dan masa depan anak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati Herman menegaskan bahwa keterlibatan anak perlu dibangun secara nyata, bukan hanya dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional, tetapi juga dalam berbagai proses pembangunan di daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Forum Anak adalah ruang bagi anak&#45;anak untuk menyampaikan suara dan aspirasinya. Karena itu, keberadaan Forum Anak harus benar&#45;benar diberi ruang dalam pembangunan, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga sampai ke kecamatan. Anak&#45;anak perlu dilibatkan, didengar, dan diberi kesempatan untuk menyampaikan gagasan serta mengembangkan potensi mereka,” ujar Bupati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peringatan HAN Kabupaten Inhil Tahun 2026 mengangkat tema VENTURA yang merupakan akronim dari Voice, Expression, Nurture, Talent, Unity, Resilience, and Achievement. Tema tersebut merefleksikan pentingnya keberanian anak dalam menyuarakan aspirasi, mengekspresikan diri, mengembangkan bakat, membangun kebersamaan, memiliki ketangguhan, serta meraih prestasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan turut dihadiri Ketua DPRD Inhil atau yang mewakili, unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Inhil, Staf Ahli Bupati, para Asisten, kepala OPD, camat, Ketua Asosiasi Sahabat Anak Indonesia Kabupaten Inhil, serta sejumlah undangan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rangkaian Puncak HAN Kabupaten Inhil Tahun 2026 menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan anak memperoleh ruang yang aman dan nyaman untuk tumbuh, berkembang, berkreasi, menyampaikan pendapat, serta berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/21682201305-img-20260920-wa0042.jpg"/><pubDate>Sun, 20 Sep 2026 19:28:26 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30089/bupati-herman-buka-ruang-aspirasi-anak-forum-anak-inhil-dikukuhkan</guid></item><item><title>Ketua BKMT Inhil Dorong Pengurus Tembilahan dan Tembilahan Hulu Perkuat Peran Perempuan dan Keluarga</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30088/ketua-bkmt-inhil-dorong-pengurus-tembilahan-dan-tembilahan-hulu-perkuat-peran-perempuan-dan-keluarga</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; – Ketua Pimpinan Daerah (PD) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Hj. Katerina Susanti Herman, melantik Ketua dan Pengurus BKMT Kecamatan Tembilahan dan Kecamatan Tembilahan Hulu periode 2026–2031, Minggu (20/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelantikan yang digelar di Aula Gedung Wanita, Jalan Sungai Beringin, Tembilahan, tersebut menjadi momentum penguatan peran BKMT dalam membangun ukhuwah, meningkatkan pembinaan keagamaan, serta mendorong pemberdayaan perempuan dan keluarga di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Inhil H. Herman, SE., MT., yang diwakili Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, H. Muamar Gaddafi, Ketua PD BKMT Kabupaten Inhil Hj. Katerina Susanti Herman beserta jajaran pengurus, Camat dan Forkopimcam Tembilahan dan Tembilahan Hulu, para lurah, Kepala KUA, serta pengurus BKMT yang dilantik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Prosesi pelantikan ditandai dengan pemasangan PIN BKMT dan penyerahan bendera pataka kepada pengurus BKMT Kecamatan Tembilahan dan Kecamatan Tembilahan Hulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sambutannya, Hj. Katerina Susanti Herman menegaskan bahwa BKMT memiliki posisi strategis sebagai wadah persatuan dan silaturahmi bagi seluruh majelis taklim. Karena itu, kehadiran BKMT di tingkat kecamatan diharapkan mampu mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan, pendidikan, sosial, serta pemberdayaan perempuan dan keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“BKMT sebagai wadah persatuan dan silaturahmi seluruh majelis taklim memiliki peran yang sangat strategis. Kehadiran BKMT di tingkat Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu ini diharapkan mampu menjadi jembatan yang semakin mempererat tali ukhuwah antar sesama pengurus dan jamaah majelis taklim,” ujar Hj. Katerina.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepada pengurus yang baru dilantik, Hj. Katerina berpesan agar amanah organisasi dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan dan ketulusan, semata&#45;mata mengharapkan ridha Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga meminta pengurus memperkuat kerja sama, kekompakan dan komunikasi dengan seluruh pengurus, jamaah, tokoh agama, tokoh masyarakat, instansi terkait serta pemerintah kecamatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, pengurus didorong untuk terus berinovasi dalam menyusun program kerja yang bermanfaat, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta mampu menggerakkan peran perempuan dan keluarga dalam pembangunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hj. Katerina juga mengingatkan agar BKMT dapat menjadi teladan yang baik di lingkungan masyarakat, menjaga nama baik organisasi, memperkuat persatuan dan menjadi mitra yang baik bagi pemerintah dalam pembangunan bidang agama, sosial dan kemasyarakatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“BKMT Kabupaten Indragiri Hilir akan senantiasa mendukung dan membimbing BKMT Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu dalam menjalankan program&#45;program kerjanya. Mari kita saling membantu, saling menguatkan dan bekerja sama membangun umat demi terwujudnya masyarakat yang beriman, bertakwa, sejahtera dan berakhlak mulia sesuai dengan cita&#45;cita organisasi,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, dalam sambutan tertulis Bupati Inhil H. Herman yang dibacakan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, H. Muamar Gaddafi, Pemerintah Kabupaten Inhil menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua dan Pengurus BKMT Kecamatan Tembilahan dan Tembilahan Hulu periode 2026–2031 yang baru dilantik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati berharap amanah tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik&#45;baiknya, penuh tanggung jawab dan dedikasi yang tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, pelantikan tersebut merupakan momentum penting untuk semakin memperkuat peran dan fungsi BKMT sebagai organisasi perempuan dalam pembangunan daerah. BKMT dinilai memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, khususnya kaum perempuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“BKMT sebagai wadah bagi majelis taklim memiliki peran strategis dalam pembinaan mental dan spiritual masyarakat. Melalui kegiatan pengajian, ceramah dan kajian Islam, BKMT dapat meningkatkan pemahaman agama, memperkuat akhlak mulia serta menanamkan nilai&#45;nilai kebaikan dalam kehidupan sehari&#45;hari,” demikian sambutan Bupati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati juga berharap BKMT terus meningkatkan kualitas kegiatan agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat serta bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang religius, cerdas dan sejahtera.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengurus BKMT juga didorong untuk meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kerja sama dan menghadirkan berbagai inovasi. BKMT diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat dengan mengambil inisiatif dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya kaum perempuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Organisasi perempuan harus berani mengambil inisiatif, berinovasi serta memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat, khususnya kaum perempuan,” pesan Bupati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Kabupaten Inhil, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan BKMT karena organisasi tersebut memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, sehat dan sejahtera.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/74281182624-img-20260920-wa0041.jpg"/><pubDate>Sun, 20 Sep 2026 18:36:20 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30088/ketua-bkmt-inhil-dorong-pengurus-tembilahan-dan-tembilahan-hulu-perkuat-peran-perempuan-dan-keluarga</guid></item><item><title>MagangHub Batch 2 Dimulai Besok, Peserta Diminta Siapkan Diri</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30087/maganghub-batch-2-dimulai-besok-peserta-diminta-siapkan-diri</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Jakarta — Peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Batch 2 Angkatan II Tahun 2026 diminta mempersiapkan sejumlah kebutuhan sebelum memulai pemagangan pada Senin, 21 September 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Darmawansyah mengatakan, persiapan sebelum hari pertama diperlukan agar peserta memahami pelaksanaan program dan mengetahui hal&#45;hal yang perlu dilakukan sejak awal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Hal yang perlu dipersiapkan oleh peserta magang yakni, cek detail penempatan, pastikan kontak aktif, hubungi penyelenggara atau mentor, menyiapkan perlengkapan kebutuhan magang, serta membaca kembali posisi tugas magang,” ujar Darmawansyah melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (20/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peserta perlu mengecek email dan nomor telepon yang didaftarkan untuk memastikan tidak melewatkan informasi penting dari penyelenggara. Sebelum hari pertama, peserta juga dapat menghubungi penyelenggara atau mentor untuk memastikan waktu dan lokasi kedatangan serta pihak yang perlu ditemui.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, peserta perlu memastikan kelengkapan administrasi dan menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan selama mengikuti program. Peserta juga diharapkan membaca kembali posisi dan tugas yang telah dipilih agar memahami tanggung jawab yang akan dijalankan sesuai bidangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Darmawansyah berharap Program Pemagangan Nasional dapat memberikan pengalaman kerja yang relevan dengan kompetensi peserta sekaligus menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami berharap program pemagangan dapat menjadi ruang bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman kerja yang relevan dengan kompetensi yang dimiliki. Melalui proses pemagangan yang tepat, peserta dapat mengembangkan kompetensi sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja,” tutupnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/62296144033-whatsapp_image_2026-09-17_at_18.jpeg"/><pubDate>Sun, 20 Sep 2026 18:33:56 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30087/maganghub-batch-2-dimulai-besok-peserta-diminta-siapkan-diri</guid></item><item><title>Bupati didampingi Ketua TP. PKK Inhil Resmikan Bazar MTQ Sungai Batang, Harapkan Kemajuan UMKM Daerah</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30086/bupati-didampingi-ketua-tp-pkk-inhil-resmikan-bazar-mtq-sungai-batang-harapkan-kemajuan-umkm-daerah</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com &#45; &lt;/strong&gt;Bupati Indragiri Hilir (Inhil) Herman, didampingi Ketua TP PKK Inhil Katerina Susanti Herman, membuka resmi Bazar MTQ ke 16 Tingkat Kecamatan Sungai Batang, Sabtu (19/9) petang.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah dibuka resmi melalui pengguntingan pita oleh Bupati Inhil Herman, selanjutnya Bupati, Ketua TP PKK dan rombongan mendatangi stan demi stan untuk melihat kreativitas peserta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Produk makanan, wastra, kerajinan tangan dan berbagai karya UMKM ditampilkan untuk mengekspose keunggulan dan ciri khas masing&#45;masing desa dan kelurahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Bazar ini menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memajangkan produk agar dikenal lebih luas dan menarik pembeli dari luar daerah,&quot; kata Bupati Inhil, Herman, di sela&#45;sela peninjauannya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepada masyarakat Bupati berpesan ,selama MTQ berlangsung dapat mendukung produk&#45;produk UMKM lokal.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami harap, MTQ tak hanya menjadi ajang pengembangan Al&#45;Qur&apos;an sekaligus dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,&quot; imbuh Herman.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lanjutnya Bupati menambahkan, melalui momen MTQ ini pelaku UMKM dapat termotivasi untuk mengemas produk lebih menarik dan meningkatkan kualitas.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/631577655-img-20260920-wa0040.jpg"/><pubDate>Sun, 20 Sep 2026 17:07:29 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30086/bupati-didampingi-ketua-tp-pkk-inhil-resmikan-bazar-mtq-sungai-batang-harapkan-kemajuan-umkm-daerah</guid></item><item><title>Momen Resmikan Pawai Ta&apos;ruf MTQ Sungai Batang, Bupati Inhil : Sekolahkan Anak di Pesantren agar Dunia Akhiratnya Dapat</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30085/momen-resmikan-pawai-taruf-mtq-sungai-batang-bupati-inhil--sekolahkan-anak-di-pesantren-agar-dunia-akhiratnya-dapat</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com &#45; &lt;/strong&gt;Pelepasan Pawai Ta&apos;ruf oleh Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Herman, &amp;nbsp;menjadi pembuka gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke&#45;16 tingkat Kecamatan Sungai Batang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berlangsung pada Sabtu (19/9) siang,&amp;nbsp;&lt;br&gt;Pawai Ta’aruf yang dipusatkan di halaman Pondok Pesantren Al&#45;Huda Al&#45;Ilahiyah, Desa Mugomulyo ini, turut dihadiri Ketua TP PKK &amp;nbsp;Inhil Katerina Susanti, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Camat Sungai Batang beserta unsur Forkopimcam, serta sejumlah undangan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pawai Ta&apos;ruf yang diikuti 7 desa dan 1 kelurahan ini, dinilai Bupati Inhil menambah semarak MTQ sekaligus media syiar Islam, agar masyarakat semakin mencintai Al&#45;Qur&apos;an.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Semoga kita diberi Rahmat Allah untuk senantiasa membaca, mempelajari dan mengamalkan nilai&#45;nilai yang terkandung di dalam Al&#45;Qur&apos;an,&quot; ungkap Bupati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain ajakan mendekat kepada Al&#45;Qur&apos;an, pada momen ini, Bupati juga menyerukan masyarakat untuk mendukung dan mendekat kepada Pondok Pesantren.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;&quot;Mari kita sekolahkan anak&#45;anak di Pondok Pesantren agar ia tidak hanya punya pengetahuan cerdas, tapi akhlaknya juga baik, terlebih menjadi bekal untuk akhirat.&amp;nbsp;&lt;br&gt;Kalau kita hanya mengejar dunia, urusan akhirat bisa terlepas. Tapi kalau kita mengejar akhirat, Insyaallah dunia juga akan &amp;nbsp;dapat,” pesan Bupati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;Untuk informasi, MTQ ke&#45;16 tingkat Kecamatan Sungai Batang dilaksanakan selama lima hari, mulai tanggal 19 hingga 23 September 2026.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/21182947591-img-20260920-wa0037.jpg"/><pubDate>Sun, 20 Sep 2026 17:04:50 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30085/momen-resmikan-pawai-taruf-mtq-sungai-batang-bupati-inhil--sekolahkan-anak-di-pesantren-agar-dunia-akhiratnya-dapat</guid></item><item><title>Pastikan Kelancaran 10 Program Pokok PKK, Ketua TP PKK Inhil Katerina Susanti Gelar Monitoring di Sungai Batang</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30084/pastikan-kelancaran-10-program-pokok-pkk-ketua-tp-pkk-inhil-katerina-susanti-gelar-monitoring-di-sungai-batang</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com &#45; &lt;/strong&gt;Memastikan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK, Ketua Tim Penggerak PKK Inhil Katerina Susanti Herman, menggelar monitoring di Kecamatan Sungai Batang, Sabtu (19/9).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam Monitoring yang digelar di Aula Majelis Ta&apos;lim Muslimat Nurul Hidayah Jl. Pendidikan Desa Mogomulyo, Kecamatan Sungai Batang ini, Ketua TP PKK Inhil didampingi Sekretaris TP PKK Inhil, Ketua tiap Pokja, Ketua TP PKK Sungai Batang beserta pengurus, Kepala Desa se&#45;Kecamatan Sungai Batang, serta kader PKK Desa Mogomulyo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Monitoring dilakukan Katerina Susanti dan jajaran, untuk melihat progres program PKK yang dijalankan di daerah, mengevaluasinya serta melakukan pembinaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kita ingin melihat apa yang menjadi kendala, agar kekurangan dapat perbaiki bersama, dan yang telah berjalan baik dipertahankan bahkan ditingkatkan. Karena kami ingin memastikan 10 Program Pokok PKK terlaksana sesuai harapan dan memberi dampak positif bagi masyarakat,&quot; ungkap Katerina.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agar program&#45;program pokok PKK ini berjalan optimal, seluruh kader diharapkan Katerina untuk menjaga solidaritas dan senantiasa meningkatkan keterampilan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Antara TP PKK desa, kecamatan dan kabupaten harus saling berkoordinasi. Begitupula dengan pemerintah dan unsur lainnya, sehingga tujuan kita untuk memberdayakan serta meningkatkan kesejahteraan keluarga dapat terwujud,&quot; imbuh Ketua TP PKK Inhil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam monitoring, mulai dari pemeriksaan tertib administrasi, ekspos masing&#45;masing Pokja TP PKK Kecamatan dan Desa Mogomulyo, serta dialog untuk mendengar kendala yang dihadapi kader di lapangan.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/98744008716-img-20260920-wa0035.jpg"/><pubDate>Sun, 20 Sep 2026 17:02:12 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30084/pastikan-kelancaran-10-program-pokok-pkk-ketua-tp-pkk-inhil-katerina-susanti-gelar-monitoring-di-sungai-batang</guid></item><item><title>Rp329 Miliar Pendidikan Tertahan, Kunker DPRD Tetap Jalan: Siapa Mengawal Uang Rakyat?</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30083/rp329-miliar-pendidikan-tertahan-kunker-dprd-tetap-jalan-siapa-mengawal-uang-rakyat</link><description>&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;KUANSING&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;strong&gt; (&lt;/strong&gt;&lt;a href=&quot;KilasRiau.com&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210,75%,60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kilas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0,75%,60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Riau.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;) — Di sebuah daerah yang berkali&#45;kali berbicara tentang keterbatasan fiskal, ada satu pertanyaan yang rasanya sulit dihindari: &lt;/strong&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;ketika uang daerah disebut terbatas, mengapa perdebatan tentang anggaran pendidikan belum tuntas, tetapi perjalanan kerja ke luar daerah tetap berjalan?&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;strong&gt; Jumat (18/9/2026).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan itu mencuat di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembahasan anggaran Dinas Pendidikan dalam KUA&#45;PPAS APBD 2027 yang disebut mencapai sekitar Rp329 miliar dikabarkan belum rampung dibahas di Komisi I DPRD Kuansing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun pembahasan tersebut disebut terhenti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada saat yang sama, Komisi I DPRD Kuansing disebut melakukan kunjungan kerja ke luar daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sinilah ironi anggaran mulai terlihat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan karena kunjungan kerja DPRD otomatis salah. Bukan pula karena anggota dewan tidak boleh mencari referensi ke daerah lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persoalannya jauh lebih mendasar:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Apa urgensinya?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika ratusan miliar rupiah anggaran pendidikan masih membutuhkan pembahasan, publik tentu berhak mengetahui mengapa meja pembahasan ditinggalkan dan perjalanan ke luar daerah justru dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apalagi uang yang digunakan untuk perjalanan tersebut bukan uang pribadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia berasal dari APBD.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan APBD bukan milik pejabat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;APBD adalah uang publik.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JUNAIDI: KUNKER JANGAN BERUBAH MENJADI PLESIRAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua LSM Permata Kuansing, Junaidi Affandi, melontarkan kritik keras terhadap pola kunjungan kerja legislatif yang menurutnya selama ini belum selalu terlihat menghasilkan perubahan nyata bagi daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia tidak mempersoalkan kunker sepanjang kegiatan tersebut benar&#45;benar menghasilkan pengetahuan dan rekomendasi yang kemudian diterapkan di Kuansing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi Junaidi mempertanyakan hasil konkretnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Selama ini kunker, apakah ada ilmu yang didapat direalisasikan di daerah kita?&quot; kata Junaidi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan itu sebenarnya sederhana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi justru pertanyaan sederhana sering menjadi sangat mengganggu ketika menyentuh wilayah yang selama ini dianggap rutin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab sebuah kunjungan kerja semestinya meninggalkan sesuatu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan sekadar tiket perjalanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan sekadar hotel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan sekadar konsumsi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan sekadar foto bersama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan bukan sekadar laporan perjalanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harus ada hasil yang bisa dibawa pulang untuk rakyat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika sebuah daerah dikunjungi untuk mempelajari pengelolaan pendidikan, misalnya, maka publik semestinya dapat melihat apa yang dipelajari dan kebijakan apa yang kemudian diadaptasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika yang dipelajari adalah pengelolaan APBD, maka harus ada rekomendasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika yang dicari adalah inovasi pelayanan publik, maka harus ada perubahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau tidak, pertanyaan Junaidi menjadi relevan untuk dijawab:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Apa sebenarnya yang diba&lt;/i&gt;wa &lt;i&gt;pulang selain rombongan?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;RP329 MILIAR BUKAN UANG RECEH&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Angka Rp329 miliar harus dibaca dengan serius.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itu bukan sekadar angka dalam tabel anggaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di belakangnya ada sekolah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada ruang kelas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada guru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada peserta didik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada sarana dan prasarana.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada kebutuhan pendidikan yang setiap tahun terus menunggu penyelesaian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, pembahasan anggaran pendidikan semestinya tidak dilakukan dengan mentalitas &quot;asal selesai&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap program harus diuji.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap kebutuhan harus diprioritaskan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap belanja harus memiliki dasar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan setiap rupiah harus dapat dijelaskan manfaatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Publik patut mengetahui bagaimana angka sekitar Rp329 miliar itu terbentuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa saja komponennya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program apa yang mendapatkan alokasi terbesar?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa indikator keberhasilannya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berapa anggaran yang benar&#45;benar masuk ke sekolah?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berapa untuk peningkatan mutu?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berapa untuk sarana pendidikan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan berapa yang habis untuk belanja birokrasi?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan semacam ini bukan bentuk permusuhan kepada pemerintah maupun DPRD.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini adalah konsekuensi ketika uang rakyat dibelanjakan.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KETIKA DAERAH DISEBUT DEFISIT, SETIAP RUPIAH HARUS PUNYA ALASAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Junaidi juga menyoroti kondisi fiskal Kuansing yang disebut mengalami defisit.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah situasi seperti itu, menurutnya, belanja daerah seharusnya semakin selektif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Apabila kunker dimaksud membuat daerah kita maju, sudah barang tentu kami lebih menganjurkan setiap caturwulan,&quot; katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun ia menyindir bahwa selama ini hasil kunker dinilai belum tampak dalam pembangunan daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Namun kenyataan selama ini, hanya menghamburkan uang negara/daerah yang tak berbekas dalam pembangunan. Apalagi kondisi daerah saat ini yang katanya defisit anggaran. Tapi kok malah plesiran,&quot; sindir Junaidi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Istilah &quot;plesiran&quot; tersebut merupakan kritik Junaidi terhadap kegiatan kunker yang menurutnya tidak menunjukkan hasil nyata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan kritik itu seharusnya tidak dibalas dengan emosi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Balas dengan bukti.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tunjukkan hasil kunkernya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tunjukkan rekomendasinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tunjukkan tindak lanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tunjukkan perubahan kebijakannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan begitu, masyarakat dapat menilai sendiri apakah perjalanan tersebut benar&#45;benar memiliki keluaran atau tidak.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JANGAN SAMPAI SEKOLAH DIMINTA BERHEMAT, BIROKRASI TETAP BERJALAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada satu paradoks yang patut dicermati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di satu sisi, pemerintah daerah dituntut mengatur keuangan secara ketat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, kebutuhan pendidikan terus bertambah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekolah membutuhkan fasilitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Guru membutuhkan dukungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat membutuhkan pelayanan publik yang lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam situasi seperti itu, semua lembaga pengguna APBD semestinya memperlihatkan disiplin anggaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak hanya pemerintah daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;DPRD juga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab DPRD bukan berada di luar sistem APBD.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;DPRD adalah bagian penting dalam proses penganggaran dan pengawasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, ketika perjalanan dinas dilakukan, ukuran pertanggungjawabannya harus sama ketatnya dengan belanja pemerintah daerah lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaannya bukan:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&quot;Apakah kunker diperbolehkan?&quot;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaannya adalah:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;&quot;Apakah kunker itu perlu, berapa biayanya, apa hasilnya, dan apa manfaatnya bagi masyarakat?&quot;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itulah pertanyaan yang semestinya dijawab.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;PEMBAHASAN DIHENTIKAN: SIAPA YANG MENENTUKAN PRIORITAS?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika benar pembahasan anggaran Dinas Pendidikan belum selesai kemudian dihentikan, publik juga layak mendapatkan penjelasan mengenai mekanismenya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Siapa yang memutuskan penghentian?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apa alasan penghentian?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah ada agenda yang lebih mendesak?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapan pembahasan dilanjutkan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan apakah penghentian tersebut berpengaruh terhadap tahapan penyusunan APBD 2027?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan&#45;pertanyaan itu penting karena KUA&#45;PPAS bukan sekadar dokumen administratif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia merupakan salah satu tahapan penting dalam menentukan arah kebijakan anggaran daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di situlah prioritas pembangunan diuji.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan di situlah komitmen terhadap pendidikan seharusnya terlihat.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JANGAN BIARKAN APBD MENJADI MESIN RUTINITAS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Problem yang lebih besar sebenarnya bukan hanya kunker.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Problemnya adalah ketika perjalanan dinas berubah menjadi rutinitas birokrasi yang sulit diukur manfaatnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap tahun berangkat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap tahun ada laporan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setiap tahun ada pertanggungjawaban administrasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi masyarakat kembali bertanya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Apa yang berubah?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika jawabannya tidak jelas, maka kritik publik akan terus muncul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena masyarakat tidak hidup dari laporan perjalanan dinas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat hidup dari jalan yang baik, sekolah yang layak, pelayanan publik yang cepat, ekonomi yang bergerak dan kebijakan yang benar&#45;benar menyelesaikan masalah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Itulah sebabnya kritik terhadap perjalanan dinas harus ditempatkan dalam konteks yang lebih besar:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;bagaimana memastikan APBD menghasilkan manfaat publik sebesar mungkin?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;DPRD KUANSING DITANTANG MEMBUKA DATA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini bola berada di tangan DPRD Kuansing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika kunker tersebut memang memiliki tujuan strategis, buka kepada publik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampaikan daerah tujuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampaikan agenda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampaikan jumlah peserta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampaikan anggaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampaikan objek yang dipelajari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampaikan hasilnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan yang paling penting, tunjukkan apa yang akan diterapkan di Kuansing.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu pula dengan anggaran pendidikan sekitar Rp329 miliar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Publik berhak mengetahui isi dan prioritasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan sampai angka ratusan miliar hanya menjadi angka yang berputar di ruang rapat, sementara masyarakat tidak pernah benar&#45;benar tahu ke mana uang tersebut diarahkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab demokrasi anggaran bukan hanya soal siapa yang berwenang mengetuk palu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demokrasi anggaran adalah soal siapa yang berani mempertanggungjawabkan setiap rupiah setelah palu diketuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan jika benar pembahasan anggaran pendidikan belum tuntas sementara Komisi I melakukan perjalanan ke luar daerah, maka publik pantas mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;i&gt;Ketika Rp329 miliar untuk pendidikan masih harus dibedah, mengapa yang justru berjalan lebih dahulu adalah perjalanan dinas?&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan itu tidak membutuhkan retorika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cukup dijawab dengan data.&lt;i&gt;&lt;strong&gt;*(ald)&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/25673459613-screenshot_2026-09-20-14-16-39-30_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817.jpg"/><pubDate>Sun, 20 Sep 2026 14:18:30 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30083/rp329-miliar-pendidikan-tertahan-kunker-dprd-tetap-jalan-siapa-mengawal-uang-rakyat</guid></item><item><title>Polres Indragiri Hilir Raih Penghargaan Kapolri Kategori Pelayanan Prima</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30082/polres-indragiri-hilir-raih-penghargaan-kapolri-kategori-pelayanan-prima</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; – Polres Indragiri Hilir kembali menorehkan prestasi dalam bidang pelayanan publik. Polres Inhil menerima Piagam Penghargaan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) sebagai satuan kerja dengan hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2025 Kategori Pelayanan Prima (A).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kabag Ren Polres Indragiri Hilir AKP Buha R. Munthe, S.H., M.H. dari Kapolda Riau pada Rabu, 16 September 2026, di Pekanbaru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas kualitas penyelenggaraan pelayanan publik Polres Inhil, khususnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui SKCK, SPKT, SIM, serta pelayanan Reskrim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Indragiri Hilir AKBP Donny Eko Listianto, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil kerja keras, dedikasi, serta sinergi seluruh personel dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang profesional, transparan, akuntabel, cepat, humanis, serta berorientasi pada kepuasan masyarakat,” ujar AKBP Donny Eko Listianto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres menegaskan, penghargaan tersebut bukanlah tujuan akhir, melainkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh personel Polres Inhil untuk terus berinovasi dan mempertahankan kualitas pelayanan publik sesuai dengan semangat Polri Presisi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kepercayaan dan kepuasan masyarakat merupakan bagian penting dari keberhasilan pelayanan kepolisian. Karena itu, kami akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan agar pelayanan kepada masyarakat semakin mudah, cepat, transparan dan humanis,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan diraihnya Kategori Pelayanan Prima (A), Polres Indragiri Hilir berkomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan standar pelayanan publik serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/93923486422-img-20260920-wa0027.jpg"/><pubDate>Sun, 20 Sep 2026 13:19:42 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30082/polres-indragiri-hilir-raih-penghargaan-kapolri-kategori-pelayanan-prima</guid></item><item><title>Menaker: Transisi Hijau Buka Peluang Baru bagi Tenaga Kerja</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30081/menaker-transisi-hijau-buka-peluang-baru-bagi-tenaga-kerja</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Bandung – Seiring berkembangnya kendaraan listrik dan energi terbarukan saat ini, kebutuhan terhadap kompetensi di bidang green jobs pun turut berkembang serta berpotensi membuka peluang kerja baru bagi tenaga kerja Indonesia. Karena itu, perkembangan teknologi perlu diikuti dengan kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan bahwa kebutuhan tenaga kerja hijau akan terus meningkat sejalan dengan perkembangan ekonomi dan teknologi yang semakin mengarah pada transisi hijau. Indonesia sendiri menargetkan jumlah tenaga kerja hijau mencapai sekitar 5,01–5,32 juta orang pada 2029.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Teknologinya berkembang, tenaga kerjanya juga harus kita siapkan. Jangan sampai teknologinya sudah tersedia, tetapi tenaga kerja yang mampu mengoperasikan, merawat, dan mengembangkannya belum siap,” kata Yassierli saat memberikan arahan pada acara Green Mobility &amp;amp; Vocational Synergy 2026, di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Sabtu (19/9/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, perkembangan kendaraan listrik dan energi terbarukan tidak hanya menciptakan kebutuhan terhadap produk dan teknologi baru, tetapi juga membutuhkan tenaga kerja dengan kompetensi yang spesifik. Kebutuhan tersebut antara lain mencakup teknisi kendaraan listrik, instalasi tenaga surya, pengoperasian stasiun pengisian, pemeliharaan, hingga keselamatan dan kesehatan kerja (K3).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Transisi hijau membutuhkan teknologi, investasi, dan yang paling penting, tenaga kerja yang kompeten,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Yassierli menekankan pentingnya pelatihan vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan dunia kerja. Industri perlu dilibatkan dalam penyusunan kurikulum, penyediaan instruktur, praktik kerja, sertifikasi, hingga penempatan lulusan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Fokus kita jelas: peserta selesai pelatihan, kompetensinya diakui, kemudian bekerja atau berusaha,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, Yassierli juga mengingatkan agar pengembangan kompetensi tidak mengabaikan aspek K3. Kompetensi kelistrikan, penanganan baterai, pencegahan kebakaran, serta prosedur keadaan darurat perlu menjadi bagian dari pelatihan teknologi hijau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kita ingin peserta pelatihan memiliki kompetensi yang utuh. Bukan hanya mampu memasang, mengoperasikan, dan memperbaiki sistem, tetapi juga memahami aspek keselamatannya,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/13128512438-whatsapp_image_2026-09-19_at_20.jpeg"/><pubDate>Sun, 20 Sep 2026 05:32:31 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30081/menaker-transisi-hijau-buka-peluang-baru-bagi-tenaga-kerja</guid></item></channel></rss>