<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://www.kilasriau.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://www.kilasriau.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Wamenaker Tekankan Kolaborasi Pemerintah dan Kampus Jembatani Kesenjangan Keterampilan Lulusan</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30725/wamenaker-tekankan-kolaborasi-pemerintah-dan-kampus-jembatani-kesenjangan-keterampilan-lulusan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Jambi – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, serta dunia usaha dan dunia industri (DUDI) untuk menjembatani kesenjangan keterampilan dan ketidaksesuaian kompetensi antara lulusan dan kebutuhan DUDI.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal itu disampaikan Afriansyah saat memberikan Kuliah Umum bertajuk &quot;Peluang dan Tantangan Ketenagakerjaan di Provinsi Jambi&quot; di Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Jumat (6/11/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Afriansyah, dinamika pasar kerja kini sangat dipengaruhi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan transisi ekonomi hijau. Karena itu, kolaborasi diperlukan agar kompetensi lulusan sejalan dengan kebutuhan pasar kerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Dengan kolaborasi, sertifikasi, dan penyelarasan (link and match), para lulusan akan jauh lebih siap diserap dunia usaha maupun membuka lapangan kerja sendiri,&quot; kata Afriansyah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk calon wirausaha dan tenaga kerja, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyediakan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN), Pemagangan Nasional (MagangHub), dan Talent and Innovation Hub (TIH), serta pelatihan upskilling dan reskilling untuk meningkatkan produktivitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Melalui perluasan pelatihan vokasi, program pemagangan nasional, hingga pengembangan Talent and Innovation Hub, kami ingin memastikan generasi muda tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki wadah untuk berinovasi, berwirausaha, dan menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi sesama,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Afriansyah menyatakan bahwa upaya pemerintah tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa sinergi yang kuat. Untuk itu, demi terwujudnya ekosistem ketenagakerjaan yang berdaya saing tinggi, diperlukan kerja sama yang erat antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat, serta dunia usaha dan industri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/19980787589-whatsapp_image_2026-11-06_at_21.jpeg"/><pubDate>Sat, 07 Nov 2026 05:17:24 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30725/wamenaker-tekankan-kolaborasi-pemerintah-dan-kampus-jembatani-kesenjangan-keterampilan-lulusan</guid></item><item><title>Kemnaker akan Selaraskan Pelatihan Vokasi dengan Kebutuhan Tenaga Kerja Hilirisasi</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30724/kemnaker-akan-selaraskan-pelatihan-vokasi-dengan-kebutuhan-tenaga-kerja-hilirisasi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Bogor – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan menyelaraskan program pelatihan vokasi nasional dengan kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor melalui kerja sama dengan kementerian dan lembaga (K/L), terutama untuk mendukung hilirisasi industri nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan, penyiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten menjadi kebutuhan penting seiring berkembangnya proyek hilirisasi industri yang berpotensi menyerap banyak tenaga kerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Hilirisasi industri diproyeksikan bakal menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup banyak,&quot; ujar Cris dalam Forum Sekretaris (FORSES) Kementerian dan Lembaga bertema &quot;Sinergi Bersama Inovasi Negeri&quot; di Bogor, Jawa Barat, Jumat (6/11/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cris mengatakan, Kemnaker menargetkan program pelatihan vokasi di berbagai bidang menjangkau ratusan ribu peserta. Pelatihan dirancang berlangsung di berbagai daerah dengan memanfaatkan fasilitas pelatihan yang tersedia di masing&#45;masing wilayah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Pelatihannya bisa di tempat masing&#45;masing. Yang penting, setelah selesai pelatihan mereka bisa menjadi pekerja. Karena itulah pekerjaan rumah kita bersama,&quot; tutur Cris.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Cris, keberhasilan program vokasi tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan pelatihan, tetapi juga oleh kemampuan menghubungkan lulusan dengan dunia usaha dan dunia industri. Karena itu, koordinasi lintas instansi diperlukan agar penyiapan tenaga kerja selaras dengan peluang kerja yang tersedia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cris menyebut FORSES sebagai wadah untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama antarkementerian dan lembaga dalam menjalankan program pembangunan, agar kebijakan pemerintah memberi manfaat nyata bagi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria berharap FORSES dapat mempererat hubungan antarpimpinan kementerian dan lembaga, termasuk dengan jajaran pimpinan BRIN, sehingga memudahkan koordinasi dalam pelaksanaan tugas dan program masing&#45;masing instansi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/827313084-whatsapp_image_2026-11-06_at_19.jpeg"/><pubDate>Sat, 07 Nov 2026 05:15:42 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30724/kemnaker-akan-selaraskan-pelatihan-vokasi-dengan-kebutuhan-tenaga-kerja-hilirisasi</guid></item><item><title>Menaker Buka Pelatihan Vokasi Nasional untuk 2.000 Peserta di Cirebon</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30723/menaker-buka-pelatihan-vokasi-nasional-untuk-2000-peserta-di-cirebon</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Cirebon — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli membuka Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Wilayah Cirebon bagi 2.000 peserta di Pendopo Bupati Cirebon, Jawa Barat, Jumat (6/11/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peserta pelatihan berasal dari kalangan pencari kerja, penyandang disabilitas, dan pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Mereka mengikuti pelatihan untuk meningkatkan keterampilan sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama mengikuti pelatihan, peserta mendapatkan fasilitas berupa uang saku, makan siang, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan yang mencakup Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), serta dukungan instruktur dan fasilitas pelatihan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yassierli mengatakan, pelatihan vokasi merupakan upaya pemerintah memperluas kesempatan masyarakat untuk memperoleh keterampilan secara gratis dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Gunakan kesempatan ini sebaik&#45;baiknya. Pastikan teman&#45;teman, adik&#45;adik yang ikut pelatihan menguasai skill sesudah ikut pelatihan ini. Insyaallah, teman&#45;teman semua punya bekal yang lebih baik untuk bisa lebih sukses di masa depan,&quot; kata Yassierli.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada 2026, Kemnaker menargetkan 340.000 peserta mengikuti pelatihan vokasi nasional. Di Kabupaten Cirebon, pelatihan dilaksanakan melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, balai pelatihan, dan lembaga mitra menggunakan beberapa skema, yaitu Tailor Made Training (TMT), bantuan program swasta, bantuan program Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK), serta pelatihan melalui UPTD dan BLK Kabupaten Cirebon.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di antara peserta pelatihan, terdapat 20 pekerja terdampak PHK yang mengikuti pelatihan melalui Disnaker Kota Cirebon dan 50 penyandang disabilitas yang mengikuti pelatihan kewirausahaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Secara keseluruhan, tersedia 32 kejuruan pelatihan, antara lain menjahit pakaian, teknisi AC residensial, pembuatan kue, reparasi kendaraan, dan hospitality. Sejumlah kejuruan juga membekali peserta dengan keterampilan untuk mengembangkan usaha mandiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Yassierli, pelatihan vokasi tidak hanya membuka peluang bagi peserta untuk mendapatkan pekerjaan, tetapi juga mendorong lahirnya wirausaha baru yang dapat menciptakan lapangan kerja. Ia mencontohkan alumni pelatihan reparasi AC di Medan yang kini telah memiliki usaha dengan 18 karyawan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Ini menunjukkan bahwa setelah mengikuti pelatihan, teman&#45;teman tidak hanya bisa mencari pekerjaan, tetapi juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Apalagi setiap daerah memiliki potensi dan kebutuhan yang bisa dikembangkan menjadi peluang usaha,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yassierli juga menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak, termasuk penyandang disabilitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Siapa pun dia, bagaimanapun kondisinya, dari Sabang sampai Merauke, termasuk teman&#45;teman disabilitas, semua berhak mendapatkan kesempatan yang sama. Jangan takut bersaing,&quot; kata Yassierli.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/15859004484-d5aec511-34b8-4d34-9433-fba8c8e05b8a.jpeg"/><pubDate>Sat, 07 Nov 2026 05:13:47 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30723/menaker-buka-pelatihan-vokasi-nasional-untuk-2000-peserta-di-cirebon</guid></item><item><title>Katerina Susanti Herman Bersama Organisasi Wanita Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi HPV di Inhil</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30722/katerina-susanti-herman-bersama-organisasi-wanita-tinjau-pelaksanaan-vaksinasi-hpv-di-inhil</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; – Upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya menjaga kesehatan terus mendapat perhatian dari berbagai organisasi wanita di Kabupaten Indragiri Hilir.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal tersebut terlihat saat Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir, &amp;nbsp;Katerina Susanti Herman, bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan sejumlah pimpinan organisasi wanita lainnya, meninjau pelaksanaan vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) di Gedung Engku Kelana, Tembilahan, Jumat (6/11/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program sejuta vaksin HPV bagi perempuan di Kabupaten Indragiri Hilir yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke&#45;62.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan itu, Katerina Susanti Herman menyampaikan bahwa vaksinasi HPV merupakan salah satu langkah penting dalam melindungi perempuan dari risiko kanker serviks. Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan, khususnya melalui upaya pencegahan sejak dini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pencegahan harus kita lakukan sejak dini. Melalui vaksinasi HPV ini, kita berharap perempuan semakin terlindungi dari risiko kanker serviks. Untuk itu, kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan harus terus kita tingkatkan,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan pemahaman mengenai manfaat vaksinasi HPV, sehingga upaya perlindungan kesehatan dapat dimulai sejak dini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dukungan keluarga dan lingkungan sangat diperlukan agar masyarakat semakin memahami manfaat vaksinasi ini. Kami berharap semakin banyak perempuan yang berpartisipasi dan memanfaatkan program tersebut,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih lanjut, Katerina berharap TP PKK, DWP, dan seluruh organisasi wanita di Kabupaten Indragiri Hilir terus memperkuat sinergi dalam mendukung berbagai program pemerintah, terutama di bidang kesehatan dan pemberdayaan keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kolaborasi dan kepedulian bersama, diharapkan upaya meningkatkan derajat kesehatan perempuan dapat berjalan lebih optimal demi mewujudkan masyarakat Indragiri Hilir yang sehat dan sejahtera.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/86070534123-img-20261107-wa0006.jpg"/><pubDate>Sat, 07 Nov 2026 04:56:31 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30722/katerina-susanti-herman-bersama-organisasi-wanita-tinjau-pelaksanaan-vaksinasi-hpv-di-inhil</guid></item><item><title>Ketua BKMT Inhil Pimpin Yasinan Rutin, Perkuat Silaturahmi dan Keimanan</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30721/ketua-bkmt-inhil-pimpin-yasinan-rutin-perkuat-silaturahmi-dan-keimanan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; &#45; Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Indragiri Hilir, Hj. Katerina Susanti Herman, menghadiri sekaligus memimpin kegiatan yasinan rutin yang berlangsung di Rumah Suluk, kediaman Bupati Indragiri Hilir, Jumat 6 November 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam arahannya, Hj. Katerina Susanti Herman menyampaikan bahwa kegiatan yasinan rutin tersebut menjadi salah satu sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarjamaah sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengapresiasi antusiasme ibu&#45;ibu yang selama ini aktif mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan positif seperti ini perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan, termasuk dengan mengajak lebih banyak peserta untuk turut bergabung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kegiatan ini memiliki tujuan yang baik, tidak hanya untuk menjalin silaturahmi, tetapi juga meningkatkan keimanan kita. Saya sangat mengapresiasi ibu&#45;ibu yang telah rutin mengikuti yasinan ini. Semoga ke depannya semakin banyak peserta yang bergabung dan kegiatan ini terus berjalan serta semakin meningkat,&quot; ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyampaian tausiah oleh Hj. Netty Kurniawati yang memberikan pesan&#45;pesan keagamaan sebagai penguatan nilai&#45;nilai spiritual bagi para jamaah.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/2625994242-img-20261107-wa0005.jpg"/><pubDate>Sat, 07 Nov 2026 04:54:11 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30721/ketua-bkmt-inhil-pimpin-yasinan-rutin-perkuat-silaturahmi-dan-keimanan</guid></item><item><title>Bupati Inhil Dorong Gerakan Hidup Sehat melalui Lomba Senam Pantai Solop dan Launching Sejuta Vaksin HPV</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30720/bupati-inhil-dorong-gerakan-hidup-sehat-melalui-lomba-senam-pantai-solop-dan-launching-sejuta-vaksin-hpv</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; &#45; Upaya membangun kesadaran hidup sehat sekaligus memperkenalkan olahraga kreasi khas daerah terus digencarkan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal tersebut diwujudkan melalui Lomba Senam Pantai Solop Bersama PERWOSI Tingkat Kabupaten Inhil yang dirangkaikan dengan Launching Program Sejuta Vaksin HPV bagi Perempuan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke&#45;62 Tahun 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang berlangsung di Gedung Engku Kelana Tembilahan, Jumat 6 November 2026, dibuka oleh Bupati Inhil H. Herman, yang diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, H. Fadillah, Sebanyak 26 grup dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dan organisasi di lingkungan Kabupaten Inhil turut ambil bagian dalam perlombaan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketua PERWOSI Kabupaten Inhil, Hj. Katerina Susanti Herman, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk mendorong perempuan agar lebih peduli terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh. Melalui olahraga yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan, masyarakat diharapkan semakin terbiasa menerapkan pola hidup sehat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak kaum perempuan untuk semakin peduli terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh dengan membiasakan olahraga secara rutin. Senam Pantai Solop juga menjadi salah satu upaya kita dalam memperkenalkan dan melestarikan olahraga kreasi khas daerah agar semakin dikenal dan menjadi kebanggaan masyarakat Indragiri Hilir,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih dari sekadar kompetisi, Senam Pantai Solop juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sekaligus menjaga keberadaan olahraga kreasi yang mengangkat potensi lokal Indragiri Hilir.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain mengasah kreativitas, kegiatan ini turut membangun kekompakan, kedisiplinan, sportivitas, serta memperkuat hubungan silaturahmi antarpeserta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sambutan tertulis Bupati Inhil yang dibacakan H. Fadillah, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir memberikan apresiasi kepada PERWOSI dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan kegiatan tersebut.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senam Pantai Solop dinilai memiliki nilai lebih karena tidak hanya mendorong partisipasi masyarakat dalam berolahraga, tetapi juga memperkenalkan identitas daerah melalui karya olahraga kreasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Senam Pantai Solop bukan hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga wadah untuk mengembangkan olahraga masyarakat sekaligus memperkenalkan identitas daerah. Kami mengapresiasi PERWOSI Kabupaten Indragiri Hilir atas prestasi yang telah diraih di tingkat Provinsi Riau. Capaian ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus berkarya, meningkatkan prestasi, dan menjaga Senam Pantai Solop sebagai kebanggaan daerah,” demikian sambutan Bupati yang dibacakan H. Fadillah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apresiasi tersebut turut diberikan atas capaian PERWOSI Kabupaten Inhil yang berhasil meraih Juara III dalam Lomba Senam Kreasi Tingkat Provinsi Riau melalui penampilan Senam Pantai Solop. Prestasi ini menjadi bukti bahwa kreasi daerah memiliki potensi untuk dikenal lebih luas sekaligus menjadi dorongan bagi PERWOSI untuk terus meningkatkan prestasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejalan dengan upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, kegiatan ini turut diisi dengan peluncuran Program Sejuta Vaksin HPV bagi Perempuan. Program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap perlindungan kesehatan perempuan melalui langkah pencegahan penyakit sejak dini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang diselenggarakan PERWOSI Kabupaten Inhil bekerja sama dengan Disparporabud Kabupaten Inhil ini dihadiri Ketua PERWOSI Hj. Katerina Susanti Herman beserta jajaran pengurus, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Inhil, Ketua IKKD, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LIV Kodim 0314/Inhil, Ketua Bhayangkari Cabang Inhil, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Inhil, Ketua Dharmayukti Karini Cabang Tembilahan, Ketua DWP Kabupaten Inhil, dewan juri, undangan, serta seluruh peserta lomba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perlombaan berlangsung meriah dengan hasil akhir menempatkan Bhayangkari sebagai Juara I, disusul Dinas Kesehatan sebagai Juara II dan BKAD sebagai Juara III. Sementara itu, Juara IV diraih IDI, Juara V Dinas Pendidikan, dan Juara VI Sekretariat Daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan ini, semangat berolahraga, kepedulian terhadap kesehatan perempuan, serta kecintaan terhadap potensi dan kreasi lokal diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat Indragiri Hilir.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/30746087138-img-20261107-wa0002.jpg"/><pubDate>Sat, 07 Nov 2026 04:52:09 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30720/bupati-inhil-dorong-gerakan-hidup-sehat-melalui-lomba-senam-pantai-solop-dan-launching-sejuta-vaksin-hpv</guid></item><item><title>Bahas Proyek Karbon Mangrove bersama Tenaga Ahli UNRI, Pemkab Inhil Ingin Kelestarian Lingkungan dan Menguatnya Ekonomi Pesisir</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30719/bahas-proyek-karbon-mangrove-bersama-tenaga-ahli-unri-pemkab-inhil-ingin-kelestarian-lingkungan-dan-menguatnya-ekonomi-pesisir</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com &#45; &lt;/strong&gt;Menjaga Hutan mangrove artinya menjaga aset alam, ketahanan pesisir dan peluang ekonomi generasi mendatang, poin penting yang dibahas Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) bersama Tenaga Ahli dari Universitas Riau (UNRI), dalam Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung Jumat (6/11) pagi di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;FGD menyoal Penyusunan Dokumen Desain Proyek Karbon Mangrove Kabupaten Inhil, menghadirkan Tenaga Ahli dari UNRI yakni Prof. Dr. Ir. Efriyeldi, M.Si, Prof. Dr. Ir. Aras Mulyadi, DEA, Dr. Gusliana HB, SH, M.Hum, Prof. Dr. Mubarak, M.Si dan sejumlah Tim Surveyor.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Proyek Karbon Mangrove merupakan inisiatif pengelolaan ekosistem mangrove yang dirancang untuk menyerap dan menyimpan karbon dioksida (CO2) dalam jangka waktu lama, untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain berdampak baik bagi lingkungan, proyek ini ditujukan untuk menghasilkan dana dari penjualan kredit karbon kepada perusahaan yang mengompensasi emisi mereka, di mana keuntungan finansial dialokasikan untuk program pemulihan ekosistem.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Bupati Inhil, proyek Karbon Mangrove sangat strategis, mengingat hampir 57 persen hutan mangrove di Riau berada di Inhil, hingga menjadikannya yang terluas di provinsi ini mencapai 131.658 hektare.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Potensi tersebut menciptakan peluang pembangunan berkelanjutan, kekayaan Sumber Daya Alam yang kita miliki harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan kita harus berupaya menjaga kelestariannya demi generasi mendatang,” ungkap Bupati yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Inhil, Afrizal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, Bupati harapkan Pengembangan Potensi Karbon Mangrove dipersiapkan dengan baik, karena bukan hanya berdampak baik bagi lingkungan tetapi mendorong tumbuhnya ekonomi hijau di Inhil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Melalui proyek ini, kita harap peran masyarakat semakin kuat dalam menjaga hutan mangrove, mendongkrak ekonomi pesisir dan terbukanya peluang dukungan untuk pembiayaan pemulihan kawasan mangrove,” lanjut Asisten 3.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kerjasama dengan UNRI, Bupati harap munculnya kajian yang mengutamakan standar ilmiah, ketepatan metodologi, serta rekomendasi yang aplikatif sesuai karakteristik Kabupaten Inhil.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/64540956027-img-20261106-wa0032.jpg"/><pubDate>Fri, 06 Nov 2026 18:28:04 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30719/bahas-proyek-karbon-mangrove-bersama-tenaga-ahli-unri-pemkab-inhil-ingin-kelestarian-lingkungan-dan-menguatnya-ekonomi-pesisir</guid></item><item><title>Kapolda Riau di Masjid Al&#45;Muttaqin: Polisi Jangan Ditakuti, Harus Jadi Pelindung Masyarakat</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30718/kapolda-riau-di-masjid-almuttaqin-polisi-jangan-ditakuti-harus-jadi-pelindung-masyarakat</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; &#45; Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat mengajak masyarakat untuk bersama&#45;sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memperkuat kerukunan, serta membangun hubungan harmonis dengan Polri.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, terciptanya situasi yang aman dan kondusif tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan kepedulian dan peran aktif seluruh elemen masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pesan tersebut disampaikan Kapolda Riau saat melaksanakan kegiatan Sholat Jumat Keliling di Masjid Paripurna Al&#45;Muttaqin, Jalan Indra Pahlawan Nomor 1, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru, Jumat (6/11/2026).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 11.55 WIB itu menjadi momentum bagi Kapolda untuk mempererat silaturahmi sekaligus menyampaikan pesan kamtibmas secara langsung kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turut hadir dalam kegiatan tersebut Irwasda Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, S.I.K., M.M., Dir Lantas Polda Riau Kombes Pol Gathut Bowo Supriyono, S.H., S.I.K., M.Si., Kabid TIK Kombes Pol Andi Yul Lapawesean Tenri Guling, S.I.K., S.H., M.H., Wadir Pamobvit AKBP Deddy Herman, S.I.K., M.K.P., Waka SPN Polda Riau AKBP Kurnia Setyawan, Kapolsek Lima Puluh AKP Ardi Surya Kusuma, serta tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat kelurahan dan pengurus masjid.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sambutannya, Irjen Pol Arman Achdiat menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan semata&#45;mata untuk menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga membangun kedekatan, kepercayaan, dan hubungan kemanusiaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia mengatakan, slogan “Polisi Bersama Masyarakat” harus diwujudkan melalui tindakan nyata oleh seluruh personel. Polri harus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, bukan menjadi institusi yang ditakuti ataupun menciptakan jarak dengan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Polisi harus selalu hadir bersama masyarakat. Seragam dan jabatan hanyalah sebuah status, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjalankan amanah dan memberikan manfaat bagi orang lain,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolda juga menekankan bahwa pendekatan humanis, pencegahan, dan edukasi harus menjadi langkah utama dalam menjaga keamanan. Meski demikian, apabila pelanggaran hukum tetap dilakukan setelah berbagai imbauan diberikan, Polri akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks di media sosial yang berpotensi memicu perpecahan. Menurutnya, menjaga kerukunan dan keamanan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, hingga lingkungan tempat tinggal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Jadilah polisi bagi diri kita sendiri. Artinya, kita mampu mengendalikan diri, menjaga perilaku, menaati aturan, serta mencegah diri sendiri dan keluarga agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum,” pesannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, Kapolda turut menyoroti persoalan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang menjadi perhatian serius Polda Riau. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu memerangi narkoba karena dampaknya tidak hanya merusak individu, tetapi juga menghancurkan masa depan keluarga dan generasi muda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menegaskan tidak ada toleransi bagi anggota Polri yang terlibat penyalahgunaan maupun peredaran narkoba. Personel yang terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak tegas sesuai aturan, termasuk pemberian sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) apabila memenuhi ketentuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, Kapolda mengingatkan seluruh personel Polri agar menjadikan kritik dan masukan masyarakat sebagai bahan evaluasi untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan. Menurutnya, tidak ada anggota Polri yang sempurna sehingga sikap terbuka terhadap kritik menjadi bagian penting dalam membangun institusi yang lebih baik dan dipercaya masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suasana silaturahmi berlangsung hangat ketika Kapolda menyampaikan keinginannya untuk mengunjungi masjid&#45;masjid di berbagai wilayah Riau, termasuk masjid&#45;masjid di lingkungan masyarakat yang selama ini belum banyak mendapat kunjungan pejabat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada kesempatan itu, Kapolda juga menyerahkan bantuan Al&#45;Qur&apos;an kepada pengurus Masjid Al&#45;Muttaqin. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para jemaah untuk mendukung kegiatan ibadah, pembelajaran Al&#45;Qur&apos;an, serta pembinaan keagamaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga mengajak masyarakat untuk terus memakmurkan masjid, tidak hanya sebagai tempat beribadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian sosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan Sholat Jumat Keliling tersebut, Kapolda berharap hubungan antara Polri dan masyarakat semakin dekat dan harmonis. Menurutnya, keamanan dan kedamaian tidak dapat diwujudkan oleh kepolisian semata, melainkan harus dibangun melalui kebersamaan, kepercayaan, dan kepedulian seluruh elemen masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Polisi adalah pejuang kemanusiaan sekaligus pembangun peradaban. Kita merupakan penjaga kehidupan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari&#45;hari dalam suasana aman, nyaman, tenteram, dan damai,” tutupnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/31357498023-img-20261106-wa0020.jpg"/><pubDate>Fri, 06 Nov 2026 16:08:27 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30718/kapolda-riau-di-masjid-almuttaqin-polisi-jangan-ditakuti-harus-jadi-pelindung-masyarakat</guid></item><item><title>TMMD ke&#45;130 Kodim 0314/Inhil Resmi Dievaluasi, Wasev Tinjau Langsung Progres Sasaran Fisik di Keritang</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30717/tmmd-ke130-kodim-0314inhil-resmi-dievaluasi-wasev-tinjau-langsung-progres-sasaran-fisik-di-keritang</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt;, KERITANG — Denyut pembangunan di pelosok Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mendadak menjadi sorotan utama. Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke&#45;130 Kodim 0314/Inhil, Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., secara tegas memaparkan progres masif pembangunan fisik dan nonfisik di hadapan Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD, Brigjen TNI Anan Nurakhman, S.I.P.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Paparan strategis tersebut berlangsung secara interaktif di Posko TMMD Desa Kuala Lemang, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil, pada Jum&apos;at (6/11/2026).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas PUPR, serta tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (toga) setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di hadapan Tim Wasev, Letkol Arm Wahib membeberkan secara detail realisasi di lapangan yang menyasar langsung kebutuhan dasar masyarakat. Sebanyak 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), 5 fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) beserta sumur bor, hingga proyek mahakarya berupa semenisasi jalan sepanjang 1.000 meter dilaporkan telah menunjukkan progres signifikan. Seluruh pembangunan ini dirancang tidak hanya untuk mempercepat infrastruktur desa, tetapi juga mengerek roda perekonomian warga yang selama ini terkendala akses.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami memastikan setiap rupiah dari anggaran TMMD ini berbuah manis dan dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Kuala Lemang. Kolaborasi bersama Dinas PUPR, Dinas PMD, dan elemen masyarakat menjadi kunci percepatan sasaran fisik maupun nonfisik kita,&quot; tegas Letkol Arm Wahib di hadapan Brigjen TNI Anan Nurakhman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menanggapi paparan tersebut, Brigjen TNI Anan Nurakhman memberikan atensi khusus terhadap ketepatan sasaran program serta solidnya sinergi lintas sektoral yang terjalin di Kabupaten Inhil.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran unsur Forkopimcam dan tokoh lokal dinilai membuktikan bahwa semangat gotong royong masih menjadi ruh utama pertahanan semesta di wilayah teritorial Kodim 0314/Inhil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran program TMMD ke&#45;130 ini tidak sekadar membangun fisik bangunan semata, melainkan merajut asa baru bagi warga Desa Kuala Lemang untuk keluar dari keterbatasan infrastruktur. Satgas kini memacu sisa waktu pelaksanaan untuk menuntaskan seluruh target sebelum penutupan resmi.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/91494567279-img-20261106-wa0017.jpg"/><pubDate>Fri, 06 Nov 2026 15:15:10 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30717/tmmd-ke130-kodim-0314inhil-resmi-dievaluasi-wasev-tinjau-langsung-progres-sasaran-fisik-di-keritang</guid></item><item><title>Turun Gunung ke Lokasi TMMD, Tim Wasev Gali Aspirasi Warga Lewat Peninjauan</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30716/turun-gunung-ke-lokasi-tmmd-tim-wasev-gali-aspirasi-warga-lewat-peninjauan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt;, KUALA LEMANG &#45; Langkah kaki prajurit TNI bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir bergeming di atas tanah Desa Kuala Lemang, Kecamatan Keritang, Jum&apos;at (6/11/2026).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di bawah teriknya matahari, Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke&#45;130, Brigjen TNI Anan Nurakhman, S.I.P., didampingi Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., menyambangi salah satu target sasaran fisik berupa Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran rombongan petinggi militer dan pejabat daerah ini sontak memecah keheningan desa.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turut membersamai peninjauan tersebut unsur Forkopimcam, Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas PUPR, serta tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (toga) setempat. Mereka berjalan kaki menembus medan demi memastikan setiap jengkal bangunan fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ini digarap dengan kualitas prima.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami ingin memastikan program ini benar&#45;benar menyentuh hajat hidup orang banyak dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,&quot; tegas Brigjen TNI Anan Nurakhman saat memeriksa struktur bangunan RTLH tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di lokasi, para tukang dan warga tampak berjibaku merampungkan dinding serta atap rumah warga penerima manfaat. Dandim menjelaskan bahwa percepatan pembangunan ini ditargetkan tuntas tepat waktu tanpa mengurangi standar kelayakan bangunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Seluruh unsur, mulai dari TNI, pemerintah daerah, hingga warga, bergotong royong siang dan malam. Sinergi ini menjadi kunci utama keberhasilan TMMD ke&#45;130 di wilayah Kodim 0314/Inhil,&quot; ujar Letkol Wahib.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran Tim Wasev ini tidak sekadar memantau angka persentase pembangunan, melainkan merajut asa baru bagi warga Kuala Lemang yang sebentar lagi dapat menghuni rumah yang sehat, aman, dan layak huni.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/1160118027-img-20261106-wa0016.jpg"/><pubDate>Fri, 06 Nov 2026 15:11:32 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30716/turun-gunung-ke-lokasi-tmmd-tim-wasev-gali-aspirasi-warga-lewat-peninjauan</guid></item><item><title>Senyum Warga Kuala Lemang Sambut Kehadiran Tim Wasev dan Dansatgas TMMD ke&#45;130 Kodim 0314/Inhil</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30715/senyum-warga-kuala-lemang-sambut-kehadiran-tim-wasev-dan-dansatgas-tmmd-ke130-kodim-0314inhil</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt;, KUALA LEMANG — Senyum hangat terpancar dari wajah warga Desa Kuala Lemang, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), saat kedatangan rombongan TNI Angkatan Darat, Jum&apos;at (6/11/2026).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedatangan Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Katim Wasev) TMMD ke&#45;130, Brigjen TNI Anan Nurakhman, S.I.P., bersama Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke&#45;130 Kodim 0314/Inhil, Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., disambut antusias oleh masyarakat setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran para petinggi militer ini bukan sekadar meninjau progres fisik program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), melainkan membawa misi kemanusiaan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sela&#45;sela kesibukan pengecekan infrastruktur desa, Brigjen TNI Anan Nurakhman langsung turun tangan menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga yang membutuhkan. Aksi sosial ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kepala Dinas PMD, Kepala Dinas PUPR, serta tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (toga) setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa seluruh program TMMD ke&#45;130 berjalan optimal sekaligus menyapa dan membantu meringankan beban masyarakat. TNI selalu berkomitmen untuk hadir dan memberi manfaat nyata di tengah&#45;tengah rakyat,&quot; tegas Brigjen TNI Anan Nurakhman di lokasi kegiatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Senada dengan hal tersebut, Dandim mengungkapkan rasa syukurnya atas sinergi yang terjalin antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Ia menilai, suksesnya TMMD ke&#45;130 di Inhil tidak terlepas dari dukungan penuh seluruh elemen masyarakat Kuala Lemang yang bahu&#45;membahu bersama prajurit di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui bakti sosial pembagian sembako ini, program TMMD ke&#45;130 Kodim 0314/Inhil membuktikan bahwa pembangunan fisik dan kepedulian sosial dapat berjalan seiring, mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat demi kesejahteraan bersama di pelosok daerah.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/4188358922-img-20261106-wa0014.jpg"/><pubDate>Fri, 06 Nov 2026 15:08:45 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30715/senyum-warga-kuala-lemang-sambut-kehadiran-tim-wasev-dan-dansatgas-tmmd-ke130-kodim-0314inhil</guid></item><item><title>Pembangunan Kehilangan Arah, Ruang Hidup Terancam dan Mahasiswa Terasing</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30714/pembangunan-kehilangan-arah-ruang-hidup-terancam-dan-mahasiswa-terasing</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com &#45; &lt;/strong&gt;Memasuki usia ke&#45;61 tahun Kabupaten Indragiri Hilir, ada satu pertanyaan mendasar yang perlu kembali kita ajukan: ke mana sebenarnya arah pembangunan daerah kita hari ini? Apakah pembangunan benar&#45;benar diarahkan untuk membebaskan masyarakat dari berbagai persoalan struktural, atau justru terjebak dalam rutinitas administratif yang sibuk memproduksi program, kunjungan, proyek, dan laporan pertanggungjawaban?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan tersebut bukan sekadar ungkapan kegelisahan. Lebih dari itu, ia merupakan gugatan epistemologis sekaligus politis terhadap cara pemerintah daerah memahami dan menentukan arah pembangunan ke depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab, pembangunan semestinya tidak hanya diukur dari seberapa banyak wilayah yang telah dikunjungi, berapa panjang jalan yang dibangun, berapa banyak proyek yang direalisasikan—terlebih ketika sejumlah proyek pada tahun 2026 justru menuai persoalan dan kegagalan—atau seberapa banyak program yang diluncurkan. Pembangunan harus diukur dari sejauh mana pemerintah mampu menjamin keberlangsungan hidup masyarakat, melindungi ruang ekologis, menciptakan keadilan ekonomi, serta membuka akses pendidikan dan kesempatan masa depan yang setara bagi seluruh generasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apabila ukuran tersebut digunakan untuk membaca realitas Indragiri Hilir hari ini, tentu dengan segala keterbatasan pengetahuan yang saya miliki, terdapat sejumlah persoalan mendasar yang layak menjadi bahan refleksi sekaligus evaluasi bagi para pelayan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Krisis Ruang Hidup: Ketika Ekonomi Kelapa dan Ekologi Sama&#45;Sama Terancam&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam berbagai sambutan pemerintah maupun narasi yang berkembang di ruang publik, Indragiri Hilir selalu diperkenalkan sebagai daerah yang memiliki identitas historis dan ekonomi kuat dengan perkebunan kelapa. Bahkan, julukan Negeri Hamparan Kelapa Dunia menjadi bagian dari kebanggaan daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kelapa bukan sekadar komoditas pertanian. Ia merupakan fondasi penghidupan masyarakat, identitas lokal, sekaligus salah satu penopang utama struktur ekonomi daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, kebanggaan terhadap potensi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menutupi berbagai persoalan yang tengah dihadapi masyarakat perkebunan. Ketika produktivitas kelapa terus mengalami tekanan, harga jual belum memberikan kepastian kesejahteraan, akses terhadap industri pengolahan hasil perkebunan masih terbatas, serta petani menghadapi persoalan rantai distribusi, maka yang sedang terjadi bukan semata&#45;mata persoalan komoditas. Ini adalah persoalan struktural ekonomi daerah yang membutuhkan keberpihakan kebijakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, masyarakat pesisir juga menghadapi ancaman ekologis berupa abrasi dan banjir rob, terutama ketika memasuki periode pasang air laut pada akhir tahun. Daratan terus terkikis, permukiman terancam, infrastruktur mengalami kerusakan, lahan gambut menghadapi tekanan lingkungan, sementara ruang produktif masyarakat semakin rentan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sinilah kita melihat adanya krisis ruang hidup yang berlapis. Masyarakat tidak hanya menghadapi tekanan terhadap sumber penghidupan, tetapi juga ancaman terhadap ruang tempat mereka menjalani kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi ini tentu tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan pembangunan yang parsial. Tidak cukup hanya dengan membagikan bantuan kepada petani, memperbaiki jalan yang rusak, atau membangun infrastruktur secara sporadis. Dibutuhkan perubahan paradigma pembangunan yang menempatkan keberlanjutan ruang hidup sebagai prioritas strategis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah daerah perlu menjawab pertanyaan mendasar: sejauh mana keberpihakan kebijakan terhadap petani kelapa, masyarakat pesisir, dan kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap kerusakan lingkungan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab, pembangunan yang mengabaikan keberlanjutan ekologis pada hakikatnya sedang mempertaruhkan fondasi ekonomi dan sosial masyarakat Indragiri Hilir itu sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembangunan Infrastruktur: Antara Pemerataan dan Ketimpangan Akses&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persoalan berikutnya adalah ketimpangan pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai daerah dengan karakteristik geografis yang terdiri atas wilayah daratan, perairan, dan kawasan pesisir, Indragiri Hilir membutuhkan pendekatan pembangunan yang benar&#45;benar sensitif terhadap kondisi geografisnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Infrastruktur bukan sekadar fasilitas fisik atau proyek yang dapat dipamerkan dalam laporan pembangunan. Ia merupakan instrumen penting untuk membuka akses ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, serta mobilitas sosial masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, pertanyaan kritisnya bukan hanya berapa banyak jalan yang telah dibangun, melainkan siapa yang benar&#45;benar memperoleh manfaat dari pembangunan tersebut?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah masyarakat di wilayah terpencil telah memperoleh akses yang setara? Apakah pembangunan infrastruktur sudah menjawab kebutuhan masyarakat pesisir? Apakah setiap kebijakan pembangunan telah mempertimbangkan risiko abrasi, banjir rob, dan perubahan lingkungan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jangan sampai pembangunan terlihat megah dalam dokumen perencanaan dan laporan administratif, tetapi kehilangan makna ketika berhadapan dengan kebutuhan konkret masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam perspektif keadilan distributif, pembangunan harus memastikan bahwa sumber daya dan manfaat pembangunan tidak hanya terkonsentrasi pada wilayah atau kelompok tertentu. Pemerataan bukan sekadar jargon politik yang ramai disampaikan saat kampanye, melainkan kewajiban moral, politik, dan administratif pemerintah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembangunan yang tidak merata hanya akan memperlebar kesenjangan antarwilayah. Padahal, setiap masyarakat Indragiri Hilir, tanpa memandang letak geografis tempat tinggalnya, memiliki hak yang sama untuk menikmati hasil pembangunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah Daerah dan Persoalan Marginalisasi Mahasiswa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di antara berbagai persoalan pembangunan tersebut, terdapat satu aspek yang sering kali belum memperoleh perhatian sebanding dengan tingkat urgensinya, yakni posisi mahasiswa dalam agenda pembangunan daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mahasiswa bukan sekadar kelompok pemuda yang identik dengan kegiatan seremonial, demonstrasi, atau aktivitas organisasi. Mahasiswa merupakan bagian dari kekuatan intelektual masyarakat yang memiliki kapasitas untuk melakukan pengawasan, membangun argumentasi, mengkritisi kebijakan, serta menawarkan alternatif penyelesaian berbagai persoalan daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, muncul pertanyaan yang perlu dijawab secara terbuka: sejauh mana Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagaimana perhatian pemerintah terhadap beasiswa dan akses pendidikan? Bagaimana dukungan terhadap penelitian mahasiswa yang mengangkat persoalan lokal? Di mana ruang dialog antara pemerintah daerah dan organisasi mahasiswa? Sejauh mana mahasiswa dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persoalan tersebut perlu diuji melalui data anggaran, kebijakan, program, serta praktik pelibatan mahasiswa dalam proses pembangunan. Apabila ditemukan kesenjangan antara kebutuhan mahasiswa dan dukungan pemerintah, maka hal itu harus menjadi bahan evaluasi kebijakan yang serius.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah daerah semestinya memahami bahwa investasi terhadap mahasiswa bukanlah pengeluaran yang sia&#45;sia. Dukungan terhadap pendidikan, penelitian, literasi, dan pengembangan kapasitas intelektual merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih dari itu, mahasiswa tidak boleh hanya diundang ketika pemerintah membutuhkan legitimasi kegiatan atau sekadar simbol partisipasi pemuda. Mahasiswa harus memperoleh ruang yang nyata untuk menyampaikan gagasan, menguji kebijakan, dan terlibat dalam proses pembangunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Daerah yang mengabaikan potensi intelektual generasi mudanya sesungguhnya sedang mempertaruhkan kapasitasnya sendiri dalam menghadapi masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Krisis Tata Kelola atau Krisis Paradigma Pembangunan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita tidak boleh berhenti pada kritik terhadap jalan rusak, rendahnya kesejahteraan petani, ancaman abrasi, banjir rob, maupun minimnya ruang partisipasi mahasiswa. Seluruh persoalan tersebut perlu dibaca dalam kerangka yang lebih luas, yaitu bagaimana kebijakan dirumuskan, bagaimana anggaran dialokasikan, siapa saja yang dilibatkan, serta bagaimana pemerintah mempertanggungjawabkan hasil pembangunan kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sinilah kritik terhadap tata kelola pemerintahan menjadi penting.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setidaknya terdapat empat pertanyaan mendasar yang perlu dijawab oleh pemerintah daerah:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Apakah alokasi anggaran daerah telah benar&#45;benar menjawab persoalan paling mendesak yang dihadapi masyarakat?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Apakah perencanaan pembangunan disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat atau justru lebih dominan mengikuti kepentingan dan rutinitas birokrasi?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Apakah petani, masyarakat pesisir, akademisi, dan mahasiswa memperoleh ruang partisipasi yang bermakna dalam proses pengambilan kebijakan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Apakah pemerintah memiliki indikator keberhasilan yang mengukur perubahan kesejahteraan masyarakat, bukan semata&#45;mata tingkat penyerapan anggaran dan penyelesaian proyek?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan&#45;pertanyaan tersebut bukan dimaksudkan untuk menyudutkan individu ataupun institusi tertentu. Sebaliknya, ini merupakan bentuk evaluasi publik yang semestinya dijawab melalui data, keterbukaan, dan transparansi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagaimana kita pahami, persoalan pembangunan tidak selalu bersumber dari kurangnya program. Terkadang, persoalan justru terletak pada paradigma yang keliru dalam menentukan prioritas, mendistribusikan sumber daya, serta mendefinisikan keberhasilan pembangunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat Indragiri Hilir tidak membutuhkan pembangunan yang hanya terlihat berhasil dalam laporan administratif. Masyarakat membutuhkan pembangunan yang benar&#45;benar dirasakan oleh petani, melindungi masyarakat pesisir, menjamin pemerataan infrastruktur, memperluas akses pendidikan, serta memberikan ruang bagi generasi muda untuk ikut menentukan masa depan daerahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab, pembangunan yang kehilangan keberpihakan terhadap rakyat pada akhirnya hanya akan menjadi kemajuan dalam angka, tetapi kemunduran dalam kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menimbang Kembali Gagasan Cak Nur: Tata Kelola, Pendidikan, dan Keadilan Sosial&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai penutup, saya ingin meminjam dan merefleksikan pemikiran Nurcholish Madjid atau yang akrab disapa Cak Nur. Gagasan&#45;gagasannya mengenai pembenahan kehidupan berbangsa dan bernegara masih relevan untuk kita jadikan bahan renungan dalam membangun Indragiri Hilir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setidaknya ada tiga poin penting yang perlu kita tarik sebagai refleksi bersama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertama, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tata kelola pemerintahan yang baik harus hadir di seluruh lapisan pengelolaan negara, termasuk di tingkat pemerintah daerah. Pengalaman sejarah bangsa, khususnya pada masa Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto, memberikan pelajaran penting tentang bagaimana praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dapat membuat pengelolaan negara dikuasai oleh segelintir kelompok dan menjauh dari prinsip pelayanan kepada masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelajaran tersebut semestinya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kekuasaan dan sumber daya publik harus dikelola secara transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan rakyat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam konteks Indragiri Hilir, persoalan penguasaan lahan oleh perusahaan dan semakin meluasnya aktivitas perkebunan skala besar juga perlu mendapat perhatian serius. Pemerintah harus memastikan bahwa aktivitas investasi tidak mengabaikan hak&#45;hak masyarakat, keberlanjutan lingkungan, dan kepastian ruang hidup warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua, pemerataan dan peningkatan mutu pendidikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita semua sepakat bahwa pendidikan merupakan jantung kemajuan peradaban. Tidak ada daerah yang mampu berkembang secara berkelanjutan apabila kualitas sumber daya manusianya tidak mendapatkan perhatian serius.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Indragiri Hilir tidak mungkin dibangun hanya oleh segelintir orang. Daerah ini membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, mahasiswa, akademisi, dan kelompok intelektual.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas lembaga pendidikan, dukungan terhadap beasiswa, serta penguatan tradisi penelitian harus menjadi bagian penting dari agenda strategis pemerintah daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendidikan tidak boleh dipandang sekadar urusan sektoral, tetapi harus ditempatkan sebagai investasi peradaban dan fondasi masa depan Indragiri Hilir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keadilan sosial merupakan salah satu tujuan fundamental berdirinya negara. Dalam konteks pembangunan daerah, prinsip tersebut harus diterjemahkan ke dalam kebijakan yang menjamin kesejahteraan dan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaannya sederhana, tetapi mendasar: apakah masyarakat sudah benar&#45;benar merasakan kesejahteraan dari berbagai agenda pembangunan yang dijalankan pemerintah?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kesejahteraan rakyat harus menjadi orientasi utama, bukan sekadar menjadi pelengkap dalam agenda kunjungan, kegiatan seremonial, maupun laporan keberhasilan program.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Prinsip keadilan sosial harus diterjemahkan ke dalam kebijakan dan program strategis daerah, mulai dari perlindungan petani, penguatan ekonomi masyarakat pesisir, pemerataan infrastruktur, perluasan akses pendidikan, hingga perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang rentan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada akhirnya, pembangunan harus memiliki tujuan yang jelas: menghadirkan kehidupan yang lebih baik, adil, dan bermartabat bagi seluruh masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penutup: Pembangunan Harus Kembali Berpihak kepada Rakyat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Demikianlah refleksi yang dapat saya sampaikan. Tulisan ini tentu bukan klaim bahwa seluruh persoalan Indragiri Hilir dapat dijelaskan melalui sudut pandang saya. Namun, setidaknya, kegelisahan ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama sekaligus pemantik diskusi publik tentang ke mana arah pembangunan daerah hendak dibawa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah tidak boleh alergi terhadap kritik, sebab kritik merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Begitu pula mahasiswa, tidak boleh berhenti pada keberanian menyampaikan protes, tetapi harus terus memperkuat diri dengan pengetahuan, data, dan argumentasi yang bertanggung jawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita membutuhkan pembangunan yang tidak hanya sibuk mengejar angka, tetapi juga memiliki keberpihakan. Pembangunan yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menjaga ruang hidup. Pembangunan yang tidak hanya melibatkan masyarakat sebagai objek kebijakan, tetapi menempatkan mereka sebagai subjek yang memiliki hak untuk menentukan masa depannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab, tujuan akhir pembangunan bukanlah seberapa banyak proyek yang berhasil diselesaikan, melainkan seberapa besar perubahan nyata yang dirasakan oleh masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akhirulkalam, mari kita yakinkan dengan iman, usahakan dengan ilmu, dan sampaikan dengan amal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penulis: Ashar Wibowo (Mahasiswa INHIL)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/97551646337-img-20261106-wa0010.jpg"/><pubDate>Fri, 06 Nov 2026 11:26:38 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30714/pembangunan-kehilangan-arah-ruang-hidup-terancam-dan-mahasiswa-terasing</guid></item><item><title>Pemkab dan Polres Inhil Sepakat Sukseskan POLIRAN, Sinergi Kurangi Angka Pengangguran</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30713/pemkab-dan-polres-inhil-sepakat-sukseskan-poliran-sinergi-kurangi-angka-pengangguran</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com &#45; &lt;/strong&gt;Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) siap mendukung program POLIRAN atau Polisi Peduli Pengangguran, upaya memberi peluang masyarakat untuk hidup produktif dan bekerja.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dukungan Pemda diwujudkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Polres Inhil, yang berlangsung Kamis (5/11) siang di Aula Tantya Sudhirajati Mapolres Inhil.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati yang diwakili Sekretaris Daerah Tantawi Jauhari menyambut baik POLIRAN, dengan pembekalan yang diberikan kepada masyarakat usia produktif, dinilai mampu meningkatkan keterampilannya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kita sadar banyak potensi putera&#45;puteri daerah yang belum tersalurkan ke dunia kerja, melalu program ini adik&#45;adik dilatih kedisiplinan dan karakter baik lainnya serta dibekali wawasan dan keterampilan untuk menjalani kehidupan produktif,&quot; ungkap Bupati diwakili Sekda.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;POLIRAN yang digagas Kapolri akibat prihatin melihat pemuda usia produktif yang belum bekerja ini, juga ditujukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Dengan berkurangnya pengangguran akan mengurangi tindakan kriminal, karena banyak kejahatan yang terjadi disebabkan faktor ekonomi,&quot; kata Kapolres Inhil, AKBP Donny Eko Listianto.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pelaksanaan Program POLIRAN , Polres Inhil bersinergi dengan Pemda dan stakeholder terkait dalam penguatan keterampilan non teknis. Setelah pelatihan, peserta akan diarahkan ke perusahaan atau lembaga yang telah menjalin kerja sama.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/85925406508-img-20261106-wa0000.jpg"/><pubDate>Fri, 06 Nov 2026 05:08:17 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30713/pemkab-dan-polres-inhil-sepakat-sukseskan-poliran-sinergi-kurangi-angka-pengangguran</guid></item><item><title>Ponpes Daarul Musthofa Keritang Gelar Perwasami, Bentuk Generasi Muda Kreatif, Mandiri dan Berakhlak</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30712/ponpes-daarul-musthofa-keritang-gelar-perwasami-bentuk-generasi-muda-kreatif-mandiri-dan-berakhlak</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; – Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Musthofa di bawah naungan Yayasan Tawakkal Hasanah, Desa Pengalihan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), menggelar kegiatan Perkemahan Hari Ulang Tahun Gugus Depan (PERHUT GUDEP) ke&#45; I tahun 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Daarul Musthofa, Jalan Tawakkal Hasanah, Dusun Susupan, Tanjung Jaya, Desa Pengalihan tersebut dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 04 November hingga 08 November 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini diselenggarakan oleh Gugus Depan 11.187–11.188 Gerakan Pramuka Pondok Pesantren Daarul Musthofa dengan melibatkan peserta dari golongan Pramuka Siaga tingkat SD/MI dan Penggalang tingkat SMP/MTs.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Musthofa, KH. Abdul Kadir, Lc., M.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan perkemahan tersebut merupakan bagian dari upaya lembaga pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan kepramukaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, Pramuka bukan sekadar kegiatan berkemah maupun perlombaan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan mental, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, serta penguatan nilai&#45;nilai keagamaan dan akhlak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang kepada anak&#45;anak untuk belajar banyak hal, mulai dari kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, hingga kemandirian. Kami berharap mereka tidak hanya memperoleh pengalaman dalam kepramukaan, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memiliki kreativitas, wawasan luas, serta akhlak yang baik,&quot; kata KH. Abdul Kadir, Kamis (5/11/26).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, pendidikan karakter perlu ditanamkan sejak dini melalui kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, panitia telah menyiapkan berbagai agenda yang memadukan pendidikan, keterampilan, keagamaan, kreativitas, dan kebersamaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejumlah kegiatan yang diagendakan antara lain ibadah berjamaah, olahraga, gotong royong, teknik kepramukaan, serta pengembangan keterampilan melalui kegiatan berkuda dan memanah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, peserta juga mengikuti berbagai perlombaan, di antaranya baris&#45;berbaris, pionering, semaphore, morse, hiking, kaligrafi, pidato, hafalan surah pendek, praktik salat, syarhil Qur&apos;an, shalawat, tata boga, hingga pentas seni islami.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beragam kegiatan tersebut dirancang untuk menggali potensi dan kemampuan peserta, sekaligus membangun keberanian, kreativitas, kekompakan, serta jiwa kompetitif yang sehat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak hanya berorientasi pada prestasi, kegiatan ini juga menekankan pentingnya pembentukan karakter religius. Hal tersebut terlihat dari agenda ibadah berjamaah lima waktu yang menjadi bagian dari aktivitas peserta selama perkemahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah &quot;Dengan Pramuka Kita Eratkan Tali Silaturahmi dan Membentuk Generasi yang Kreatif, Inovatif dan Berakhlak&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara slogan kegiatan berbunyi, &quot;Bersama Mempererat Rasa, Berkarya dengan Inovasi, Berdiri dengan Akhlak&quot;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;KH. Abdul Kadir berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum mempererat silaturahmi antargugus depan sekaligus memperkuat kontribusi lembaga pendidikan dalam mencetak generasi muda yang berkualitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata. Lebih dari itu, nilai&#45;nilai yang diperoleh selama perkemahan hendaknya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari&#45;hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,&quot; harapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan PERHUT GUDEP perdana ini, Ponpes Daarul Musthofa berharap pendidikan kepramukaan dapat semakin berkembang dan menjadi salah satu sarana penting dalam membangun generasi muda yang beriman, berilmu, mandiri, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.**&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/63638785116-img_20261105_203204.jpg"/><pubDate>Thu, 05 Nov 2026 20:59:42 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30712/ponpes-daarul-musthofa-keritang-gelar-perwasami-bentuk-generasi-muda-kreatif-mandiri-dan-berakhlak</guid></item><item><title>Bupati Herman Perkuat Kolaborasi Tekan Anemia Remaja Putri, Ketua TP&#45;PKK Inhil Dorong Gerakan Konsumsi Tablet Tambah Darah</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30711/bupati-herman-perkuat-kolaborasi-tekan-anemia-remaja-putri-ketua-tppkk-inhil-dorong-gerakan-konsumsi-tablet-tambah-darah</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) memperkuat upaya pencegahan anemia pada remaja putri melalui kolaborasi lintas program dan lintas sektor, dengan mendorong peningkatan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komitmen tersebut disampaikan Bupati Indragiri Hilir, H. Herman, S.E., M.T., melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Inhil, H. Muammar Gaddafi, S.Ag., M.A., saat membuka Pertemuan Lintas Program dan Lintas Sektor dalam rangka Peningkatan Capaian Tablet Tambah Darah bagi Remaja Putri di Aula Hotel Top 5 Tembilahan, Kamis (5/11/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam merespons meningkatnya persentase kasus anemia pada remaja putri di Kabupaten Indragiri Hilir sepanjang tahun 2026.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena anemia tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi kesehatan, konsentrasi belajar, dan produktivitas remaja, tetapi juga berkaitan dengan risiko kesehatan ketika memasuki usia reproduksi dan kehamilan di masa mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sambutan tertulis Bupati yang dibacakan H. Muammar Gaddafi, ditegaskan bahwa pemberian Tablet Tambah Darah secara rutin merupakan salah satu intervensi penting untuk mencegah dan menangani anemia sejak usia remaja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bupati juga menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, institusi pendidikan, organisasi kemasyarakatan hingga keluarga, agar pelaksanaan program berjalan efektif dan berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Melalui pertemuan lintas program dan lintas sektor ini, saya berharap kita dapat menyamakan persepsi, mengurangi kendala di lapangan, serta merumuskan rencana aksi nyata yang terukur. Mari kita berkomitmen bersama untuk menurunkan angka anemia demi mewujudkan Kabupaten Indragiri Hilir yang bebas dari stunting,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Ketua TP&#45;PKK Kabupaten Indragiri Hilir, Hj. Katerina Susanti Herman, S.K.M., S.Kep., M.Kes., yang turut hadir sekaligus menjadi narasumber, menegaskan pentingnya keterlibatan TP&#45;PKK dalam menyukseskan gerakan konsumsi Tablet Tambah Darah bagi remaja putri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pemaparan materi bertajuk “Peran Strategis TP PKK dalam Mendukung Gerakan Tablet Tambah Darah bagi Remaja Putri”, Katerina menjelaskan bahwa TP&#45;PKK memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun kesadaran keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya pencegahan anemia sejak dini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Upaya pencegahan anemia pada remaja putri membutuhkan dukungan dan pendampingan dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. TP&#45;PKK akan terus mendorong edukasi dan sosialisasi hingga ke tingkat desa dan kelurahan agar para remaja memahami pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mempersiapkan generasi yang berkualitas,” ungkap Katerina.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, gerakan ini tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan Tablet Tambah Darah, tetapi juga perlu dibarengi edukasi, pengawasan, dan pendampingan agar remaja putri memiliki kesadaran untuk mengonsumsinya secara teratur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keterlibatan TP&#45;PKK hingga tingkat desa dan kelurahan diharapkan dapat memperluas jangkauan informasi, memperkuat peran keluarga, serta membangun kebiasaan hidup sehat di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertemuan tersebut turut dihadiri para kepala perangkat daerah, jajaran Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, kepala UPTD Puskesmas se&#45;Inhil, koordinator wilayah pendidikan, pengurus dan anggota Emak Sehat, perwakilan rumah sakit, pengelola Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR), serta sejumlah undangan lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui penguatan koordinasi dan pembagian peran antarsektor, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir berharap capaian konsumsi Tablet Tambah Darah bagi remaja putri semakin meningkat, kasus anemia dapat ditekan, dan upaya percepatan penurunan stunting dapat berjalan lebih optimal demi menyiapkan generasi Inhil yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/95208702668-img-20261105-wa0031.jpg"/><pubDate>Thu, 05 Nov 2026 19:19:41 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30711/bupati-herman-perkuat-kolaborasi-tekan-anemia-remaja-putri-ketua-tppkk-inhil-dorong-gerakan-konsumsi-tablet-tambah-darah</guid></item><item><title>Epi Martison Ingatkan Generasi Muda: Jangan Sampai Modernitas Membuat Kita Kehilangan Akar Budaya</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30710/epi-martison-ingatkan-generasi-muda-jangan-sampai-modernitas-membuat-kita-kehilangan-akar-budaya</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;RIAU (&lt;/strong&gt;&lt;a href=&quot;KilasRiau.com&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210, 75%, 60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kilas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0, 75%, 60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Riau.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;) – Di tengah derasnya arus modernitas dan globalisasi, ada satu hal yang tidak boleh dibiarkan hanyut: identitas kebudayaan sendiri. Kamis (5/11/2026).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kemajuan zaman memang membuka pintu menuju dunia yang semakin luas. Teknologi berkembang, informasi bergerak tanpa batas, dan generasi muda semakin mudah mengakses berbagai kebudayaan dari belahan dunia. Namun, di balik semua kemudahan itu, tersimpan pertanyaan mendasar: apakah manusia yang semakin modern masih mengenali akar kebudayaannya sendiri?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan tersebut menjadi relevan ketika seniman performans terkemuka Indonesia, Melati Suryodarmo, menerima Lifetime Achievement Award sekaligus menyampaikan Pidato Kebudayaan dalam perhelatan Nandur Srawung #13 Tahun 2026 di Taman Budaya Yogyakarta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Momentum itu turut mengundang perhatian Epi Martison, seorang seniman nasional yang selama ini menaruh perhatian terhadap pelestarian adat, tradisi, bahasa, dan kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui pesan tertulis yang disampaikan lewat WhatsApp pribadinya kepada Redaksi KilasRiau.com, Epi memberikan dorongan sekaligus refleksi kepada generasi muda zaman sekarang agar tidak kehilangan jati diri di tengah perubahan zaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan bahasa Melayu yang sarat metafora dan kearifan lokal, ia menulis:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Dek Goduak lupo bahaso induak ..&lt;br&gt;Dek arok hamburger tebang tggi godok ubi di tangan belopehkan..&lt;br&gt;Mokonyo kunya dulu coruah2 sabolun bapitaruah..&lt;br&gt;Panas tembaga jgn dituang bila dituang melepuh diri,adat adab kearifan seni dan budaya hrs kita julang kita jaga kita tumbuhkembangkan agar bs menjadi perisai prestasi anak negri,&quot; tulis Epi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ungkapan tersebut bukan sekadar permainan kata atau romantisme terhadap masa lalu. Di dalamnya terkandung kritik kebudayaan yang cukup mendasar: manusia boleh mengenal dunia, tetapi jangan sampai asing terhadap rumah kebudayaannya sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Modernitas Bukan Alasan Meninggalkan Identitas&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pesan Epi tentang bahasa ibu, hamburger, dan ubi menyimpan perumpamaan yang menarik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hamburger menjadi simbol dunia modern dan pengaruh kebudayaan luar, sementara ubi merepresentasikan sesuatu yang dekat dengan kehidupan masyarakat sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Persoalannya bukan pada hamburger ataupun ubi. Bukan pula tentang mempertentangkan kebudayaan asing dengan kebudayaan lokal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang menjadi kegelisahan adalah ketika seseorang begitu bersemangat mengejar sesuatu yang datang dari luar, tetapi justru melepaskan sesuatu yang telah membentuk identitas dirinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam perspektif kebudayaan, keterbukaan terhadap dunia seharusnya berjalan beriringan dengan kesadaran terhadap akar tradisi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab, modernitas tanpa identitas berpotensi melahirkan generasi yang mahir mengikuti perubahan, tetapi gagap memahami asal&#45;usulnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Epi juga mengingatkan pentingnya adat, adab, dan kearifan lokal sebagai fondasi kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baginya, seni dan budaya tidak cukup hanya dipuji dalam seremoni, dipajang dalam festival, atau dijadikan ornamen dalam agenda pariwisata. Keduanya harus dijulang, dijaga, dan ditumbuhkembangkan agar menjadi kekuatan sekaligus perisai bagi prestasi anak negeri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengenal Diri Sebelum Mengukur Dunia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pesan lainnya, Epi menyampaikan kalimat pendek yang mengandung filosofi kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Mengenal diri, mempelajari diri dan pada akhirnya kita tau diri...kuuriikii,&quot; katanya dengan gaya selorohnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalimat tersebut sesungguhnya menyentuh persoalan mendasar dalam pembentukan karakter manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mengenal diri merupakan permulaan kesadaran. Mempelajari diri adalah proses memahami sejarah, lingkungan, nilai, dan identitas. Sementara tahu diri merupakan bentuk kematangan dalam menempatkan diri di tengah kehidupan sosial dan kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah budaya populer yang sering mendorong seseorang berlomba menjadi seperti orang lain, pesan itu mengingatkan bahwa pencarian jati diri tidak boleh berhenti pada keinginan untuk terlihat modern.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada nilai yang harus dipahami, ada sejarah yang perlu dirawat, dan ada kebudayaan yang mesti diwariskan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Generasi muda tidak harus menolak dunia luar untuk mencintai kebudayaannya sendiri. Sebaliknya, mereka perlu memiliki pengetahuan yang cukup agar mampu berdiri sejajar dalam pergaulan global tanpa kehilangan identitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;JALUAR, JALUE, PAGHAU: Lebih dari Sekadar Persoalan Istilah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagian paling menarik dari pesan Epi adalah kegelisahannya mengenai penggunaan istilah dalam tradisi budaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menulis:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Saelok dan sebedogok di JALUAR, Jalue, Paghau..??? Lebih ada terasa punya roh budaya sendiri..., tapi dek nak moderen betukar ble dgn JALUR.., kalau jalur kan sudah banyak di jakarta. Ada jalur cepat, jalur lambat, jalur sepeda,jalur kreta api, jalur distribusi, eksibisi, jalur prestasi dan banyk lagi jalur lain&#45;lainnya..kuuriikii.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di balik selorohnya, terdapat pesan serius mengenai hubungan antara bahasa dan identitas kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Istilah Jaluar, Jalue, dan Paghau bukan sekadar persoalan penyebutan. Bagi Epi, istilah&#45;istilah tersebut menghadirkan rasa kedekatan dengan tradisi dan identitas kebudayaan masyarakat setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara penggunaan istilah Jalur yang semakin populer dapat dibaca sebagai bagian dari perkembangan bahasa dan komunikasi publik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, pertanyaan yang ingin diangkat Epi lebih jauh dari sekadar benar atau salah dalam penggunaan istilah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah dalam upaya memperkenalkan tradisi kepada dunia, kita masih memberikan ruang bagi bahasa dan istilah yang lahir dari rahim kebudayaan sendiri?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan ini menjadi penting, terutama ketika tradisi Pacu Jalur semakin dikenal luas sebagai salah satu kekayaan budaya masyarakat Kuantan Singingi, Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pacu Jalur bukan semata&#45;mata perlombaan perahu panjang di sepanjang Sungai Kuantan. Di dalamnya terdapat sejarah kolektif, kerja bersama, pengetahuan tradisional, nilai gotong royong, seni, serta identitas masyarakat yang diwariskan lintas generasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, menjaga istilah lokal bukan berarti menutup diri dari perkembangan zaman. Justru, pengenalan istilah dan bahasa asli dapat memperkaya cara dunia memahami kebudayaan suatu daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebudayaan Jangan Hanya Hidup dalam Festival&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pesan Epi Martison membawa kita pada persoalan yang lebih luas: bagaimana memastikan kebudayaan tetap hidup di tengah perubahan sosial?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebudayaan tidak boleh hanya hadir ketika festival diselenggarakan, ketika pejabat memberikan sambutan, atau ketika kamera media mengabadikan sebuah pertunjukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia harus hidup dalam pendidikan keluarga, lingkungan masyarakat, ruang kreatif, lembaga pendidikan, dan kesadaran generasi muda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anak&#45;anak perlu mengenal bahasa ibunya. Generasi muda perlu memahami sejarah daerahnya. Para seniman perlu mendapatkan ruang untuk bereksperimen, sementara pemerintah dan institusi kebudayaan perlu membangun ekosistem yang memungkinkan tradisi berkembang tanpa kehilangan substansinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sinilah pesan Epi menemukan relevansinya dengan gagasan kebudayaan yang disampaikan Melati Suryodarmo dalam Nandur Srawung #13.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keduanya, melalui sudut pandang dan bahasa yang berbeda, menghadirkan persoalan yang beririsan: bagaimana manusia membangun kesadaran atas dirinya sendiri, mempertahankan kebebasan berekspresi, dan tidak kehilangan identitas di tengah perjumpaan berbagai kebudayaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penghargaan kepada Melati merupakan pengakuan terhadap perjalanan panjang seorang seniman dalam mengembangkan bahasa artistiknya. Sementara pesan Epi merupakan pengingat bahwa kekuatan kebudayaan juga tumbuh dari kesadaran masyarakat untuk mengenali, merawat, dan mewariskan identitasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada akhirnya, kebudayaan tidak membutuhkan generasi yang sekadar pandai mengulang masa lalu. Kebudayaan membutuhkan generasi yang mampu memahami warisan leluhurnya, mengolahnya secara kreatif, lalu membawanya menuju masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab, menjadi modern bukan berarti harus menjadi orang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kita boleh terbang tinggi mengenal dunia, tetapi jangan sampai lupa bahasa ibu. Kita boleh menikmati hamburger, tetapi jangan meremehkan ubi yang tumbuh di tanah sendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab, bangsa yang besar bukanlah bangsa yang kehilangan masa lalunya demi mengejar masa depan, melainkan bangsa yang mampu menjadikan akar sejarah dan kebudayaannya sebagai pijakan untuk melangkah lebih jauh.&lt;strong&gt;*(ald)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/79754932359-img-20261105-wa0088.jpg"/><pubDate>Thu, 05 Nov 2026 16:33:57 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30710/epi-martison-ingatkan-generasi-muda-jangan-sampai-modernitas-membuat-kita-kehilangan-akar-budaya</guid></item><item><title>Kemnaker Tetapkan Ketentuan BSU 2026, Pekerja Berhak Terima Bantuan Rp900 Ribu</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30709/kemnaker-tetapkan-ketentuan-bsu-2026-pekerja-berhak-terima-bantuan-rp900-ribu</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menetapkan ketentuan penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 melalui Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 16 Tahun 2026 dan petunjuk teknis pelaksanaannya. Pekerja yang memenuhi persyaratan akan menerima bantuan sebesar Rp300.000 per bulan untuk periode tiga bulan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;BSU dibayarkan sekaligus dengan total Rp900.000 dan dijadwalkan disalurkan pada November–Desember 2026 melalui bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia. Pekerja tidak perlu mendaftar untuk mendapatkan BSU.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kemnaker, Indah Anggoro Putri, mengatakan BSU merupakan bantuan pemerintah bagi pekerja yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;BSU diberikan kepada pekerja yang memenuhi kriteria dan persyaratan sesuai ketentuan. Bantuan sebesar Rp900.000 dibayarkan sekaligus,” ujar Indah melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Kamis (5/11/2026)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun persyaratan penerima BSU 2026 meliputi warga negara Indonesia yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan hingga Agustus 2026, serta menerima upah paling banyak Rp3,5 juta per bulan atau sebesar upah minimum yang berlaku di wilayahnya. BSU dikecualikan bagi anggota ASN, TNI, dan Polri. Sementara itu, pekerja yang tidak sedang menerima Program Keluarga Harapan (PKH) pada periode sebelum penyaluran BSU menjadi kelompok yang diprioritaskan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Besaran upah yang menjadi dasar penentuan penerima mengacu pada upah terakhir yang dilaporkan pemberi kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan dan tercatat dalam data kepesertaan. Upah tersebut terdiri atas gaji pokok dan tunjangan tetap.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk pekerja di daerah yang memiliki Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) lebih dari Rp3,5 juta, batas upah disesuaikan dengan UMK setempat yang dibulatkan ke atas hingga ratusan ribu rupiah penuh. Sementara itu, bagi daerah yang tidak memiliki UMK, batas upah mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP) dengan ketentuan pembulatan yang sama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Indah mengingatkan pemberi kerja agar memastikan data pekerja yang disampaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya dan memenuhi persyaratan penerima BSU. Ketepatan data menjadi bagian penting dalam proses penetapan penerima bantuan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Kami mengimbau pemberi kerja untuk menyampaikan data pekerja secara akurat dan memastikan pekerja yang diusulkan memenuhi persyaratan,” kata Indah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Informasi resmi mengenai BSU 2026 dapat diperoleh melalui laman https://bsu.kemnaker.go.id atau menghubungi pusat layanan Kemnaker di nomor 1500 630.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/39176819936-whatsapp_image_2026-11-05_at_12.jpeg"/><pubDate>Thu, 05 Nov 2026 14:23:32 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30709/kemnaker-tetapkan-ketentuan-bsu-2026-pekerja-berhak-terima-bantuan-rp900-ribu</guid></item><item><title>Polda Riau Bongkar Peredaran Pupuk Diduga Palsu, 45,8 Ton Disita dan Satu Tersangka Diamankan</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30708/polda-riau-bongkar-peredaran-pupuk-diduga-palsu-458-ton-disita-dan-satu-tersangka-diamankan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; &#45; Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengungkap dugaan tindak pidana peredaran pupuk yang tidak sesuai standar mutu dan kualitas sebagaimana tercantum pada kemasan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang tersangka berinisial AM beserta 926 karung pupuk dengan total berat mencapai sekitar 45,8 ton.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama antara Polda Riau dan jajaran intelijen Kodam XIX/Tuanku Tambusai. Kasus tersebut bermula dari kegiatan patroli dan monitoring wilayah yang dilakukan personel intelijen Kodam di kawasan Simpang Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, pada 2 Oktober 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat melakukan patroli, petugas menemukan satu unit truk yang mengangkut pupuk yang diduga tidak sesuai dengan standar mutu. Temuan tersebut kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian pada 3 Oktober 2026 untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa setelah menerima temuan tersebut, penyidik langsung melakukan pemeriksaan terhadap pupuk guna memastikan kesesuaian kandungan dengan mutu dan kualitas yang tertera pada kemasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami mengambil sebanyak 15 sampel dari berbagai merek pupuk yang diamankan untuk dilakukan pengujian laboratorium. Berdasarkan hasil pengujian yang kami terima melalui surat Nomor F&#45;2899 Tahun 2026 tanggal 20 Oktober 2026, delapan sampel yang hasilnya telah keluar menunjukkan kandungan yang tidak sesuai dengan mutu dan kualitas sebagaimana tercantum pada kemasan,&quot; jelas Ade dalam konferensi pers di Perkantoran Ring Road, Jalan Lintas Sumatera, Labuh Baru, Kecamatan Payung Sekaki, Pekanbaru, Kamis (5/11/2026).&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Konferensi pers tersebut turut dihadiri Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Riau AKBP Rudi A. Samosir, S.E., M.Si., Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Riau Kompol I Komang Aswatama serta Danden Inteldam Kodam XIX/Tuanku Tambusai Letkol Arh Soni Bolin Steven Simanjuntak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah memperoleh hasil pengujian laboratorium, penyidik melanjutkan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi pada 31 Oktober 2026. Saksi&#45;saksi tersebut di antaranya pihak yang menyerahkan barang bukti, sopir truk, serta kernet kendaraan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polisi kemudian melakukan pemanggilan terhadap AM yang diketahui sebagai pemilik pupuk tersebut. Namun, setelah dua kali dipanggil, yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan penyidik dan diketahui sudah tidak berada di kediamannya di wilayah Gambir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tim kemudian melakukan penelusuran untuk mengetahui keberadaan AM. Hasilnya, tersangka berhasil diamankan di rumah keluarganya yang berada di Kecamatan Tapung Timur, Kabupaten Kampar. Selanjutnya, tersangka dibawa ke kantor kepolisian untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa tersangka memperoleh berbagai jenis pupuk dari sejumlah daerah, di antaranya Payakumbuh dan Medan. Transaksi pembelian dilakukan dengan menghubungi sejumlah orang yang dikenalnya melalui media sosial maupun marketplace.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pupuk tersebut kemudian dijual kembali dengan harga bervariasi, berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp200 ribu per karung. Aktivitas penjualan pupuk yang diduga tidak memenuhi standar mutu tersebut diketahui telah berlangsung selama kurang lebih enam bulan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun berbagai merek pupuk yang diamankan antara lain CSP Daun Sawit, Mahkota Fertilizer, Mahkota warna hitam, NPK, DG, Mitra Urea, Fertilizer, serta Mutiara warna putih dan biru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita sebanyak 906 karung pupuk berkemasan 50 kilogram dan 20 karung berkemasan 25 kilogram. Dengan demikian, total barang bukti mencapai 926 karung atau sekitar 45,8 ton.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ade menegaskan, pengungkapan perkara ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi masyarakat, khususnya para petani, dari peredaran pupuk yang tidak sesuai dengan standar mutu dan kualitas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atas perbuatannya, tersangka AM disangkakan melanggar Pasal 122 juncto Pasal 73 Undang&#45;Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp3 miliar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, tersangka juga disangkakan melanggar Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf e Undang&#45;Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak Rp2 miliar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, penyidik masih mendalami asal&#45;usul pupuk yang diperoleh tersangka, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam rantai pasokan dan distribusi pupuk tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polda Riau memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur hukum, mulai dari penerimaan informasi, pengujian laboratorium, pemeriksaan saksi hingga pengamanan tersangka.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Masyarakat juga diimbau agar lebih teliti dalam membeli pupuk serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan dugaan peredaran pupuk yang tidak sesuai standar.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/51279707196-img-20261105-wa0021.jpg"/><pubDate>Thu, 05 Nov 2026 13:43:13 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30708/polda-riau-bongkar-peredaran-pupuk-diduga-palsu-458-ton-disita-dan-satu-tersangka-diamankan</guid></item><item><title>SIM Keliling Hadir di Kempas 6–7 November, Satlantas Polres Inhil Permudah Layanan Warga</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30707/sim-keliling-hadir-di-kempas-6–7-november-satlantas-polres-inhil-permudah-layanan-warga</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Indragiri Hilir (Inhil), Polda Riau, kembali menghadirkan program pelayanan Surat Izin Mengemudi (SIM) Keliling melalui program SIM Bersama Masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pelayanan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Jumat, 6 November 2026, pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, di halaman Polsek Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir. Bahkan, pelayanan di wilayah Kempas tersebut direncanakan berlangsung hingga Sabtu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Inhil AKBP Donny Eko Listianto melalui Kasat Lantas Polres Inhil AKP Adrianus Riyanto Tinambunan mengatakan, kehadiran layanan SIM Keliling ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan administrasi kepolisian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Untuk di Kempas sampai hari Sabtu di sana,&quot; kata Kasat Lantas saat dikonfirmasi media ini, Kamis (5/11/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain menyampaikan informasi jadwal pelayanan, mantan Kapolsek Pangkalan Lesung Polres Pelalawan tersebut juga mengingatkan masyarakat yang hendak memperpanjang SIM agar mengikuti prosedur resmi dan tidak menggunakan jasa perantara atau calo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menyampaikan sejumlah pesan penting yang perlu diperhatikan masyarakat, mulai dari memeriksa masa berlaku SIM hingga mempersiapkan dokumen administrasi sebelum mendatangi lokasi pelayanan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Pesan utama untuk masyarakat, pertama, periksa masa berlaku SIM secara berkala. Kedua, lakukan perpanjangan sebelum SIM habis masa berlakunya. Ketiga, siapkan persyaratan administrasi dan kesehatan sesuai ketentuan. Keempat, manfaatkan lokasi dan jadwal SIM Keliling resmi. Kelima, hindari menggunakan jasa perantara atau calo,&quot; pesannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun persyaratan yang harus disiapkan masyarakat untuk mengikuti pelayanan tersebut meliputi:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).&lt;br&gt;2. SIM asli yang masih berlaku.&lt;br&gt;3. Surat hasil tes psikologi.&lt;br&gt;4. Surat keterangan sehat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mempermudah proses pengurusan, masyarakat juga dapat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan dan tes psikologi melalui fasilitas yang tersedia di bus SIM Keliling.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Kasat Lantas, program SIM Bersama Masyarakat merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, sehingga warga tidak harus selalu datang langsung ke kantor Satpas untuk mendapatkan pelayanan yang tersedia melalui mobilitas SIM Keliling.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami mengajak masyarakat, khususnya warga Kecamatan Kempas dan sekitarnya, untuk memanfaatkan pelayanan SIM Keliling ini. Program ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat agar pengurusan SIM menjadi lebih dekat, mudah, dan efisien,&quot; ungkap AKP Adrianus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satlantas Polres Inhil pun mengimbau masyarakat agar memanfaatkan pelayanan tersebut sesuai jadwal yang telah ditentukan serta memastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi nomor 0812&#45;6887&#45;4779.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui pelayanan ini, diharapkan masyarakat semakin mudah mengakses layanan kepolisian sekaligus meningkatkan kesadaran dalam memenuhi administrasi berkendara dan mewujudkan budaya tertib berlalu lintas.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/37103717211-img-20261105-wa0018.jpg"/><pubDate>Thu, 05 Nov 2026 10:32:29 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30707/sim-keliling-hadir-di-kempas-6–7-november-satlantas-polres-inhil-permudah-layanan-warga</guid></item><item><title>Harry Toledo Berpulang: Ketika Senar Bass Terdiam, Dunia Musik Kehilangan Satu Denyut</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30706/harry-toledo-berpulang-ketika-senar-bass-terdiam-dunia-musik-kehilangan-satu-denyut</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA (&lt;/strong&gt;&lt;a href=&quot;KilasRiau.com&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210,75%,60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kilas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0,75%,60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Riau.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;) — Dunia musik Indonesia kembali diselimuti kabut duka. Azhari Anto, musisi jazz yang lebih dikenal dengan nama panggung Harry Toledo, dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (5/11/2026). Kepergiannya meninggalkan kehilangan mendalam bagi keluarga, sahabat, komunitas musisi, serta pencinta musik Tanah Air.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harry Toledo bukan sekadar seorang pemain bass. Ia adalah musisi kelahiran Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, yang berhasil membawa perjalanan musikalnya menembus panggung nasional hingga internasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari sebuah daerah di tepian Sungai Indragiri, ia membangun perjalanan panjang melalui nada, harmoni, dan dentuman senar bass. Sebuah perjalanan yang membuktikan bahwa bakat tidak mengenal batas geografis, sementara mimpi tidak harus tumbuh di pusat gemerlap industri hiburan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kabar berpulangnya Harry Toledo salah satunya disampaikan Sandy Pas Band melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Sandy menyampaikan belasungkawa sekaligus mengajak masyarakat mendoakan almarhum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah berpulang sahabat kita bassist Harry Toledo. Mohon maafkan kesalahan almarhum dan doakan agar tenang dan bahagia di sisi Allah,&quot; tulis Sandy dalam unggahannya, sebagaimana diberitakan &lt;a href=&quot;tvOneNews&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210,75%,60%);&quot;&gt;tvOneNews&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ungkapan duka juga datang dari penyanyi sekaligus dokter, Tompi. Melalui akun Instagram pribadinya, @&lt;a href=&quot;dr_tompi&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210,75%,60%);&quot;&gt;dr_tompi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;, ia membagikan kenangan personal tentang sosok Harry Toledo yang memiliki peran penting dalam perjalanan awal karier musiknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kesaksian tersebut menghadirkan sisi lain dari seorang Harry Toledo: bukan hanya musisi yang memiliki reputasi dan jejaring internasional, tetapi juga sosok yang pernah membuka pintu perjalanan karier bagi musisi lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya Harry Toledo. Namun, kepergiannya telah meninggalkan ruang kehilangan dalam perjalanan musik Indonesia, khususnya bagi mereka yang mengenal dan mengikuti kiprahnya.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;Dari Rengat dan Teluk Kuantan, Merawat Mimpi hingga Menembus Panggung Dunia&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Azhari Anto atau Harry Toledo bukan nama yang lahir dari kebetulan. Ia merupakan representasi perjalanan seorang anak daerah yang membangun reputasi melalui ketekunan, disiplin, dan kecintaan terhadap musik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lahir di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, pada 6 Juli 1972, Harry juga memiliki perjalanan masa muda yang dekat dengan Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi. Di lingkungan itulah ia tumbuh bersama teman&#45;temannya, sembari merawat ketertarikan terhadap dunia musik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kecintaannya terhadap instrumen bass tumbuh sejak usia belia. Ketika duduk di bangku sekolah dasar, tepatnya kelas enam, ia mulai mengenal dan mendalami permainan bass secara otodidak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi sebagian orang, bass mungkin hanya instrumen pengiring yang tersembunyi di balik gemerlap vokal dan permainan melodi. Namun, bagi musisi yang memahami anatomi musik, bass merupakan fondasi yang menentukan denyut sebuah komposisi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bass menjaga ritme, membangun kedalaman, dan menyatukan berbagai instrumen agar tetap berada dalam satu kesatuan harmoni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harry memahami ruang musikal tersebut. Ia tidak berhenti pada kemampuan yang diperoleh secara otodidak. Ia terus memperdalam pengetahuan dan kemampuannya, termasuk melalui perjalanan ke Yogyakarta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari proses panjang itulah kemampuan musikalnya berkembang. Perlahan, namanya mulai dikenal di lingkungan musisi jazz hingga kemudian memperoleh tempat dalam industri musik nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa seseorang tidak harus lahir di pusat industri hiburan untuk memiliki kesempatan berdiri di panggung besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kadang, mimpi justru tumbuh dari tempat&#45;tempat yang jauh dari gemerlap metropolitan.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;Cherokee, Bali Lounge, dan Jejak Kolaborasi Internasional&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Perjalanan profesional Harry Toledo semakin berkembang ketika ia bergabung dengan grup musik Cherokee.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bersama kelompok tersebut, ia terlibat dalam produksi album &lt;i&gt;Inner Beauty&lt;/i&gt;. Pengalaman itu menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan profesionalnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Babak berikutnya hadir melalui keterlibatannya dalam proyek Bali Lounge, sebuah kelompok musik dengan komposisi personel lintas negara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bali Lounge mempertemukan musisi dari Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, Prancis, dan Singapura.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di ruang kolaborasi tersebut, Harry memperoleh kesempatan memperluas pengalaman musikal sekaligus membangun jejaring dengan musisi dari berbagai latar belakang budaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Musik menjadi bahasa universal yang mempertemukan perbedaan. Tidak dibutuhkan kesamaan bahasa untuk memahami harmoni, sebagaimana tidak diperlukan kesamaan kewarganegaraan untuk menciptakan sebuah karya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam perjalanan kariernya, Harry juga pernah berkolaborasi dengan sejumlah nama besar di industri musik internasional, di antaranya Bob James, Phil Perry, Kenny Rankin, Harvey Mason, Jack Lee, dan Akira Jimbo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara di Indonesia, kemampuan musikalnya turut dipercaya dalam sejumlah proyek rekaman dan kolaborasi bersama penyanyi ternama, termasuk Krisdayanti dan Ari Lasso.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Deretan pengalaman tersebut menggambarkan perjalanan seorang musisi yang membangun reputasi melalui kemampuan, pengalaman, dan konsistensi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harry tidak hanya hadir sebagai pemain bass yang mengisi ruang kosong dalam sebuah komposisi. Ia menjadi bagian dari proses kreatif yang mempertemukan berbagai karakter musikal.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;Tompi dan Kenangan tentang Sosok yang Membuka Pintu Perjalanan Musiknya&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Di antara berbagai ungkapan belasungkawa yang mengalir, kesaksian Tompi menjadi salah satu bagian paling personal dalam mengenang kepergian Harry Toledo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui akun Instagram pribadinya, @dr_tompi, Tompi mengungkapkan kenangan tentang perjalanan awal karier musiknya yang tidak dapat dipisahkan dari sosok Harry.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kenangannya, Harry merupakan orang pertama yang mengajaknya menjadi vokalis grup musik Cherokee.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebuah ajakan yang kemudian menjadi titik penting dalam perjalanan hidupnya. Dari pertemuan dan kerja musikal bersama Harry, Tompi mulai memasuki lingkungan industri musik yang lebih luas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perjalanan itu kemudian berkembang melalui proyek musik Bali Lounge.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tompi juga mengenang pengalaman rekaman bersama Harry di Singapura. Selama tiga hari penuh, keduanya menjalani proses rekaman yang menjadi bagian dari lahirnya sejumlah karya penting dalam perjalanan musikal mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa lagu yang disebut dalam kenangan tersebut antara lain &lt;i&gt;Something&apos;s Wrong&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Apa&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Are You Here With Me&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Tompi, lagu&#45;lagu itu bukan sekadar daftar karya dalam sebuah diskografi. Semuanya menyimpan potongan sejarah tentang bagaimana perjalanan musiknya mulai terbentuk.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Setelah melewati berbagai panggung dan pengalaman bermusik bersama, Tompi kemudian melangkah membangun karier solonya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, hubungan musikal keduanya tidak serta&#45;merta terputus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu kenangan yang terasa semakin berarti adalah lagu &lt;i&gt;Goyang Berdendang&lt;/i&gt;, yang menurut pengakuan Tompi merupakan karya terakhir yang sempat mereka rekam bersama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam unggahan tersebut, Tompi menyampaikan rasa terima kasih atas berbagai pengalaman baik dan setiap nada yang pernah mereka mainkan bersama. Ia menutup ungkapan perpisahannya dengan kalimat penuh haru:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Selamat berpulang ke rumah Allah, Mas.&quot;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kesaksian Tompi menghadirkan perspektif lain tentang Harry Toledo. Bahwa di balik reputasi seorang bassist dengan pengalaman kolaborasi internasional, terdapat sosok yang pernah membuka jalan, memberikan kesempatan, dan menjadi bagian penting dalam perjalanan karier musisi lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak semua kontribusi seorang seniman tercatat dalam album, panggung pertunjukan, atau pemberitaan media.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada kontribusi yang hidup dalam perjalanan orang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan mungkin, di situlah salah satu warisan terbesar Harry Toledo: bukan hanya nada yang pernah ia mainkan, melainkan juga kesempatan yang pernah ia berikan kepada orang lain untuk menemukan jalan hidupnya melalui musik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab, seorang musisi sejati tidak hanya meninggalkan karya yang bisa didengarkan. Ia juga meninggalkan cerita dalam kehidupan orang&#45;orang yang pernah disentuh oleh perjalanan kreatifnya.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;Tiga Album Solo, Tiga Babak Perjalanan Musikal&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Di luar aktivitas kolaborasi, Harry Toledo juga meninggalkan jejak melalui karya&#45;karya solonya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia tercatat merilis tiga album bertajuk &lt;i&gt;Soul Emotion Bass 1&lt;/i&gt; pada 2006, &lt;i&gt;Soul Emotion Bass 2&lt;/i&gt; pada 2007, dan &lt;i&gt;Soul Emotion Bass 3&lt;/i&gt; pada 2008.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga album tersebut menjadi representasi perjalanan musikal sekaligus ruang ekspresi personalnya sebagai seorang bassist.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui karya&#45;karya tersebut, Harry memperlihatkan bahwa instrumen bass memiliki ruang artistik yang jauh lebih luas daripada sekadar pengiring.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada album ketiga, ia menghadirkan perpaduan komposisi vokal dan instrumental dengan melibatkan sejumlah penyanyi, antara lain Tompi, Desy Elfa, Marsha Idol, Hans, dan Dwight.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pilihan musikal tersebut memperlihatkan keberaniannya mengeksplorasi berbagai warna bunyi dan pendekatan komposisi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab, musik bukan semata&#45;mata tentang siapa yang paling menonjol di atas panggung. Ada kalanya kekuatan sebuah karya justru terletak pada instrumen yang bekerja di balik lapisan melodi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bass mungkin tidak selalu menjadi pusat perhatian. Namun, tanpa fondasi yang kokoh, sebuah komposisi dapat kehilangan keseimbangannya.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;Indonesian Bass Family dan Warisan Regenerasi&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Kontribusi Harry Toledo terhadap dunia musik tidak berhenti pada karya rekaman maupun kolaborasi profesional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga dikenal memiliki perhatian terhadap pengembangan komunitas pemain bass di Indonesia melalui Indonesian Bass Family (IBF).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komunitas tersebut menjadi ruang pertemuan bagi para pemain bass untuk berbagi pengalaman, memperluas pengetahuan, membangun persahabatan, dan mengembangkan kemampuan musikal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di tengah industri musik yang sering kali mengukur keberhasilan melalui popularitas, keterlibatan dalam pengembangan komunitas memiliki nilai tersendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seorang musisi mungkin dikenang karena album yang pernah dirilis, panggung yang pernah ditaklukkan, atau nama besar yang pernah menjadi rekan kolaborasinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, ada warisan yang tidak kalah penting: pengetahuan yang dibagikan, kesempatan yang diberikan, dan generasi penerus yang tumbuh karena terinspirasi oleh perjalanan seorang pendahulu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam konteks itulah, kiprah Harry memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar catatan diskografi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia turut menjadi bagian dari ekosistem yang menjaga keberlanjutan tradisi musikal, khususnya bagi para pemain bass di Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;Riau Kehilangan Putra yang Membawa Nama Daerah ke Panggung Dunia&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Bagi masyarakat Riau, khususnya Indragiri Hulu (Rengat) dan Kuantan Singingi (Teluk Kuantan), kepergian Harry Toledo memiliki makna tersendiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia lahir dari Rengat, sebuah kota yang tidak berada di pusat industri hiburan nasional. Namun, tempat kelahiran tidak pernah menjadi batas bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuan dan meraih pencapaian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari Rengat dan Teluk Kuantan, Harry menapaki perjalanan panjang hingga berinteraksi dengan musisi dari berbagai belahan dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jejak tersebut menjadi bagian dari cerita tentang talenta daerah yang mampu melampaui batas kampung halaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Riau tidak hanya melahirkan tokoh&#45;tokoh dalam pemerintahan, ekonomi, adat, dan kebudayaan. Dari tanah yang dialiri Sungai Indragiri dan Sungai Kuantan ini, juga lahir individu&#45;individu yang memberikan kontribusi dalam perkembangan seni dan musik Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harry Toledo merupakan salah satu nama dalam perjalanan tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kisah hidupnya mengandung pesan penting bagi generasi muda daerah: keterbatasan fasilitas, jarak geografis, dan jauhnya akses menuju pusat industri tidak seharusnya mematikan keberanian untuk bermimpi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bakat membutuhkan ruang untuk tumbuh, tetapi ketekunanlah yang membuatnya bertahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harry telah memperlihatkan bahwa seorang anak daerah dapat membawa identitas kampung halamannya ke ruang pergaulan internasional melalui karya dan profesionalisme.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu, kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarga, sahabat, dan komunitas musik. Ada bagian dari perjalanan musikal Riau yang turut kehilangan salah seorang pelakunya.&lt;/p&gt;&lt;h3&gt;&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;&lt;h3&gt;Ketika Senar Bass Terdiam, Karya Menolak Menjadi Sunyi&lt;/h3&gt;&lt;p&gt;Ada filosofi menarik dari instrumen bass.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia tidak selalu berada di garis depan. Tidak selalu menjadi suara yang paling keras. Bahkan, dalam sebuah pertunjukan, perhatian penonton sering kali lebih tertuju kepada vokalis atau pemain melodi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, bass memiliki tugas yang tidak tergantikan: menjaga denyut, menopang harmoni, dan memberikan pijakan bagi seluruh komposisi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Barangkali ada kemiripan antara filosofi instrumen tersebut dengan perjalanan Harry Toledo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia telah membangun karier melalui proses panjang, menjalin persahabatan lintas negara, melahirkan karya, dan meninggalkan pengalaman bagi mereka yang pernah berjalan bersamanya di dunia musik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kini, perjalanan itu telah mencapai batasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Panggung&#45;panggung yang pernah menjadi saksi permainannya mungkin akan menghadirkan kenangan. Album&#45;album yang pernah direkamnya akan tetap menyimpan jejak kreativitas. Sementara para pemain bass yang pernah memperoleh inspirasi dari kiprahnya dapat menjadi bagian dari kelanjutan cerita yang pernah ia bangun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kematian memang menghentikan perjalanan biologis seorang manusia. Namun, kematian tidak selalu mampu mengakhiri perjalanan sebuah karya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab, manusia memiliki usia, tetapi pengaruh dan karya dapat melampaui zaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Harry Toledo telah berpulang. Senar bass yang pernah berada di tangannya kini terdiam. Namun, nada&#45;nada yang pernah dilahirkannya tidak serta&#45;merta kehilangan suara.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari Rengat dan Teluk Kuantan, ia pernah membawa mimpinya menembus panggung dunia. Ia membuktikan bahwa asal&#45;usul bukanlah batas, dan bahwa sebuah cita&#45;cita dapat tumbuh jauh melampaui tempat seseorang dilahirkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selamat jalan, Harry Toledo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terima kasih atas nada, karya, persahabatan, dan inspirasi yang telah ditinggalkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Biarlah senar bass itu terdiam, tetapi jangan biarkan sejarah tentang perjalananmu ikut sunyi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Innalillahi wa inna ilaihi raji&apos;un.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi&#45;Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, keikhlasan, dan ketabahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab, pada akhirnya, seorang seniman mungkin meninggalkan panggung untuk selamanya, tetapi karya yang dilahirkannya akan selalu menemukan jalan untuk dikenang.&lt;strong&gt;*(ald)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/44718419656-screenshot_2026-11-05-09-43-46-56_a23b203fd3aafc6dcb84e438dda678b6.jpg"/><pubDate>Thu, 05 Nov 2026 10:24:50 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30706/harry-toledo-berpulang-ketika-senar-bass-terdiam-dunia-musik-kehilangan-satu-denyut</guid></item><item><title>Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM Hadapi Perubahan Dunia Kerja</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30705/menaker-yassierli-ungkap-3-karakter-sdm-hadapi-perubahan-dunia-kerja</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyebutkan tiga karakter yang perlu dimiliki sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja, yakni inovasi, kemampuan berpikir sistem (system thinking), dan pola pikir bertumbuh (growth mindset).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga karakter tersebut disampaikan Yassierli saat memberikan kuliah umum kepada peserta Program Pengembangan Talenta Muda Danantara melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) di Jakarta, Rabu (4/11/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yassierli menjelaskan, dunia kerja terus mengalami perubahan seiring perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), transisi hijau, dan perubahan demografi. Perubahan ini tidak hanya memengaruhi jenis pekerjaan, tetapi juga kebutuhan keterampilan dan cara seseorang memandang persoalan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karakter pertama yang perlu dibangun adalah inovasi. Menurut Yassierli, inovasi tidak harus selalu berupa penemuan besar. Keberanian mengambil inisiatif, mengenali persoalan, dan mengajukan gagasan baru yang bermanfaat bagi masyarakat juga merupakan bagian dari inovasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Inovasi itu hanya lahir dari suatu keberanian melakukan inisiatif. Dan inisiatif selalu dimulai dari satu orang,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain berinovasi, SDM juga perlu memiliki kemampuan berpikir sistem. Kemampuan ini diperlukan agar seseorang dapat memahami persoalan secara utuh dan melihat keterkaitan antara satu aspek dengan aspek lainnya. Dalam bidang ketenagakerjaan, misalnya, perubahan industri dan investasi berkaitan dengan kebutuhan keterampilan serta perubahan jenis pekerjaan akibat perkembangan teknologi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Belajarlah melihat sesuatu itu terkait dengan ekosistem yang lebih besar. Jangan mudah menyederhanakan masalah, karena realitas itu kompleks,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karakter berikutnya adalah growth mindset atau pola pikir bertumbuh. Yassierli menjelaskan, karakter ini tercermin dari kemauan seseorang untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan, tanpa membatasi diri pada bidang keahlian maupun latar belakang pendidikan yang telah dimiliki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Orang yang growth mindset adalah orang yang mengatakan, saya siap belajar apa pun yang baru. Karena saya tidak pernah tahu sebenarnya potensi saya akan berkembang ke mana,” tutur Yassierli.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/27454743576-whatsapp_image_2026-11-05_at_08.jpeg"/><pubDate>Thu, 05 Nov 2026 10:01:58 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30705/menaker-yassierli-ungkap-3-karakter-sdm-hadapi-perubahan-dunia-kerja</guid></item><item><title>Dansatgas Kodim 0314/Inhil Bersama Pemkab Inhil Perkuat Sinergitas</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30704/dansatgas-kodim-0314inhil-bersama-pemkab-inhil-perkuat-sinergitas</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; – Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke&#45;130 sekaligus Komandan Kodim 0314/Indragiri Hilir, Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., menyambut langsung kedatangan Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Katim Wasev) TMMD Ke&#45;130, Brigjen TNI Anan Nurakhman, S.I.P., di Tembilahan pada Rabu (4/11/2026) malam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyambutan jenderal bintang satu tersebut turut dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Inhil, Drs. H. Tantawi Jauhari, M.M., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran perwira Kodim 0314/Inhil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedatangan Brigjen TNI Anan Nurakhman, S.I.P., bersama Tim Wasev dari Mabesad ini bertujuan untuk melakukan pengawasan mendalam serta evaluasi terhadap pelaksanaan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke&#45;130 yang tengah berjalan di wilayah hukum Kodim 0314/Inhil.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dansatgas TMMD Ke&#45;130 Kodim 0314/Inhil, Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., menyampaikan bahwa kehadiran Tim Wasev menjadi motivasi dan arahan strategis bagi seluruh personel Satgas agar pengerjaan sasaran fisik maupun non&#45;fisik dapat diselesaikan secara optimal, tepat waktu, dan berkualitas tinggi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kunjungan kerja Katim Wasev ini sangat penting untuk memastikan seluruh tahapan kegiatan TMMD Ke&#45;130 berjalan sesuai target yang direncanakan. Kami berkomitmen memberikan hasil terbaik bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Indragiri Hilir,&quot; ujar Dandim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Sekda Inhil Drs. H. Tantawi Jauhari, M.M., memaparkan apresiasi Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir atas sinergi nyata TNI dengan pemerintah daerah dan masyarakat.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, TMMD telah memberikan dampak percepatan pembangunan daerah serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat di Kabupaten Indragiri Hilir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama kunjungan kerja, Katim Wasev beserta rombongan dijadwalkan menerima paparan progres kegiatan, meninjau langsung lokasi sasaran fisik di lapangan, serta berdialog langsung dengan masyarakat penerima manfaat program TMMD Ke&#45;130.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/50151919539-img-20261105-wa0015.jpg"/><pubDate>Thu, 05 Nov 2026 09:48:55 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30704/dansatgas-kodim-0314inhil-bersama-pemkab-inhil-perkuat-sinergitas</guid></item><item><title>Abadikan Semangat Kemanunggalan, Kodim 0314/Inhil Bangun Tugu TMMD ke&#45;130 di Desa Kuala Lemang</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30703/abadikan-semangat-kemanunggalan-kodim-0314inhil-bangun-tugu-tmmd-ke130-di-desa-kuala-lemang</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt;, KUALA LEMANG – Satuan Tugas (Satgas) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke&#45;130 Kodim 0314/Indragiri Hilir (Inhil) terus menggenjot penyelesaian berbagai sasaran fisik.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu wujud monumental yang mulai dikerjakan adalah pembangunan Tugu TMMD Ke&#45;130 yang berlokasi di Desa Kuala Lemang, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil, pada Kamis (5/11/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pembangunan tugu prasasti ini bukan sekadar bangunan fisik biasa, melainkan simbol sejarah serta penanda abadi atas terselenggaranya program TMMD Ke&#45;130 yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pikiran untuk memajukan infrastruktur serta kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke&#45;130 Kodim 0314/Inhil, Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., melalui jajaran personel di lapangan menyampaikan bahwa tugu tersebut didirikan sebagai bentuk prasasti monumental. Tujuannya agar masyarakat Desa Kuala Lemang selalu mengingat kerja sama yang erat antara TNI, pemerintah daerah, dan warga setempat selama program berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Tugu TMMD Ke&#45;130 ini adalah tetenger atau penanda sejarah bahwa di Desa Kuala Lemang pernah terukir semangat gotong royong yang luar biasa antara TNI dan rakyat. Kami berharap bangunan ini dijaga bersama sebagai simbol kebersamaan dan kemanunggalan,&quot; ujar Dandim.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Proses pengerjaan tugu yang melibatkan prajurit TNI bersama warga masyarakat ini berjalan lancar dengan penuh antusiasme. Warga Desa Kuala Lemang menyambut baik pembangunan tugu tersebut karena menjadi kebanggaan tersendiri bagi desa mereka yang terpilih sebagai lokasi sasaran program TMMD tahun ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan dibangunnya tugu ini, diharapkan memori kolektif tentang percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, serta kedekatan emosional antara prajurit TNI dan masyarakat di Kecamatan Keritang akan terus terjaga dari generasi ke generasi.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/99307855646-img-20261105-wa0014.jpg"/><pubDate>Thu, 05 Nov 2026 09:43:41 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30703/abadikan-semangat-kemanunggalan-kodim-0314inhil-bangun-tugu-tmmd-ke130-di-desa-kuala-lemang</guid></item><item><title>Hampir Rampung! Semenisasi Jalan TMMD Ke&#45;130 di Desa Kuala Lemang Tembus 950 Meter</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30702/hampir-rampung-semenisasi-jalan-tmmd-ke130-di-desa-kuala-lemang-tembus-950-meter</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt;, KUALA LEMANG – Pengerjaan sasaran fisik utama program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke&#45;130 Kodim 0314/Indragiri Hilir (Inhil) menunjukkan progres yang sangat signifikan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga Kamis (5/11/2026), pembangunan semenisasi jalan di Desa Kuala Lemang, Kecamatan Keritang, Kabupaten Inhil, telah mencapai panjang 950 meter dari total target 1.000 meter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Capaian fisik yang sudah menyentuh angka 95 persen ini merupakan buah dari kerja keras dan sinergi tak kenal lelah antara personel Satgas TMMD Ke&#45;130 Kodim 0314/Inhil bersama seluruh lapisan masyarakat Desa Kuala Lemang yang saling bahu&#45;membahu setiap hari di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD Ke&#45;130 Kodim 0314/Inhil, Letkol Arm Wahib Mustofa Fathurrahman, M.Han., mengapresiasi tinggi dedikasi prajurit dan antusiasme warga yang terus konsisten bergotong&#45;royong demi mempercepat penyelesaian infrastruktur desa tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Dengan menyisakan 50 meter pengerjaan lagi, kami optimistis target pengerjaan jalan sepanjang 1.000 meter ini akan rampung sepenuhnya sesuai jadwal yang ditentukan. Ini semua berkat kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terpelihara kuat di lapangan,&quot; ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran jalan semenisasi sepanjang 1.000 meter ini digadang&#45;gadang menjadi sarana vital yang mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar angkutan hasil perkebunan dan pertanian, serta membuka keterisoliran jalur darat antarwilayah di Kecamatan Keritang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warga setempat pun tak dapat menyembunyikan rasa gembiranya melihat akses jalan desa mereka kini sudah semakin mulus, kokoh, dan siap digunakan untuk menunjang aktivitas ekonomi sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/53558710333-img-20261105-wa0013.jpg"/><pubDate>Thu, 05 Nov 2026 09:39:54 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30702/hampir-rampung-semenisasi-jalan-tmmd-ke130-di-desa-kuala-lemang-tembus-950-meter</guid></item><item><title>AI Percepat Layanan Penempatan, Pengantar Kerja Tetap Berperan Utama</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/30701/ai-percepat-layanan-penempatan-pengantar-kerja-tetap-berperan-utama</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak akan menggantikan Pengantar Kerja dalam layanan penempatan tenaga kerja.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pasalnya, peran manusia tetap mendasar, terutama dalam pendampingan yang membutuhkan pertimbangan emosional dan verifikasi informasi guna memastikan layanan tetap inklusif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Sugeng Heri Suseno, saat membuka Rapat Kerja Ikatan Pengantar Kerja Indonesia (Ikaperjasi) periode 2025–2028 di Ruang Tridarma Kemnaker, Jakarta, Rabu (4/11/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pengarahannya, Sugeng menekankan pentingnya adopsi AI untuk mendukung efisiensi layanan ketenagakerjaan. Menurutnya, AI berfungsi mempercepat, meningkatkan ketepatan, serta memperluas jangkauan layanan penempatan tenaga kerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Teknologi hadir untuk memperkuat peran Pengantar Kerja, bukan menggantikannya,&quot; tegas Sugeng.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Meski demikian, Sugeng menyebut, transformasi di era AI bukan sekadar kemampuan menggunakan teknologi, melainkan perubahan budaya kerja menjadi lebih proaktif, berbasis data, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil penempatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Oleh karena itu, penguatan peran Pengantar Kerja dalam ekosistem SIAPkerja sangat krusial, mulai dari analisis informasi pasar kerja hingga perumusan kebijakan berbasis data, &quot; kata Sugeng.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk mendukung perubahan itu, Kemnaker menetapkan lima pilar dukungan pimpinan unit kerja terhadap Pengantar Kerja. Pertama, pengembangan kompetensi yang meliputi pelatihan AI, literasi data, analisis pasar kerja, konseling karier, dan pemanfaatan platform digital. Kedua, penguatan sarana dan akses data melalui penyediaan perangkat kerja dan sistem informasi terintegrasi sesuai kewenangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketiga, penugasan sesuai kompetensi, yakni memberikan ruang bagi Pengantar Kerja untuk menjalankan fungsi substantif dan meminimalkan pekerjaan administratif. Keempat, dukungan kelembagaan dan anggaran untuk memfasilitasi kunjungan perusahaan, pendataan lowongan, konseling, hingga penempatan. Kelima, kolaborasi dan evaluasi kinerja melalui penguatan koordinasi lintas unit serta kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sugeng juga mengimbau pejabat pimpinan tinggi pratama dan madya di lingkungan Kemnaker serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk melibatkan dan menempatkan Pengantar Kerja sesuai kapasitasnya, serta mengikutsertakan Ikaperjasi dalam rapat teknis dan penyusunan regulasi ketenagakerjaan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Penguatan peran Pengantar Kerja dalam ekosistem SIAPkerja sangat krusial, mulai dari analisis informasi pasar kerja hingga perumusan kebijakan berbasis data,&quot; kata Sugeng.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ikaperjasi saat ini dipimpin Ketua Umum Jaelani Efendi (Direktorat Bina Perluasan Kesempatan Kerja), bersama Sekretaris Jenderal Sigit Ary Prasetyo (Pusat Pasar Kerja) dan Bendahara Umum Lucida Tampubolon (Pusat Perencanaan Ketenagakerjaan).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/71715917202-whatsapp_image_2026-11-04_at_18.jpeg"/><pubDate>Thu, 05 Nov 2026 06:00:57 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/30701/ai-percepat-layanan-penempatan-pengantar-kerja-tetap-berperan-utama</guid></item></channel></rss>