<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Latest Posts</title><link>https://www.kilasriau.com/</link><description>Latest posts of our site.</description><atom:link href="https://www.kilasriau.com/rss" rel="self" type="application/rss+xml" /><item><title>Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Raja Pantau Jagung 8 Minggu, Wujud Nyata Dukungan Ketahanan Pangan Nasional</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28163/bhabinkamtibmas-desa-tanjung-raja-pantau-jagung-8-minggu-wujud-nyata-dukungan-ketahanan-pangan-nasional</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Kateman – Komitmen Polres Indragiri Hilir dalam mendukung program Asta Cita ketahanan pangan Presiden RI Prabowo&#45;Gibran terus diwujudkan melalui berbagai langkah nyata di lapangan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satunya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Raja, AIPDA Adi Anwar, yang aktif memantau perkembangan tanaman jagung milik kelompok tani di Desa Tanjung Raja, Kecamatan Kateman, Jumat (08/05/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengecekan langsung dilakukan di lahan penanaman jagung seluas 1,5 hektar yang dikelola bersama kelompok tani setempat. Dari hasil pemantauan, tanaman jagung yang telah berusia sekitar 8 minggu terlihat tumbuh subur dan merata dengan tinggi mencapai kurang lebih 100 sentimeter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain memastikan kondisi tanaman dalam keadaan baik, AIPDA Adi Anwar juga berdiskusi bersama petani terkait langkah perawatan lanjutan, termasuk proses pemupukan yang dalam waktu dekat akan dilakukan guna mendukung pertumbuhan tanaman agar lebih optimal hingga masa panen tiba.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program pemanfaatan lahan produktif tersebut merupakan bentuk sinergi antara Polri, pemerintah Desa Tanjung Raja, serta masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Kateman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K melalui Kapolsek Kateman KOMPOL Bachtiar, S.H., M.H mengatakan, keterlibatan personel Bhabinkamtibmas dalam mendampingi masyarakat merupakan bentuk dukungan nyata Polri terhadap program nasional di bidang pangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penanaman jagung ini merupakan langkah konkret dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI Prabowo&#45;Gibran, khususnya dalam bidang ketahanan pangan. Kami berkomitmen untuk terus mendukung program ini demi terwujudnya kemandirian pangan di Kecamatan Kateman dan sekitarnya,” ujar Kapolsek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan hasil pertanian masyarakat, namun juga menjadi kontribusi nyata dalam mendukung target ketahanan pangan nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan perawatan yang baik dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan masyarakat, program penanaman jagung ini diharapkan mampu menghasilkan panen maksimal serta meningkatkan kesejahteraan petani setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polsek Kateman juga memastikan akan terus melakukan pemantauan dan pendampingan terhadap perkembangan tanaman jagung di berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan yang berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hilir.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/36172610785-img-20260508-wa0017.jpg"/><pubDate>Fri, 08 May 2026 14:03:26 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28163/bhabinkamtibmas-desa-tanjung-raja-pantau-jagung-8-minggu-wujud-nyata-dukungan-ketahanan-pangan-nasional</guid></item><item><title>Temui Menko Pangan Zulhas, Bupati Inhil Paparkan Potensi “Negeri Hamparan Kelapa Dunia” dan Dorong Penetapan Harga Minimum Kelapa</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28162/temui-menko-pangan-zulhas-bupati-inhil-paparkan-potensi-“negeri-hamparan-kelapa-dunia”-dan-dorong-penetapan-harga-minimum-kelapa</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;JAKARTA – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H. Herman, melakukan kunjungan kerja strategis dengan menemui Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertemuan tersebut dilakukan guna memaparkan potensi besar perkebunan kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir yang dikenal sebagai “Negeri Hamparan Kelapa Dunia”, sekaligus memperjuangkan stabilitas ekonomi petani melalui usulan penetapan harga minimum kelapa secara nasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pemaparannya, Bupati H. Herman menegaskan bahwa komoditas kelapa memiliki peranan vital terhadap perputaran ekonomi masyarakat Inhil. Ia mengungkapkan, dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Indragiri Hilir, sebanyak 19 kecamatan merupakan wilayah penghasil kelapa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dari 20 kecamatan di Inhil, hanya satu kecamatan saja yang tidak memiliki perkebunan kelapa. Ini menunjukkan bahwa kelapa merupakan urat nadi kehidupan bagi sebagian besar masyarakat kami. Dengan luas perkebunan mencapai 400.740 hektare, Inhil memikul tanggung jawab besar sebagai salah satu penyangga ekspor kelapa nasional,” ujar H. Herman di hadapan Menko Pangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, Bupati H. Herman juga menyampaikan sejumlah usulan strategis kepada Pemerintah Pusat, di antaranya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&#45; Mendorong penetapan regulasi harga minimum (floor price) kelapa guna melindungi sekitar 125 ribu kepala keluarga petani kelapa rakyat dari fluktuasi dan permainan harga pasar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&#45; Mengusulkan pembangunan satu pasar modern dan tiga pasar kecamatan guna memperkuat infrastruktur ekonomi masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&#45; Mengajukan pengembangan 12 Kampung Nelayan sebagai bagian dari penguatan sektor maritim daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&#45; Memohon dukungan pembangunan sistem irigasi pertanian serta pembangunan turap di titik&#45;titik rawan abrasi untuk melindungi lahan perkebunan kelapa rakyat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&#45; Melaporkan rencana peremajaan (replanting) kelapa seluas 36.488 hektare pada periode 2026–2027 guna menjaga produktivitas kelapa yang saat ini mencapai sekitar 1,1 juta ton per tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menanggapi hal tersebut, Menko Pangan Zulkifli Hasan memberikan apresiasi atas langkah dan komitmen Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir dalam memperjuangkan kesejahteraan petani kelapa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Data bahwa 19 dari 20 kecamatan merupakan penghasil kelapa menunjukkan betapa strategisnya posisi Inhil. Usulan terkait regulasi harga dan penguatan infrastruktur pasar ini akan menjadi prioritas pembahasan di tingkat kabinet,” tegas Zulhas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopdagrin) Kabupaten Inhil, Dr. Trio Beni Putra, turut menekankan pentingnya intervensi pemerintah pusat terhadap stabilitas harga kelapa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Penetapan harga minimum dan pembangunan pasar modern menjadi langkah penting untuk memperkuat kesejahteraan petani. Dengan potensi kelapa yang tersebar di 19 kecamatan, kepastian harga akan berdampak langsung terhadap ekonomi masyarakat. Kami ingin memutus rantai pasok yang panjang agar nilai tambah kelapa benar&#45;benar kembali kepada petani dan mampu menggerakkan ekonomi UKM daerah,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyerahan proposal pembangunan daerah serta sampel produk turunan kelapa unggulan Kabupaten Indragiri Hilir. Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Inhil dan Pemerintah Pusat ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan tata niaga kelapa yang lebih berkeadilan bagi petani.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turut hadir dalam rombongan Pemerintah Kabupaten Inhil, Sekretaris Bapperida Rio Aditya Pratama, Kepala Dinas Perikanan Eko Rahdippa, Kepala Dinas PUPR Yusnaldi, serta Sekretaris Dinas Pertanian Benny Murdhani.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/5836731494-img-20260508-wa0016.jpg"/><pubDate>Fri, 08 May 2026 13:30:12 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28162/temui-menko-pangan-zulhas-bupati-inhil-paparkan-potensi-“negeri-hamparan-kelapa-dunia”-dan-dorong-penetapan-harga-minimum-kelapa</guid></item><item><title>Menaker: Kebersamaan Perkuat Ketenagakerjaan Hadapi Tantangan Global</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28161/menaker-kebersamaan-perkuat-ketenagakerjaan-hadapi-tantangan-global</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Cianjur — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa kekuatan Indonesia dalam menghadapi tantangan global tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi dan teknologi, tetapi juga pada nilai kebersamaan yang telah menjadi karakter bangsa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal tersebut disampaikan Yassierli saat menghadiri Silaturahmi dengan Mitra&#45;Mitra Strategis Ketenagakerjaan di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026) malam. Kegiatan itu juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Mohammad Jumhur Hidayat, serta 80 peserta dari konfederasi serikat pekerja/serikat buruh dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sambutannya, Yassierli menilai nilai kebersamaan dan semangat gotong royong merupakan modal sosial penting yang harus terus dijaga di tengah dinamika global, termasuk perkembangan teknologi dan ketidakpastian ekonomi dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bangsa Indonesia memiliki nilai kehidupan, kebersamaan, serta semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama,” ujar Yassierli.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, kekuatan sosial tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan ketenagakerjaan nasional di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Semangat kebersamaan membuat kita mampu menghadapi tantangan dan membawa Indonesia menjadi lebih maju,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yassierli juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja agar pembangunan ketenagakerjaan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menegaskan, pembangunan ketenagakerjaan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan formal, tetapi juga memerlukan penguatan nilai sosial yang tumbuh di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Penguatan nilai&#45;nilai tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja sekaligus menjaga keseimbangan sosial di tengah perubahan zaman,” tuturnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pemerintah, lanjut Yassierli, akan terus mendorong berbagai inisiatif yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi tenaga kerja, tetapi juga memperkuat solidaritas dan kolaborasi sebagai fondasi pembangunan ketenagakerjaan ke depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Ketua Umum KSPSI Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi inisiatif Kementerian Ketenagakerjaan dalam menyelenggarakan forum silaturahmi tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Jumhur, forum itu menjadi ruang strategis untuk mempererat hubungan antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Terbukti, jika kita kompak dan menjaga kebersamaan, berbagai tantangan dapat dihadapi bersama,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/98936136700-whatsapp_image_2026-05-07_at_20.jpeg"/><pubDate>Fri, 08 May 2026 06:25:31 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28161/menaker-kebersamaan-perkuat-ketenagakerjaan-hadapi-tantangan-global</guid></item><item><title>Kemnaker Komitmen Ciptakan Lapangan Kerja Inklusif bagi Mantan Warga Binaan</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28160/kemnaker-komitmen-ciptakan-lapangan-kerja-inklusif-bagi-mantan-warga-binaan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Malang — Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Cris Kuntadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja yang inklusif dan bebas diskriminasi.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan kepada warga binaan dan peserta magang di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Malang, Jawa Timur, Kamis (7/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kunjungannya, Cris menyampaikan bahwa setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak sebagaimana diamanatkan dalam UUD Tahun 1945. Hak tersebut mencakup seluruh lapisan masyarakat, termasuk mereka yang menghadapi kendala sosial, hukum, maupun ekonomi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pemerintah hadir untuk menjamin masa depan Bapak/Ibu setelah masa pembinaan selesai. Melalui kebijakan dan perlakuan khusus, kami ingin memastikan warga binaan dapat kembali bekerja maupun berwirausaha di tengah masyarakat,” ujar Cris.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai langkah konkret, Cris menjelaskan bahwa sejak awal 2025 Kemnaker telah membentuk Direktorat Bina Penempatan Tenaga Kerja Khusus. Direktorat ini memiliki mandat untuk memfasilitasi kelompok tenaga kerja khusus, termasuk mantan warga binaan, agar memperoleh akses kerja yang setara dan mendorong terciptanya dunia kerja yang inklusif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Upaya ini juga menjadi bagian dari dukungan Kemnaker terhadap proses reintegrasi sosial dan ekonomi. Dengan pembekalan melalui program magang dan pelatihan, diharapkan warga binaan memiliki kesiapan mental serta keterampilan saat kembali ke lingkungan sosial,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut Cris, sinergi tersebut diperkuat melalui Nota Kesepahaman antara Kemnaker dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Kerja sama ini difokuskan pada pelaksanaan tugas dan fungsi bersama di bidang imigrasi, pemasyarakatan, dan ketenagakerjaan guna memastikan proses transisi warga binaan menuju dunia kerja berjalan optimal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Membuka kesempatan kerja bagi mantan warga binaan merupakan wujud penegakan hak asasi manusia. Kami berterima kasih atas dukungan seluruh pihak dalam mewujudkan kesempatan kerja yang inklusif bagi seluruh warga negara Indonesia,” tutup Cris.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/24548997791-whatsapp_image_2026-05-07_at_21.jpeg"/><pubDate>Fri, 08 May 2026 06:23:19 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28160/kemnaker-komitmen-ciptakan-lapangan-kerja-inklusif-bagi-mantan-warga-binaan</guid></item><item><title>Dari Balai Adat, Api Kebudayaan Kembali Dinyalakan: DKC Kuantan Tengah Periode 2026–2030 Resmi Dikukuhkan</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28159/dari-balai-adat-api-kebudayaan-kembali-dinyalakan-dkc-kuantan-tengah-periode-2026–2030-resmi-dikukuhkan</link><description>&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;TELUK KUANTAN&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;strong&gt; (&lt;/strong&gt;&lt;a href=&quot;KilasRiau.com&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210, 75%, 60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kilas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0, 75%, 60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Riau.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;) – Pagi itu, udara di jantung Kota Teluk Kuantan terasa berbeda. Di antara dinding&#45;dinding Balai Adat Kantor Camat Kuantan Tengah yang menyimpan jejak sejarah dan petuah para leluhur, satu per satu tokoh, seniman, budayawan, pendidik, hingga pemangku kebijakan mulai memenuhi ruangan. Langkah kaki yang datang bukan sekadar menghadiri seremoni, melainkan membawa harapan—bahwa seni dan budaya di tanah beradat ini tak akan pernah kehilangan denyutnya.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Rabu, 6 Mei 2026, menjadi hari yang akan tercatat dalam lembar perjalanan kebudayaan Kecamatan Kuantan Tengah. Di tempat yang sarat makna itu, Pengurus Dewan Kesenian Kecamatan (DKC) Kuantan Tengah periode 2026–2030 resmi dikukuhkan. Sebuah momentum yang bukan hanya melantik nama&#45;nama dalam struktur organisasi, tetapi juga meneguhkan tekad untuk menjaga marwah warisan leluhur agar tetap hidup di tengah arus zaman yang terus bergerak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suasana hening menyelimuti ruangan ketika lantunan ayat suci Al&#45;Qur’an menggema dari bibir Defan Aflah Pratama, siswa MAN 1 Kuantan Singingi. Bacaan itu mengalun lembut, menembus relung hati para hadirin, seolah menjadi doa pembuka bagi langkah panjang yang akan ditempuh para penggiat seni ke depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak lama berselang, keheningan berubah menjadi gelora. Seluruh tamu undangan berdiri tegak. Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang dengan penuh khidmat, dipandu oleh Ramadani, S.Pd., yang juga menjabat Ketua Komite Musik DKC Kuantan Tengah. Nada demi nada mengisi ruang, menyatukan semangat nasionalisme dengan cinta pada akar budaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di balik mikrofon, Tiara Nur Tresna Hade, S.Pd., yang dipercaya sebagai pembawa acara sekaligus Sekretaris DKC, mengarahkan jalannya prosesi dengan tenang dan berwibawa. Setiap kata yang terucap seperti merangkai satu babak baru bagi perjalanan seni di pusat ibu kota Kabupaten Kuantan Singingi.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://www.kilasriau.com/gambar/images/69fca3729bce8.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Hadir langsung dalam momentum bersejarah itu, Ketua Umum Dewan Kesenian Kabupaten Kuantan Singingi, Hj. Yulia Herma Suhardiman. Sosok yang selama ini dikenal konsisten menjaga denyut kebudayaan daerah itu datang membawa bukan hanya dukungan, tetapi juga pesan dan harapan besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Turut mendampingi, Sekretaris Camat Kuantan Tengah Dini, S.Sos., M.Si., mewakili Camat Eka Putra, S.Sos., M.Si. Kehadiran unsur pemerintah diperkuat oleh Dr. Andri, Kabid Budaya Pariwisata Kuansing, serta Alfion, S.Pd, Kabid Seni. Para kepala desa, lurah, kepala sekolah, tokoh adat, hingga insan kreatif dari berbagai penjuru Kuantan Tengah turut menjadi saksi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun, inti dari hari itu bukanlah sekadar siapa yang hadir. Melainkan siapa yang siap bergerak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketika nama Sri Widarti, A.Md disebut sebagai Ketua Umum DKC Kuantan Tengah periode 2026–2030, tepuk tangan pun pecah. Di wajahnya, terpancar tanggung jawab besar yang kini dipikul.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam sambutannya, Sri tak banyak berbicara soal jabatan. Ia justru berbicara tentang rumah.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://www.kilasriau.com/gambar/images/69fca38abcbc2.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;“DKC ini bukan sekadar organisasi. Ini rumah besar. Rumah bagi para seniman, budayawan, guru, anak&#45;anak muda, dan siapa pun yang percaya bahwa budaya adalah identitas,” ucapnya, disambut anggukan para hadirin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baginya, budaya bukan benda mati yang disimpan di museum, bukan pula sekadar tarian yang dipentaskan saat perayaan. Budaya adalah napas, adalah bahasa jiwa, adalah jejak yang membuat sebuah daerah dikenali dunia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Momen paling menggugah datang ketika Hj. Yulia Herma Suhardiman berdiri menyampaikan arahannya. Dengan suara tegas namun penuh kehangatan, ia menaruh harapan besar pada kepengurusan baru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya menunggu kabar dan undangan dari DKC Kuantan Tengah. Buat kegiatan yang luar biasa. Ini pusat ibu kota. Banyak yang bisa kita hidupkan… Rarak Godang, Calempong, lagu Kuantan Tanah Tumpah. Jangan biarkan hanya jadi cerita. Jadikan ia hidup, tumbuh, dan diwariskan,” tegasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ruangan pun bergemuruh oleh tepuk tangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak berhenti di situ, ia juga memberikan apresiasi khusus terhadap penampilan Tari Persembahan yang tampil memukau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tari seperti ini bukan sekadar hiburan. Ini wajah kita. Ini kehormatan kita. Ini yang harus terus dibawa ke mana pun Kuantan Singingi melangkah,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalimat&#45;kalimat itu menggantung di udara, lalu menetap di hati banyak orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hari itu, pengukuhan DKC bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjelma menjadi penegasan bahwa di tengah dunia yang terus berubah, masih ada orang&#45;orang yang memilih menjaga akar.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://www.kilasriau.com/gambar/images/69fca3a2797d1.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Bahwa di tengah gempuran teknologi, musik digital, budaya instan, dan hiruk&#45;pikuk modernitas—masih ada tangan&#45;tangan yang ingin terus menabuh calempong, menggetarkan rarak godang, menarikan langkah&#45;langkah warisan, dan menyanyikan tanah kelahiran dengan bangga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd. Lalu satu per satu hadirin berdiri, bersalaman, berpelukan, dan mengabadikan momen dalam bingkai foto bersama.&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://www.kilasriau.com/gambar/images/69fca3c0510d2.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Namun sesungguhnya, yang diabadikan hari itu bukanlah gambar.&lt;br&gt;Melainkan sebuah tekad.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahwa dari Balai Adat di jantung Teluk Kuantan, api kebudayaan kembali dinyalakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan selama api itu tetap menyala, Kuantan Singingi akan selalu punya cerita.&lt;strong&gt;*(ald)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/397738232-screenshot_2026-05-07-21-21-42-43_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817.jpg"/><pubDate>Thu, 07 May 2026 21:39:49 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28159/dari-balai-adat-api-kebudayaan-kembali-dinyalakan-dkc-kuantan-tengah-periode-2026–2030-resmi-dikukuhkan</guid></item><item><title>Bau Menyengat dari Dapur MBG Inhil, Dugaan Pencemaran Lingkungan Mencuat</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28158/bau-menyengat-dari-dapur-mbg-inhil-dugaan-pencemaran-lingkungan-mencuat</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com &#45; &lt;/strong&gt;Dugaan pelanggaran serius terhadap standar lingkungan mencuat dari operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Kayu Jati, Gang Bismillah, Kelurahan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dapur produksi yang seharusnya menjadi bagian dari program peningkatan gizi nasional itu justru diduga membuang limbah cair berminyak langsung ke saluran drainase tanpa pengolahan, menimbulkan bau menyengat dan keresahan warga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dapur produksi yang berada di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Titian Amal Mulia itu diduga kuat tidak dilengkapi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagaimana diwajibkan dalam standar operasional fasilitas produksi pangan skala besar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warga mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari limbah dapur produksi makanan tersebut. Bau tidak sedap itu bahkan disebut mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Baunya sangat menyengat, bikin pusing. Limbahnya dibuang langsung ke got,” ungkap salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan limbah yang mengalir ke parit lingkungan tampak berminyak, bercampur lemak serta sisa makanan. Kondisi itu memperkuat dugaan adanya pelanggaran terhadap standar pengelolaan limbah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak hanya persoalan limbah, keberadaan dapur MBG itu juga memunculkan pertanyaan terkait izin lingkungan dan transparansi pengelolaan tenaga kerja. Sumber lain menyebut dapur tersebut diduga belum mengantongi izin lingkungan yang menjadi syarat wajib operasional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejumlah pekerja yang ditemui di lokasi memilih bungkam ketika ditanya mengenai sistem pengupahan maupun mekanisme kerja. Namun, salah seorang pekerja menyebutkan upah harian berkisar Rp110 ribu, meski informasi ini belum dapat diverifikasi lebih lanjut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada 7 Mei 2026, media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pengelola maupun pemilik dapur MBG. Namun, yang bersangkutan tidak berada di lokasi dan tidak memberikan respons atas upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Informasi yang dihimpun menyebutkan dapur MBG tersebut mendistribusikan makanan ke sedikitnya tujuh sekolah dan satu posyandu di wilayah Tembilahan Hulu.Padahal, Badan Gizi Nasional telah menetapkan bahwa setiap dapur MBG wajib memenuhi standar higiene sanitasi serta memiliki sistem pengelolaan limbah yang layak. Jika tidak, operasionalnya dapat dikategorikan melanggar standar kesehatan lingkungan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dugaan pembuangan limbah tanpa pengolahan ini berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang&#45;Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, khususnya.Pasal 60, yang melarang setiap orang membuang limbah ke media lingkungan hidup tanpa izin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pasal 104, yang menyebutkan bahwa pelanggaran terhadap ketentuan tersebut dapat dipidana dengan penjara paling lama 3 tahun dan denda hingga Rp3 miliar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, kewajiban memiliki izin lingkungan juga diatur dalam Undang&#45;Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja beserta turunannya, yang menegaskan bahwa setiap kegiatan usaha wajib memenuhi persyaratan lingkungan sebelum beroperasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di sisi lain, Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Program MBG Tahun Anggaran 2026 juga mengatur penerapan Good Manufacturing Practice (GMP), yang mewajibkan lingkungan produksi pangan bersih, aman, serta bebas dari potensi pencemaran.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sistem pembuangan limbah dan sirkulasi udara wajib dirancang agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar. Menanggapi hal tersebut, Lembaga Lingkungan Hidup AMPHIBI (Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup) Kabupaten Indragiri Hilir mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami meminta aparat penegak hukum segera menyelidiki dugaan pencemaran lingkungan ini. Jika terbukti tidak memiliki IPAL dan mencemari lingkungan, maka harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,&quot; tegas Mus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola dapur MBG di bawah Yayasan Titian Amal Mulia belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan pencemaran lingkungan, izin operasional, maupun sistem pengelolaan dapur tersebut.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/74854042612-img-20260507-wa0029.jpg"/><pubDate>Thu, 07 May 2026 20:09:17 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28158/bau-menyengat-dari-dapur-mbg-inhil-dugaan-pencemaran-lingkungan-mencuat</guid></item><item><title>Polsek Tempuling Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu, Empat Orang Diamankan</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28157/polsek-tempuling-ungkap-kasus-narkotika-jenis-sabu-empat-orang-diamankan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Tempuling – Jajaran Polsek Tempuling berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polres Indragiri Hilir. Dalam pengungkapan tersebut, empat orang berhasil diamankan di tiga lokasi berbeda pada Rabu malam hingga Kamis dini hari, 6–7 Mei 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapores Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K melalui Kapolsek Tempuling IPTU Delni Atma Saputra, S.H., M.H. menjelaskan, pengungkapan bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan sering terjadinya penyalahgunaan narkotika di Jalan Pangkalan Tujuh Lorong SD 002 RT 006/RW 002, Kelurahan Sungai Salak, Kecamatan Tempuling.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menindaklanjuti informasi tersebut, Kapolsek bersama Kanit Reskrim IPDA Ahmad Akhiruddin, S.I.P., M.H. dan personel Unit Reskrim Polsek Tempuling langsung melakukan penyelidikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Dari hasil penyelidikan, personel kemudian bergerak menuju lokasi dan mengamankan dua orang perempuan yang berada di dalam rumah,” ujar IPTU Delni.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua terlapor yang diamankan yakni (N alias Y) (32) dan ( S alias A) (21). Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan masing&#45;masing satu paket kecil diduga narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam silikon handphone dan kantong celana pelaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, polisi turut mengamankan barang bukti berupa dua unit handphone serta satu unit sepeda motor Honda Beat Street warna hitam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil interogasi, kedua pelaku mengaku memperoleh sabu tersebut dari (I alias C) yang berada di Desa Pengalihan, Kecamatan Keritang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan( IR) di sebuah pondok di Parit Joyo Mulyo, Desa Pengalihan, Kecamatan Keritang, Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 02.40 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari keterangan (IR) , diketahui bahwa sabu tersebut dibeli dari (S alias SU) Tim kemudian kembali melakukan pengembangan dan berhasil menangkap (S) di rumahnya di Parit Bunga Padi, Desa Pengalihan, Kecamatan Keritang sekitar pukul 03.40 WIB.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam penggeledahan di rumah (S) , petugas menemukan 13 paket sedang diduga narkotika jenis sabu yang disimpan di dalam bekas tempat lem JASKOL di bawah lemari kaca ruang tengah rumah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polisi juga mengamankan uang tunai sebesar Rp2.297.000 yang diduga hasil penjualan narkotika serta satu unit handphone.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Berdasarkan hasil tes urine, tersangka dinyatakan positif amphetamine. Saat ini seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Tempuling guna proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut,&quot; jelasnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/69930854078-img-20260507-wa0023.jpg"/><pubDate>Thu, 07 May 2026 17:36:35 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28157/polsek-tempuling-ungkap-kasus-narkotika-jenis-sabu-empat-orang-diamankan</guid></item><item><title>Perkuat Sinergi Penjagaan Perbatasan, Kanwil DJBC Aceh Kunjungi Ditjen Imigrasi Aceh</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28156/perkuat-sinergi-penjagaan-perbatasan-kanwil-djbc-aceh-kunjungi-ditjen-imigrasi-aceh</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Banda Aceh – Dalam rangka memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi penjaga perbatasan, Kepala Kantor Wilayah DJBC Aceh, Rizki Baidillah melakukan kunjungan resmi ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh pada Kamis, 7 Mei 2025.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, beserta jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kanwil DJBC Aceh, Rizki Baidillah turut didampingi oleh Kepala Bea Cukai Banda Aceh, Rahmat Priyandoko, Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Aceh, Widodo, serta jajaran Kanwil DJBC Aceh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi. Selain sebagai ajang silaturahmi, kunjungan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat strategi koordinasi antarinstansi, khususnya dalam pelaksanaan tugas sebagai garda terdepan penjagaan perbatasan dan pintu masuk wilayah Aceh melalui penguatan sinergi antarinstansi CIQ (Customs, Immigration, and Quarantine) di tingkat regional.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kesempatan tersebut, kedua instansi membahas pentingnya komunikasi yang solid, pertukaran informasi, serta penguatan kerja sama dalam mendukung pengawasan dan pelayanan di wilayah Aceh.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan koordinasi yang semakin erat, diharapkan pelaksanaan tugas pengawasan lintas batas dapat berjalan lebih efektif dan responsif terhadap berbagai tantangan di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kunjungan ini, Kanwil DJBC Aceh dan Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh menunjukkan komitmen bersama untuk terus membangun hubungan kerja yang harmonis dan kolaboratif guna mendukung pelayanan publik serta pengawasan perbatasan yang optimal di Aceh.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/45690417391-img-20260507-wa0021.jpg"/><pubDate>Thu, 07 May 2026 17:25:51 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28156/perkuat-sinergi-penjagaan-perbatasan-kanwil-djbc-aceh-kunjungi-ditjen-imigrasi-aceh</guid></item><item><title>Ketika Saran Dianggap Ancaman, Kritik Dianggap Kesalahan</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28155/ketika-saran-dianggap-ancaman-kritik-dianggap-kesalahan</link><description>&lt;p&gt;&lt;a href=&quot;KilasRiau.com&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210,75%,60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kilas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0,75%,60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Riau.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt; &#45; Dalam hidup, tidak semua niat baik akan diterima dengan cara yang baik. Tidak semua kepedulian akan dibalas dengan penghargaan. Dan tidak semua keberanian untuk berkata jujur akan dipandang sebagai bentuk ketulusan. Ada masa, ada situasi, bahkan ada lingkungan tertentu, di mana sebuah saran justru dianggap sebagai ancaman. Sebuah kritik dipandang sebagai serangan. Sebuah masukan dianggap sebagai upaya menjatuhkan.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bukan karena apa yang disampaikan itu salah, tetapi karena apa yang disampaikan berpotensi membuka sesuatu…, membuka cerita yang selama ini sengaja ditutup rapat, membuka kenyataan yang selama ini disembunyikan, membuka tabir yang selama ini dijaga agar tetap terlihat baik&#45;baik saja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan ketika kebenaran mulai mengetuk pintu kenyamanan, banyak orang mendadak merasa terusik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di titik itulah, orang yang sebenarnya datang dengan niat baik perlahan berubah posisi di mata sebagian orang. Dari yang awalnya dianggap teman, berubah menjadi orang yang harus diwaspadai. Dari yang awalnya dianggap saudara, berubah menjadi sosok yang dinilai terlalu banyak tahu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari yang awalnya dihargai karena kejujurannya, berubah menjadi orang yang dianggap berbahaya karena keberaniannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ironis, tetapi itulah kenyataan yang sering terjadi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak sedikit orang yang akhirnya belajar bahwa berbuat baik ternyata tidak selalu menghasilkan hal baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menolong belum tentu dianggap menolong. Mengingatkan belum tentu dianggap peduli. Memberi masukan belum tentu dianggap membangun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kadang justru sebaliknya—semua itu dipelintir menjadi kesalahan, diputar menjadi fitnah, bahkan dijadikan alasan untuk menjatuhkan orang yang sebenarnya hanya ingin keadaan menjadi lebih baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada banyak orang yang memilih diam bukan karena mereka tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka diam karena mereka tahu konsekuensi dari berbicara. Mereka tahu bahwa dalam lingkungan yang nyaman dengan kepalsuan, kejujuran adalah ancaman. Dalam sistem yang terbiasa ditutupi, keterbukaan adalah bahaya. Dalam lingkaran yang terbiasa saling melindungi kesalahan, satu suara jujur bisa dianggap pemberontakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan lebih menyakitkan lagi, orang yang bicara jujur sering kali tidak hanya dianggap salah—tetapi juga dijadikan kambing hitam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kesalahan yang bukan miliknya bisa diarahkan kepadanya. Konflik yang sebenarnya sudah ada jauh sebelum ia bersuara bisa dilemparkan ke pundaknya. Hubungan yang retak, sistem yang goyah, kepentingan yang terganggu—semuanya bisa tiba&#45;tiba menjadikan satu orang sebagai pusat tuduhan. Bukan karena dia penyebabnya, tetapi karena dia adalah orang yang membuka mata banyak orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sejarah kehidupan sosial selalu mengajarkan satu hal: &lt;i&gt;orang yang membuka fakta sering kali lebih dulu diserang daripada fakta yang ia buka&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena bagi sebagian orang, mempertahankan citra jauh lebih penting daripada memperbaiki kenyataan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mereka tidak sibuk membantah isi kritik, tetapi sibuk mencari siapa yang berbicara. Mereka tidak fokus pada masalah yang diungkap, tetapi fokus pada bagaimana membungkam orang yang mengungkap. Mereka tidak mencari solusi, tetapi mencari celah untuk menyerang karakter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan di sinilah ujian sesungguhnya dimulai.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mampukah seseorang tetap berdiri ketika niat baiknya disalahartikan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mampukah seseorang tetap tenang ketika kepeduliannya dianggap ancaman?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mampukah seseorang tetap jujur ketika kejujuran justru mengundang permusuhan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak semua orang kuat berada di posisi itu. Karena menjadi orang yang berkata benar di tengah lingkungan yang terbiasa dengan kenyamanan palsu adalah pekerjaan yang sunyi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak selalu ada tepuk tangan. Tidak selalu ada dukungan. Bahkan sering kali yang datang justru cibiran, fitnah, tekanan, pengucilan, dan pengkhianatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang&#45;orang yang dulu tertawa bersama bisa mendadak menjaga jarak. Mereka yang dulu merasa terbantu bisa berubah seolah tidak pernah mengenal. Mereka yang dulu meminta pendapat bisa tiba&#45;tiba menganggap pendapat itu sebagai ancaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semuanya bisa berubah…, hanya karena satu hal: &lt;i&gt;kebenaran mulai menyentuh kepentingan.&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan ketika kepentingan terusik, persahabatan bisa berubah. Loyalitas bisa goyah. Senyum bisa berubah menjadi kewaspadaan. Sapaan bisa berubah menjadi bisikan. Dukungan bisa berubah menjadi tuduhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di momen seperti itulah seseorang benar&#45;benar belajar tentang manusia.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahwa tidak semua yang dekat adalah tulus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahwa tidak semua yang mendukung benar&#45;benar mendukung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bahwa tidak semua yang tersenyum berarti senang melihat kita berdiri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan bahwa terkadang, musuh terbesar bukan orang yang terang&#45;terangan membenci, tetapi mereka yang diam&#45;diam merasa terancam oleh keberanian kita untuk berkata benar.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun di balik semua itu, ada satu hal yang tidak boleh hilang: &lt;i&gt;integritas&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena pada akhirnya, hidup bukan tentang berapa banyak orang yang menyukai kita. Bukan tentang seberapa aman kita menjaga hubungan. Bukan pula tentang seberapa pandai kita menyenangkan semua pihak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hidup adalah tentang keberanian untuk tetap menjadi benar, meski tidak selalu diterima.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentang kemampuan untuk tetap berkata jujur, meski suara itu membuat sebagian orang tidak nyaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tentang kekuatan untuk tetap berdiri, meski harus berdiri sendirian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena waktu selalu punya cara membuktikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebenaran mungkin bisa ditolak hari ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kejujuran mungkin bisa disalahkan hari ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang baik mungkin bisa dijadikan kambing hitam hari ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapi waktu…, tidak pernah salah mencatat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan ketika semua topeng mulai jatuh, ketika semua cerita mulai terbuka, ketika semua kepentingan tak lagi bisa ditutupi, saat itulah orang akan tahu… siapa yang selama ini bersuara karena peduli, dan siapa yang selama ini marah karena merasa terusik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maka jika hari ini niat baikmu dianggap kesalahan, jika kepedulianmu dianggap ancaman, jika kejujuranmu membuatmu terlihat seperti lawan…, jangan buru&#45;buru menyesal.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebab tidak semua orang ditakdirkan untuk sekadar diterima.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagian orang memang ditakdirkan untuk tetap berdiri…, agar kebenaran tidak mati oleh ketakutan.&lt;strong&gt;*(ald)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/47768309423-img_20260507_144837.jpg"/><pubDate>Thu, 07 May 2026 14:56:51 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28155/ketika-saran-dianggap-ancaman-kritik-dianggap-kesalahan</guid></item><item><title>Seorang Petugas Damkar Ungkap Rasa Bangga dan Harunya Kepada Masyarakat Kota Pekanbaru Begitu Peduli Serta Mendukung</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28154/seorang-petugas-damkar-ungkap-rasa-bangga-dan-harunya-kepada-masyarakat-kota-pekanbaru-begitu-peduli-serta-mendukung</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com &#45; &lt;/strong&gt;Rasya, seorang petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan kota Pekanbaru, mengungkapkan rasa bangga dan harunya terhadap masyarakat Kota Pekanbaru yang begitu peduli dan mendukung tugas para petugas damkar.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, dukungan tersebut bukan hanya terlihat dari kepercayaan masyarakat, tetapi juga dari doa dan perhatian yang tulus setiap kali mereka bertugas di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Setiap kami turun ke lokasi kebakaran, masyarakat selalu menyampaikan pesan yang sangat menyentuh. Mereka berkata, ‘Tetap hati&#45;hati pak, kami selalu mendoakan bapak dan seluruh tim agar selalu dalam lindungan Allah SWT.’ Itu menjadi semangat besar bagi kami,” ujar Rasya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan bahwa dukungan tersebut menjadi energi dan motivasi tersendiri bagi seluruh petugas pemadam kebakaran untuk terus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, keberanian, dan keikhlasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi Rasya dan rekan&#45;rekannya, doa dari masyarakat adalah kekuatan yang tidak ternilai. Mereka berkomitmen untuk selalu hadir, melindungi, dan memberikan yang terbaik demi keselamatan warga Pekanbaru.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/53038548255-img-20260507-wa0011.jpg"/><pubDate>Thu, 07 May 2026 14:48:46 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28154/seorang-petugas-damkar-ungkap-rasa-bangga-dan-harunya-kepada-masyarakat-kota-pekanbaru-begitu-peduli-serta-mendukung</guid></item><item><title>Polsek Enok Ungkap Kasus Narkotika Jenis Sabu, Dua Pelaku Diamankan</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28153/polsek-enok-ungkap-kasus-narkotika-jenis-sabu-dua-pelaku-diamankan</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Enok – Jajaran Unit Reskrim Polsek Enok berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polsek Enok, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Dalam pengungkapan tersebut, dua orang pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti narkotika jenis sabu dengan berat kotor total 0,34 gram.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengungkapan kasus ini dilakukan pada Rabu (06/05/2026) sekira pukul 21.30 WIB di Jalan Lintas Samudera KM 7 Desa Bagan Jaya, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kedua tersangka yang diamankan masing&#45;masing berinisial (G alias K) (39), warga Desa Bagan Jaya, dan ( S alias S) (30), warga Desa Bagan Jaya, Kecamatan Enok. Keduanya diduga berperan sebagai penjual narkotika jenis sabu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora SH, SIK melalui Kapolsek Enok IPTU Parsaulian Simanjuntak, S.H., M.H. &amp;nbsp;menjelaskan bahwa pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang menyebutkan adanya aktivitas transaksi narkotika di sekitar Jalan Lintas Samudera KM 7 Desa Bagan Jaya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Unit Reskrim Polsek Enok melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan kedua pelaku di lokasi yang dimaksud.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada saat dilakukan penggeledahan badan yang disaksikan oleh masyarakat setempat, petugas menemukan masing&#45;masing satu paket kecil sabu dari kedua tersangka dengan total berat kotor 0,34 gram,” jelasnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari tangan tersangka (G alias K )petugas menemukan satu paket kecil sabu seberat kotor 0,17 gram yang disimpan di dalam kotak rokok Ofo Bold. Sementara dari tersangka (S alias S) ditemukan satu paket kecil sabu seberat kotor 0,17 gram yang disimpan di dalam kotak rokok Surya Gudang Garam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, petugas turut mengamankan dua unit handphone yang diduga digunakan untuk aktivitas transaksi narkotika serta satu unit sepeda motor Honda Supra Fit warna hitam dengan nomor polisi BM 3914 XY.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan hasil tes urine, kedua tersangka diketahui positif menggunakan narkotika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Enok guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga terus melakukan pengembangan dan penyelidikan terkait kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 609 Ayat (1) huruf a Undang&#45;Undang RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana jo Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 Undang&#45;Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/8395124451-img-20260507-wa0007.jpg"/><pubDate>Thu, 07 May 2026 14:16:08 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28153/polsek-enok-ungkap-kasus-narkotika-jenis-sabu-dua-pelaku-diamankan</guid></item><item><title>Prof Jimmy Jadi Pendaftar Pertama Calon Rektor UNRI Periode 2026&#45;2030</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28152/prof-jimmy-jadi-pendaftar-pertama-calon-rektor-unri-periode-20262030</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com &#45; &lt;/strong&gt;Universitas Riau resmi menerima pendaftaran Prof Dr Jimmy sebagai kandidat Rektor periode 2026&#45;2030, Kamis (7/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pendaftaran dilakukan di lantai II Gedung Rektorat UNRI dan diterima langsung oleh Ketua Panitia Seleksi Calon Rektor, Prof Ismawati, bersama Prof Mahdum.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kehadiran Prof Jimmy yang saat ini menjabat Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNRI mendapat dukungan berbagi kalangan dan saat pendaftaran diantarkan oleh simpatisan, pegawai, serta dosen yang ikut mengantar berjalan kaki menuju Gedung Rektorat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suasana pendaftaran berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan dari civitas akademika.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Prof Ismawati menyampaikan bahwa proses pendaftaran calon rektor masih dibuka hingga 12 Mei 2026 dan Prof Jimmy tercatat sebagai kandidat pertama yang mendaftarkan diri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pendaftaran calon rektor masih berlangsung sampai 12 Mei mendatang, dan Prof Jimmy menjadi pendaftar pertama pada hari ini,” ujar Prof Ismawati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam keterangannya, Prof Jimmy mengatakan keputusannya maju sebagai calon rektor dilatarbelakangi perjalanan panjangnya di dunia pendidikan, khususnya di lingkungan FKIP UNRI. Ia menyebut keterlibatannya dalam kontestasi pemilihan rektor merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk memajukan kampus dan masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Perjalanan hidup saya banyak dihabiskan di dunia pendidikan, khususnya di FKIP, dan saya tumbuh dari keluarga besar UNRI. Karena itu, saya merasa memiliki tanggung jawab moral dan komitmen peradaban untuk ikut memajukan UNRI menjadi perguruan tinggi negeri yang unggul dan bermartabat sesuai visi UNRI 2035,” kata Prof Jimmy.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menilai tantangan perguruan tinggi ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan kolaborasi pentahelix antara kampus, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam memperkuat riset, inovasi, tata kelola, serta internasionalisasi kampus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“UNRI membutuhkan penguatan riset dan inovasi yang berdampak, layanan akademik yang adaptif, tata kelola yang baik, pengembangan talenta mahasiswa dan alumni, serta jejaring kerja sama internasional agar reputasi UNRI semakin kuat,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Prof Jimmy dikenal memiliki pengalaman panjang di lingkungan manajerial UNRI baik di bidang akademik, kemahasiswaan dan umum keuangan. Sebelum menjabat sebagai Dekan ia juga pernah diamanahkan sebagai Wakil Dekan Akademik dan Wakil Dekan bidang Umum Keuangan FKIP UNRI. Beliau juga diamanahkan sebagai Ketua DPW Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) Riau.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/36040612682-img-20260507-wa0005.jpg"/><pubDate>Thu, 07 May 2026 14:02:16 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28152/prof-jimmy-jadi-pendaftar-pertama-calon-rektor-unri-periode-20262030</guid></item><item><title>Sekda Inhil Hadiri Sosialisasi dan Diskusi Publik PMK 10/2026, Dorong Optimalisasi DBH Sawit untuk Akselerasi Ekonomi Daerah</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28151/sekda-inhil-hadiri-sosialisasi-dan-diskusi-publik-pmk-102026-dorong-optimalisasi-dbh-sawit-untuk-akselerasi-ekonomi-daerah</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com &lt;/strong&gt;&#45; Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Drs. Tantawi Jauhari, MM., CGRE, menghadiri sosialisasi dan diskusi publik Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Bagi Hasil (DBH) Perkebunan Sawit, Rabu (6/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan sosialisasi dan diskusi publik ini diselenggarakan oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) dengan mengusung tema “Optimalisasi Sawit: Melompat dari Hulu, Berjaya di Hilir, Akselerasi Ekonomi Daerah Lewat PMK 10/2026.”&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam kegiatan tersebut, Syahrial Abdi didapuk sebagai keynote speaker. Selain itu, diskusi turut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten, di antaranya Gulat M.E. Manurung selaku Ketua DPP APKASINDO, Hary Yulianto dari Badan Pengelola Dana Perkebunan, Sandy Firdaus dari Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan RI, Abdullah selaku Ketua Pansus Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Provinsi Riau, serta Hendry Wahyudi sebagai Wakil Ketua GAPKI Riau.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekretaris Daerah Inhil, Tantawi Jauhari, menyampaikan bahwa kehadiran Pemerintah Kabupaten Inhil dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk terus memperkuat pemahaman terhadap kebijakan fiskal pusat, khususnya yang berkaitan dengan sektor perkebunan sawit yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, PMK Nomor 10 Tahun 2026 menjadi peluang strategis bagi daerah penghasil sawit untuk meningkatkan pendapatan melalui skema DBH yang lebih optimal, transparan, dan akuntabel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Melalui sosialisasi ini, kita mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif terkait mekanisme pengelolaan DBH sawit. Ini penting agar pemanfaatannya benar&#45;benar tepat sasaran dan mampu mendorong percepatan pembangunan daerah,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Inhil akan terus mendorong sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, serta para pemangku kepentingan di sektor perkebunan, agar implementasi kebijakan ini dapat berjalan efektif di lapangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan optimalisasi pengelolaan DBH sawit, diharapkan mampu mendukung pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah sentra perkebunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan ini diharapkan pemerintah daerah, termasuk Kabupaten Inhil, dapat memahami secara komprehensif kebijakan terbaru terkait pengelolaan DBH sawit, sehingga mampu mengoptimalkan pemanfaatannya guna mendorong pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/82656815946-img_20260507_131309.jpg"/><pubDate>Thu, 07 May 2026 13:14:58 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28151/sekda-inhil-hadiri-sosialisasi-dan-diskusi-publik-pmk-102026-dorong-optimalisasi-dbh-sawit-untuk-akselerasi-ekonomi-daerah</guid></item><item><title>Warga Tanam Pohon Pisang dan Sawit di Jalan Rusak, Sindir Janji Politik yang Dinilai Tinggal Janji</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28150/warga-tanam-pohon-pisang-dan-sawit-di-jalan-rusak-sindir-janji-politik-yang-dinilai-tinggal-janji</link><description>&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;KUANTAN SINGINGI&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;strong&gt; (&lt;/strong&gt;&lt;a href=&quot;KilasRiau.com&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210,75%,60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kilas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0,75%,60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Riau.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;) – Kekesalan warga terhadap kondisi jalan rusak di ruas Simpang Sambung menuju Sungai Bawang, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, semakin memuncak. Tak hanya memasang tanda di tengah jalan berlubang, warga bahkan menanam pohon pisang dan Sawit sebagai bentuk protes terhadap kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki.&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://www.kilasriau.com/gambar/images/69fc21f2da030.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Kerusakan disebut bukan hanya berada di satu titik, melainkan membentang cukup panjang di sepanjang ruas jalan tersebut. Aspal yang terkelupas, lubang besar, genangan air, hingga badan jalan yang rusak parah menjadi pemandangan sehari&#45;hari bagi masyarakat yang melintas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Bukan cuma satu titik bang, sepanjang jalan ini rusak parah. Bahkan di tanjakan juga rusaknya sangat parah,” ungkap seorang warga kepada media. Kamis (7/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurut warga, kondisi itu sudah sering memicu kecelakaan. Kendaraan roda dua maupun roda empat kerap kehilangan kendali, terutama saat melintasi tanjakan berbatu, berlobang dan jalan licin usai hujan turun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Tak jarang motor maupun mobil nyungsap, keluar badan jalan sampai masuk parit,” lanjutnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pohon pisang dan sawit yang ditanam warga di tengah jalan disebut bukan sekadar penanda lubang atau aksi iseng semata. Di balik itu, tersimpan kekecewaan mendalam masyarakat terhadap janji&#45;janji politik yang dinilai hanya muncul saat musim pemilu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Pohon pisang dan sawit ini bukan hanya bentuk protes perbaikan jalan. Ini untuk membuktikan janji pemimpin saat mencari suara waktu pemilu, baik bupati maupun anggota DPRD,” kata warga lainnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Warga menilai, setelah para pemimpin terpilih dan duduk di kursi jabatan, aspirasi masyarakat seakan dilupakan. Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga itu tetap dibiarkan rusak tanpa perhatian serius.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Setelah duduk mereka lupa dengan janji yang dulu diucapkan. Bahkan terkesan tidak peduli,” ujarnya dengan nada kecewa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi tersebut kini ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warga berharap pemerintah daerah segera turun langsung melihat kondisi di lapangan dan mengambil langkah nyata sebelum kerusakan semakin parah serta menimbulkan korban kecelakaan yang lebih serius.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bagi masyarakat Sungai Bawang, Air Emas, Sungai Sirih, Pasir Emas, Sungai Kuning, Petai Baru dan sekitarnya, jalan bukan sekadar infrastruktur biasa. Jalan adalah akses kehidupan, jalur ekonomi, pendidikan, hingga penghubung harapan masyarakat desa dengan pusat pemerintahan.&lt;strong&gt;*(ald)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/11846027561-screenshot_2026-05-07-10-35-03-69_a23b203fd3aafc6dcb84e438dda678b6.jpg"/><pubDate>Thu, 07 May 2026 11:13:03 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28150/warga-tanam-pohon-pisang-dan-sawit-di-jalan-rusak-sindir-janji-politik-yang-dinilai-tinggal-janji</guid></item><item><title>Menaker Tegaskan Pentingnya Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan Magang</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28149/menaker-tegaskan-pentingnya-sertifikasi-kompetensi-bagi-lulusan-magang</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Bogor — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya sertifikasi kompetensi bagi lulusan program pemagangan nasional sebagai pengakuan formal atas keterampilan yang dimiliki, sekaligus untuk memperkuat posisi mereka di pasar kerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk itu, pemerintah memfasilitasi sertifikasi bagi peserta yang telah menyelesaikan program pemagangan guna meningkatkan daya saing tenaga kerja.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Sertifikasi kompetensi ini kami berikan secara cuma&#45;cuma sebagai bentuk apresiasi sekaligus modal bagi para peserta. Kami ingin lulusan magang tidak hanya membawa pengalaman praktis, tetapi juga memiliki bukti formal yang diakui secara luas oleh industri,” ujar Yassierli saat meninjau pelaksanaan program pemagangan nasional di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Gunung Puteri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lebih lanjut, Yassierli mengungkapkan bahwa sebagian peserta magang telah terserap sebagai karyawan tetap di perusahaan tempat mereka berlatih, sementara lainnya masih dalam tahap evaluasi. Hal ini menunjukkan bahwa dunia usaha mempertimbangkan kontribusi nyata peserta selama masa pemagangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, perusahaan memiliki parameter objektif dalam menentukan standar sumber daya manusia yang akan direkrut guna mendukung produktivitas. Karena itu, peserta diingatkan untuk terus menunjukkan kapasitas dan etos kerja sejak awal mengikuti program.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Perusahaan akan merekrut tenaga kerja yang mampu memberikan kontribusi nyata. Manfaatkan masa magang ini untuk menunjukkan kualitas dan kompetensi sebagai profesional,” katanya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yassierli juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara pengelola program, peserta, dan perusahaan mitra. Ia berharap sinergi tersebut dapat terus terjaga guna mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dengan kombinasi pengalaman kerja lapangan dan sertifikasi kompetensi, pemerintah optimistis kualitas tenaga kerja nasional akan semakin selaras dengan dinamika industri,” ucapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu peserta magang, Sofi Khairunnisa (23), yang ditempatkan di bagian warehouse administration, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut. Ia menilai lingkungan kerja memberikan kesempatan untuk menerapkan teori yang diperoleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Program magang ini sangat berbeda dengan teori di kampus. Lingkungan warehouse lebih dinamis dan fleksibel, sehingga saya dapat melatih kemampuan mengambil keputusan secara cepat serta beradaptasi di lapangan,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, sebanyak 32 peserta magang dari Batch 2 dan Batch 3 telah ditempatkan di berbagai posisi di PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk, Gunung Puteri, mulai dari bidang administrasi hingga teknis seperti Continuous Improvement (CI) yang berfokus pada efisiensi produksi dan pemeliharaan mandiri.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/79766012798-whatsapp_image_2026-05-06_at_20.jpeg"/><pubDate>Thu, 07 May 2026 06:40:19 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28149/menaker-tegaskan-pentingnya-sertifikasi-kompetensi-bagi-lulusan-magang</guid></item><item><title>BGN Riau Ambil Tindakan Tegas! Dapur MBG Al Fazza 2 Tualang Resmi di&#45;Suspend dan Wajib Relokasi Pasca Temuan Investigasi</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28148/bgn-riau-ambil-tindakan-tegas-dapur-mbg-al-fazza-2-tualang-resmi-disuspend-dan-wajib-relokasi-pasca-temuan-investigasi</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Siak, &lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210,75%,60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kilas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0,75%,60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;riau.com &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0,0%,0%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;– &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Perjuangan mengungkap risiko kesehatan di balik dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tualang membuahkan hasil nyata. Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Riau secara resmi menyatakan telah menjatuhkan sanksi pembekuan operasional (suspend) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Fazza 2 Tualang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Keputusan tegas ini diambil setelah munculnya gelombang protes dan pemberitaan investigasi terkait lokasi dapur yang nekat beroperasi di bawah bekas sarang burung walet serta berdekatan dengan sarang walet aktif.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dalam konfirmasi tertulis melalui pesan singkat kepada &lt;span style=&quot;color:hsl(210,75%,60%);&quot;&gt;⁠⁠&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0,75%,60%);&quot;&gt;⁠⁠⁠⁠⁠&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210,75%,60%);&quot;&gt;Kilas&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0,75%,60%);&quot;&gt;riau.com &lt;/span&gt;pada Rabu malam, Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Provinsi Riau, Achmad Wardana ST, M.Han, memberikan pernyataan singkat namun tegas mengenai nasib dapur yang menyuplai makanan untuk ribuan siswa tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;i&gt;&quot;Iya pak maaf kami sedang dalam perjalanan. SPPG tersebut sudah di&#45;suspend untuk relokasi,&quot;&lt;/i&gt; tulis Ahmad Wardan secara eksklusif, Rabu (6/5/2026).&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pernyataan ini sekaligus menggugurkan klaim&#45;klaim sebelumnya dari pihak mitra maupun oknum terkait yang bersikeras bahwa dapur tersebut sudah &quot;steril&quot; dan layak beroperasi. Status &lt;i&gt;suspend&lt;/i&gt; ini menunjukkan bahwa BGN Pusat melalui perwakilannya di Riau tidak menoleransi adanya pelanggaran terhadap Petunjuk Teknis (Juknis) keamanan pangan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sanksi &lt;i&gt;suspend&lt;/i&gt; untuk relokasi ini merupakan langkah maju dalam melindungi kesehatan ribuan siswa di Tualang dari ancaman kontaminasi biologis seperti bakteri &lt;i&gt;Salmonella&lt;/i&gt; dan jamur berbahaya yang bersumber dari kotoran walet.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Langkah BGN Riau ini sejalan dengan titah Wakil Kepala BGN Pusat, Nanik Sudaryati Deyang, yang menegaskan bahwa dapur di area berisiko tinggi seperti sarang walet adalah pelanggaran berat yang tidak bisa ditawar dengan alasan sterilisasi permukaan saja.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Meski sudah di&#45;&lt;i&gt;suspend&lt;/i&gt;, &lt;span style=&quot;color:hsl(210,75%,60%);&quot;&gt;⁠⁠⁠⁠&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0,75%,60%);&quot;&gt;⁠⁠⁠⁠&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0, 0%, 0%);&quot;&gt;awak media &lt;/span&gt;akan terus memantau proses relokasi ini untuk memastikan unit pelayanan gizi yang baru nantinya benar&#45;benar berada di lokasi yang higienis sesuai standar nasional. Keputusan BGN Riau ini juga menjadi peringatan keras bagi mitra SPPG lainnya di seluruh Provinsi Riau agar tidak main&#45;main dengan standar sanitasi yang telah ditetapkan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Masyarakat Tualang kini bernapas lega, mengetahui bahwa negara hadir dan bertindak tegas ketika keselamatan anak&#45;anak sekolah dipertaruhkan oleh kepentingan operasional yang mengabaikan sains kesehatan.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/81816624815-20260506_222356.jpg"/><pubDate>Wed, 06 May 2026 22:38:35 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28148/bgn-riau-ambil-tindakan-tegas-dapur-mbg-al-fazza-2-tualang-resmi-disuspend-dan-wajib-relokasi-pasca-temuan-investigasi</guid></item><item><title>Soroti Minim Keterbukaan, Mahasiswa Unilak Desak Transparansi Penggunaan Dana Kampus</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28147/soroti-minim-keterbukaan-mahasiswa-unilak-desak-transparansi-penggunaan-dana-kampus</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; – Di tengah memuncaknya aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak), kabar mengenai ketidakhadiran Rektor, Junaidi, justru memicu kemarahan baru. Informasi yang beredar menyebut pimpinan kampus berada di luar negeri, bahkan disebut sedang “healing”.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Situasi ini menyulut kekecewaan mendalam di kalangan mahasiswa yang berharap adanya dialog langsung. Alih&#45;alih mendapat jawaban, mereka merasa ditinggalkan di tengah tuntutan yang semakin mendesak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Kami di sini pusing menagih kepastian keselamatan, tapi Rektor malah asyik jalan&#45;jalan ke luar negeri! Ini sudah menyimpang dari fungsi utamanya. Seharusnya Rektor fokus mengurus akademik dan Tri Dharma, bukan malah sibuk bermain di area pembangunan yang merupakan urusan Yayasan. Kami mendesak aparat dan Yayasan segera mengaudit gedung 10 miliar itu sebelum memakan korban, jangan sampai roboh seperti turap kemarin!&quot; — Munawar Harahap, Jendral Lapangan GAMPU.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mahasiswa kembali menyoroti minimnya keterbukaan terkait penggunaan dana kampus. Tidak adanya laporan yang mudah diakses dinilai memperbesar dugaan adanya praktik pengelolaan yang tidak akuntabel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Isu proyek turap yang roboh kembali mencuat, diperparah dengan keputusan pemberian proyek baru berupa gedung belajar serbaguna bernilai 10 milliar rupiah kepada kontraktor yang sama. Bagi mahasiswa, ini bukan lagi sekadar kebijakan yang keliru.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kenaikan biaya pendidikan yang tidak diiringi peningkatan fasilitas juga menjadi bahan bakar kemarahan mahasiswa. Mereka menilai kampus semakin membebani, tanpa memberikan transparansi yang layak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aksi ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya pada 28 April 2026. Namun hingga kini, mahasiswa menilai belum ada respons berarti dari pihak kampus terhadap tuntutan transparansi keuangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aliansi mahasiswa pun dibuat semakin geram ketika yang hadir menemui massa bukan sang Rektor, melainkan Wakil Rektor III (Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerjasama), Dr. Hardi, S.E., M.M. Kedatangan Dr. Hardi justru dinilai memperkeruh suasana karena ia dianggap lebih memilih membela kebijakan Rektor dengan mencari berbagai alasan pembenaran terkait proyek turap yang roboh ketimbang memberikan solusi konkret. Sikap tersebut membuat aliansi mahasiswa menyatakan ketidakpuasan mendalam karena aspirasi mereka seolah hanya dijawab dengan pembelaan sepihak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ketidakjelasan ini justru mempertegas jarak antara pimpinan kampus dan mahasiswa. Massa aksi memastikan tekanan akan terus berlanjut hingga ada jawaban yang jelas dan terbuka.(yan)&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/92352793506-img-20260506-wa0032.jpg"/><pubDate>Wed, 06 May 2026 22:15:46 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28147/soroti-minim-keterbukaan-mahasiswa-unilak-desak-transparansi-penggunaan-dana-kampus</guid></item><item><title>PT IKPP Perawang Gelar Pelatihan Strategi Pengembangan Bisnis, Dorong UMKM Binaan Berkembang Pesat di Pasaran</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28146/pt-ikpp-perawang-gelar-pelatihan-strategi-pengembangan-bisnis-dorong-umkm-binaan-berkembang-pesat-di-pasaran</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Siak, &lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210, 75%, 60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kilas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0, 75%, 60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;riau.com &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0, 0%, 0%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;– &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;PT Indah Kiat Pulp and Paper (PT IKPP) Perawang Mills tampak begitu bersemangat dalam mewujudkan Ekomoni kreatif mandiri untuk masyarakat di wilayah operasional perusahaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Unit Usaha APP Group tersebut, seakan&#45;akan tak pernah lelah memberikan kontribusi nyata membantu pemerintah dalam mengembangkan potensi SDM di wilayah operasional perusahaan.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lebih dari seratusan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Tualang dan sekitarnya, menjadi UMKM binaan dari Koorporasi Kertas Terbesar di Asia Tenggara itu.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Bukan hanya program seremonial semata, melalui program CSR, UMKM binaan PT IKPP itu diberikan kesempatan mengikuti pelatihan, pinjaman modal usaha hingga pendampingan pemasaran produk&#45;produk unggulan para UMKM.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Seperti halnya kegiatan yang digelar hari ini, PT IKPP menggelar pelatihan Strategi Pengembangan Bisnis dengan tema &apos;Start Smart, Grow Big&apos; yang diikuti oleh 60 orang UMKM binaan di aula Bunut, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau Rabu 6 Mei 2026.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pelatihan itu mendatangkan narasumber dari Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI), dan juga pemilik Platform media sosial informasi lokal #PKU_City, serta berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Siak.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pimpinan Public affair PT IKPP Perawang, Armadi SE, ME mengatakan, ditengah dinamika dunia usaha yang semakin kompetitif, kemampuan untuk beradaptasi, berinovasi serta memahami peluang pasar menjadi kunci utama keberhasilan suatu usaha.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Oleh karena itu, kita berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Siak untuk menggelar pelatihan yang bertemakan Start Smart, Grow Big ini, agar para pelaku UMKM binaan kita dapat memiliki pengetahuan teoritis dan ketrampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam mengembangkan usaha masing&#45;masing para pelaku UMKM,&quot; ungkapnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pimpinan Humas PT IKPP itu juga berharap, dengan digelarnya pelatihan Strategi Pengembangan Bisnis tersebut, para peserta dapat meningkatkan kapasitas, baik dari sisi manajemen, usaha, pemasaran, inovasi produk hingga pengembangan jaringan bisnis, baik itu lokal hingga ke mancanegara.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Kami mengajak kepada seluruh peserta untuk dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius, semangat dan aktif berdiskusi bersama narasumber. Jadikanlah kesempatan ini sebagai langkah awal untuk memulai usaha secara cerdas dan berkelanjutan,&quot; harapnya.&lt;br&gt;&lt;img src=&quot;https://www.kilasriau.com/gambar/images/69fb460d5afea.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;Dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Siak, Tengku Musa SE, MH, mengucapkan terimakasih dan apresiasi terhadap PT IKPP yang terus komitmen dalam membantu pemerintah memberdayakan masyarakat.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Kami sangat mengapresiasi atas upaya memberdayakan masyarakat yang luar biasa dilakukan oleh PT IKPP ini, semoga program CSR ini dapat digelar secara berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat luas,&quot; ucapnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kadis Perindagkop Siak itu juga mengatakan, ditengah perkembangan zaman dan teknologi ini, para pelaku UMKM juga harus lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usaha.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Menurutnya, dengan pelatihan Strategi Pengembangan Bisnis ini, para pelaku UMKM dapat memiliki pengetahuan dan solusi terkait pengembangan produk usaha di pasaran Global.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Saat ini ada program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih, tentunya ini adalah peluang besar bagi bapak ibu para pelaku UMKM lokal, jangan disia&#45;siakan pelatihan ini, ikutilah pelatihan ini dengan serius agar kelak produk usaha bapak ibu bisa terus berkembang hingga ke mancanegara,&quot; katanya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sementara itu, Hidayatullah Ramadhan yang merupakan salah satu dari 60 orang peserta pelatihan itu mengaku sangat senang bisa diberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pemilik usaha Rumah Donat Dayat itu menceritakan berbagai kendala dan tantangan dalam mengelola usahanya pasca pandemi Covid&#45;19, seperti strategi pengembangan usaha, manajemen keuangan usaha, dan pemasaran produk melalui konten di media sosial.&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Ditengah perkembangan teknologi pasca covid&#45;19, tantangan demi tantangan berwirausaha semakin sulit. Kami harus berfikir ekstra dengan mencoba berbagai cara agar produk&#45;produk yang kami miliki dapat dikenal oleh pasaran. Oleh karena itu, tentunya pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami,&quot; ucapnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pemuda yang kerap disapa Dayat itu juga mengucapkan rasanya syukurnya menjadi UMKM binaan PT IKPP Perawang. Ia menyebut, sejak dirinya bergabung menjadi UMKM binaan, PT IKPP selalu membantu mencarikan solusi bagi para pelaku UMKM disetiap kendala yang dihadapi oleh binaannya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Alhamdulillahnya kami adalah UMKM binaan PT IKPP Perawang, berbagai solusi dari banyaknya kendala terus diberikan ke kami agar kami para pelaku UMKM bisa berkembang, kami sangat berterimakasih kepada seluruh manajemen perusahaan, semoga kebaikan perusaan terhadap kami menjadi jembatan kesuksesan bagi Koorporasi kertas terbesar di Asia Tenggara ini dan terus berkembang bersama masyarakat,&quot; ujarnya.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kegiatan pelatihan tersebut tampak berlangsung sesuai dengan tujuannya. Tanya jawab para peserta dan narasumber membuktikan keseriusan para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya masing&#45;masing.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/6683857630-20260506_204132.jpg"/><pubDate>Wed, 06 May 2026 20:46:41 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28146/pt-ikpp-perawang-gelar-pelatihan-strategi-pengembangan-bisnis-dorong-umkm-binaan-berkembang-pesat-di-pasaran</guid></item><item><title>Progres Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Batang Tuaka Capai 95 Persen</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28145/progres-pembangunan-jembatan-merah-putih-presisi-di-batang-tuaka-capai-95-persen</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&amp;nbsp;&lt;/strong&gt; – Pembangunan dan perbaikan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 2 di wilayah hukum Polsek Batang Tuaka terus menunjukkan progres signifikan.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga Rabu (06/05/2026) sore, pengerjaan jembatan yang berlokasi di Dusun Pangkalan Baru, Desa Tasik Raya, Kecamatan Batang Tuaka telah mencapai 95 persen.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolsek Batang Tuaka, IPTU Andrianto, SH, MH, dengan melibatkan personel gabungan dari Polsek Batang Tuaka, Satbrimob Polda Riau, Ditsamapta Polda Riau, serta Ditpolairud Polda Riau. Selain itu, proses pengerjaan juga didukung oleh tenaga tukang dan partisipasi aktif masyarakat setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adapun fokus pekerjaan saat ini meliputi pengecoran oprit jembatan, pengecatan lantai (loning), serta pengecatan pagar jembatan. Jembatan dengan panjang 37 meter dan lebar 2,5 meter tersebut diharapkan dapat segera difungsikan guna menunjang aktivitas warga sehari&#45;hari.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selama proses pengerjaan berlangsung, tidak ditemukan kendala berarti. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dalam situasi yang aman dan kondusif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolsek Batang Tuaka IPTU Andrianto menyampaikan harapannya agar pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi ini dapat segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi mobilitas serta perekonomian masyarakat di Desa Tasik Raya dan sekitarnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/60816604968-img-20260506-wa0028.jpg"/><pubDate>Wed, 06 May 2026 18:42:03 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28145/progres-pembangunan-jembatan-merah-putih-presisi-di-batang-tuaka-capai-95-persen</guid></item><item><title>Nyawa Ribuan Siswa Jadi Taruhan? Dapur MBG Tualang Nekat Beroperasi di Bawah Bekas Sarang Walet</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28144/nyawa-ribuan-siswa-jadi-taruhan-dapur-mbg-tualang-nekat-beroperasi-di-bawah-bekas-sarang-walet</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Siak, &lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210, 75%, 60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kilas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0, 75%, 60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;riau.com &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0, 0%, 0%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;– &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Standar keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tualang tengah menjadi perhatian serius. Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Faza 2, yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Al Ikhlas Siak, diketahui beroperasi di ruko yang lantai atasnya merupakan bekas sarang burung walet.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait potensi kontaminasi biologis, mengingat ketatnya Petunjuk Teknis (Juknis) dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang melarang dapur publik berdekatan dengan sumber pencemaran.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pihak mitra SPPG Al Faza 2, Lila, menegaskan bahwa lokasi tersebut telah memenuhi syarat sebelum beroperasi. Menurutnya, ruangan telah melalui proses sterilisasi dan telah ditinjau oleh pihak terkait.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Kalau walet itu kemarin sudah dikonfirmasi dan disurvei oleh Ibu Lisa selaku Korwil BGN. Ruangan sudah disterilisasikan dan IPAL sudah ada,&quot; ujar Lila melalui pesan singkat saat dikonfirmasi awak media. Klaim ini menjadi dasar bagi mitra bahwa dapur yang menyuplai makanan untuk ribuan siswa tersebut layak beroperasi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Namun, fakta berbeda terungkap dari otoritas kesehatan setempat. Petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Perawang, Ibnu Zikri, mengakui pihaknya telah menerbitkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) meski mengetahui status bangunan tersebut sebagai bekas sarang walet.&lt;br&gt;&lt;img src=&quot;https://www.kilasriau.com/gambar/images/69fb15ef59e06.jpg&quot;&gt;&lt;br&gt;Ibnu mengakui bahwa penerbitan sertifikat tersebut didasarkan pada laporan lisan mitra yang menyatakan ruangan sudah ditutup penuh, namun pihaknya belum melakukan uji laboratorium khusus di lantai dua ruko tersebut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&quot;Pihak mitra mengatakan sudah ditutup full. Terkait uji lab di lantai atas memang belum dilakukan, nanti kami inspeksi lagi,&quot; ujar Ibnu pada, Rabu (6/5/2026).&amp;nbsp;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Terkait keberadaan sarang walet aktif di ruko sebelah, Ibnu mengaku belum mengetahui detail hal tersebut dan berjanji akan melakukan pengecekan ulang.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Persoalan ini menjadi kontradiktif jika merujuk pada pernyataan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang. Dalam berbagai inspeksi nasional, Nanik secara tegas menginstruksikan bahwa dapur SPPG yang menyatu atau berdekatan dengan sarang walet wajib direlokasi demi menjamin keamanan pangan dari risiko bakteri &lt;i&gt;Salmonella&lt;/i&gt; dan jamur &lt;i&gt;Histoplasma&lt;/i&gt;.&lt;br&gt;&lt;br&gt;Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap adanya pengawasan yang lebih ketat dan transparan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Siak serta BGN Provinsi Riau untuk memastikan jatah makanan bagi ribuan siswa di Tualang benar&#45;benar bebas dari risiko pencemaran lingkungan.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/92026858757-20260506_171657.jpg"/><pubDate>Wed, 06 May 2026 17:23:29 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28144/nyawa-ribuan-siswa-jadi-taruhan-dapur-mbg-tualang-nekat-beroperasi-di-bawah-bekas-sarang-walet</guid></item><item><title>Bimtek dan Evaluasi 10 Program Pokok PKK Perkuat Kelembagaan Desa di Inhil 2026</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28143/bimtek-dan-evaluasi-10-program-pokok-pkk-perkuat-kelembagaan-desa-di-inhil-2026</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasrisu.com&lt;/strong&gt; – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Evaluasi 10 Program Pokok PKK sekaligus penguatan kelembagaan desa di Tembilahan, pada 5–6 Mei 2026.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini diikuti para pengurus dan kader PKK dari berbagai desa dan kelurahan se&#45;Kabupaten Indragiri Hilir, serta turut dihadiri Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Indragiri Hilir, Safarina Tantawi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman serta kapasitas kader PKK dalam menjalankan 10 program pokok PKK, sekaligus memperkuat peran Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam pembangunan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pemaparan Kepala Dinas PMD Indragiri Hilir, Yuliargo, dijelaskan bahwa LKD dibentuk atas prakarsa pemerintah desa bersama masyarakat dengan memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, berkedudukan di desa atau kelurahan setempat, memberi manfaat bagi masyarakat, memiliki kepengurusan tetap, serta tidak berafiliasi dengan partai politik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“LKD harus mampu menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia menambahkan, hubungan kerja antara LKD dan pemerintah desa bersifat kemitraan, dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersifat konsultatif, serta dengan lembaga kemasyarakatan lainnya bersifat koordinatif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sementara itu, 10 program pokok PKK tetap menjadi fokus utama dalam kegiatan ini, di antaranya pengembangan kehidupan berkoperasi, pelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan sehat dalam keluarga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Melalui program PKK, kita harapkan kesejahteraan keluarga dan kualitas hidup masyarakat dapat terus meningkat,” tambahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui kegiatan ini, diharapkan kapasitas kader PKK semakin meningkat serta mampu mengoptimalkan peran kelembagaan desa dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Indragiri Hilir.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/14343918023-img-20260506-wa0024.jpg"/><pubDate>Wed, 06 May 2026 16:24:49 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28143/bimtek-dan-evaluasi-10-program-pokok-pkk-perkuat-kelembagaan-desa-di-inhil-2026</guid></item><item><title>Dukung SPAC Techno VI SMKN 1 Teluk Kuantan, Asadel Land Hadirkan Semangat Pendidikan dan Bonus Spesial Kepemilikan Rumah</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28142/dukung-spac-techno-vi-smkn-1-teluk-kuantan-asadel-land-hadirkan-semangat-pendidikan-dan-bonus-spesial-kepemilikan-rumah</link><description>&lt;p&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;TELUK KUANTAN&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;strong&gt; (&lt;/strong&gt;&lt;a href=&quot;KilasRiau.com&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210, 75%, 60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kilas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0, 75%, 60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Riau.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;)– Komitmen dunia usaha dalam mendukung kemajuan pendidikan kembali ditunjukkan Asadel Land dan Cibria Townhouse pada gelaran SPAC Techno VI dalam rangka Milad ke&#45;57 SMKN 1 Teluk Kuantan, Rabu (6/5/2026).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://www.kilasriau.com/gambar/images/69facf54e8d4e.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;Pada kegiatan yang berlangsung meriah tersebut, Direktur Asadel diwakili oleh Manager Asadel Land dan Cibria Townhouse, Endrygo, yang lebih dikenal dengan sapaan Datuk Mangkuto Jilelo (DMJ). Kehadiran pihak Asadel menjadi salah satu sorotan, mengingat perusahaan properti tersebut tak hanya hadir sebagai sponsor, tetapi juga membawa semangat kolaborasi antara dunia pendidikan dan dunia industri.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di hadapan ratusan peserta lomba, guru, kepala sekolah, dan tamu undangan, DMJ menegaskan bahwa keberhasilan generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan teori di ruang kelas, tetapi juga harus dibekali pengalaman nyata dan pembentukan karakter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Ilmu secara teori, praktikum kerja nyata, dan karakter adalah keberhasilan. Tiga hal inilah yang akan membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tegas DMJ disambut tepuk tangan para peserta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menurutnya, SPAC Techno VI menjadi wadah yang sangat strategis untuk mempertemukan dunia pendidikan dengan dunia usaha dan industri, sehingga para pelajar sejak dini dapat melihat secara langsung peluang masa depan yang bisa mereka raih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap suksesnya kegiatan tersebut, DMJ juga menyampaikan komitmen khusus dari Asadel Land selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Saya menjamin penuh dukungan untuk acara SPAC Techno ini hingga beberapa hari ke depan. Bahkan Asadel Land menyiapkan bonus spesial bagi masyarakat yang mengambil kesempatan memiliki hunian di Perumahan Asadel Land selama momentum kegiatan ini berlangsung,” ungkapnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pernyataan itu langsung menarik perhatian para tamu undangan, terutama kalangan orang tua dan masyarakat yang hadir di area expo.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tak hanya memperkenalkan dunia properti, kehadiran Asadel Land juga membawa pesan bahwa investasi terbaik bukan hanya pada bangunan, tetapi juga pada masa depan generasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan konsep hunian yang mengedepankan kenyamanan, keamanan, dan lokasi strategis di Kabupaten Kuantan Singingi, Asadel Land terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pengembang yang aktif mendukung kegiatan sosial, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia di daerah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Melalui momentum SPAC Techno VI, Asadel Land seolah ingin menegaskan bahwa membangun rumah bukan sekadar menghadirkan tempat tinggal, tetapi juga ikut membangun mimpi, harapan, dan masa depan masyarakat Kuantan Singingi.&lt;strong&gt;*(ald)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/73933497555-img20260506120710.jpg"/><pubDate>Wed, 06 May 2026 12:19:55 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28142/dukung-spac-techno-vi-smkn-1-teluk-kuantan-asadel-land-hadirkan-semangat-pendidikan-dan-bonus-spesial-kepemilikan-rumah</guid></item><item><title>Antrean BBM dan Stok BBM Normal, Polsek Tempuling tetap Kawal SPBU di Tempuling</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28141/antrean-bbm-dan-stok-bbm-normal-polsek-tempuling-tetap-kawal-spbu-di-tempuling</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com, &lt;/strong&gt;Tempuling – Guna &amp;nbsp;kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta mencegah antrean panjang dan penyalahgunaan BBM subsidi, jajaran Polsek Tempuling melaksanakan kegiatan pengamanan dan monitoring di wilayah hukumnya, Rabu (06/05/2026) pagi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kanit Samapta Polsek Tempuling, IPDA Basar Hutahaean, S.H., dengan melibatkan personel di antaranya PS Kasium Aipda Syarwani dan Bhabinkamtibmas Desa Karya Tunas Jaya Bripka Agus.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Monitoring dilaksanakan di SPBU Putra Sindo Tempuling yang berlokasi di Jalan Propinsi, Kelurahan Tempuling, Kecamatan Tempuling, Kabupaten Indragiri Hilir. Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan langsung terhadap stok dan distribusi berbagai jenis BBM.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari hasil pengecekan, ketersediaan BBM di SPBU tersebut terpantau dalam kondisi aman. Stok Pertalite tercatat sebanyak 46.525 liter dengan distribusi harian. Pertamax 92 tersedia 13.054 liter, Dexlite 8.630 liter, Bio Solar B40 sebanyak 65,51 liter dengan distribusi harian, Pertamax Turbo 11.766 liter, serta Pertamina Dex sebanyak 17.620 liter.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, terdapat penyesuaian harga BBM yang berlaku sejak 5 Mei 2026, di antaranya Pertamax Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, Dexlite Rp27.150 per liter, dan Pertamina Dex Rp29.100 per liter. Sementara harga Pertalite dan Bio Solar B40 tidak mengalami perubahan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam pelaksanaan kegiatan, petugas juga melakukan koordinasi dengan pengawas dan pihak keamanan SPBU, memantau antrean kendaraan, serta memastikan distribusi BBM berjalan lancar tanpa hambatan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;“Dari hasil monitoring, tidak ditemukan antrean panjang maupun aksi pembelian berlebihan (panic buying). Situasi di SPBU terpantau aman dan kondusif,” ujar IPDA Basar Hutahaean.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pihak kepolisian juga mengimbau kepada pengelola SPBU agar tidak melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi. Langkah ini bertujuan untuk mencegah kelangkaan BBM serta meningkatkan kesadaran hukum di tengah masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat kepolisian semakin meningkat, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban (kamtibmas) terus terjaga.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hingga saat ini, kegiatan pengamanan dan monitoring masih berlangsung dengan situasi yang tetap aman, tertib, dan terkendali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K,melalui Kapolsek Tempuling IPTU Delni Atma Saputra, SH., MH menyampaikan bahwa pihaknya memastikan ketersediaan dan distribusi BBM di wilayah Tempuling dalam kondisi aman dan terkendali.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Polsek Tempuling terus melakukan pengawasan dan monitoring untuk mencegah antrean panjang serta penyalahgunaan BBM subsidi. Saat ini situasi terpantau normal, dan kami akan terus hadir guna menjamin kelancaran distribusi serta menjaga kondusifitas kamtibmas,” tegasnya.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/76235169013-img-20260506-wa0006.jpg"/><pubDate>Wed, 06 May 2026 09:46:45 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28141/antrean-bbm-dan-stok-bbm-normal-polsek-tempuling-tetap-kawal-spbu-di-tempuling</guid></item><item><title>Seolah Kebal Hukum, Usaha Walet Tanpa Izin Menjamur di Jantung Baserah dan Resahkan Warga</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28140/seolah-kebal-hukum-usaha-walet-tanpa-izin-menjamur-di-jantung-baserah-dan-resahkan-warga</link><description>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;strong&gt;BASERAH&lt;/strong&gt;&lt;/i&gt;&lt;strong&gt;, KUANSING (&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;KilasRiau.com&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(210, 75%, 60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Kilas&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color:hsl(0, 75%, 60%);&quot;&gt;&lt;strong&gt;Riau.com&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;&lt;strong&gt;) – Keresahan warga di Kelurahan Pasar Usang, Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, kian memuncak. Sedikitnya 10 unit ruko di kawasan tersebut diduga telah dialihfungsikan menjadi usaha sarang burung walet tanpa izin resmi. Ironisnya, aktivitas yang disebut warga menimbulkan kebisingan ekstrem itu berada tak jauh dari kantor polisi.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;figure class=&quot;image&quot;&gt;&lt;img src=&quot;https://www.kilasriau.com/gambar/images/69faa7ae0eb5a.jpg&quot;&gt;&lt;/figure&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Suara pemanggil burung walet yang meraung nyaris tanpa jeda, dari pagi hingga malam, kini menjadi “teror” bagi warga sekitar. Lingkungan yang seharusnya menjadi ruang istirahat, berubah menjadi kawasan penuh kebisingan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan semakin hari semakin mengganggu kenyamanan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;“Kami sudah sangat terganggu. Suaranya keras sekali setiap hari, dari pagi sampai malam. Jangankan untuk istirahat, untuk berbincang di rumah saja harus meninggikan suara,” ungkap warga kepada awak media, Selasa (5/5/2026).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Yang membuat masyarakat semakin heran, deretan bangunan usaha sarang walet itu berada tidak jauh dari Mapolsek Kuantan Hilir. Namun hingga kini, belum terlihat adanya langkah penertiban ataupun tindakan hukum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Kondisi itu memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;“Lucunya, lokasinya dekat dengan Polsek. Tapi sampai sekarang seperti tidak tersentuh. Masyarakat jadi bertanya&#45;tanya, apakah memang dibiarkan?” katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Persepsi “kebal hukum” pun mulai berkembang di tengah masyarakat akibat minimnya tindakan nyata dari pihak berwenang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Selain persoalan kebisingan, usaha sarang walet tersebut juga diduga belum mengantongi legalitas usaha sebagaimana ketentuan perizinan berusaha. Bahkan, menurut warga, jumlah bangunan walet di kawasan Pasar Usang justru terus bertambah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;“Setahu kami tidak ada izin. Tapi malah makin banyak. Ini yang membuat kami khawatir, jangan sampai kawasan permukiman berubah total tanpa aturan,” ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Bangunan&#45;bangunan bertingkat yang bagian atasnya dimodifikasi khusus untuk budidaya walet kini tampak menjamur di sepanjang kawasan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan pengecekan legalitas sekaligus penertiban.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;“Kami tidak anti usaha, tapi kalau mengganggu masyarakat dan tidak berizin, harus ada tindakan tegas. Jangan masyarakat terus yang dirugikan,” tegas warga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Keberadaan usaha sarang walet tanpa izin serta menimbulkan gangguan lingkungan berpotensi bertentangan dengan sejumlah ketentuan hukum, di antaranya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Undang&#45;Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah dalam pengawasan dan penertiban usaha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Undang&#45;Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, terkait larangan kegiatan yang menimbulkan pencemaran maupun gangguan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Ketentuan Perizinan Berusaha berbasis OSS&#45;RBA, yang mewajibkan pelaku usaha memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin operasional.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Peraturan daerah terkait ketertiban umum dan pengelolaan usaha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Jika dibiarkan, aktivitas usaha walet yang berada di tengah permukiman padat bukan hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan dampak kesehatan seperti gangguan tidur, stres, kelelahan, hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Lebih jauh, pembiaran terhadap persoalan ini dikhawatirkan dapat memicu gesekan sosial antara pelaku usaha dan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;color:#000000;&quot;&gt;Kini, sorotan tertuju kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum di Kuansing. Apakah keluhan warga Baserah akan segera dijawab dengan tindakan nyata, atau justru kembali tenggelam di tengah bisingnya suara pemanggil burung walet?&lt;strong&gt;*(ald)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/43044538827-screenshot_2026-05-06-09-19-55-77_6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7.jpg"/><pubDate>Wed, 06 May 2026 09:31:10 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28140/seolah-kebal-hukum-usaha-walet-tanpa-izin-menjamur-di-jantung-baserah-dan-resahkan-warga</guid></item><item><title>Polsek Concong Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Pria Diamankan dengan 14 Paket Sabu</title><link>https://www.kilasriau.com/news/detail/28139/polsek-concong-ungkap-kasus-narkotika-seorang-pria-diamankan-dengan-14-paket-sabu</link><description>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kilasriau.com&lt;/strong&gt; – Unit Reskrim Polsek Concong berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana narkotika di wilayah Desa Panglima Raja, Kecamatan Concong, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Selasa (5/5/2026) siang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pengungkapan tersebut terjadi sekira pukul 13.30 WIB di sebuah rumah yang beralamat di Jalan Rumah Susun RT 004/RW 002 Desa Panglima Raja. Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial (A Bin A)(30), yang diketahui merupakan warga setempat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K,melalui &amp;nbsp;Kapolsek Concong IPTU Anton Hilman, S.H., M.H. menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait maraknya transaksi narkotika jenis sabu di wilayah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Menindaklanjuti laporan itu, Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim AIPDA Dedek Kurniawan, S.E bersama tim untuk melakukan penyelidikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&quot;Setelah dilakukan penyelidikan, tim langsung bergerak dan berhasil mengamankan tersangka di dalam rumahnya,” jelas Kapolsek.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan oleh dua orang perangkat desa, yakni Suharjo dan Mulyadi, petugas menemukan barang bukti berupa 14 paket plastik bening berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,57 gram.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu, turut diamankan satu plastik klep putih serta satu kotak rokok Marlboro warna hitam merah yang digunakan untuk menyimpan barang haram tersebut.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka diduga berperan sebagai pihak yang memiliki, menyimpan, serta terlibat dalam transaksi narkotika golongan I bukan tanaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polsek Concong guna proses penyidikan lebih lanjut. Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Undang&#45;Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan pidana lainnya yang berlaku.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Polsek Concong mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memberikan informasi terkait peredaran narkotika demi menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing&#45;masing.&lt;/p&gt;</description><enclosure length="25000" type="image/jpeg" url="https://www.kilasriau.com/assets/berita/original/33089836983-img-20260506-wa0002.jpg"/><pubDate>Wed, 06 May 2026 08:49:27 +0700</pubDate><guid>https://www.kilasriau.com/news/detail/28139/polsek-concong-ungkap-kasus-narkotika-seorang-pria-diamankan-dengan-14-paket-sabu</guid></item></channel></rss>