Facebook Ungkap 29 Juta Data Pengguna Diakses Hacker
KILASRIAU.com - Facebook mengatakan bahwa peretas mengakses data pribadi dari 29 juta pengguna dalam sebuah peretasan yang diungkap oleh raksasa media sosial itu pada akhir bulan lalu.
Facebook awalnya mengatakan sebanyak 50 juta akun terpengaruh dalam serangan siber. Serangan itu mengeksploitasi kelemahan perangkat lunak untuk mencuri "token akses" yang memungkinkan orang untuk secara otomatis masuk kembali ke platform.
"Kami sekarang tahu bahwa lebih sedikit orang yang terkena dampak daripada yang kami duga," kata Wakil Presiden Manajemen Produk Facebook, Guy Rosen, dilansir AFP, Jumat (12/10).
- Lewat Rangkaian Edukasi, Bea Cukai Tanjung Perak Jelaskan Hal Ini ke Mahasiswa UM Gresik dan Unisya Lumajang
- Hacker Asal Perawang Siak Raih Sertifikat hingga Dolar dari Temuan Bug Keamanan Sistem Nasional dan Internasional
- Tim Telkom dan Bea Cukai Langsa Terobos Aceh Tamiang Buka Akses Internet
- Tak Perlu ke Disdukcapil, Warga Tembilahan Selesaikan Administrasi Kependudukan via Aplikasi Adinda
- Data Mengejutkan! Dari 250 Ribu Jurnalis Hanya 11,68% yang Tersertifikasi, Ini Temuan Fikom UMRI
Dia mengatakan para peretas, yang identitasnya masih menjadi misteri, mengakses nama, nomor telepon, dan alamat email dari 15 juta pengguna. Untuk 14 juta orang lainnya, serangan itu berpotensi lebih merusak.
Facebook mengatakan para peretas mengakses data itu ditambah informasi tambahan termasuk jenis kelamin, agama, kampung halaman, tanggal lahir, dan tempat-tempat yang baru-baru ini dikunjungi. Menurut Rosen, tidak ada data yang diakses di akun satu juta orang yang "akses token"-nya dicuri.
Serangan itu, menurut Facebook, tidak mempengaruhi produk Facebook lainnya, seperti Messenger, Messenger Kids, Instagram, WhatsApp, Oculus, Workplace, Pages, pembayaran, aplikasi pihak ketiga atau iklan atau akun pengembang.


Tulis Komentar