Polemik Pemanfaatan GOR Tualang Memanas, Futsal Dilarang karena LED dan Lantai, Publik Minta Kajian Terbuka
Siak, Kilasriau.com – Polemik pemanfaatan Gedung Olahraga (GOR) Tualang di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak kembali memanas. Setelah menjadi sorotan publik, pihak media dari Kilasriau.com meminta penjelasan kepada Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Siak terkait kebijakan penggunaan fasilitas olahraga tersebut.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Siak, Syafrizal, S.Sos, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp menjelaskan bahwa hingga saat ini GOR Tualang memang belum dapat digunakan untuk kegiatan futsal karena pertimbangan teknis yang dinilai berpotensi merusak fasilitas di dalam gedung.
“Mengenai GOR memang belum bisa digunakan untuk futsal. Alasannya karena ada layar LED yang dikhawatirkan rusak terkena bola, selain itu juga dikhawatirkan lantainya rusak karena sepatu futsal yang tajam,” jelasnya, Sabtu (21/2/2026).
Menurut Syafrizal, saat ini GOR Tualang sudah dimanfaatkan oleh empat cabang olahraga, yaitu basket, voli, karate, dan tarung derajat. Sementara penggunaan untuk futsal masih akan dikaji kembali oleh pihak terkait.
Di sisi lain, penggunaan GOR untuk kegiatan resepsi juga menjadi perhatian masyarakat. Namun, Syafrizal menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memanfaatkan aset guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Terkait adanya acara resepsi itu dalam rangka pemanfaatan aset daerah untuk peningkatan PAD. Rasanya sampai sejauh ini tidak mengganggu fungsi GOR sebagai wadah pembinaan olahraga,” ujarnya.
Ia juga memastikan bahwa pada prinsipnya GOR tetap terbuka bagi cabang olahraga yang ingin menggunakan fasilitas tersebut dengan pengaturan jadwal yang disepakati bersama.
“Pada dasarnya GOR kita gunakan untuk pembinaan olahraga. Bagi pengurus cabang olahraga yang ingin menggunakan untuk latihan silakan, tinggal berbagi waktu atau jadwal dengan cabang olahraga lainnya,” tambahnya.
Namun penjelasan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Herianto Sihombing, yang sebelumnya menyoroti pengelolaan GOR Tualang, menilai penggunaan fasilitas yang baru mencakup empat cabang olahraga perlu menjadi bahan evaluasi bersama.
Menurutnya, GOR dibangun menggunakan anggaran publik sehingga diharapkan dapat menampung lebih banyak aktivitas olahraga masyarakat.
“Di Indonesia ada sekitar 72 cabang olahraga yang diakui KONI. Kalau GOR hanya mengakomodasi empat cabang olahraga, tentu publik berharap ada upaya agar fasilitas ini bisa dimanfaatkan lebih luas,” kata Herianto.
Ia juga mempertanyakan alasan teknis larangan futsal yang dinilai perlu dijelaskan secara transparan kepada masyarakat, terutama jika dibandingkan dengan cabang olahraga lain yang tetap diperbolehkan menggunakan GOR.
“Secara teknis, bola basket memiliki massa yang lebih berat dibandingkan bola futsal. Jika basket diperbolehkan, tentu publik ingin mengetahui kajian apa yang menyatakan futsal justru lebih berisiko terhadap fasilitas seperti layar LED,” ungkapnya.
Selain itu, Herianto menyebut kekhawatiran kerusakan fasilitas seharusnya bisa diantisipasi dengan solusi teknis, seperti pemasangan jaring pengaman atau sistem perlindungan lain yang umum diterapkan di banyak GOR.
“Di banyak GOR, perlindungan fasilitas biasanya menggunakan jaring pengaman atau sistem pengamanan lainnya. Jadi fasilitas tetap aman dan olahraga tetap berjalan,” tuturnya.
Ia juga menyoroti alasan potensi kerusakan lantai akibat sepatu futsal yang menurutnya perlu dijelaskan lebih rinci kepada publik, terutama karena GOR juga digunakan untuk kegiatan resepsi.
“Masyarakat tentu ingin memahami pertimbangannya secara jelas agar tidak muncul kesan bahwa fungsi olahraga justru kalah prioritas,” pungkasnya.
Polemik mengenai fungsi GOR Tualang kini menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap masa depan pembinaan olahraga di daerah. Banyak pihak berharap persoalan ini tidak berhenti pada perdebatan, tetapi menjadi momentum evaluasi kebijakan pengelolaan fasilitas olahraga daerah.
Bagi sebagian kalangan, GOR bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol harapan lahirnya atlet dan prestasi baru dari daerah. Karena itu, publik kini menunggu langkah nyata pemerintah daerah agar GOR Tualang benar-benar berfungsi sesuai tujuan awal pembangunannya, menjadi ruang tumbuhnya olahraga dan prestasi di Tualang.


Tulis Komentar