Inovasi Blue Economy: UMRAH dan UiTM Melaka Berkolaborasi Tingkatkan Keterampilan Eco-Print POKDARWIS Senggarang

Kilasriau.com – Langkah konkret pengembangan ekonomi kreatif pesisir kembali ditunjukkan oleh Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Melaka, Malaysia. Melalui skema pengabdian masyarakat internasional bertajuk “Blue Economy Innovation: Eskalasi Produk Eco-print POKDARWIS Senggarang melalui Diversifikasi Kreatif”, tim akademisi lintas negara ini menerjunkan program pemberdayaan terpadu bagi warga pesisir di Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang.

Nurul Yusyawiru, S.E., M.Ak., selaku Ketua Tim Pengabdi, menggarisbawahi pentingnya pendampingan yang utuh—mulai dari standardisasi mutu karya hingga kerapian tata kelola keuangan komunal.

“Senggarang kaya akan warisan sejarah dan pesona maritim. Melalui kerangka kerja Blue Economy Quality-Auditing Empowerment (BE-QAE), fokus kami tidak hanya melatih pembuatan suvenir eco-print, tetapi juga memastikan produknya konsisten secara mutu serta diimbangi pencatatan kas yang transparan berbasis aplikasi,” terang Nurul.

Rangkaian intervensi diawali dengan keberangkatan tim dari Pelabuhan Tanjungpinang menuju Pulau Senggarang, sekaligus menguji rute paket wisata milik mitra. Sembari menyusuri ikon kawasan—seperti situs budaya Klenteng Amoy dan area penangkaran mangrove—tim dosen dan mahasiswa berdiskusi langsung dengan pengurus POKDARWIS. Agenda tatap muka awal ini diisi dengan pemaparan peran produk eco-print sebagai penunjang paket tur, dilanjutkan identifikasi kendala tata kelola dan penyampaian pengantar (preface) teknis alur produksi.

Memasuki fase praktik teknis, para peserta diajak mendalami pembuatan kain eco-print bersama narasumber ahli, Bapak Supian, pemilik akun Instagram supian art. Mengacu pada riset pasar yang dipaparkan Bapak Supian mengenai tingginya minat turis asing terhadap produk selendang, pelatihan difokuskan pada kreasi selendang berbahan katun murni serta tas kanvas. Dedaunan pesisir diolah tanpa bahan kimia sintetis (zero-chemical) menggunakan metode kukus (steaming) selama dua jam untuk menghasilkan motif yang tajam dan tahan lama.

Tak berhenti pada lini produksi, transparansi finansial mitra turut dibenahi melalui pelatihan aplikasi Kasir Pintar. Dengan skema ini, rekapitulasi penjualan suvenir maupun paket wisata dapat dipantau secara real-time dan akuntabel. Sepanjang agenda berlangsung, suasana interaktif terbangun hangat. Pengurus POKDARWIS, warga lokal, hingga mahasiswa pelaksana antusias mempraktikkan tiap tahapan—mulai dari penataan komposisi daun hingga simulasi transaksi kasir digital.

Program kolaborasi UMRAH dan UiTM Melaka ini menjadi wujud nyata sinergi akademis antarbangsa dalam memperkuat masyarakat pesisir. Luaran dari kegiatan ini terbukti meningkatkan wawasan POKDARWIS Senggarang mengenai teknik eco-print, melahirkan berbagai variasi produk cinderamata ramah lingkungan, sekaligus membentuk kemahiran mitra dalam mengoperasikan sistem pencatatan keuangan digital Kasir Pintar.






Tulis Komentar