Bertanam Dengang Cara Hidroponik, Berikutnya Penjelasannya
KILASRIAU.COM - Bagi anda yang suka bertani namun tidak memiliki lahan yang luas atau tidak memiliki tempat untuk bertani.
Tidak perlu pusing, anda bisa melakukan pertanian dengan cara moderen atau sering disebut dengan hidroponik.
Sebahagia dari anda pasti tidak asing lagi dengan namanya pertanian hidroponik. Yang mana pertanian ini tidak perlu memiliki lahan yang luas namun dipekarangan rumah juga bisa dimanfaatkan.
- Bupati Inhil Tutup Wedding Expo dan Bazar UMKM Ramadan Fair 2026, Dorong Promosi Kreatif dan Penguatan Usaha Lokal
- Buka Wedding Expo dan UMKM Inhil Ramadan Fair 2026, Bupati Inhil Dorong Ruang Promosi dan Penguatan Ekonomi Lokal
- PT Korindo Komplit Karbon Siap Tampung Pinang Petani Inhil Mulai 9 Maret 2026
- Pemkab Inhil Gelar Ramadan Fair UMKM 2026, Dimeriahkan Berbagai Lomba dan Doorprize Menarik
- Bupati dan Ketua IWAPI Inhil Resmikan Outlet Oleh-Oleh UMKM, Perkuat Akses Pasar serta Ekonomi Lokal
Jadi, sebelum melakukan pertanian organik harus tau maksud dari pertanian organik ini. KILASRIAU.COM dari Instagram @Kementrianpertanian menyebutkan bahwa Pertanian organik adalah pertanian yang mengusung sistem bebas bahan kimia. Artinya tanaman ini hanya minggu bahan-bahan alami seperti sisa sayuran, bahan makanan dan lainnya.
Maka dari itu, anda dapat membuat pertanian hidroponik dengan menggunakan bahan seadaanya yang ada disekitaran anda.
Seperti contoh pada berikut ini Alat dan Bahan Hidroponik Sederhana serta Pembuatan Sistem wick
1. Alat yang diperlukan adalah Botol bekas air mineral ukuran 1000 ml, Gunting, Pisau atau cutter, Sumbu berupa kain bekas, atau kain flanel sebagai pengalir nutrisi
2. Bahan yang diperlukan adalah Benih tanaman, Media tanam berupa pasir atau sekam atau rockwool, Larutan nutrisi berupa pupuk (biasanya menggunakan Abmix)
Setelah alat dan bahanya sudah disiapkan maka selanjutnya cara menanam tanaman dengan sistem wick adalah
1. Siapkan botol bekas air mineral berukuran 1 liter, pisau, gunting, kain flannel, dan larutan nutrisi.
2. Potong botol menjadi 2 bagian, kemudian lubangi tutupnya.
3. Gabungkan kedua potongan tersebut dengan cara membalik bagian atas botol menghadap kebawah.
4. Pasang kain flanel pada lubang tutup botol, tujuannya agar dapat meyerap air nutrisi.
5. Isi lapisan atas botol dengan media tanam seperti pasir, sekam atau rockwool. Kemudian isi lapisan bawah dengan larutan nutrisi. Dan terakhir
6. Letakkan Styrofoam diatas bak penampung berisi air dan biarkan seperti mengapung.
Semoga ilmu yang satu ini bermanfaat selamat mecoba.**


Tulis Komentar