Dinkes DKI Himbau Warga Lakukan Vaksinasi Booster
KILASRIAU.com, - Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes DKI Jakarta, Dwi Oktavia memastikan stok vaksin Covid-19 aman.
Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat di Jakarta segera mendapatkan vaksinasi lengkap hingga dosis ketiga atau booster.
"Kemarin memang sempat vaksinnya agak susah karena memang ada kekosongan vaksin di pusat, tetapi saat ini sudah ada jadi yang belum booster bisa segera booster," kata Dwi saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (19/11/2022).
- Ketua TP PKK Inhil Lakukan Penelitian Akademik di Bappeda dan Dinas Kesehatan
- Bupati Inhil Resmikan Jamban Sehat Percontohan di Ponpes Daarul Rahman, Perkuat PHBS dan Upaya Pencegahan Stunting
- Wabup Inhil Yuliantini Resmikan Poliklinik Stunting RSUD Puri Husada, Perkuat Sistem Rujukan dan Layanan Anak
- Katerina Susanti Perkuat Peran Posyandu dalam Mendukung Enam Bidang Pelayanan Dasar di Tempuling
- Wabup Yuliantini bersama Ketua PMI Hj. Katerina Susanti Tutup Diklatsar KSR PMI Angkatan I Tahun 2026
Dwi mengatakan, vaksinasi booster sangat penting di tengah lonjakan kasus Covid-19.
Selain vaksinasi, ia menegaskan bahwa protokol kesehatan juga menjadi kunci penanganan situasi pandemi Covid-19.
Pasalnya, terjadi kenaikan kasus baru beberapa waktu belakangan. Per 19 November 2022, DKI Jakarta mencatat kasus tertinggi dengan 2.628 kasus.
"Trennya memang masih ada kenaikan ya tetapi tentu kami berharap (kasus Covid-19) bisa segera turun," ujar Dwi.
"Intinya supaya masyarakatnya memahami bahwa masih ada Covid, sehingga pada saat ada kecenderungan kasusnya meningkat jangan lupa protokol kesehatannya diperhatikan, ditaati, disiplin," katanya lagi.
Dwi juga memastikan bahwa pelayanan vaksinasi booster di Jakarta sudah kembali dibuka meski sempat tak melayani karena stok vaksin yang kosong.
Dihimpun dari laman corona.jakarta.go.id, per 19 November 2022, ada 5.198.296 warga Ibu Kota yang sudah divaksinasi booster atau dengan cakupan sekitar 50 persen.
Sementara itu, cakupan vaksinasi dosis pertama dan kedua masing-masing 125,9 persen dan 107,4 persen.

Tulis Komentar