Putuskan Penyebaran Corona, Tim Gugus Covid-19 Kateman Laksanakan Razia Kedai Kopi dan Warung Nasi
KILASRIAU.com - Upaya memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19 di kecamatan Kateman Tim Gugus Covid-19 Kateman laksanakan razia terhadap kedai kopi dan warung nasi yang pintunya terbuka setengah.
Ketua Tim Gugus Covid-19 Kecamatan Kateman, Kamren, S. Sos., M. Si menyebutkan razia ini untuk menerbitkan para pedagang sesuai dengan surat himbauan Bupati Inhil nomor 93/SATPOL PP/IV/2020 tanggal 29 April 2020.
"Tim terpadu dari Pemerintah Kecamatan, Polsek, dan Koramil Kateman melaksanakan razia terhadap kedai nasi kedai kopi yang masih buka pintu setengah agar dibuka semuanya, dan setiap meja hanya ada dua kursi, serta menyarankan kepada para pemilik kedai harus memakai masker," kata Kamren, Minggu (3/5/2020).
- Kabar Duka dari Garis Depan: Anggota TRC BPBD Inhil Jamari Terkena Serangan Jantung, Mohon Doa Seluruh Warga Inhil
- Cek Kesehatan Personel Pos Pelayanan Pelabuhan, Pastikan Kesiapan Ops Ketupat 2026
- Polsek Tempuling Sediakan Cek Kesehatan Gratis di Pos Pelayanan Lebaran 2026 untuk Pemudik
- Dinkes Inhil Bantah Uang Terima Kasih Rp1,2 Juta di Puskesmas Iliran
- Pengangkutan Limbah Medis RSUD Raja Musa Rampung, dr Ronny Lesmana: Ini Bagian dari Tanggung Jawab Rumah Sakit Untuk Melindungi Masyarakat
Kamren juga mengatakan, dalam himbauan ini apabila tidak diindahkan oleh pihak kedai, maka pihaknya tidak segan-segan akan menutup atau mencabut izin operasionalnya.
"Sesuai surat himbauan Bupati Inhil nomor 93/SATPOL PP/IV/2020 tanggal 29 April 2020 apabila tidak mengindahkan himbauan yang telah disampaikan oleh pemerintah, akan ditutup dan dicabut izinnya," tegasnya.
Sembari demikian, Kamren menuturkan jika pada razia ini sangat dimengerti dan disambut baik oleh masyarakat karena mereka merespon secara positif dengan adanya situasi sekarang ini.
"Respon pedagang menyambut baik dan menyadari bahwa penyebaran covid 19 diketahui sangat membahayakan manusia," jelasnya.
Kamren menambahkan, dengan terbukanya pintu kedai yang lebar maka secara jelas transparansi aktifitas di dalam ruangan dan lebih mudah melihat orang yang berada di dalamnya.
"Kedai nasi atau kedai kopi disuruh pintunya buka semua agar yang masuk merasa malu karena tak puasa dan kalau mau makan atau minum disuruh bungkus saja bawa pulang," imbuhnya.

Tulis Komentar