Rapat TKPD, Inflasi Tembilahan Maret 2026 Terkendali di Angka 0,17 Persen
Kilasriau.com – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengikuti kegiatan Press Release BRS Inflasi Tembilahan Maret 2026 yang dilaksanakan di Aula Kantor Bapperida, Tembilahan, Rabu, 1 April 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan atas arahan Bupati Indragiri Hilir, Herman, yang diwakili oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Indragiri Hilir, Dwi Budianto.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir, Zuliyadi, memaparkan perkembangan inflasi bulan Maret 2026. Berdasarkan data BPS, inflasi month to month (m-to-m) Tembilahan tercatat sebesar 0,17 persen.
- BKPSDM Inhil Tegaskan Surat Mutasi ASN yang Beredar adalah Hoaks
- MBG Hadir di Tengah Dunia Pendidikan dan Mampu Menghidupkan UMKM Tempatan
- Perkuat Sinergi DBH CHT, Bea Cukai Aceh Terima Kunjungan Satpol PP Bahas Pemberantasan Rokok Ilegal
- Pemilihan RW di Kelurahan Tampan Diintervensi Gara-gara Nilai Rendah, Warga Lapor ke DPRD Pekanbaru
- Dorong Ekonomi Pesisir, Kapolda Riau Bantu Nelayan Meranti dengan 20 Mesin Ketinting
Selain itu, secara tahunan (year on year/y-on-y) inflasi tercatat sebesar 0,87 persen, sementara inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) mencapai 4,71 persen.
Berdasarkan paparan infografis, kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi terbesar berasal dari makanan, minuman, dan tembakau. Sementara itu, beberapa komoditas lainnya juga turut menyumbang kenaikan harga meskipun dalam skala yang lebih kecil.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah bersama instansi terkait berupaya mengidentifikasi penyebab kenaikan harga serta merumuskan langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir.
"Koordinasi dan pengawasan terhadap komoditas penyumbang inflasi akan terus diperkuat agar inflasi tetap terkendali dan tidak berdampak signifikan terhadap perekonomian daerah,".

Tulis Komentar