Ketika Cinta Menguatkan Pengabdian: Momen Mesra Camat Kuantan Tengah dan Istri Bikin Jamaah Terharu
KUANTAN TENGAH (KilasRiau.com) — Ajang silaturahmi bulanan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kecamatan Kuantan Tengah berlangsung meriah di Masjid Al-Muhajirin Dusun Cambai, Desa Munsalo Kopah, Rabu (3/12/2025). Ratusan jamaah dari berbagai desa tumpah ruah memenuhi area masjid demi mengikuti kegiatan rutin yang penuh makna keagamaan dan kebersamaan umat.
Acara yang sejak awal berlangsung hikmat berubah hangat dan penuh tawa saat Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si, naik ke panggung untuk memberikan sambutan bersama sang istri tercinta, Sri Widarti, A.Md, selaku Penasihat PC BKMT Kecamatan Kuantan Tengah. Momen kebersamaan keduanya sontak menjadi sorotan para jamaah.
Senyum Camat Eka Putra yang lebar saat menyerahkan mikrofon kepada Sri Widarti, serta sorotan mata keduanya yang tampak saling menguatkan, membuat suasana panggung mendadak penuh kehangatan. Hubungan harmonis pasangan ini bukan hanya terlihat dalam tugas pemerintahan dan organisasi, tetapi juga tercermin nyata dalam interaksi sederhana di hadapan masyarakat.
Salah satu jamaah perempuan bahkan tak kuasa menahan rasa kagumnya.
“Iri kami dek e ma…” ujarnya spontan yang langsung disambut gelak tawa ratusan ibu-ibu yang hadir. Candaan ringan itu mencairkan suasana dan membuat acara semakin berwarna tanpa mengurangi nilai religius yang dibawa BKMT.
Di tengah sambutannya, Camat Eka Putra menyampaikan bahwa ketahanan keluarga adalah pondasi dari ketahanan masyarakat dan wilayah. Ia menggarisbawahi bahwa peran suami dan istri yang saling mendukung akan berpengaruh langsung pada kemajuan lingkungan sosial.
“Tidak ada pemimpin yang besar tanpa keluarga yang kuat di belakangnya,” ujarnya seraya menegaskan bahwa ia bersyukur dapat bekerja selaras dengan istri yang aktif di bidang keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Sri Widarti dalam penyampaian berikutnya mengajak kaum ibu untuk terus menghidupkan majelis taklim, bukan hanya sebagai wadah ibadah, tetapi juga tempat mempererat silaturahmi, pendidikan karakter anak, dan pembinaan akhlak keluarga.
“Majelis taklim adalah cahaya rumah tangga,” ungkapnya lembut, disambut anggukan penuh makna dari jamaah.
Kegiatan BKMT kali ini tidak hanya diisi ceramah agama, tetapi juga dialog sosial, agenda penguatan program keummatan, dan santunan untuk jamaah lanjut usia. Kebersamaan para pengurus dan jamaah terlihat begitu erat, menunjukkan kuatnya tradisi ukhuwah di Kecamatan Kuantan Tengah.
Panitia menyebutkan bahwa silaturahmi seperti ini terbukti memberi efek positif, mempercepat penyebaran informasi keagamaan dan sosial, serta membuka ruang kolaborasi antar-desa dalam kegiatan dakwah dan pembinaan umat.
Meski nuansanya santai dan penuh tawa, peserta mengakui bahwa banyak pelajaran penting yang dibawa pulang. Dari makna keluarga hingga besar peran ibu dalam peradaban, acara ini meninggalkan kesan mendalam bagi para jamaah.
“Tadi kami tertawa melihat kemesraan Pak Camat dan Bu Camat, tetapi sebenarnya ada pesan besar di baliknya — bahwa keluarga sakinah itu harus diperjuangkan,” kata salah seorang jamaah setelah acara selesai.
Silaturahmi bulanan BKMT kembali menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan tidak harus kaku dan formal. Saat agama, kebersamaan, dan kehangatan keluarga berjalan berdampingan, maka keberkahan terasa lebih dekat.*(ald)


Tulis Komentar