Ibu Gunung Anak Krakatau Dinilai Redam Tsunami Banten
KILASRIAU.com – Tsunami yang menghantam wilayah Banten, Lampung dan sekitarnya pada akhir pekan lalu, disebut-sebut terjadi akibat longsor Gunung Anak Krakatau. Hingga kini pihak-pihak terkait masih melakukan penelitian terkait penyebabnya.
Ahli Geodinamika Cecep Subarya menilai, jika analisis penyebab tsunami itu adalah longsoran akibat erupsi Anak Krakatau benar. Maka, ibu gunung tersebut, Rakata, meredam dampak tsunami yang dihasilkan.
"Kalau kita lihat itu kan (Tsunami) ke tenggara kalau kita lihat terhalang Rakata," ujar Cecep dikutip di Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Senin 24 Desember 2018.
- AI Hancurkan Monopoli Pengetahuan Kampus, SEVIMA & Prof Rhenald Kasali Berikan Tips Perubahan bagi Kampus
- Bersama Wakil Presiden Republik Indonesia dan Para Pakar, SEVIMA Luncurkan Solusi Administrasi Kampus Berbasis AI
- Wakili Aceh, Rijalul Maula Lolos ke Grand Finalis Duta Siswa Indonesia 2026
- Capaian UHC 2025, Pemerintah Pusat Anugerahkan UHC Awards Madya kepada Kabupaten Inhil
- Polda Riau Pecat 12 Polisi 'Nakal', Kapolda: Tak Ada Toleransi untuk Narkoba
Dia menjelaskan, Rakata atau Gunung Krakatau yang meletus 1883 tersebut, berada di tenggara Anak Krakatau. Jika analisis itu benar, dinilai tsunami sebenarnya lebih besar dari yang terjadi saat itu.
"Kalau memang betul analisis itu, berarti longsorannya cukup besar. Karena (Tsunami) ini menabrak dulu ibunya, kalau Rakata tidak ada dampaknya bisa lebih besar lagi, kalau memang benar analisa tersebut," tambahnya.
Meski demikian dia menegaskan, analisis tersebut harus bisa diteliti lebih lanjut.
"Analisis sementara semua fokus ke longsoran lava erupsi, ada juga kaldera. Beberapa ini harus dibuktikan dulu dengan studi di lapangan," tegasnya.


Tulis Komentar