Prabowo: Media yang Menipu Rakyat Bakal Ditinggal
KILASRIAU.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta media di Indonesia objektif dalam dalam menyajikan fakta-fakta di lapangan. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi atau bahkan tidak disajikan ke publik.
Prabowo mengungkap hal tersebut kepada wartawan usai acara Hari Disabilitas Internasional di Jakarta, Rabu (5/12).
Ketua umum Partai Gerindra itu juga masih kecewa lantaran Reuni 212 yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (2/12) tidak diberitakan secara proporsional oleh sejumlah media mainstream.
- Sudah 12 Jam Lebih Sumut Blackout, Bukti GM PLN UID Sumut Tidak Bisa Bekerja
- Blackout Berulang Sejak 2024 Bentuk Kejahatan Kemanusiaan, Pecat dan Tangkap Dirut PLN Darmawan Prasodjo!
- Kemnaker—Unpad Bangun Sinergi Pengembangan SDM dan Ketenagakerjaan
- PMT Layani Pelayaran Langsung Perdana CMA CGM dari Kuala Tanjung ke China Selatan
- Harga Pinang Muda Tembus Rp10 Ribu per Kilo, Harapan Baru Petani Inhil Mulai Bangkit
Seperti jumlah peserta yang diberitakan hanya dihadiri puluhan ribu, padahal menurutnya mencapai jutaan. Selain itu, juga ada media yang sama sekali tidak menjadikan reuni itu sebagai sebuah berita. Padahal, pesertanya membeludak hingga ke Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan MH Thamrin.
“Redaksi kamu bilang cuma ada beberapa ribu, enggak boleh dong. Kebebasan pers, tapi jurnalisme harus objektif, membertahu apa adanya,” tutur Prabowo seperti dilansir RMOL.
Dia bahkan meminta kepada para wartawan di lapangan untuk menegur pimpinan redaksi jika laporan lapangan yang diangkat tidak diberitakan.
Prabowo mengingatkan bahwa media yang tidak menyajikan fakta dengan benar akan ditinggalkan oleh rakyat. “Jangan menipu rakyat, nggak boleh. Jadi kalau begitu nanti kalian akan ditinggal rakyat," pungkas Prabowo. (ian/rmol)

Tulis Komentar