Prabowo: Media yang Menipu Rakyat Bakal Ditinggal
KILASRIAU.com - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto meminta media di Indonesia objektif dalam dalam menyajikan fakta-fakta di lapangan. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi atau bahkan tidak disajikan ke publik.
Prabowo mengungkap hal tersebut kepada wartawan usai acara Hari Disabilitas Internasional di Jakarta, Rabu (5/12).
Ketua umum Partai Gerindra itu juga masih kecewa lantaran Reuni 212 yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Minggu (2/12) tidak diberitakan secara proporsional oleh sejumlah media mainstream.
- Ketua Komisi II DPRD Inhil Soroti Sikap Pusat terhadap Jeritan Petani Kelapa Inhil
- Menaker: Perjanjian Kerja Bersama Jadi Pijakan Perkuat Hubungan Industrial dan Produktivitas
- Upacara HUT ke-81 RI di Inhil Digelar Pagi, Tidak Ada Upacara Detik-Detik Proklamasi Pukul 10.00 WIB
- Harga Kelapa Harus Ditetapkan Secara Adil, Transparan, dan Berbasis Nilai Produk Turunan serta Realistis
- Wow! Hacker Asal Perawang Riau Ini Terima Penghargaan dari NASA Usai Temukan Celah Sistem Keamanan
Seperti jumlah peserta yang diberitakan hanya dihadiri puluhan ribu, padahal menurutnya mencapai jutaan. Selain itu, juga ada media yang sama sekali tidak menjadikan reuni itu sebagai sebuah berita. Padahal, pesertanya membeludak hingga ke Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan MH Thamrin.
“Redaksi kamu bilang cuma ada beberapa ribu, enggak boleh dong. Kebebasan pers, tapi jurnalisme harus objektif, membertahu apa adanya,” tutur Prabowo seperti dilansir RMOL.
Dia bahkan meminta kepada para wartawan di lapangan untuk menegur pimpinan redaksi jika laporan lapangan yang diangkat tidak diberitakan.
Prabowo mengingatkan bahwa media yang tidak menyajikan fakta dengan benar akan ditinggalkan oleh rakyat. “Jangan menipu rakyat, nggak boleh. Jadi kalau begitu nanti kalian akan ditinggal rakyat," pungkas Prabowo. (ian/rmol)

Tulis Komentar