Sempat Melarikan Diri, Distributor Kosmetik Ilegal Akhirnya Ditahan
KILASRIAU.com, - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Pekanbaru telah menyerahkan M, seorang distributor produk kosmetik Tanpa Izin Edar (TIE) ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. M diserahkan dengan pelanggaran Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat 1 UU RI Nomor 36/2009 tentang kesehatan, pada 4 Oktober 2022 lalu.
"Pelimpahan berkas perkara ke JPU (Penyerahan Tahap I) telah dilaksanakan pada 4 Oktober 2022," ujar Kepala BBPOM Kota Pekanbaru, Yosef Dwi Irwan, Selasa (8/11/2022).
Menurutnya, proses penyidikan perkara ini memakan waktu yang cukup lama. Dimana Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan (SPDP) sudah keluar sejak 2020 lalu, namun pelaku M sempat melarikan diri.
- Sinergi Bea Cukai Aceh dan Aparat Penegak Hukum Ungkap Ladang Ganja Seluas 2 Hektare di Aceh Utara
- Tim Gabungan TNI Amankan Dua Truk Bermuatan Kayu Gelondongan Diduga Hasil Illegal Logging di Dairi
- ASN Terduga Penganiaya Jurnalis tvOne di Tapsel Jadi Tersangka, Tidak Ditahan Karena Istri Perwira Polisi?
- Respon cepat Polsek Kateman atas pengaduan masyarakat lewat medsos facebook tentang dugaan Penyalahgunaan Narkotika di Ruko Salon WN Kel. Tagaraja Kec. Kateman
- Bea Cukai Aceh Gagaglkan Peredaran 356.480 Batang Roko IIegal Melalui Jasa Titipan
"Sehingga baru selesai penyidikan pada tahun 2022. M yang melarikan diri ditangkap pada 24 September 2022 dan ditahan di Polda Riau," jelasnya.
Dengan telah dilaksanakannya penyerahan tahap II oleh penyidik ke JPU ini merupakan penanda bahwa hasil kerja penyidikan untuk perkara ini telah selesai dengan baik.
Untuk hasil akhir berupa vonis yang akan diterima oleh tersangka tentunya menjadi kewenangan hakim di persidangan nanti. Penyidik BBPOM di Pekanbaru berharap bahwa tersangka M dapat menerima sanksi yang setimpal dengan perbuatannya.
"Kita semua berharap bahwa ada efek jera bagi pelaku kejahatan dan tidak mengulangi lagi perbuatannya," jelasnya.
Ia berharap penegakan hukum yang dilakukan oleh Penyidik BBPOM di Pekanbaru dalam rangka melindungi masyarakat dari obat, obat tradisional, kosmetika, suplemen kesehatan dan pangan yang berbahaya bagi kesehatan dapat memberikan keadilan dan manfaat bagi masyarakat luas. ***

Tulis Komentar