Setelah Diteliti Oleh Kemenkes, Kupu-kupu Putih Atau Ngengat Tidak Beracun
KILASRIAU.com - Kupu-kupu putih diduga beracun, yang sempat menyerang warga desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri (Kuindra) kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sudah dilakukan penelitian oleh Kementerian kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).
"Dari Kemenkes datang ke inhil untuk investigasi. Sampel ulat, kepompong nya di bawa ke Jakarta diperikasa di Jakarta," kata Kepala Bidang P2 Dinkes Inhil Devi Natalia, saat dikonfirmasi wartawan melalui via WhatsApp, Rabu (27/7/22).
Devi Natalia mengungkapkan, bahwa kupu-kupu tersebut tidak beracun. Apabila tersentuh dengan kupu-kupu itu maka akan menimbulkan efek gatal -gatal.
- Pemerintah Tegaskan Kebijakan Propekerja Lewat Regulasi dan Program Ketenagakerjaan
- Wujudkan Tempat Kerja Aman, Kemnaker Gencarkan Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3
- Kemnaker Perluas Kesempatan Kerja Disabilitas lewat Pelatihan Wirausaha
- 80 Kantong Darah Terkumpul, Soliditas Warga Reteh Sukseskan Donor Darah ke-29 di Pulau Kijang
- Hj. Katerina Susanti Dorong Penguatan SI BESTI untuk Percepatan Penurunan Stunting di Inhil
"Yang jelas itu tidak beracun. Hanya menimbulkan reaksi alergi / gatal Kalau pun ada yang timbul menjadi bernanah, karena gatal tersebut di garuk oleh penderita," sebutnya.
Saat ditanya bagaimana cara pencegahan agar tidak terkena alergi dari kupu-kupu itu? Kabid P2 Dinkes Inhil ini menyarankan untuk menghindari kontak fisik secara langsung.
"Menurut info dari bu Tri Maharani, spesialis Toksonologi yg satu satunya di Indonesia. Itu namanya ngengat. Dia muncul dimalam hari. Hindari kontak dengan ngengat tersebut," terangnya.
Sementara untuk penanganannya ketika sudah terjangkit, apakah ada obat khusus? Devi Natalia menjelaskan, bahwa obat tersebut adalah obat alergi.
"Dari dokter di wilayah kerja puskesmas sapat, dr. Bayu koordinasi dengan tenaga kesehatan di Puskemas Pembantu sungai Bela, memberikan obat anti histamin/anti alergi. Dan alhamdulillah penderita sembuh," imbuhnya.

Tulis Komentar