Janji Tak Sekadar Janji! Edy Indra Kesuma Turun Tangan, Jalan Rusak 450 Meter Siap Diperbaiki Lewat Swadaya Warga
Kilasriau.com – Tak ingin dicap hanya pandai berjanji, Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Edy Indra Kesuma, membuktikan komitmennya dengan kembali turun langsung ke tengah masyarakat.
Senin (4/5/2026), ia mendatangi warga RT 02 RW 01, Kelurahan Seberang Tembilahan Selatan, untuk menindaklanjuti keluhan soal rusaknya Jalan Lintas gompong sepanjang kurang lebih 450 meter.
Masalah ini sebelumnya mencuat saat reses. Alih-alih menunggu realisasi pemerintah yang tak pasti, warga memilih bergerak lebih dulu.
- Polsek Kempas Rampungkan Renovasi Jembatan Menuju SD 012 Rumbai Jaya
- Pastikan Kelayakan Bangunan , Irutum itdam XIX/TT Tinjau langsung Lokasi KDKMP di Inhil
- Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II di Batang Tuaka Capai 50 Persen
- Polres Inhil Kebut Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Gelombang 2, Sejumlah Lokasi Rampung 100 Persen
- Dandim 0314/Inhil Tinjau Progres Pembangunan KDKMP di Wilayah Perairan Gaung
“Jalan ini sudah lama rusak. Kami tidak mau terus menunggu. Kalau bukan kami yang mulai, perbaikan ini bisa jadi hanya wacana,” tegas perwakilan warga, Ibnu Malik.

Ia mengungkapkan, warga dari beberapa RT telah sepakat untuk patungan mengumpulkan dana swadaya. Sebelumnya, dalam agenda reses, warga menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan yang rusak dan sulit dilalui. Menindaklanjuti hal tersebut, masyarakat setempat melalui anggota DPRD dapil 1 Edy Indra Kesuma berinisiatif melakukan perbaikan secara swadaya melalui iuran bersama.
Lebih lanjut, Ibnu Malik, menyampaikan bahwa upaya gotong royong tersebut telah berjalan dan mendapat respon positif dari masyarakat.
“Kami dari RT 02, RT 03, dan beberapa RT lainnya di lingkungan Kelurahan Seberang Tembilahan Selatan telah melaksanakan swadaya berupa iuran untuk perbaikan jalan. Alhamdulillah, dana yang sudah terkumpul sementara ini sebesar Rp9.830.000. Masih ada tambahan dari RT 01 yang belum masuk, serta sumbangan dari salah satu donatur sebesar Rp500.000 yang juga belum kami terima,” ujarnya.

Ia menambahkan, total sementara dana swadaya masyarakat diperkirakan mencapai Rp10.330.000 dan masih berpotensi bertambah.
“Uang yang terkumpul sudah hampir Rp10 juta. Ini bukan angka kecil bagi kami. Ini bukti warga serius ingin perubahan, bukan sekadar mengeluh,” ujarnya.
Kedatangan Edy pun bukan tanpa alasan. Ia datang untuk menepati ucapannya—bahwa ia akan ikut membantu jika warga mau bergerak.
“Saya tidak mau jadi orang yang datang saat butuh suara, lalu hilang setelah itu. Hari ini saya datang untuk bukti, bukan basa-basi,” tegasnya di hadapan warga.
Ia bahkan secara terbuka menyindir pola lama yang kerap bergantung pada proposal tanpa kejelasan.

“Kalau kita hanya mengandalkan proposal, kita bisa capek menunggu tanpa hasil. Tapi kalau masyarakat sudah bergerak, saya pastikan saya ikut berdiri di depan,” katanya.
Dalam nada lebih tegas, Edy menekankan bahwa langkah ini tidak ada kaitannya dengan kepentingan politik.
“Ini bukan soal politik. Jangan semua hal ditarik ke sana. Ini soal kepedulian dan tanggung jawab,” ucapnya.
Berdasarkan hitungannya, perbaikan jalan tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp20 juta. Namun melihat semangat warga, ia optimistis target itu bisa dikejar.

“Dengan kondisi seperti ini, saya yakin sebelum hari raya jalan ini sudah bisa kita nikmati bersama. Kuncinya satu: jangan berhenti bergerak,” ujarnya.
Edy juga menyerahkan bantuan langsung melalui Ketua RT sebagai bentuk dukungan nyata terhadap gerakan swadaya tersebut.
Ia menutup dengan pesan yang cukup menohok sekaligus menyentuh.
“Jangan lihat besar kecilnya bantuan saya. Kalau kita kompak, yang kecil bisa jadi besar. Tapi kalau kita hanya saling menunggu, yang besar pun bisa jadi sia-sia,” pungkasnya.

Tulis Komentar