Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) / Inflasi Tembilahan April 2026
Kilasriau.com – Bupati Indragiri Hilir, Herman, yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Indragiri Hilir, T.M. Syaifullah, menghadiri kegiatan penyampaian rilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Tembilahan bulan April 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Baperida Kabupaten Indragiri Hilir pada Senin (4/5/2026).
Pada kesempatan tersebut, Kepala BPS Kabupaten Indragiri Hilir, Zulyadi, memaparkan dan menyampaikan bahwa perkembangan harga berbagai komoditas di Tembilahan pada April 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.
- Kaban Kesbangpol Inhil Zailani Hadiri Pembukaan Pusdiklat 36 Calon Paskibraka Riau 2026
- Nasionalisme Untuk Suku Talang Mamak, Tim Ekspedisi Presisi Merah Putih Polda Riau Polres Inhu Hantarkan Bendera, Bansos Hingga Tanam Pohon Bersama
- MTQ ke-10 Tingkat Kecamatan Batang Tuaka Diharapkan Lahirkan Generasi Qurani Berprestasi
- Bupati Inhil Pastikan Penanganan Korban Gigitan Monyet Liar Berjalan Optimal
- Peringati Hari Anak Nasional, Ketua TP PKK Inhil Sambut Anak Berisiko Stunting Asal Desa Sungai Luar di Kedaton
Berdasarkan hasil pemantauan, inflasi year-on-year (y-on-y) tercatat sebesar 3,61 persen dengan IHK mencapai 113,32. Sementara itu, secara bulanan Tembilahan mengalami deflasi sebesar 0,10 persen (m-to-m) dan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sebesar 0,77 persen.
Inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran, di antaranya kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,36 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,93 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 16,46 persen. Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi, perumahan, serta informasi dan komunikasi.
Di sisi lain, beberapa kelompok mengalami deflasi, seperti transportasi sebesar 0,19 persen, kesehatan sebesar 0,11 persen, serta perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga sebesar 0,11 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, minyak goreng, rokok, telur ayam ras, dan ikan segar. Sedangkan komoditas yang menahan inflasi di antaranya cabai merah, tarif angkutan, bawang, serta beberapa komoditas sayuran.
Dari sisi kontribusi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,22 persen, diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,70 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,56 persen.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir akan terus melakukan pemantauan serta pengendalian harga guna menjaga stabilitas inflasi daerah dan daya beli masyarakat.

Tulis Komentar