Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) / Inflasi Tembilahan April 2026
Kilasriau.com – Bupati Indragiri Hilir, Herman, yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Indragiri Hilir, T.M. Syaifullah, menghadiri kegiatan penyampaian rilis perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Tembilahan bulan April 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Baperida Kabupaten Indragiri Hilir pada Senin (4/5/2026).
Pada kesempatan tersebut, Kepala BPS Kabupaten Indragiri Hilir, Zulyadi, memaparkan dan menyampaikan bahwa perkembangan harga berbagai komoditas di Tembilahan pada April 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.
- Kapolsek Kemuning Pimpin Upacara Hardiknas ke-67 di SMAN 1 Kemuning, Ajak Tingkatkan Sinergi Majukan Pendidikan
- HUT PPNI ke-52, Bupati Ingat Dedikasi dan Perjuangan Organisasi Profesi
- Polsek Kateman Cek Ketersediaan dan Distribusi BBM, Stok Dipastikan Aman
- Polsek Tempuling Lakukan Pengamanan dan Monitoring Distribusi BBM, Situasi SPBU Kondusif
- Sektor Informal Masih Mendominasi, Wamenaker: Pemuda Perlu Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Berdasarkan hasil pemantauan, inflasi year-on-year (y-on-y) tercatat sebesar 3,61 persen dengan IHK mencapai 113,32. Sementara itu, secara bulanan Tembilahan mengalami deflasi sebesar 0,10 persen (m-to-m) dan inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) sebesar 0,77 persen.
Inflasi y-on-y terjadi akibat kenaikan harga pada beberapa kelompok pengeluaran, di antaranya kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 3,36 persen, penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,93 persen, serta perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 16,46 persen. Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi, perumahan, serta informasi dan komunikasi.
Di sisi lain, beberapa kelompok mengalami deflasi, seperti transportasi sebesar 0,19 persen, kesehatan sebesar 0,11 persen, serta perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga sebesar 0,11 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, minyak goreng, rokok, telur ayam ras, dan ikan segar. Sedangkan komoditas yang menahan inflasi di antaranya cabai merah, tarif angkutan, bawang, serta beberapa komoditas sayuran.
Dari sisi kontribusi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 1,22 persen, diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,70 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,56 persen.
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir akan terus melakukan pemantauan serta pengendalian harga guna menjaga stabilitas inflasi daerah dan daya beli masyarakat.

Tulis Komentar