TMMD Ke 111, SSK Kapten R Sagala: Tak Ada Alat Angkut, Karung pun Jadi
KILASRIAU.com - “Tidak ada Rotan Akar pun Jadi.” Itulah salah satu pepatah yang sering didengar dalam kehidupan bermasyarakat saat pengerjaan di Satgas TMMD Ke 111 di wilayah Kodim 0314/Inhil, Selasa (22/06/2021).
Kata pepatah tersebut di atas mengandung arti bahwa walaupun tidak ada peralatan baku, cara lainpun dapat digunakan untuk mempermudah pengangkutan material pembangunan sebagai bahan untuk di lokasi TMMD.
Danki SSK Kapten R Sagala menyampaikan, tim harus memaklumi dengan keterbatasan dan kondisi geografi daerah lokasi operasi TMMD ke-111.
- Data Perkebunan Kelapa Masyarakat yang Rusak Tidak Akurat, MOI Inhil: Warga Desa di Inhil Terancam tidak Mendapatkan Bantuan dari Pemerintah
- Kades Bayas Disorot dalam Sengketa Lahan, Janji ke Warga Belum Terbukti
- Sinergi Ketua DPRD Inhil, PLN, dan Pemdes, Jaringan Listrik Segera Dibangun di Desa Sialang Panjang
- Masuki Musim Kemarau, Lurah Tembilahan Kota Imbau Warga Waspada Bahaya Kebakaran
- Musrenbang Desa Wonosari Tahun Anggaran 2027 Digelar, Libatkan Unsur Pemerintahan dan Masyarakat
"Proses penyediaan material baik pasir, batu pecah dan semen membutuhkan banyak proses dan tenaga. Pertama material didatangkan dengan menggunakan kapal air, lalu diangkut dengan cara dipikul sampai ke tujuan pembangunan mengingat kondisi tanah yang masih kurang memadai untuk dilalui kendaraan roda dua," kata Dan SSK Kapten Inf R Sagala.
Ternyata, karung yang biasanya digunakan sebagai sarana untuk tempat padi ataupun pupuk, kini bisa digunakan sebagai alat angkut pasir dan batu pecah untuk kebutuhan sasaran fisik pembangunan jalan.
"Mereka bahkan memanfaatkan karung-karung bekas pupuk yang sudah tidak terpakai sebagai alat memindahkan pasir dan batu dari tempat penumpukan material ke lokasi sasaran TMMD," jelasnya.
R Sagala memaparkan memang benar apa yang dikatakan orang tua dahulu, bahwa meskipun tidak ada alat pokok yang dapat digunakan, namun bisa digantikan dengan alat lain yang ada disekitar.
"Tak ada alat angkut, karung pun jadi," tuturnya.
Sementara salah satu warga setempat, Paidi mengatakan karung tersebut adalah salah satu upaya untuk mempercepat pengerjaan TMMD ke 111 ini karena tidak ada alat angkut yang memadai.
"Ayo tetap semangat," teriaknya sambil memasukan material kedalam karung. (Rls)


Tulis Komentar