Forakbar Kuansing Gelar Aksi Solidaritas Melawan Dugaan Kezaliman Pihak Penegak Hukum
KILASRIAU.com - Aksi solidaritas melawan dugaan kezaliman Penegak Hukum di Kuantan Singingi akan digelar oleh Forum Rakyat Bicara (FORAKBAR) Kuansing.
Ketua FORAKBAR, Boy Nopri Yarko Alkaren yang juga mantan PRESMA UNIKS membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi Kilasriau.com pada Senin (22/03/2021) sore, via phon selulernya.
"Iya benar, kalau tidak ada hal kami akan melakukan aksi turun kejalan besok Selasa (23/3/2021), aksi solidaritas tersebut melawan dugaan kezaliman pihak Penegak Hukum Kejari Kuantan Singngi." Terangnya
- Diiringi Doa dan Rasa Hormat, AKP Irwanto Tanjung Tinggalkan Polsek Pulau Burung Menuju Jabatan Kabag Ops Polres Inhil
- Bupati Herman Pimpin Prosesi Purna Praja Dharma Astha Brata pada Resepsi Pernikahan Ica dan Raga
- Ketua KNPI Inhil, Mahmudin Apresiasi Kinerja Bea Cukai Tembilahan Musnahkan Barang Ilegal Senilai Rp 4,65 Miliar
- 128 Warga Ambil Bagian dalam Lacak Kamtibmas Polres Inhil Meriahkan HUT Bhayangkara ke-80
- Dandim 0314/Inhil Nobar Piala Dunia Bersama Masyarakat di Angkringan Kodim
Terkait jam, titik kumpul serta titik aksi, Mantan Presma Uniks yang kerap dipanggil Boy ini menyampaikan, "Aksi akan kami mulai sekitar pukul 14.00 WIB, titik kumpul di Tugu Carano, dan titik aksi kami ada di dua tempat, Kantor Kejari Kuantan Singingi dan Kantor Bupati. Aksi ini murni dari Gerakan Mahasiswa, dan Masyarakat yang tergerak hatinya untuk turun kejalan," paparnya.
Di tempat yang berbeda, Koordinator Lapangan Angga Maulana menyampaikan bahwa dalam aksi solidaritas ini, "Kami hadir sebagai mitra kritik dalam hal ini, yang jelas kritikan-kritikan kami akan membangun lebih baik Kuantan Singingi kedepannya," ujarnya kepada media online saat di konfirmasi via WhatsApp.
Kemudian Angga juga menjelaskan, apabila Kajari ingin memberantas Kasus Korupsi di Kabupaten Kuantan Singingi ini kami sangat mendukung penuh.
"Kami sangat mendukung penuh dan siap menjadi garda terdepan untuk membantu penegakan hukum, apalagi orang-orang yang ingin merampok uang rakyat. Tetapi yang kami harapkan jangan adanya tebang pilih dan semacam kriminalisasi dalam melakukan penegakan hukum." Tukasnya.***(ald)

Tulis Komentar