Jelang MTQ Riau ke-44, Simpang STM Ditutup Total dan Jalur 2 Teluk Kuantan Diberlakukan Contra Flow

foto: istimewa (doc. kilasriau.com)

TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) – Suasana Kota Teluk Kuantan semakin semarak menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Tingkat Provinsi Riau ke-44 yang akan digelar di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Berbagai persiapan terus dikebut oleh panitia, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta seluruh pihak terkait demi memastikan perhelatan akbar keagamaan tersebut berjalan sukses.

Seiring semakin dekatnya hari pembukaan, rekayasa lalu lintas mulai diterapkan di sejumlah titik strategis di Kota Teluk Kuantan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya arus kendaraan, mobilitas peserta, serta kedatangan ribuan tamu dari berbagai daerah di Provinsi Riau yang akan memadati kawasan ibu kota Kabupaten Kuantan Singingi.

Salah satu kebijakan yang mulai diberlakukan adalah penutupan total Simpang STM menuju arah pusat kota serta penerapan sistem contra flow di Jalur 2 Teluk Kuantan. Kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada Jumat (26/6/2026) dan menjadi bagian dari skema pengamanan serta pengaturan lalu lintas selama persiapan hingga pelaksanaan MTQ berlangsung.

Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana, SH, SIK, MH, menjelaskan bahwa penutupan Simpang STM dilakukan karena kawasan tersebut akan digunakan sebagai lokasi pemasangan tenda dan pemondokan bagi para kafilah yang datang dari 12 kabupaten/kota se-Provinsi Riau.

Menurutnya, kebutuhan ruang untuk akomodasi peserta menjadi salah satu prioritas utama mengingat jumlah kafilah yang akan hadir mencapai ribuan orang.

"Mulai besok, Simpang STM menuju arah kota akan ditutup total karena lokasi tersebut digunakan untuk pemasangan tenda dan fasilitas pendukung bagi para kafilah MTQ. Sementara itu, di Jalur 2 akan diterapkan sistem contra flow guna menjaga kelancaran arus lalu lintas selama persiapan hingga pelaksanaan MTQ berlangsung," ujar AKBP Hidayat Perdana kepada awak media, Kamis (25/6/2026) petang.

Kapolres mengatakan, rekayasa lalu lintas tersebut telah melalui kajian dan koordinasi bersama berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan, pemerintah daerah, panitia pelaksana MTQ, serta unsur keamanan lainnya.

Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi potensi kemacetan yang diperkirakan meningkat signifikan seiring berdatangannya peserta, official, dewan hakim, tamu undangan, serta masyarakat yang ingin menyaksikan langsung rangkaian kegiatan MTQ.

Selain itu, sejumlah ruas jalan di sekitar arena utama MTQ dan lokasi pemondokan peserta juga akan menjadi fokus pengamanan guna memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik tanpa mengganggu jalannya kegiatan.

Kapolres mengimbau masyarakat agar dapat menyesuaikan rute perjalanan selama berlangsungnya rekayasa lalu lintas tersebut. Warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak di kawasan pusat kota disarankan menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung suksesnya MTQ Riau ke-44. Gunakan jalur alternatif atau ruas jalan di luar kota agar kepadatan lalu lintas dapat diminimalisir. Kesuksesan event ini adalah kebanggaan kita bersama sebagai tuan rumah," tegasnya.

Ia menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak hanya ditentukan oleh kesiapan panitia dan pemerintah daerah, tetapi juga sangat bergantung pada dukungan masyarakat dalam menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, sikap disiplin dalam berlalu lintas dan kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan akan menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana yang kondusif selama pelaksanaan MTQ.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kuantan Singingi, Hendri Wahyudi, SE, menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah teknis untuk mendukung penerapan rekayasa lalu lintas tersebut.

Petugas Dishub akan ditempatkan di berbagai titik strategis untuk membantu pengaturan kendaraan sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai perubahan jalur yang berlaku.

"Kami sudah menempatkan petugas di beberapa titik strategis serta memasang rambu-rambu dan petunjuk arah. Masyarakat diharapkan mematuhi arahan petugas demi keselamatan dan kelancaran bersama. Rekayasa lalu lintas ini bersifat sementara, namun sangat penting untuk mendukung penyelenggaraan MTQ yang diperkirakan akan dihadiri ribuan peserta dan tamu," jelas Hendri.

Menurut Hendri, pihaknya juga telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah ruas jalan yang berpotensi mengalami peningkatan volume kendaraan. Dari hasil pemetaan tersebut, Dishub menyiapkan berbagai skenario pengaturan lalu lintas agar arus kendaraan tetap lancar meskipun aktivitas masyarakat meningkat.

Selain menempatkan personel di lapangan, Dishub juga telah memasang berbagai rambu penunjuk arah dan papan informasi guna membantu pengguna jalan memahami perubahan arus lalu lintas yang diterapkan selama MTQ berlangsung.

Hendri turut mengingatkan para pengemudi kendaraan bertonase besar agar mematuhi aturan pembatasan operasional yang telah ditetapkan pemerintah daerah selama pelaksanaan MTQ.

Menurutnya, pembatasan tersebut bertujuan mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama yang akan menjadi akses para peserta dan tamu undangan menuju lokasi kegiatan.

"Untuk kendaraan bertonase besar, kami minta agar mengikuti ketentuan yang berlaku dan menggunakan jalur yang telah ditentukan. Ini dilakukan demi menjaga kelancaran mobilitas selama MTQ berlangsung," ujarnya.

Sebagai tuan rumah MTQ Tingkat Provinsi Riau ke-44, Kabupaten Kuantan Singingi terus menunjukkan kesiapannya dalam menyambut ribuan tamu dari seluruh penjuru Riau. Berbagai fasilitas pendukung mulai dari arena perlombaan, pemondokan peserta, sarana transportasi, hingga pengamanan terus dipersiapkan secara maksimal.

Masyarakat pun tampak antusias menyambut pelaksanaan MTQ yang menjadi salah satu agenda keagamaan terbesar di Provinsi Riau tersebut. Kehadiran para kafilah dan tamu dari berbagai daerah diharapkan tidak hanya menyukseskan syiar Islam, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil, pedagang, dan sektor jasa.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, panitia pelaksana, serta dukungan masyarakat, pelaksanaan MTQ Tingkat Provinsi Riau ke-44 di Kabupaten Kuantan Singingi diharapkan berlangsung aman, tertib, lancar, dan sukses.

Rekayasa lalu lintas yang mulai diterapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan tanpa hambatan, sekaligus menunjukkan kesiapan Kuansing sebagai tuan rumah yang mampu memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta dan tamu yang hadir.*(ald)






Tulis Komentar