Harap Dapat Bantuan Pemerintah, Puluhan Mahasiswa dan Santri Terdampak di Jakarta dan Bekasi
KILASRIAU.com - Penyebaran virus Covid-19 di Indonesia terus menyebar sejak pertama diumumkan 2 Maret 2020. Sejauh ini belum ada penilaian tentang bagaimana orang mempersepsikan situasi ini dan bagaimana bersikap mengenai penyebaran virus ini.
Semenjak adanya virus covid-19 ini banyak yang terdampak dan tidak terkecuali dengan mahasiswa dan santiri-santri asal Inhil-Riau yang berada di Jakarta dan Bekasi yang sampai saat ini tidak tersentuh oleh pemerintah.
Masdar yang merupakan asli Inhil-Riau yang kini menetap di Jakarta dan tergerak hati nuraninya mengatakan kepada KILASRIAU.com bahwa banyak pelajar dan santri asal Inhil-Riau yang terdampak covid -19, namun tidak tersentuh oleh pemerintah.
- Siap Masuki Dunia Kerja, 101 Siswa SMKS Global Cendekia Ikuti Pembekalan Prakerin 2026/2027
- Bupati Herman Tekankan Pembentukan Karakter Saat Pimpin Apel Hari Pertama Sekolah di SMPN 1 Tembilahan Hulu
- PW Hima Persis Riau Mengecam Keras Aksi Kekerasan terhadap Sahabat PMII: Demokrasi Tidak Boleh Dikuasai Premanisme
- AKSI SOLIDARITAS DPD IMM RIAU, BEM KM UMRI, DAN BEM IPTAR
- Menuntut Keadilan: BEM IPTAR Desak Pengungkapan Pelaku Kekerasan terhadap Mhd. Luthfi Suhaz
"Ada sekita 31 mahasiswa dan sanri asal Inhil yang terdampak covid-19 ini, namun tidak tersentuh oleh pemerintah," kata Masdar, Jum'at (15/5/2020).
Peristiwa ini terjadi ketika dilakukan pendataan kepada mahasiswa dan santri asal Inhil-Riiau, Masdar menuturkan bahwa kejadian ini bisa terjadi ketika ada laporan dari mahasiwa sampai saat ini tidak tersentuh oleh pemerintah.
"Setelah saya melakukan pendataan, ternyata banya anak-anak kita yang tidak tersentuh oleh pemerintah. anak-anak kita ini ingin pulang namun tidak bisa dan uang kiriman sudah berkurang," ucap Masdar.
Terakhir Masdar berharap kepada pemerintah Khususnya dapat memberikan bantuan kepada mahasiswa dan santri terdampak covid-19 yang selarang berada di Jakarta dan Bekasi.
"Maka dari itu, saya berharap kepada pemerintah dapat memberikan bantuan kepada anak-anak kita ini, dan jika ingin datanya bisa ataupun yang lain nya hubungi di kontak person saya +62 812-8390-2183," imbuhnya.

Tulis Komentar