Gubri Syamsuar Langsung Pecat Dua ASN Koruptor Setelah Ditegur Mendagri
KILASRIAU.com - Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar, telah menandatangani surat Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) dua Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau yang tersandung kasus tindak pidana korupsi (Tipikor).
Pemberhentian dua ASN itu dilakukan setelah gubernur Riau mendapat surat teguran I dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB).
"Surat PDTH dua ASN itu sudah diteken pak gubernur. Saat ada pemberitaan adanya teguran dari Mendagri itu, pak Gubernur langsung teken suratnya," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Riau, Trimo Setiono, Senin (8/7/2019).
- Jalin Sinergi Lintas Instansi, Bea Cukai Aceh Gagalkan Upaya Penyelundupan 527 Gram Emas ke Malaysia
- Polda Riau Bongkar Dugaan Kejahatan Lingkungan Korporasi Sawit, Kerugian Ekologis Tembus Rp187 Miliar
- Polsek Tanah Merah Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Nelayan Diamankan dengan 6,21 Gram Sabu
- Polsek Gaung Ungkap Kasus Narkotika, Kurir Sabu 9,05 Gram Diamankan di Pelabuhan Lahang Baru
- Geger! Poldasu Incar Dugaan Korupsi Miliaran Proyek SPKLU di PLN UID Sumut
Selanjutnya pihaknya menyerahkan surat tersebut kepada yang bersangkutan. Kemudian diteruskan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Kemenpan-RB.
"Jadi terhitung tanggal 4 Juli yang bersangkutan kita berhentikan dengan tidak hormat sebagai ASN Pemprov Riau," bebernya.
Ditanya selain dua ASN itu apakah ada ASN lainnya, Trimo mengatakan untuk yang lain ada, namun saat ini masih dalam proses.
"Seperti kasus pipa transmisi di Indragiri Hilir dan kasus dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Ahmad masih proses. Jadi kita tunggu sampai ada keputusan inkrah dari Pengadilan baru kita proses untuk PDTH-nya," cakapnya.

Tulis Komentar