Dharma Wanita Persatuan Diimbau Menjadi Panutan dan Aktif Dukung Program Pembangunan
Kilasriau.com — Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Indragiri Hilir, Katerina Susanti Herman, menegaskan pentingnya peran dan kontribusi seluruh anggota DWP dalam mendukung karier suami sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) serta menyukseskan berbagai program pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikannya dalam pengarahannya pada pertemuan rutin DWP.
Dalam arahannya, Katerina Susanti Herman menyampaikan bahwa menjadi bagian dari DWP merupakan sebuah kebanggaan sekaligus kewajiban bagi setiap istri ASN. Keaktifan dalam organisasi DWP adalah bentuk nyata dukungan penuh terhadap tugas dan tanggung jawab suami sebagai pelayan masyarakat.
"Anggota Dharma Wanita Persatuan harus bangga dan menyadari bahwa berorganisasi di DWP bukan sekadar kegiatan sampingan, melainkan kewajiban sebagai istri ASN. Kita harus mampu menjadi role model atau panutan di tengah masyarakat, baik dalam bersikap, berperilaku, berpakaian, maupun bertutur kata," tegasnya.
- Kemnaker Buka Pelatihan Vokasi bagi 50 Ribu Pekerja Terdampak PHK
- Kemnaker Bekali Tenaga Kerja Lewat Pelatihan Vokasi di Banyuwangi
- Kemnaker Siapkan Pelatihan Vokasi Terintegrasi dengan Industri di KEK
- Gus Muhaimin Berharap UAS Jadi Perekat Persatuan Ulama dan Umat Islam
- Jelang Peringatan Hari Pahwalan 2026, Pemkab Inhil Gelar Rapat Perdana
Selain penguatan peran internal, beliau mendorong DWP di seluruh Unit Pelaksana (UP) untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah maupun organisasi wanita lainnya, seperti Tim Penggerak PKK. Sinergi ini dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat, seperti penyediaan bantuan pakaian layak pakai bagi korban bencana alam.
Lebih lanjut, tiga bidang utama dalam struktur DWP — yakni Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Sosial Budaya — diminta untuk dioptimalkan secara maksimal oleh pengurus dan anggota:
1. Bidang Ekonomi: Mendorong dan membina anggota DWP yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta keterampilan tangan, termasuk memfasilitasi promosi produk melalui stan khusus pada berbagai acara daerah untuk meningkatkan perekonomian keluarga.
2. Bidang Pendidikan: Menyusun program kerja berkelanjutan yang berfokus pada peningkatan kapasitas anggota melalui pelatihan, seminar, dan bimbingan teknis.
3. Bidang Sosial Budaya: Mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan rasa kepedulian sosial, serta memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan organisasi dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Katerina Susanti Herman juga menyosialisasikan penggunaan seragam batik DWP yang baru. Diharapkan pengurus DWP di tingkat kabupaten dapat memfasilitasi pengadaannya agar seluruh anggota di tingkat Unit Pelaksana dapat menggunakannya secara merata.
beliau berpesan agar setiap pertemuan dan kegiatan DWP diisi dengan program-program yang memberikan manfaat nyata. DWP diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpul, melainkan sebuah wadah yang produktif, inovatif, dan berdampak positif bagi anggota, keluarga, dan masyarakat luas.

Tulis Komentar