Semarak HUT Siak ke-27, LAN Jadikan Lomba Puisi sebagai Gerakan Bersama Lawan Narkoba
Siak, Kilasriau.com – Sebanyak 79 pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Siak menyuarakan pesan antinarkoba melalui lomba baca puisi yang digelar Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Siak dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak. Tak sekadar berkompetisi, kegiatan ini menjadi wadah edukasi untuk menanamkan kesadaran bahaya narkoba sekaligus membangun keberanian dan karakter generasi muda. Perlombaan berlangsung di Taman Motuyoko, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Minggu (11/10/2026).
Melalui bait-bait puisi, para pelajar diajak menyampaikan pesan tentang bahaya narkoba, pentingnya menjaga diri, dan tanggung jawab terhadap masa depan. Pendekatan seni dipilih agar edukasi lebih dekat dengan dunia pelajar serta mampu menyentuh kesadaran mereka sejak dini.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Siak H. Mahadar, S.Pd., M.M., Ketua Komisi II DPRD Siak Sujarwo, perwakilan Kepala BNN Provinsi Riau, perwakilan Polres Siak, Ketua LAN Provinsi Riau, pihak sekolah, serta para peserta dan undangan.
Ketua Panitia Penyelenggara LAN Kabupaten Siak, Naimullah, S.H.I., mengatakan kegiatan tersebut bukan semata-mata perlombaan, melainkan sarana menyampaikan pesan positif kepada generasi muda melalui karya seni. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah sekolah yang belum terakomodasi karena keterbatasan waktu dan biaya.
"Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak serta partisipasi 79 peserta dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Kegiatan ini bukan sekadar mencari pemenang, tetapi menjadi wadah menyampaikan pesan positif agar generasi muda menjauhi narkoba melalui karya seni, di mana keberanian untuk tampil saja sudah merupakan sebuah prestasi. Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada sekolah-sekolah di Kabupaten Siak yang belum dapat kami terima pendaftarannya karena keterbatasan waktu dan biaya," ujar Naimullah.
Mewakili Bupati, Sekda Siak H. Mahadar mengapresiasi inisiatif LAN Kabupaten Siak dalam menghadirkan pendekatan edukasi yang kreatif. Menurutnya, pencegahan narkoba perlu dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat agar generasi muda memiliki karakter kuat serta mampu menjaga diri dari pengaruh negatif.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Siak, kami menyampaikan apresiasi kepada LAN Kabupaten Siak di bawah pimpinan Pak Amrizal yang menginisiasi kegiatan positif ini. Lomba baca puisi ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana edukasi untuk membentuk karakter dan menyampaikan pesan moral bahaya laten narkoba. Melalui puisi, anak-anak kita menyerukan pesan untuk menjaga diri, melindungi keluarga, dan membangun generasi Siak yang cerdas, berkarakter, serta bebas dari narkoba," ucap Mahadar.
Ketua LAN Kabupaten Siak, Amrizal, menegaskan bahwa lomba baca puisi menjadi terobosan untuk melengkapi kegiatan penyuluhan yang selama ini dilaksanakan para relawan di berbagai sekolah. Ia menyebut LAN Kabupaten Siak telah menjangkau 183 titik sekolah melalui penyuluhan tanpa dipungut biaya.
"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan komitmen tulus kami bersama para relawan untuk melatih mental anak-anak sekaligus menyuarakan bahaya narkoba melalui seni puisi. Selama ini kami fokus bergerak melakukan penyuluhan tanpa dipungut biaya hingga ke 183 titik sekolah di Kabupaten Siak. Kami di LAN Siak tidak mencari nama atau keuntungan apa pun, kami bergerak murni dari hati nurani untuk menjaga dan menyelamatkan masa depan anak-anak kita. Namun, perjuangan ini tidak bisa kami lakukan sendiri, butuh dukungan dan sinergi dari seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membentengi generasi muda Siak dari bahaya narkoba," tegas Amrizal.
Menurut Amrizal, upaya pencegahan membutuhkan kepedulian dan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan. Edukasi sejak usia sekolah dinilai penting agar pelajar tidak hanya mengetahui bahaya narkoba, tetapi juga mampu membangun sikap dan lingkungan pergaulan yang sehat.
Dukungan juga disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Siak sekaligus Ketua Penasihat LAN Kabupaten Siak, Sujarwo. Ia menilai pendekatan seni dapat menjadi media edukasi yang lebih menarik dan menyentuh perasaan pelajar dibandingkan penyampaian pesan yang monoton.
"Sejak LAN Kabupaten Siak terbentuk, saya selaku Ketua Penasihat sekaligus Ketua Komisi II DPRD Siak selalu membersamai dan mendukung penuh setiap pergerakan relawan. Narkoba adalah musuh bersama yang sangat merusak masa depan serta cita-cita anak-anak kita. Lewat lomba baca puisi dalam rangka memeriahkan HUT Kabupaten Siak ke-27 ini, pesan bahaya narkoba bisa disampaikan dengan cara yang tidak monoton, sehingga lebih meresap dan menyentuh hati para siswa maupun masyarakat," ungkap Sujarwo.
Sujarwo mengatakan tingginya antusiasme peserta menjadi bahan evaluasi untuk mengembangkan kegiatan serupa pada masa mendatang. Ia berharap penyelenggaraan berikutnya dapat dirancang bersama pemerintah daerah dengan waktu yang lebih panjang sehingga semakin banyak sekolah berkesempatan mengikuti perlombaan.
"Melihat antusiasme pendaftar yang mencapai hampir 80 peserta hingga melampaui target awal, kami memohon maaf kepada sekolah-sekolah yang belum sempat tertampung karena keterbatasan waktu. Ke depan, kami berkomitmen untuk mengevaluasi dan merancang kegiatan ini bersama pemerintah daerah agar dapat dilaksanakan selama dua hari dan menjadi agenda tahunan di Kabupaten Siak," tambahnya.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa pencegahan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum atau lembaga antinarkotika. Keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang aman serta mendampingi generasi muda menghadapi berbagai risiko pergaulan.
Bagi para peserta, keberanian berdiri di hadapan khalayak dan membacakan puisi merupakan pengalaman yang bernilai. Di balik setiap bait yang dilantunkan, tersimpan pesan agar anak-anak Siak berani memilih masa depan yang sehat, menjauhi narkoba, dan mengembangkan potensi diri melalui kegiatan positif.
Sebagaimana petuah Melayu mengingatkan, “Kalau hendak melentur buluh, biarlah dari rebungnya.” Membangun generasi yang tangguh harus dimulai sejak dini melalui pendidikan, keteladanan, dan kepedulian bersama. Sebab, menjaga anak-anak dari ancaman narkoba bukan sekadar menyelamatkan satu kehidupan, melainkan juga merawat harapan keluarga, menjaga marwah daerah, dan menyiapkan masa depan Kabupaten Siak yang lebih baik.

Tulis Komentar