Kobaran Api Bikin Warga Panik, 8 Rumah di Pulau Kijang Terbakar

Kilasriau.com, RETEH — Kepanikan pecah di Jalan Sederhana, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (6/10/2026) pagi. Dalam hitungan waktu, kobaran api melahap bangunan rumah warga dan merambat ke bangunan di sekitarnya.

Sedikitnya delapan rumah terdampak dalam kebakaran tersebut. Enam rumah dilaporkan terbakar, sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.30 WIB itu.

Kapolsek Reteh IPTU Rozi Dhasa Prima mengatakan, api diduga pertama kali muncul dari bagian dapur rumah milik Hadi yang saat kejadian disewa oleh Yanti.

“Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di Jalan Sederhana, Kelurahan Pulau Kijang. Berdasarkan keterangan sementara dari saksi, api diduga berasal dari arah dapur rumah Saudara Hadi yang disewa Saudari Yanti,” ujar Rozi dalam laporan kejadian.

Detik-detik kebakaran diketahui ketika Firman, salah seorang warga sekaligus saksi, sedang berada di ruang tamu rumahnya. Ia mencium bau seperti benda terbakar dari arah luar rumah.

Merasa curiga, Firman kemudian keluar untuk memastikan sumber bau tersebut. Ia sempat menduga bau tersebut berasal dari aktivitas warga yang sedang membakar sampah.

Namun, setelah memeriksa bagian dapur rumahnya, bau gosong justru semakin kuat. Firman kemudian kembali ke ruang tamu.

Tak lama berselang, suasana berubah menjadi kepanikan. Istri Firman berteriak memberitahukan adanya api.

Firman kemudian melihat kobaran api dari arah belakang atap rumah Hadi yang disewa Yanti. Api dengan cepat membesar sehingga warga berupaya menyelamatkan diri dan barang-barang yang masih dapat diamankan.

“Setelah melihat api, saksi langsung berupaya menyelamatkan anaknya dari dalam rumah. Sepeda motor juga dikeluarkan, kemudian saksi berteriak meminta pertolongan,” kata Rozi.

Teriakan minta tolong tersebut sontak mengundang warga sekitar. Mereka bersama-sama berusaha memadamkan kobaran api sambil menyelamatkan barang-barang dari rumah yang belum terdampak.

Personel Polsek Reteh bersama anggota Koramil 07 Reteh turut diterjunkan ke lokasi untuk membantu proses pemadaman.

Namun, kobaran api yang sudah membesar membuat upaya penyelamatan bangunan tidak mudah. Api akhirnya melahap sejumlah rumah di lokasi tersebut.

Setelah berjibaku memadamkan api, kobaran berhasil dikendalikan sekitar pukul 08.30 WIB.

“Pemadaman dilakukan bersama warga, personel Polsek Reteh dan anggota Koramil 07 Reteh. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 08.30 WIB,” ungkap Rozi.

Enam rumah yang terdampak kebakaran diketahui milik Hadi, Firman, Sanuk, Aan, Sandi dan Inan. Sementara rumah milik Rasyid dan Iros mengalami kerusakan ringan.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Polisi menyebut, sumber api sementara diperkirakan berasal dari dapur rumah Hadi yang disewa Yanti. Kendati demikian, penyebab pasti kebakaran masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk penyebab pasti kebakaran masih dilakukan pendalaman. Sementara ini, berdasarkan keterangan saksi, titik awal api diperkirakan berasal dari arah dapur rumah Hadi,” tegas Rozi.

Dalam penanganan kebakaran, petugas menggunakan satu unit Viar Damkar, dua unit mesin pompa air Damkar, satu unit mesin pompa milik Polsek Reteh serta 12 gulung selang pemadam.

Peristiwa ini menjadi perhatian warga sekitar mengingat api dengan cepat menjalar dan berdampak terhadap sejumlah rumah dalam waktu relatif singkat. Kepolisian masih melakukan pendataan terkait kerusakan dan total kerugian akibat kebakaran tersebut.






Tulis Komentar