Karsa Kriya Kreatif, Mahasiswa PPG Universitas Riau Ajak Anak Panti Asuhan Olah Limbah Menjadi Karya
Kilasriau.com - Limbah bungkusan seperti plastik, kertas, kotak bekas, dan kemasan makanan yang selama ini dianggap sebagai sampah ternyata dapat diolah menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna dan nilai jual.
Hal tersebut dibuktikan melalui kegiatan “Karsa Kriya Kreatif: Aksi Berkarya Bersama Anak-Anak Panti Asuhan Maranatha melalui Pemanfaatan Limbah dalam Pembuatan Gelang, Gantungan Kunci, Magnet, dan Kegiatan Melukis” yang dilaksanakan mahasiswa PPG PGSD Calon Guru Gelombang 1 Universitas Riau Tahun 2026 sebagai bagian dari Projek Kepemimpinan Kelompok 2.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh sembilan mahasiswa yang diketuai Garda Fathan Nuzulah, bersama anggota Afra Baiatun Nisa, Evi Rismawati, Hanifah Rohadatul Aisyi, Nilam Sari, Nur Aini Aztera, Putri Sion Sihite, Sonia Erika Ullyartha Purba, dan Vany Febriani, di bawah bimbingan Prof. Zetra Hainul Putra, Ph.D. Kegiatan melibatkan anak-anak Panti Asuhan Maranatha, Jalan Mekarsari, Palas.
- Segera Dibuka, Kelas Jurnalistik Gratis untuk Mahasiswa dan Umum di Tembilahan
- Mental Sudah Dipanaskan, Kapolsek Tembilahan Lepas 6 Fighter IFC Bertarung di Jambi
- Ganesha Lahir di Tesso Nilo, Harapan Baru Konservasi Gajah Sumatera
- Forki Inhil Rapat Konsolidasi, Matangkan Tiga Agenda Besar
- Peringati HUT ke-58 Kadin Indonesia, Dr. Idris Laena Dorong Penguatan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan
Workshop dilaksanakan pada Sabtu (03/10/2026) dan dilanjutkan dengan evaluasi pada Minggu (04/10/2026). Anak-anak diajak mengenal pemanfaatan limbah sekaligus mempraktikkan pembuatan gelang, gantungan kunci, dan magnet kulkas.
Mereka terlibat langsung mulai dari memilih dan memotong bahan, menggulung, hingga merangkainya sesuai kreativitas masing-masing. Selain itu, kegiatan melukis juga dilakukan sebagai wadah untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas anak.
Dosen pembimbing, Prof. Zetra Hainul Putra, Ph.D., mengatakan bahwa Projek Kepemimpinan menjadi bagian penting dalam membentuk jiwa kepemimpinan calon guru.
“Sebagai calon guru, Projek Kepemimpinan menjadi pondasi awal untuk menjadi pemimpin di masa depan. Oleh sebab itu, dengan adanya Projek Kepemimpinan ini, semoga mampu mewadahi dan mengembangkan jiwa kepemimpinan para calon guru,” ujarnya.
Pengurus Panti Asuhan Maranatha, Ferli Valentino Tempunu, mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru kepada anak-anak dalam memanfaatkan barang bekas.
“Sebelumnya, kami tidak terpikir bahwa barang-barang bekas seperti kotak bekas, kotak makanan ringan, dan bungkusan makanan dapat diolah menjadi barang yang memiliki nilai jual. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar memanfaatkan barang bekas menjadi produk kreatif sekaligus mengembangkan kreativitas yang mereka miliki,” ungkapnya.
Melalui Karsa Kriya Kreatif, mahasiswa berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan keterampilan membuat kerajinan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kreativitas, kemandirian, dan jiwa kewirausahaan. Dari barang yang semula dianggap tidak bernilai, anak-anak diajak menemukan peluang untuk berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

Tulis Komentar