Kejari Inhil Salurkan 21 Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Karhutla

Kilasriau.com – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial kepada warga kurang mampu di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara kolaboratif oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Inhil bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil melalui Dinas Sosial, PT Bulog, PT Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Baznas.

Sebanyak 21 paket bantuan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Karhutla. Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa (22/9) petang dan dipusatkan di Jalan Anang Acil, Kelurahan Sungai Beringin, Kecamatan Tembilahan.

Penyerahan bantuan turut dihadiri Bupati Inhil Herman, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Riau I Dewa Gede Wirajana, serta Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Inhil Johannes Harysuandy Siregar.

Bupati Inhil Herman mengatakan, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak Karhutla. Menurutnya, kepedulian dan sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Semoga sinergi dan semangat kita terus terjaga erat dalam upaya melayani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Inhil," ujar Herman.

Sementara itu, Kajari Inhil Johannes Harysuandy Siregar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kejaksaan Hadir Peduli, yang diinisiasi Kejari Inhil sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan.

Menurut Johannes, kehadiran Kejaksaan dalam kegiatan tersebut merupakan upaya untuk mengambil bagian dalam membantu masyarakat setelah bencana Karhutla dapat dikendalikan.

"Kita meneladani Bapak Kapolres dan Bapak Dandim yang turun langsung berjuang memadamkan api saat kebakaran terjadi. Kalau kami dari Kejaksaan, memang tidak secepat dan selincah mereka di lapangan saat api sedang berkobar. Kami hadir setelah api dapat dikuasai, tetapi kami berupaya memberikan kepedulian dan perhatian kepada masyarakat yang terdampak," kata Johannes.

Ia menjelaskan, program tersebut belum dapat menjangkau seluruh masyarakat yang terdampak Karhutla. Kondisi itu disebabkan adanya skala prioritas serta keterbatasan dalam pelaksanaan bantuan.

"Memang belum semua warga bisa kami jangkau, mengingat skala prioritas dan keterbatasan yang ada. Namun, program ini kami bangun melalui kerja sama dengan BUMN, BUMD, kementerian, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Indragiri Hilir," jelasnya.

Johannes menegaskan, semangat utama dari program tersebut adalah mendorong seluruh institusi untuk hadir dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, tidak hanya terpaku pada tugas pokok dan fungsi masing-masing.

"Inti dari semua ini adalah bagaimana seluruh institusi kita hadir, dirasakan oleh masyarakat, melampaui tugas pokok dan fungsi masing-masing," ujarnya.

Ia berharap kolaborasi serupa dapat terus dilanjutkan sehingga bantuan kepada masyarakat terdampak Karhutla dapat diperluas. Sinergi tersebut diharapkan melibatkan pemerintah daerah, Forkopimda, lembaga vertikal, BUMN, BUMD, perbankan, pihak swasta, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Johannes juga menyampaikan rasa syukur atas kondisi cuaca yang mulai membaik setelah hujan turun dan kondisi asap berangsur berkurang.

"Kehadiran Bapak sekalian sungguh menjadi pertanda baik. Tuhan Yang Maha Esa telah mengirimkan hujan lebih dulu, sehingga asap berkurang, debu hilang, dan kita dapat berkumpul dengan nyaman di tempat ini," katanya.

Ia berharap kondisi tersebut terus berlanjut sehingga kebakaran benar-benar dapat dipadamkan dan masyarakat kembali menjalani aktivitas dengan aman dan nyaman.

"Semoga cuaca baik terus turun, api benar-benar padam, dan kedamaian kembali sepenuhnya," pungkas Johannes.






Tulis Komentar