Sorotan PJU Padam Berbuah Respons Cepat, Pemkab Siak Benahi PJU dan Lampu Taman “Malioboro” Perawang
Siak, Kilasriau.com – Sorotan terhadap padamnya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) dan lampu taman di kawasan yang dikenal masyarakat sebagai “Malioboro-nya Perawang” mendapat respons cepat dari Bupati Siak dr. Afni Zulkifli, M.Si. Tak hanya memberikan tanggapan, Bupati Afni memastikan penanganan langsung dilakukan melalui Dinas PUPR Kabupaten Siak. Proses perbaikan penerangan di kawasan tersebut kini tengah berjalan dengan progres yang disebut telah mencapai sekitar 60 persen.
Respons tersebut disampaikan Bupati Afni setelah kondisi kawasan Jalan Minas–Perawang Km 10, Desa Perawang Barat, Kecamatan Tualang, menjadi perhatian menyusul padamnya sejumlah fasilitas penerangan pada malam hari. Kawasan di sekitar trotoar depan Kantor Camat Tualang itu selama ini cukup ramai dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang publik untuk bersantai bersama keluarga.
Melalui pesan singkat WhatsApp, Bupati Afni menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Tualang sekaligus menjelaskan bahwa perbaikan lampu PJU dan lampu taman tengah dilakukan oleh Dinas PUPR Kabupaten Siak.
“Mohon maaf pada warga Tualang. Lampu PJU Perawang dan lampu taman lagi proses perbaikan oleh Dinas PUPR Siak, progres penerangan sampai saat ini 60 persen,” ujar Bupati Afni kepada Kilasriau.com, Senin (14/9/2026).
Penanganan tersebut mencakup fasilitas penerangan dalam jumlah cukup besar. Pemerintah daerah mencatat terdapat 88 tiang PJU dan 146 tiang lampu taman yang masuk dalam penanganan perbaikan.
Dengan jumlah fasilitas yang cukup banyak, proses perbaikan dilakukan secara bertahap pada sejumlah titik. Namun, pemerintah daerah memastikan pekerjaan tersebut telah berjalan dan pada hari ini perbaikan langsung dilakukan di lapangan.
Bupati Afni juga menjelaskan bahwa pengelolaan fasilitas penerangan tersebut direncanakan mengalami penataan kewenangan pada 2027. Lampu PJU akan diserahkan kepada Dinas Perhubungan, sementara lampu taman direncanakan menjadi kewenangan Dinas Lingkungan Hidup.

Penataan kewenangan tersebut diharapkan dapat memperjelas pihak yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan pemeliharaan masing-masing fasilitas. Dengan begitu, keberadaan fasilitas publik tidak hanya berhenti pada pembangunan, tetapi juga dapat dijaga keberfungsiannya secara berkelanjutan.
Bagi masyarakat, dimulainya perbaikan menjadi kabar yang dinantikan. Pasalnya, kawasan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari wajah Kecamatan Tualang, tetapi juga menjadi ruang berkumpul warga pada malam hari yang berada berdekatan dengan jalur lalu lintas Minas–Perawang.
Minimnya penerangan sebelumnya dikeluhkan warga karena membuat suasana kawasan menjadi kurang nyaman, terutama bagi masyarakat yang membawa anak-anak untuk bersantai di trotoar. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan kenyamanan pengguna jalan dan aktivitas masyarakat di sekitar ruang publik.
Terkait penyelesaian pekerjaan, Bupati Afni menargetkan seluruh fasilitas penerangan tersebut dapat kembali menyala sebelum momentum Hari Jadi Kabupaten Siak.
“Target Insya Allah sebelum Ulang Tahun Siak Kabupaten sudah menyala kembali. Mohon doa dukungannya semoga tidak bergeser waktunya,” tambahnya.
Target tersebut kini menjadi perhatian masyarakat yang berharap perbaikan benar-benar tuntas sesuai waktu yang disampaikan pemerintah daerah. Warga tentu ingin kawasan yang pernah dikenal sebagai “Malioboro-nya Perawang” kembali terang dan dapat dimanfaatkan dengan nyaman.
Kawasan tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat Tualang, khususnya pada malam hari. Gemerlap lampu, trotoar dan aktivitas warga sebelumnya membuat kawasan itu menjadi salah satu ruang publik yang cukup hidup di sekitar Km 10 Perawang.
Karena itu, kembalinya fungsi penerangan bukan sekadar persoalan estetika kawasan. Lebih dari itu, penerangan yang memadai diharapkan dapat mendukung kenyamanan, visibilitas dan rasa aman masyarakat yang beraktivitas maupun melintas di kawasan tersebut.
Kini, masyarakat tinggal menanti realisasi dari progres perbaikan yang disebut telah mencapai 60 persen tersebut. Dengan perbaikan yang sudah mulai dikerjakan hari ini, “Malioboro-nya Perawang” diharapkan kembali terang, nyaman dan terawat sesuai target pemerintah daerah.

Tulis Komentar