Pengabdian KUKERTA Berdampak Unri: Mahasiswa KUKERTA Unri Kenalkan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi kepada Ibu PKK Se-Kecamatan Kuantan Hilir Seberang Kabupaten Kuantan Singingi

Pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi yang diselenggarakan mahasiswa KUKERTA Universitas Riau bagi ibu-ibu PKK se-Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi, Kamis (9/7/2026). (Sumber: Dok. KUKERTA Unri).

⁠⁠⁠⁠⁠Kilasriau.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Reguler Universitas Riau (Unri) Tahun 2026 menggelar pelatihan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bagi ibu-ibu PKK se-Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi, pada Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi.

Program berjudul "Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi sebagai Produk Ramah Lingkungan yang Bernilai Ekonomi" merupakan salah satu program kerja mahasiswa KUKERTA Universitas Riau di Desa Pulau Baru. Kegiatan ini diikuti oleh 130 peserta yang terdiri atas perwakilan ibu-ibu PKK dari seluruh desa di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang.

Pelatihan diawali dengan penyampaian materi mengenai pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi sebagai produk ramah lingkungan yang bernilai ekonomi. Materi disampaikan oleh dua mahasiswa KUKERTA Universitas Riau, Valina Septriani Arimbi dan Nadjwa Laras Salsabilla. 

Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman mengenai potensi minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah rumah tangga untuk diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat sekaligus memiliki nilai jual.

Mahasiswa KUKERTA Universitas Riau, Valina Septriani Arimbi dan Nadjwa Laras Salsabilla, menyampaikan materi sekaligus memandu praktik pembuatan lilin aromaterapi berbahan minyak jelantah kepada peserta pelatihan di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kamis (9/7/2026). (Sumber: Dok. KUKERTA Unri).

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi praktik pembuatan lilin aromaterapi. Peserta mempraktikkan secara langsung proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, penambahan pewangi, hingga proses pencetakan dan pengemasan produk. 

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Banyak peserta aktif mengajukan pertanyaan dan mencoba membuat lilin aromaterapi secara mandiri. Produk yang dihasilkan juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai usaha rumahan yang bernilai ekonomi.

Ketua Tim KUKERTA Universitas Riau Desa Pulau Baru, Fahreza Mardinata, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga yang berkelanjutan. 

"Kami berharap masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, dapat melihat bahwa minyak jelantah bukan hanya limbah yang harus dibuang, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai jual. Dengan demikian, selain menjaga lingkungan, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat," ujarnya.

Ketua TP PKK Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Tarma Wanita, S.Th.I, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini memberikan pengetahuan baru sekaligus keterampilan yang dapat diterapkan oleh ibu-ibu PKK di desa masing-masing. 

"Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan solusi dalam mengelola minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi usaha rumahan yang mampu meningkatkan perekonomian keluarga," ungkapnya.

Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Drs. Hendripides, M.Si, sebagai bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui program KUKERTA Universitas Riau.

Tim KUKERTA Universitas Riau Desa Pulau Baru yang menyelenggarakan kegiatan ini terdiri atas 10 mahasiswa yang diketuai oleh Fahreza Mardinata, dengan anggota Dwi Nur Khasanah, Helfy Dwi Farahdilla, Dwi Febyona Asmita, Ninda Nurhidayatun Nisa, Dwi Febyoni Asmita, Yusup Martua, Valina Septriani Arimbi, Edi Febriyanto, dan Nadjwa Laras Salsabilla.

Melalui program ini, mahasiswa KUKERTA Universitas Riau berharap masyarakat semakin peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus mampu mengembangkan produk kreatif berbasis minyak jelantah yang memiliki nilai ekonomi. 

Diharapkan ibu-ibu PKK se-Kecamatan Kuantan Hilir Seberang dapat menjadi pelopor dalam pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat, sehingga limbah rumah tangga tidak lagi menjadi sumber pencemaran, tetapi dapat diolah menjadi peluang usaha yang mendukung kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan.






Tulis Komentar