Dalam Hitungan Jam, TRC BPBD Inhil Taklukkan Dua Titik Karhutla
Kilasriau.com - Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir bergerak cepat menangani dua titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Tembilahan dan Kecamatan Batang Tuaka, Sabtu (6/6/2026).
Pada hari yang sama, tercatat pula satu kejadian karhutla lainnya di Kecamatan Pelangiran sehingga total terdapat tiga kejadian kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.
Kepala BPBD Kabupaten Indragiri Hilir, R. Arliansah, mengatakan laporan kebakaran yang diterima langsung ditindaklanjuti oleh petugas dengan melakukan verifikasi dan penanganan di lapangan guna mencegah api meluas.
- Camat Tembilahan Ajak Masyarakat Tingkatkan Kebersihan Lingkungan untuk Cegah DBD
- Polsek Tempuling dan Koramil 03 Tempuling Gelar Pengamanan Malam Takbir Idul Adha 1447 H, Situasi Kondusif
- Cegah Kabut Asap Sejak Dini, Tanah Merah Gelar Apel Gabungan Stakeholder dan Masyarakat Peduli Api
- Pantau Tanaman Warga, BRIPDA Hadi Y Istakim Ajak Masyarakat Optimalkan Pekarangan di Enok
- Polsek Tempuling Gelar Patroli KRYD, Ciptakan Situasi Aman dan Kondusif di Wilayah Kecamatan Tempuling
"Begitu menerima informasi, petugas langsung bergerak melakukan pengecekan dan penanganan. Langkah cepat ini penting agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar," ujar Arliansah.
Berdasarkan laporan petugas, kejadian pertama terjadi di Jalan Tanjung Harapan, Lorong Tanjung Langkawi, Kecamatan Tembilahan. Kebakaran lahan di lokasi tersebut berhasil ditangani dengan luas area terdampak diperkirakan sekitar 0,2 hektare.
Selanjutnya, TRC BPBD Inhil juga melakukan penanganan kebakaran lahan di Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka. Saat tiba di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 1 hektare.
Selain dua lokasi yang ditangani langsung BPBD Inhil, pada hari yang sama juga terjadi kebakaran lahan di Desa Tagagiri Tama Jaya, Kecamatan Pelangiran, dengan luas area terdampak diperkirakan sekitar 1 hektare. Penanganan di lokasi tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat setempat.
Dengan demikian, total luas lahan yang terdampak dari tiga kejadian karhutla yang terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir pada Sabtu (6/6/2026) diperkirakan mencapai sekitar 2,2 hektare.
Arliansah mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat kondisi cuaca cenderung kering yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah karhutla. Apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin," tegasnya.
BPBD Kabupaten Indragiri Hilir terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir.

Tulis Komentar