Monyet Diduga Stres dan Bekas Peliharaan, Camat Tembilahan Minta BKSDA Segera Bertindak

Kilasriau.com – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) terus mengintensifkan upaya pencarian seekor monyet liar yang telah menyerang sedikitnya 11 warga di kawasan Jalan Pangeran Hidayat, Lorong Kubur, Kecamatan Tembilahan Hilir. Hingga kini, satwa tersebut masih belum berhasil diamankan meski tim gabungan telah melakukan penyisiran selama beberapa hari berturut-turut.

Operasi pencarian melibatkan personel Polres Indragiri Hilir, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Inhil, BPBD Kabupaten Inhil, Indragiri Hilir Shooting Club (IHSC), komunitas Masyarakat Pecinta Senjata Angin, serta masyarakat setempat.

Camat Tembilahan, Ari Syuria, mengatakan pemerintah daerah telah menelusuri sejumlah lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan monyet tersebut. Penyisiran dilakukan di kawasan Sungai Parit 13, jalur dari Malagas hingga Parit 15, serta area depan pelabuhan di sekitar Rumah Sakit.

Selain melakukan pencarian, pihaknya juga menelusuri kemungkinan adanya warga yang memelihara satwa tersebut. Namun, hingga kini belum ditemukan pemiliknya.

"Kami juga telah memastikan kepada warga sekitar apakah ada yang memelihara monyet tersebut. Sampai saat ini tidak ada masyarakat yang mengaku sebagai pemiliknya," kata Ari Syuria, saat dikonfirmasi langsung vis WhatsApp, Senin (3/8/26). 

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, Ari menduga monyet tersebut bukan satwa liar yang hidup bebas sejak awal, melainkan pernah dipelihara seseorang sebelum akhirnya lepas.

Ia mengungkapkan, dugaan itu diperkuat oleh keterangan salah seorang saksi yang melihat adanya kalung kekang di leher monyet tersebut.

"Menurut hasil pengamatan tim di lapangan, satwa ini diduga mengalami stres. Ada saksi yang melihat monyet tersebut masih menggunakan kalung kekang, sehingga besar kemungkinan hewan ini sebelumnya merupakan peliharaan yang kemudian lepas. Dari kondisi fisiknya pun terlihat seperti mengalami tekanan atau pernah mendapat perlakuan yang kurang baik," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Inhil juga telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk memastikan status satwa tersebut sekaligus menentukan langkah penanganan yang sesuai.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak BKSDA. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi apakah monyet tersebut merupakan satwa yang dilindungi atau bukan. Kami berharap BKSDA segera merespons peristiwa yang saat ini meresahkan masyarakat Tembilahan dan segera mengambil langkah penanganan yang diperlukan," tutur Ari.

Meski demikian, tim gabungan tetap melanjutkan operasi pencarian guna mengantisipasi bertambahnya korban.

Sebelumnya, hingga Sabtu (1/8/2026) pukul 23.47 WIB, tim gabungan telah melakukan pencarian selama lima malam berturut-turut. 

Namun, monyet yang diduga menyerang warga tersebut belum berhasil ditemukan.

Petugas menyisir kawasan Jalan Pangeran Hidayat Parit 13 menggunakan perahu karet bermesin. Jalur sungai dipilih karena lokasi persembunyian satwa diduga berada di bawah kolong rumah-rumah panggung yang berdiri di sepanjang aliran parit.

Dalam penyisiran tersebut, petugas memeriksa satu per satu kolong rumah warga yang diduga menjadi tempat persembunyian monyet. Berdasarkan hasil pemantauan, satwa tersebut diduga terus berpindah-pindah mengikuti jalur sungai dan permukiman warga sehingga menyulitkan proses penangkapan.

Operasi pencarian juga dipantau langsung oleh Camat Tembilahan Ari Syuria bersama Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Inhil guna memastikan seluruh personel dapat bekerja secara maksimal.

Monyet tersebut pertama kali dilaporkan muncul di kawasan RT 03 RW 03 Jalan Pangeran Hidayat. Dalam beberapa hari terakhir, keberadaannya berpindah ke sejumlah lokasi, termasuk Jalan Handayani. Warga Lorong Cempaka bahkan sempat melaporkan melihat dua ekor monyet di kawasan tersebut sehingga pencarian terus diperluas.

Akibat serangan satwa itu, 11 warga dilaporkan menjadi korban gigitan. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis di RSUD Puri Husada Tembilahan maupun Puskesmas. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir memastikan seluruh biaya pengobatan, termasuk pemberian vaksin antirabies hingga selesai sesuai prosedur medis, ditanggung pemerintah tanpa dipungut biaya.

Ari Syuria mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap anak-anak, selama monyet tersebut belum berhasil diamankan.

"Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama mengawasi anak-anak dan untuk sementara tidak membiarkan mereka bermain di luar rumah tanpa pengawasan. Kami juga mengajak masyarakat mengaktifkan kembali siskamling agar keberadaan monyet liar ini dapat segera diketahui dan dilaporkan kepada petugas," katanya.

Ia juga meminta masyarakat tidak mencoba menangkap monyet tersebut secara mandiri karena berpotensi membahayakan keselamatan.

"Apabila masyarakat melihat keberadaan monyet liar tersebut, segera laporkan ke Posko Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Indragiri Hilir melalui nomor 0851-8794-9123. Jangan mencoba menangkap sendiri karena dapat memicu serangan. Biarkan petugas yang melakukan penanganan agar tidak menimbulkan korban baru," tegasnya.

Hingga kini, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pergerakan dan lokasi persembunyian monyet tersebut. Pemerintah berharap satwa itu segera berhasil diamankan sehingga keresahan masyarakat dapat berakhir dan aktivitas warga kembali berjalan normal.






Tulis Komentar