Kisah Beni Aprianto: Abdi Negara yang Sukses Menyemai Rupiah Lewat Seni Bertani Cabai
Kilasriau.com, Taluk kuantan– Menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sering kali diidentikkan dengan rutinitas kantor di balik meja. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Beni Aprianto. Di luar jam dinasnya sebagai abdi negara, ia sukses membuktikan diri sebagai petani cabai merah yang produktif dan berhasil meraup omzet menjanjikan.
Saat ditemui langsung di area perkebunannya yang hijau, Beni tampak sedang sibuk memanen hasil jerih payahnya. Hamparan tanaman cabai yang lebat dengan buah berwarna merah menyala menjadi bukti nyata dari ketekunannya selama ini.
Bagi Beni, turun ke lahan dan bermandikan keringat bukanlah menurunkan derajat. Ia justru memiliki pandangan yang sangat mendalam dan filosofis tentang dunia pertanian.
- Dukung Swasembada Pangan, Polisi di Inhil Turun Langsung Beri Penyuluhan kepada Peternak Sapi
- Bupati Herman Buka Santri Expo 2026, Dorong Santri Cinta Tanah Air dan Berkontribusi untuk Daerah
- Seleksi Komisaris dan Direktur PT KIG Gemilang Resmi Dibuka
- Bupati didampingi Ketua TP. PKK Inhil Resmikan Bazar MTQ Sungai Batang, Harapkan Kemajuan UMKM Daerah
- PW MOI Inhil Himbau Petani Kelapa dan Organisasi Mahasiswa Waspada terhadap Agenda Terselubung soal Perkelapaan
"Baginya, jadi petani bukan pekerjaan hina. Petani adalah seni merawat makhluk hidup," ungkap Beni dengan wajah berseri-seri saat kami temui di kebun cabenya.
Mengubah Pandangan, Menjemput Peluang Prinsip itulah yang membuat Beni berbeda. Ketika banyak orang menganggap bertani sebagai pekerjaan alternatif atau sekadar sampingan, ia justru melihatnya sebagai ruang kontemplasi dan kreativitas. Baginya, setiap batang cabai yang tumbuh subur merefleksikan bagaimana cara petani tersebut merawatnya dengan hati.
Keputusannya untuk bertani cabai juga didasari oleh peluang pasar yang selalu terbuka lebar. Cabai merupakan salah satu komoditas utama yang selalu dicari masyarakat. Berkat manajemen waktu yang disiplin, tugasnya sebagai ASN tidak pernah terbengkalai, sementara kebun cabainya tetap terawat dengan optimal.
Kini, dari hasil "seni merawat makhluk hidup" tersebut, Beni tidak hanya berhasil menginspirasi rekan sejawatnya, tetapi juga membuktikan bahwa seorang ASN mampu mandiri secara ekonomi sekaligus berkontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Kisah Beni Aprianto adalah contoh nyata bahwa profesi apa pun, jika dilakukan dengan cinta dan cara pandang yang positif, akan membuahkan hasil yang manis—atau dalam hal ini, hasil yang pedas luar biasa bagi kesejahteraan.

Tulis Komentar