Kilasriau.com, Taluk kuantan– Menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) sering kali diidentikkan dengan rutinitas kantor di balik meja. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Beni Aprianto. Di luar jam dinasnya sebagai abdi negara, ia sukses membuktikan diri sebagai petani cabai merah yang produktif dan berhasil meraup omzet menjanjikan.
Saat ditemui langsung di area perkebunannya yang hijau, Beni tampak sedang sibuk memanen hasil jerih payahnya. Hamparan tanaman cabai yang lebat dengan buah berwarna merah menyala menjadi bukti nyata dari ketekunannya selama ini.
Bagi Beni, turun ke lahan dan bermandikan keringat bukanlah menurunkan derajat. Ia justru memiliki pandangan yang sangat mendalam dan filosofis tentang dunia pertanian.
"Baginya, jadi petani bukan pekerjaan hina. Petani adalah seni merawat makhluk hidup," ungkap Beni dengan wajah berseri-seri saat kami temui di kebun cabenya.
Mengubah Pandangan, Menjemput Peluang Prinsip itulah yang membuat Beni berbeda. Ketika banyak orang menganggap bertani sebagai pekerjaan alternatif atau sekadar sampingan, ia justru melihatnya sebagai ruang kontemplasi dan kreativitas. Baginya, setiap batang cabai yang tumbuh subur merefleksikan bagaimana cara petani tersebut merawatnya dengan hati.