Menteri Komunikasi dan Digital Tegaskan Pembangunan Konektivitas Digital Harus Diikuti Pemanfaatan Nyata
Kilasriau.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pembangunan konektivitas digital harus diikuti pemanfaatan nyata di layanan publik, terutama di sekolah dan puskesmas.
Pernyataan ini disampaikan dalam Apresiasi Konektivitas Digital 2026 di Jakarta Pusat, Jumat (17/4/2026).
Menurut Meutya, keberhasilan pembangunan jaringan tidak hanya diukur dari tersedianya akses, tetapi dari sejauh mana internet digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.
- Kemnaker akan Selaraskan Pelatihan Vokasi dengan Kebutuhan Tenaga Kerja Hilirisasi
- Ketua BKMT Inhil Pimpin Yasinan Rutin, Perkuat Silaturahmi dan Keimanan
- Bahas Proyek Karbon Mangrove bersama Tenaga Ahli UNRI, Pemkab Inhil Ingin Kelestarian Lingkungan dan Menguatnya Ekonomi Pesisir
- TMMD ke-130 Kodim 0314/Inhil Resmi Dievaluasi, Wasev Tinjau Langsung Progres Sasaran Fisik di Keritang
- Turun Gunung ke Lokasi TMMD, Tim Wasev Gali Aspirasi Warga Lewat Peninjauan
“Saya terharu banyak masyarakat dari elemen sekolah, puskesmas, TNI, dan industri bekerja sama memudahkan langkah pemerintah memastikan konektivitas berjalan dengan baik,” ujar Meutya.
Menurut Meutya, keberhasilan konektivitas diukur dari manfaat yang dirasakan sehari-hari. Siswa bisa mengakses materi belajar lebih luas. Tenaga kesehatan bisa melayani pasien dengan lebih cepat dan tepat.
"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, butuh dukungan dari banyak pihak," tuturnya.
Ia menekankan konektivitas harus menjadi bagian dari layanan publik, bukan hanya pembangunan infrastruktur.
“Mudah-mudahan kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat bisa terus berjalan untuk mengawal konektivitas kita semakin baik,” tegasnya.

Tulis Komentar