Mengapa Monyet Itu Mengamuk? Sebuah Peringatan atau Sekadar Kebetulan?

Kilasriau.com - Hingga hari ini, monyet liar yang meresahkan warga Tembilahan belum juga tertangkap. Korban terus bertambah. Ketakutan mulai menyelimuti masyarakat.

Para ahli tentu akan menelitinya dari sisi ilmiah: apakah karena habitat terganggu, sumber makanan berkurang, atau faktor lainnya. Semua itu penting dan harus menjadi dasar penanganan.

Namun bagi orang beriman, setiap musibah juga merupakan panggilan untuk bermuhasabah.

Rasulullah Saw bersabda:

_"Apabila perbuatan keji dan maksiat dilakukan secara terang-terangan di suatu kaum, maka akan muncul di tengah mereka berbagai wabah dan bala yang belum pernah menimpa generasi sebelumnya."_

(HR. Ibnu Majah)

Tulisan ini bukan bermaksud menghakimi bahwa serangan monyet adalah hukuman Allah atas dosa tertentu. Tidak ada seorang pun yang berhak memastikan hal itu. Namun, hadis Rasulullah Saw mengingatkan kita agar tidak hanya sibuk mencari penyebab di bumi, tetapi juga berani mengoreksi keadaan langit dalam diri kita. Setiap musibah adalah kesempatan untuk memperbaiki iman, akhlak, dan kepedulian kepada sesama.

_Yang paling berbahaya bagi sebuah kota bukan hanya monyet liar yang menggigit tubuh, tetapi juga "liarnya" hawa nafsu yang menggigit akal, hati, dan nurani._

Di tengah keresahan yang dirasakan masyarakat, muncul pula harapan agar para ulama, umara, ustaz, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen warga dapat duduk bersama menggelar doa, istighasah, dan tolak bala. Bukan karena kita telah memastikan penyebab musibah ini, tetapi sebagai ikhtiar batin, memohon perlindungan, keselamatan, dan keberkahan bagi Kota Tembilahan. Ikhtiar lahir melalui langkah ilmiah harus berjalan seiring dengan ikhtiar batin melalui doa, karena keduanya merupakan bagian dari ikhtiar yang diajarkan agama.

_Semoga monyet itu segera tertangkap. Namun lebih dari itu, semoga kita juga mampu menangkap segala sifat liar dalam diri sebelum ia menghancurkan kehidupan yang sesungguhnya. Sebab musibah yang paling menakutkan bukan hanya luka di tubuh, melainkan ketika hati kehilangan kepekaan, akal kehilangan kejernihan, dan manusia kehilangan rasa takut kepada Allah SWT._

Wallahu A'lam Bishawab.






Tulis Komentar