Zulkifli Z Resmi Pimpin LAMR Tualang, Adat Melayu dan Persatuan Jadi Kompas Kepemimpinan
Siak, Kilasriau.com – Estafet kepemimpinan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Tualang resmi berganti. Melalui musyawarah yang berlangsung tertib, demokratis, dan tetap menjunjung tinggi marwah adat Melayu, Zulkifli, Z. dipercaya menakhodai LAMR Kecamatan Tualang untuk masa bakti lima tahun ke depan. Musyawarah tersebut menjadi penanda bahwa tradisi bermufakat masih terpelihara sebagai jalan terbaik dalam menentukan arah lembaga adat. Kegiatan itu digelar di Balai Adat LAMR Kecamatan Tualang, Rabu (5/8/2026).
Bagi masyarakat Melayu, pergantian kepemimpinan bukan sekadar memilih seorang ketua. Lebih dari itu, musyawarah merupakan ruang berhimpunnya anak kemenakan untuk menyatukan pandangan, menjaga persaudaraan, serta memastikan harkat, martabat, dan marwah adat tetap tegak di tengah perkembangan zaman.
Pemilihan Ketua LAMR Kecamatan Tualang periode ini diikuti empat putra terbaik tempatan, yakni Zulkifli, Z. dengan nomor urut 1, Azwar nomor urut 2, Juadi Idriz nomor urut 3, dan Jainudin nomor urut 4. Seluruh tahapan berlangsung sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) LAMR dengan mengedepankan asas langsung, umum, bebas, dan rahasia.
Setelah seluruh suara dihitung, Zulkifli, Z. keluar sebagai peraih dukungan terbanyak dengan sembilan suara. Juadi Idriz berada di posisi kedua dengan lima suara, sedangkan Azwar memperoleh dua suara. Hasil tersebut disambut dengan suasana penuh keakraban sebagai cerminan bahwa perbedaan pilihan tidak memutus tali persaudaraan di bawah payung adat.
Musyawarah bermaruah itu turut dihadiri Ketua DPH LAMR Kabupaten Siak Datuk Seri Arfan Usman, Ketua MKA LAMR Kabupaten Siak Datuk Seri Tengku Amaruddin, unsur Forkopimcam Tualang, Tameng Adat, para datuk penghulu, tokoh masyarakat, serta tokoh yang dituakan di Kecamatan Tualang, Haji Ruslan.
Ketua DPH LAMR Kabupaten Siak, Datuk Seri Arfan Usman, mengapresiasi seluruh rangkaian pemilihan yang berlangsung sesuai ketentuan organisasi. Menurutnya, proses tersebut menunjukkan bahwa LAMR tetap mampu menjaga marwah lembaga melalui mekanisme demokrasi yang berlandaskan musyawarah dan mufakat.
"Pertama, kami menyampaikan selamat atas terpilihnya Pak Zulkifli. Kedua, kami menyampaikan bahwa pemilihan ini telah berjalan secara demokratis sesuai dengan ketentuan anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan ketentuan yang berlaku," ucap Datuk Seri Arfan Usman.
Ia menegaskan, berakhirnya proses pemilihan harus menjadi awal untuk kembali menyatukan seluruh kekuatan di dalam lembaga. Baginya, kepengurusan yang baru memikul tanggung jawab besar untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu sekaligus memperkuat persatuan di kalangan anak kemenakan.
"Tentu kita berharap pengurus yang baru ini dapat melanjutkan perjuangan dari pengurus sebelumnya dan menjadikan lembaga ini lebih baik ke depannya. Pesan yang paling utama adalah merangkul kembali seluruh kekuatan yang ada di lembaga adat ini, khususnya di Kecamatan Tualang. Jangan ada yang dianggap sebagai lawan, semuanya harus dirangkul kembali dan dijadikan kawan untuk membentuk satu tim yang solid. Dengan begitu, terwujudlah LAM Kecamatan Tualang yang duduk sama rendah, tegak sama tinggi," pesannya.
Ketua LAMR Kecamatan Tualang terpilih, Zulkifli Z, mengatakan amanah yang diberikan kepadanya akan dijalankan dengan menghidupkan kembali khazanah budaya Melayu yang tumbuh di Kecamatan Tualang. Menurutnya, adat harus terus dirawat agar tetap menjadi pedoman hidup sekaligus benteng bagi generasi muda menghadapi perubahan zaman.
"Tentu semuanya akan kita mulai dengan menggali khazanah budaya asli yang ada di Kecamatan Tualang. Kita akan melibatkan semua komponen agar adat dan budaya di Tualang ini betul-betul berkembang, menjadi panutan, serta membentuk masyarakat yang beradat dan berbudaya. Selain agama Islam, adat istiadat inilah yang insya Allah mampu menyaring pengaruh-pengaruh negatif dari luar. Di era keterbukaan dan modernisasi saat ini, hanya agama dan adat yang mampu mengunci serta menyaring hal-hal negatif bagi generasi muda kita di masa mendatang. Itulah tekad kita," tuturnya.
Menanggapi dinamika yang sempat mewarnai proses pemilihan, Zulkifli menilai perbedaan pendapat merupakan hal yang lumrah dalam sebuah musyawarah. Namun, setelah keputusan ditetapkan, seluruh pihak sudah sepatutnya kembali berhimpun dalam satu payung adat demi kepentingan bersama.
"Terkait dinamika yang ada, sebenarnya tidak ada perpecahan, yang ada hanyalah perbedaan pendapat dalam proses pemilihan, dan itu hal yang biasa. Perbedaan pendapat itu bebas, tetapi bukan berarti pecah. Intinya, bagi saya yang diamanahkan, baik yang memilih maupun yang tidak memilih, yang mendukung maupun yang tidak mendukung, semuanya adalah bagian dari masyarakat adat yang akan kita pimpin selama lima tahun ke depan, insya Allah. Semuanya akan kita rangkul kembali di bawah payung adat. Seperti lambang lembaga kita yaitu payung, yang bertugas memayangi semua komponen secara adat istiadat," tegasnya.
Ketua Panitia Pemilihan, M. Wahyudi, menyampaikan rasa syukur karena seluruh tahapan musyawarah dapat terlaksana dengan baik tanpa hambatan maupun intervensi dari pihak mana pun. Menurutnya, seluruh pemegang hak suara telah menggunakan haknya sesuai mekanisme yang diatur dalam AD/ART LAMR.
"Alhamdulillah, pemilihan Ketua LAMR Kecamatan Tualang berjalan dengan lancar sesuai AD/ART. Suatu kebanggaan tersendiri atas kehadiran tokoh yang sangat kita banggakan, Haji Ruslan, bersama para tokoh masyarakat dan para pemangku adat. Seluruh rangkaian acara terlaksana sesuai aturan tanpa adanya intervensi dari pihak manapun, di mana hak suara sepenuhnya berada di tangan para pemangku kepentingan yang sah," ujarnya.
Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjadi pengikat persatuan seluruh elemen masyarakat adat sekaligus menjaga marwah Melayu agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Ketua terpilih, Pak Zulkifli, terpilih secara demokratis dan dipilih oleh para pemilih serta tokoh masyarakat yang turut dihadiri oleh DPH LAMR Kabupaten Siak, Datuk Seri Arfan Usman, serta Ketua MKA LAMR Kabupaten Siak, Datuk Seri Tengku Amaruddin. Kita berharap ke depannya lembaga ini dapat terus menjaga harkat, martabat, dan marwah Melayu, serta menegakkan adat istiadat dan melestarikan budaya Melayu," tambahnya.
Menutup rangkaian musyawarah, LAMR Kabupaten Siak memberikan waktu selama dua pekan kepada tim formatur yang dipimpin Zulkifli untuk menyusun struktur kepengurusan secara lengkap. Setelah rampung, kepengurusan baru akan dikukuhkan sebagai pengemban amanah adat yang diharapkan mampu memayungi seluruh anak kemenakan, menjaga persatuan, dan meneruskan estafet pelestarian adat Melayu di Kecamatan Tualang.

Tulis Komentar