DMJ Ungkap Alasan Mengharukan Ajak Warga Kuansing Miliki Rumah di Asadel dan Cibria
KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) – Ajakan Datuak Mangkuto Jilelo (DMJ) kepada masyarakat untuk memiliki rumah di kawasan perumahan Asadel dan Cibria belakangan ini kerap menjadi perbincangan. Tidak sedikit yang mempertanyakan alasan di balik dorongan tersebut. Namun di balik itu semua, tersimpan niat yang cukup sederhana namun penuh makna: menghadirkan hunian yang layak, nyaman, dan terjangkau bagi semua kalangan. Jumat (17/4/2026).
Menurut DMJ, rumah bukan sekadar tempat berteduh. Lebih dari itu, rumah adalah ruang untuk membangun kehidupan, membesarkan keluarga, serta menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik.
“Banyak masyarakat kita yang masih menganggap rumah layak itu hanya milik kalangan tertentu. Padahal, semua orang berhak punya tempat tinggal yang nyaman,” ungkapnya.
Perumahan Asadel, kata DMJ, hadir dengan konsep yang tidak jauh berbeda dari hunian komersial pada umumnya. Mulai dari desain bangunan yang rapi dan modern, konstruksi yang kokoh, hingga fasilitas yang memadai, semuanya dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi penghuninya.
Hal inilah yang kemudian mendorong DMJ untuk terus mengajak masyarakat, khususnya di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), agar tidak ragu memiliki rumah di kawasan tersebut. Ia bahkan menegaskan kesiapannya untuk membantu proses pengajuan kepemilikan rumah, selama calon pembeli memenuhi persyaratan administrasi dan memiliki penghasilan tetap.
“Selagi data lengkap dan ada penghasilan, kita akan bantu prosesnya. Tujuannya satu, supaya masyarakat bisa merasakan punya rumah sendiri yang layak,” jelasnya.
Tak hanya itu, semangat DMJ juga tidak lepas dari sosok pimpinan utama Asadel, Heru Widiastoro (HW), yang dinilainya memiliki dedikasi tinggi dalam membangun perumahan tersebut.
Di mata DMJ, HW bukan sekadar pengembang, melainkan pemimpin yang terjun langsung ke lapangan. Ia disebut kerap turun di tengah terik matahari untuk memastikan kualitas pembangunan tetap terjaga dan sesuai dengan standar kenyamanan yang diharapkan.
“Beliau itu tidak hanya memberi instruksi dari jauh. Tapi benar-benar turun langsung, melihat sendiri bagaimana proses pembangunan berjalan. Itu yang jarang kita temukan,” ujarnya.
DMJ juga membandingkan dengan sebagian pihak lain yang cenderung hanya mengawasi dari balik meja atau bahkan bersantai, tanpa benar-benar memahami kondisi di lapangan. Sikap inilah yang membuatnya merasa bangga bisa berjalan seiring dengan visi yang dibangun oleh pihak Asadel.
Lebih jauh, DMJ menegaskan bahwa ajakan yang ia sampaikan bukan semata-mata soal bisnis atau kepentingan pribadi. Ia melihat ini sebagai bagian dari upaya membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup.
Dengan memiliki rumah sendiri, masyarakat tidak hanya mendapatkan tempat tinggal, tetapi juga kepastian dan ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Ini bukan sekadar jual beli rumah. Ini soal bagaimana kita membantu masyarakat punya masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Ia pun berharap, semakin banyak masyarakat Kuansing yang berani mengambil langkah untuk memiliki hunian sendiri, terutama di kawasan yang telah dirancang dengan baik seperti Asadel dan Cibria.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang ada, kehadiran hunian layak dengan dukungan proses yang dipermudah menjadi harapan baru bagi banyak keluarga.
“Kalau ada kesempatan dan rezeki, jangan ragu. Rumah itu bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk anak-anak kita ke depan,” demikian tutup DMJ.*(ald)

Tulis Komentar