Smart Study untuk Masa Depan: GKK Riau Bekali Guru Strategi Menaklukkan TKA 2026
PEKANBARU (KilasRiau.com) — Di tengah derasnya arus perubahan dunia pendidikan, para pendidik di Provinsi Riau kembali berkumpul dalam satu ruang gagasan. Bukan sekadar bertukar pikiran, melainkan meramu strategi dan harapan bagi generasi muda yang akan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026. Kamis (12/3/2026).
Forum diskusi yang digagas komunitas Guru Konten Kreator (GKK) Riau ini mengusung tema “Kiat, Tips, dan Trik TKA 2026”. Sebuah ruang belajar bersama yang hangat, tempat para guru menyatukan pengalaman, strategi, serta semangat untuk memperkuat peran mereka dalam membimbing siswa menghadapi ujian akademik yang semakin menantang.
Diskusi ini dipandu oleh Leo Ferdinandus Manalu, S.Pd., yang dengan gaya komunikatifnya mampu menghidupkan dialog menjadi lebih cair dan inspiratif. Dalam suasana yang penuh antusiasme, narasumber utama Afriensi Heni Puspita, M.Pd., memaparkan berbagai pendekatan strategis dalam memahami pola soal serta teknik efektif dalam mengerjakan TKA.
Dengan pemaparan yang sistematis, Afriensi mengajak para guru untuk melihat soal bukan sekadar rangkaian pertanyaan, melainkan sebagai peta yang dapat dibaca melalui strategi berpikir yang tepat.
Ketua Guru Konten Kreator Riau, Wenda Alifullah, S.Pd., GR., M.Pd., menegaskan bahwa forum ini bukan hanya sekadar kegiatan diskusi, tetapi merupakan ruang transformasi bagi para pendidik.
Menurutnya, guru memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan materi pelajaran.
“Guru harus mampu menjadi navigator pembelajaran. Tidak hanya memastikan materi selesai diajarkan, tetapi juga membimbing siswa memahami strategi dalam menghadapi soal-soal akademik,” ujar Wenda.
Melalui kegiatan ini, para guru didorong untuk mengintegrasikan berbagai kiat praktis TKA ke dalam proses belajar mengajar di kelas, sehingga siswa tidak lagi merasa tertekan ketika menghadapi ujian.
Koordinator Media Informasi dan Komunikasi GKK Riau, Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd., menambahkan bahwa salah satu pendekatan yang diperkenalkan dalam diskusi tersebut adalah konsep smart study.
Pendekatan ini menekankan pentingnya memetakan materi berdasarkan bobot nilai dan tingkat kesulitan soal. Dengan cara tersebut, siswa dapat mengalokasikan waktu belajar secara lebih efektif dan fokus pada materi yang paling berpengaruh terhadap hasil ujian.
Pendekatan ini diharapkan mampu mengubah pola belajar yang sebelumnya terasa berat dan melelahkan menjadi lebih terarah dan efisien.
Bagi banyak siswa, soal-soal dalam Tes Kemampuan Akademik seringkali terasa seperti lorong panjang yang penuh teka-teki. Namun melalui berbagai trik yang dibagikan dalam diskusi ini—mulai dari manajemen waktu, teknik membaca soal secara cepat, hingga strategi eliminasi jawaban—rasa gentar perlahan dapat diubah menjadi keyakinan.
Para guru yang mengikuti kegiatan tersebut diharapkan menjadi agen perubahan di ruang-ruang kelas. Ilmu yang mereka peroleh akan diteruskan kepada siswa, menumbuhkan pemahaman konsep yang lebih kuat serta kebiasaan belajar yang konsisten.
Pada akhirnya, pendidikan tidak hanya tentang angka dan nilai. Ia adalah tentang proses membangun keberanian, ketekunan, dan keyakinan diri untuk menatap masa depan.
Melalui forum ini, Guru Konten Kreator Riau kembali menunjukkan bahwa kolaborasi para pendidik adalah kekuatan besar dalam memajukan dunia pendidikan. Di tangan guru-guru yang terus belajar dan berbagi, setiap tantangan akademik bukanlah penghalang—melainkan tangga menuju puncak pencapaian.*(ald)


Tulis Komentar