Cahaya Wahyu dari Titian Modang: MTQ Rayon III Kenegerian Kopah Dimulai
KUANTAN TENGAH (KilasRiau.com) – Malam Ramadan di Desa Titian Modang terasa berbeda. Langit seakan lebih teduh, angin berhembus perlahan membawa kesejukan, sementara cahaya lampu memantul lembut di halaman Masjid Al Hidayah. Di tempat itulah, pada Rabu malam (11/3/2026), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Rayon III Kenegerian Kopah resmi dibuka dalam suasana khidmat dan penuh keberkahan.

Sejak usai salat Isya, masyarakat dari berbagai penjuru desa mulai berdatangan. Anak-anak, orang tua, para pemuda, tokoh adat, hingga tokoh agama memenuhi halaman masjid yang malam itu menjadi pusat cahaya spiritual. Mereka datang bukan sekadar menyaksikan sebuah perlombaan, melainkan menghadiri sebuah perayaan iman—sebuah penghormatan kepada kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam.
Di tengah keramaian yang tertib itu, ayat-ayat suci Al-Qur’an dilantunkan dengan merdu, mengalun menembus malam yang tenang. Setiap lafaz yang terucap seolah menjadi doa yang melayang ke langit, mengikat hati para hadirin dalam satu rasa: cinta kepada wahyu Ilahi.
Kegiatan MTQ tingkat Rayon III Kenegerian Kopah ini menjadi momentum penting bagi masyarakat di wilayah Kuantan Tengah untuk mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan sehari-hari.
Turut hadir dalam pembukaan tersebut Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si. Kehadirannya menjadi simbol dukungan pemerintah terhadap kegiatan keagamaan yang telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Kuantan Singingi.
Dalam sambutannya, Camat Eka Putra menyampaikan bahwa MTQ bukan hanya ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sarana pembinaan generasi muda agar semakin dekat dengan nilai-nilai Islam.
“MTQ ini bukan sekadar kompetisi. Lebih dari itu, ini adalah upaya kita bersama untuk menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an sejak dini, agar generasi muda tumbuh menjadi generasi yang berakhlak dan berpegang teguh pada ajaran agama,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini juga memiliki makna sosial yang besar karena mampu menyatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman.
Sementara itu, panitia pelaksana menyampaikan bahwa MTQ Rayon III Kenegerian Kopah diikuti oleh kafilah dari berbagai desa yang berada dalam wilayah kenegerian tersebut. Para peserta akan berlaga dalam sejumlah cabang perlombaan yang berkaitan dengan tilawah, hafalan, serta pemahaman Al-Qur’an.
Bagi para peserta, panggung MTQ bukan sekadar tempat untuk berkompetisi. Ia adalah ruang untuk mengekspresikan kecintaan kepada kalam Ilahi. Setiap nada bacaan, setiap tajwid yang terjaga, dan setiap ayat yang dilafalkan dengan penuh penghayatan menjadi bukti bahwa Al-Qur’an hidup di dalam hati mereka.
Di sela-sela acara, wajah-wajah penuh harap tampak dari para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka. Ada kebanggaan yang tak terucap ketika melihat generasi muda berdiri di mimbar tilawah, melantunkan ayat-ayat yang sama yang telah mengalir dari generasi ke generasi.
Malam pembukaan itu pun terasa seperti sebuah perjalanan batin. Lampu-lampu yang menerangi halaman masjid, suara pengeras yang mengalunkan ayat suci, serta keheningan yang sesekali menyelimuti hadirin—semuanya menyatu menjadi sebuah panorama spiritual yang sulit dilupakan.
MTQ Rayon III Kenegerian Kopah dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan. Selain perlombaan, kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan memperdalam pemahaman masyarakat terhadap Al-Qur’an.
Di bawah langit Ramadan yang penuh berkah, lantunan wahyu yang menggema dari Masjid Al Hidayah malam itu bukan sekadar suara. Ia adalah pengingat yang lembut bahwa di tengah hiruk-pikuk kehidupan, Al-Qur’an selalu memiliki tempat yang mulia di hati umatnya.
Dan dari desa kecil bernama Titian Modang, cahaya itu kembali dinyalakan—cahaya yang bersumber dari ayat-ayat suci, yang tak pernah redup oleh waktu.*(ald)


Tulis Komentar