Di Persimpangan Jalan, IKM Menebar Berkah: 1.050 Takjil Menghangatkan Senja Ramadhan di Teluk Kuantan
KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) – Senja Ramadhan selalu punya cara sendiri untuk menghadirkan kehangatan. Di saat matahari perlahan menurunkan tirai cahayanya di ufuk barat, jalanan Teluk Kuantan yang biasanya dipenuhi deru kendaraan berubah menjadi ruang kecil tempat kebaikan dibagikan dari tangan ke tangan.

Minggu sore, 8 Maret 2026, semangat itu terlihat jelas dalam kegiatan “IKM Berbagi: Meraih Keberkahan di Bulan Suci” yang digelar Ikatan Keluarga Minang (IKM). Dengan senyum yang tulus dan langkah yang ringan, para pengurus, Bundo Kanduang, serta relawan turun ke jalan membawa ratusan paket takjil untuk masyarakat.
Aspal yang panas oleh terik siang seolah menjadi saksi bisu sebuah gerakan sederhana namun penuh makna: berbagi kepada sesama di bulan yang dimuliakan.
Sejak pukul 16.00 WIB, para relawan mulai memadati dua titik utama pembagian takjil, yakni di pelataran Masjid Mekah Simpang Tiga dan Simpang Empat Lampu Merah Sawah. Lautan seragam kebanggaan IKM berpadu dengan kemeja putih para relawan, membentuk barisan kecil yang sibuk menyodorkan bungkusan takjil kepada para pengendara yang melintas.
Beberapa pengendara motor tampak memperlambat laju kendaraannya. Ada yang menerima dengan senyum, ada pula yang sekadar menganggukkan kepala sebagai tanda terima kasih sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas sore itu, suasana terasa lebih hangat dari biasanya.
Kegiatan berbagi ini bukan sekadar aksi spontan. Di baliknya, ada aliran kebaikan yang terhimpun dari para donatur yang mempercayakan rezekinya untuk dibagikan kepada sesama.
Tercatat, dana sebesar Rp5.500.000 berhasil dikumpulkan. Dari jumlah itu, sebanyak 550 porsi takjil disiapkan oleh panitia, sementara 500 porsi lainnya datang langsung dari tangan-tangan dermawan yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Jika dihitung, total 1.050 paket takjil berhasil dibagikan kepada masyarakat.
Salah seorang pengurus IKM menyebut kegiatan ini sebagai buah dari kebersamaan yang selama ini terjalin di antara para perantau Minang di Kuantan Singingi.
“Ini bukan sekadar berbagi takjil. Ini adalah bentuk kebersamaan dunsanak yang ingin menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Semula, panitia menargetkan pembagian hingga 1.070 porsi. Namun angka 1.050 paket yang berhasil tersalurkan tetap menjadi bukti bahwa semangat gotong royong warga IKM tetap hidup dan tumbuh.
Menjelang waktu berbuka, satu per satu paket takjil akhirnya habis terbagi. Jalanan kembali sibuk oleh kendaraan yang bergegas pulang, sementara para relawan perlahan mengakhiri kegiatan dengan wajah-wajah penuh kepuasan.
IKM pun menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh donatur, pengurus, dan dunsanak yang telah meluangkan waktu, tenaga, serta rezekinya untuk kegiatan tersebut.
Sebab dalam setiap butir kurma yang dibagikan, dalam setiap teguk minuman yang menyegarkan dahaga orang yang berpuasa, tersimpan harapan akan pahala yang mengalir tanpa henti.
Dan di senja Ramadhan itu, di antara persimpangan jalan Teluk Kuantan, kebaikan telah menemukan jalannya sendiri untuk sampai kepada mereka yang membutuhkan.*(ald)


Tulis Komentar