Ketua IMPPEN Tembilahan: Jembatan Rusak Dibiarkan, Nyawa Warga Enok Dipertaruhkan Setiap Hari
Kilasriau.com, Kecamatan Enok– Insiden jatuhnya seorang pengendara sepeda motor ke Sungai Ambat saat melintasi Jembatan Parit Makdin di Desa Sungai Ambat, Kecamatan Enok, kembali memicu sorotan terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
Ketua IMPPEN Tembilahan, Riga Azmizal, menilai kejadian tersebut merupakan peringatan serius bahwa kondisi sejumlah jembatan di wilayah pesisir Kabupaten Indragiri Hilir sudah tidak lagi aman digunakan masyarakat.
“Jika jembatan yang rusak terus dibiarkan tanpa perbaikan, itu berarti keselamatan masyarakat sedang dipertaruhkan setiap hari,” tegas Riga, Senin (9/3/2026).
- Safari Ramadan Pemkab Inhil di Reteh, Warga Sambut Bazar Murah dan Kabar Perbaikan Jalan Rp15 Miliar
- Antusias Masyarakat Swadaya Perbaikan Jalan Sangat Tinggi di Kelurahan Pulau Kijang
- Hutama Karya Tandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit dari Sindikasi Perbankan untuk Pembiayaan Ruas Jalan Tol Betung (Sp. Sekayu) - Tempino - Jambi
- Perkuat Konektivitas di Sumatra Selatan, Hutama Karya Siap Fungsionalkan Tol Palembang-Betung 1-2
- Sat Lantas Polres Inhil Bersama Forum LLAJ Lakukan Tambal Sulam Jalan Berlubang di Tembilahan

Ia menyebutkan bahwa Kecamatan Enok memiliki kondisi geografis yang dipenuhi aliran sungai kecil yang terhubung dengan Sungai Indragiri. Dalam situasi tersebut, jembatan dan pelabuhan merupakan akses utama masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Menurut Riga, infrastruktur penyeberangan di wilayah seperti Enok bukan sekadar fasilitas pembangunan, tetapi merupakan kebutuhan dasar masyarakat untuk bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas ekonomi.
Riga juga mengingatkan bahwa tragedi pernah terjadi pada tahun 2023 ketika seorang siswi sekolah dasar meninggal dunia setelah terbawa arus sungai saat menyeberang sepulang sekolah.

“Tragedi itu masih diingat masyarakat sampai hari ini. Karena itu, kejadian seperti ini tidak boleh dianggap biasa. Jangan sampai kita kembali kehilangan nyawa hanya karena infrastruktur yang tidak segera diperbaiki,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kejenuhan masyarakat terhadap berbagai janji pembangunan yang kerap disampaikan dalam momentum politik, namun sering kali tidak diwujudkan setelah pemilihan selesai.
“Masyarakat sudah terlalu sering mendengar janji pembangunan. Harapan kami, pemerintah tidak hanya hadir saat kampanye, tetapi juga hadir ketika masyarakat benar-benar membutuhkan perhatian,” kata Riga.

Atas kejadian tersebut, IMPPEN Tembilahan mendesak Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir untuk segera melakukan perbaikan terhadap Jembatan Parit Makdin serta melakukan evaluasi terhadap kondisi jembatan dan pelabuhan lain yang menjadi akses vital masyarakat.
“Jembatan dan pelabuhan di wilayah pesisir seperti Enok adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Pemerintah harus memastikan akses tersebut aman dan layak digunakan,” tutupnya.


Tulis Komentar