Gunakan Sisa Hidup untuk Beriman dan Bertaqwa, Jamaah Padati Shalat Jumat di Masjid Agung Ar-Raudhah

foto: istimewa

KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) — Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Ibadah Shalat Jumat di Masjid Agung Ar-Raudhah, Jumat (13/2/2026).Ratusan jamaah dari berbagai penjuru Kota Teluk Kuantan memadati masjid kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi itu, untuk menunaikan kewajiban sekaligus menyimak khutbah yang sarat pesan keimanan.

Khutbah Jumat kali ini disampaikan oleh Ustadz Lasmiadi, M.Pd.I. Dalam khutbahnya, ia mengajak seluruh umat Islam untuk menggunakan sisa umur yang dianugerahkan Allah SWT sebagai jalan memperkuat iman dan meningkatkan taqwa. Menurutnya, hidup yang singkat ini sejatinya adalah ladang amal, tempat manusia menanam kebaikan yang kelak akan dituai di akhirat.

“Gunakanlah sisa hidup kita untuk beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Jangan sampai umur yang Allah titipkan berlalu tanpa makna, tanpa amal yang menguatkan timbangan kebaikan kita,” ujar Ustadz Lasmiadi di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kebahagiaan sejati orang-orang beriman bukan diukur dari kelimpahan materi atau jabatan duniawi, melainkan dari kesiapan hati menyambut perintah dan waktu-waktu mulia yang Allah hadirkan, salah satunya bulan suci Ramadhan. 

Ramadhan, kata dia, adalah momentum besar untuk membersihkan hati, memperbaiki diri, serta mempererat hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.

“Orang beriman bergembira menyambut Ramadhan, bukan karena hidangan berbuka atau semaraknya suasana, tetapi karena Ramadhan adalah bulan ampunan, bulan rahmat, dan bulan pembebasan dari api neraka,” ungkapnya dengan nada penuh penekanan.

Khutbah tersebut juga mengingatkan jamaah agar tidak menyia-nyiakan kesempatan emas Ramadhan dengan perbuatan sia-sia. Ia mengajak umat untuk menata niat sejak dini, memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, serta meninggalkan sifat-sifat yang merusak persaudaraan, seperti dengki, iri, dan kebencian.

Masjid Agung Ar-Raudhah yang berdiri megah di jantung Kota Teluk Kuantan siang itu seolah menjadi saksi bisu lahirnya kesadaran kolektif jamaah. Suasana hening menyelimuti saf-saf shalat, doa-doa dipanjatkan dengan khusyuk, dan nasihat yang disampaikan terasa menyentuh relung hati.

Sejumlah jamaah mengaku khutbah Jumat tersebut menjadi pengingat yang kuat tentang hakikat hidup dan tujuan akhir manusia. Di tengah hiruk-pikuk aktivitas dunia, pesan untuk kembali menata iman dan taqwa terasa relevan, terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Pelaksanaan Shalat Jumat pun berlangsung dengan tertib dan lancar. Usai ibadah, jamaah meninggalkan masjid dengan raut wajah yang lebih teduh, membawa pulang pesan moral dan spiritual untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Khutbah ini diharapkan menjadi penguat semangat keagamaan masyarakat Kuantan Singingi, agar senantiasa menjadikan iman dan taqwa sebagai kompas hidup, serta menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di hadapan Allah SWT.*(ald)






Tulis Komentar