Akses Jalan ke Ponpes Al-Masyhad Rusak Parah, Santri Terpaksa Angkat Celana Saat Hujan
KILASRIAU.COM – Kondisi jalan menuju Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Masyhad dan Rumah Tahfiz Qur’an Al-Munawwir di Jalan Pekan Arba, Gang Pekan Raya, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), memprihatinkan.
Hingga kini, akses vital bagi aktivitas pendidikan itu belum tersentuh pembangunan, meski berada tak jauh dari pusat Kota Tembilahan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jalan sepanjang kurang lebih 250 meter tersebut masih berupa tanah tanpa pengerasan. Saat cuaca cerah, permukaan jalan tampak normal. Namun, ketika hujan turun, tanah berubah menjadi lumpur pekat yang sangat licin dan sulit dilalui.
- Program Makan MBG Capai 1.500 Penerima Manfaat di Minggu Kedua Awal Februari 2026
- Polres Indragiri Hilir Laksanakan Program Green Policing di SMA Negeri 1 Tembilahan Hulu
- Dukung Program Penggiat Forum TBM di Inhil Kegiatan Pekan Literasi
- Digaji Tak Manusiawi, Guru Honorer Jadi Korban Pembiaran Negara
- Bupati Inhil Apresiasi 61 Tahun SMKN 1 Tembilahan, Dorong Siswa Jadi Wirausaha Kreatif
Di sejumlah titik bahkan muncul genangan air yang memperparah kondisi.
Situasi ini membuat aktivitas santri dan tenaga pengajar terganggu. Risiko terpeleset cukup tinggi, terutama bagi anak-anak yang setiap hari harus melewati jalur tersebut untuk menimba ilmu.
Kondisi jalan itu sudah lama dikeluhkan pihak pondok, namun belum ada penanganan nyata. Jika hujan, santri terpaksa angkat celana karena jalan becek. Sangat menyulitkan, apalagi bagi anak-anak.
Selain itu, mayoritas santri di ponpes tersebut merupakan anak yatim dan berasal dari keluarga kurang mampu. Alhamdulillah Seluruh santri, disini mendapatkan pendidikan tanpa dipungut biaya.
Harapan Raja Asmadi dari pihak pondok meminta pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Inhil segera memberi perhatian terhadap kondisi akses tersebut.
“Jalan lain di sekitar sini sudah bagus, sementara akses ke pondok kami masih rusak, padahal lokasinya dekat pusat Kota Tembilahan,” katanya, Kamis (29/1/2026).
Menurutnya, pembangunan jalan itu bukan sekadar urusan infrastruktur, tetapi menyangkut kemaslahatan umat.
“Membantu membangun jalan untuk santri, khususnya santri yatim dan kurang mampu, ibarat memudahkan jalan mereka menuntut ilmu. Jalan ini kami anggap seperti jalan siratal mustaqim, manfaatnya bukan hanya di dunia, tetapi juga sampai ke akhirat,” tambahnya.
Pimpinan Ponpes Al-Masyhad, Ustaz Ahmad Munawir Firdaus, menjelaskan bahwa lembaga pendidikan tersebut didirikan bersama keluarga dan rekan-rekan seperjuangan dengan tujuan membantu pendidikan anak-anak kurang mampu.
“Jalan ini sangat penting bagi aktivitas santri dan guru. Kami berharap ada perhatian nyata dari pemerintah daerah maupun DPRD Inhil,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, akses jalan menuju Ponpes Al-Masyhad dan Rumah Tahfiz Qur’an Al-Munawwir masih dalam kondisi rusak dan belum tersentuh pembangunan, serta terus menjadi keluhan masyarakat dan pihak pondok pesantren.

Tulis Komentar