Camat Enok Benarkan Insiden Warga Jatuh di Jembatan Parit Makdin, Warga Khawatir Keselamatan Terancam Kembali Terulang
Kilasriau.com – Peristiwa jatuhnya seorang warga dari atas Jembatan Parit Makdin di Desa Sungai Ambat, Kecamatan Enok, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sabtu (7/3/2026), kembali menjadi perhatian masyarakat.
Insiden tersebut menambah daftar kejadian serupa yang pernah terjadi di jembatan yang sama.
Beruntung, dalam peristiwa kali ini tidak terdapat korban jiwa. Namun kendaraan milik warga yang melintas jatuh ke bawah jembatan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh masyarakat setempat.
- Ketua IMPPEN Tembilahan: Jembatan Rusak Dibiarkan, Nyawa Warga Enok Dipertaruhkan Setiap Hari
- Safari Ramadan Pemkab Inhil di Reteh, Warga Sambut Bazar Murah dan Kabar Perbaikan Jalan Rp15 Miliar
- Antusias Masyarakat Swadaya Perbaikan Jalan Sangat Tinggi di Kelurahan Pulau Kijang
- Hutama Karya Tandatangani Perjanjian Fasilitas Kredit dari Sindikasi Perbankan untuk Pembiayaan Ruas Jalan Tol Betung (Sp. Sekayu) - Tempino - Jambi
- Perkuat Konektivitas di Sumatra Selatan, Hutama Karya Siap Fungsionalkan Tol Palembang-Betung 1-2
Camat Enok, Wono Sugito, membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Senin (9/3/2026).
“Benar, dua hari lalu ada warga yang jatuh saat melintasi Jembatan Parit Makdin di Desa Sungai Ambat. Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, hanya kendaraan yang jatuh ke bawah jembatan dan sudah dievakuasi oleh masyarakat,” ujarnya.
Peristiwa ini mengingatkan kembali pada tragedi yang terjadi pada tahun 2023 lalu, ketika seorang siswi sekolah dasar meninggal dunia setelah terbawa arus sungai saat menyeberangi jembatan tersebut sepulang sekolah.
Tragedi tersebut hingga kini masih membekas di ingatan masyarakat setempat. Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang akibat kondisi infrastruktur yang tidak segera diperbaiki.
Menurut Wono Sugito, jembatan di wilayah pesisir seperti Kecamatan Enok memiliki peran vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Kondisi geografis yang dipenuhi aliran sungai kecil yang terhubung dengan Sungai Indragiri membuat jembatan dan pelabuhan menjadi akses utama mobilitas warga.
“Jembatan di wilayah pesisir seperti Enok memang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Hampir semua aktivitas warga bergantung pada akses tersebut,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Jembatan Parit Makdin sebenarnya sudah pernah diperbaiki pada tahun 2020 melalui swadaya masyarakat bersama pemerintah desa dan kecamatan. Namun karena usia bangunan yang sudah cukup lama, sebagian material jembatan kini mulai rapuh.
“Karena bangunannya sudah lama, tidak heran jika banyak papan jembatan yang sudah lapuk,” tambahnya.
Wono juga menyebutkan bahwa jembatan tersebut merupakan ruas jalan milik Pemerintah Provinsi. Meski demikian, pemerintah kecamatan tetap berupaya mencari solusi agar perbaikan jembatan dapat segera dilakukan demi keselamatan masyarakat.
“Memang statusnya merupakan ruas provinsi, namun kami dari kecamatan tetap berusaha mencari solusi agar jembatan ini bisa segera diperbaiki,” katanya.
Ia pun berharap adanya perhatian dari berbagai pihak untuk membantu perbaikan jembatan tersebut.
“Jika ada donatur atau pihak mana pun yang dapat membantu perbaikan jembatan ini, tentu kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih,” tutupnya.
Sementara itu, masyarakat setempat juga berharap pemerintah dapat segera melakukan evaluasi terhadap kondisi jembatan dan pelabuhan lain di wilayah pesisir Indragiri Hilir yang menjadi akses vital bagi aktivitas warga. Mereka khawatir jika kerusakan infrastruktur terus dibiarkan, keselamatan masyarakat akan semakin terancam setiap harinya.


Tulis Komentar