Menghidupkan Panggung Edukasi Kuansing: Kolaborasi Camat dan DKC untuk Generasi Muda
TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) - Di sebuah ruang kerja yang sederhana namun hangat di Kantor Camat Kuantan Tengah, Jumat pagi (12/12/2025), percakapan mengalir antara pemerintah kecamatan dan perwakilan Dewan Kesenian Kecamatan (DKC) Kabupaten Kuantan Singingi. Tidak ada protokoler kaku, tidak ada jarak yang menghalangi. Yang hadir di ruangan itu hanyalah satu semangat yang sama: menghidupkan panggung edukasi bagi generasi muda Kuantan Singingi.
Camat Kuantan Tengah, yang dikenal dekat dengan berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan, tampak antusias menerima rombongan yang dipimpin Mairiska, S.Pd.
Bersama Mairiska hadir pula Ruri Tirta Kumala Dewi, S.Pd, ketua pelaksana Pemilihan Putra Putri Edukasi Kuantan Singingi 2025 yang akrab disapa Bu Guru BK.
Pertemuan itu menjadi lebih dari sekadar silaturahmi—ia berubah menjadi ruang diskusi tentang masa depan anak-anak muda Kuansing.
“Kami siap mendukung segala bentuk kegiatan positif di Kuantan Tengah, baik di bidang pemuda, pendidikan, maupun kesenian,” ucap sang Camat, penuh keyakinan.
Kalimat itu bukan sekadar janji, melainkan cerminan dari komitmen yang selama ini ia jalankan dalam memfasilitasi ruang berekspresi bagi generasi muda.
Bagi Ruri, dukungan pemerintah kecamatan seperti ini bukan hal sepele. Dukungan semacam inilah yang sering menjadi jembatan antara ide besar dan realisasi di panggung publik.
Ia mengakui, ajang pemilihan putra-putri edukasi bukan sekadar kompetisi kecantikan atau penampilan; ia adalah ruang pembinaan, ruang pelatihan karakter, dan ruang untuk menguatkan nilai-nilai edukatif di tengah masyarakat.
“Kuantan Singingi punya banyak potensi, terutama generasi mudanya. Kami berharap grand final nanti bisa berjalan lancar dengan dukungan semua pihak,” tutur Ruri, matanya berbinar menceritakan rencana panjang panitia.
Di sisi lain, Mairiska memandang acara ini sebagai kesempatan untuk menghadirkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar gelar juara: sebuah wadah bagi anak muda untuk menemukan suara, panggung, dan keberanian mereka.
DKC, kata Mairiska, telah menyiapkan sejumlah kolaborasi kreatif yang akan tampil di malam grand final. Penampilan itu bukan hanya untuk menghibur, tetapi juga memberi nilai-nilai baru—bahwa edukasi bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan dan artistik.
Camat Kuantan Tengah menanggapi hal itu dengan senyum. “Kami akan terus berkolaborasi dengan DKC dan para donatur yang mendukung kegiatan ini. Sinergi itu penting,” ujarnya.
Baginya, pembangunan generasi muda bukan pekerjaan satu pihak, melainkan gotong royong bersama.
Pertemuan itu berakhir dengan hangat, namun meninggalkan agenda besar yang sebentar lagi akan menjadi kenyataan: sebuah panggung puncak, grand final Pemilihan Putra Putri Edukasi 2025, yang bakal menjadi penanda betapa Kuantan Singingi serius merawat potensi terbaiknya.
Dan ketika lampu-lampu panggung itu menyala nanti, mungkin tidak banyak orang yang tahu bahwa salah satu dorongan pentingnya justru dimulai dari sebuah ruang kerja kecil di Kuantan Tengah—di mana percakapan sederhana melahirkan komitmen besar bagi masa depan generasi muda.*(ald)


Tulis Komentar