Bencana Hidrometeorologi di Sumatera, Bupati Inhil Ajak Warga Doakan Para Korban
KILASRIAU.com – Bupati Indragiri Hilir (Inhil) H. Herman mengajak seluruh masyarakat Inhil untuk memanjatkan doa bagi para korban bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera baru-baru ini.
Dalam keterangannya di Tembilahan, Bupati Herman menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas musibah yang menyebabkan korban jiwa dan kerugian materiil.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Indragiri Hilir untuk sejenak menundukkan kepala, mendoakan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Semoga mereka diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini," ujarnya.
- Kebakaran Hanguskan Los Pasar Selodang Kelapa di Tembilahan, Tidak Ada Korban Jiwa
- Polsek Tempuling Gelar KRYD, Antisipasi Premanisme dan Gangguan Kamtibmas
- Dukung Penataan Pasar dan Wajah Kota, Satpol PP Inhil Tertibkan Kios di Kawasan Eks Air Mancur dan Pasar Tengah
- Bupati Inhil Minta Seluruh Elemen Masyarakat Konsisten Laksanakan Gerakan Jum'at Bersih
- Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora S.H, S.I.K Pimpin Penanaman Bibit Mangrove dan Salurankan Bansos di Terusan Kempas
Selain itu, Bupati H. Herman juga mengimbau masyarakat Inhil untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat wilayah Riau termasuk Inhil masih berpotensi terdampak cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
"Saat ini kita masih berada pada periode curah hujan tinggi dan potensi cuaca ekstrem. Saya mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang," tegasnya.
Poin-poin imbauan Bupati Inhil:
1. Siaga Bencana:
Masyarakat di daerah aliran sungai, pesisir, dan dataran rendah diminta memantau informasi cuaca dari BMKG serta memperhatikan tanda-tanda awal bencana seperti peningkatan debit air.
2. Mitigasi Mandiri:
Warga diharapkan melakukan langkah pencegahan dini, termasuk membersihkan saluran air, memangkas pohon rawan tumbang, serta menyiapkan dokumen penting dalam tas siaga bencana.
3. Kerja Sama:
Lurah, kepala desa, camat, dan perangkat daerah terkait diminta berkoordinasi dengan BPBD dan aparat keamanan untuk memastikan kesiapsiagaan dan penanganan cepat apabila terjadi bencana.
"Keselamatan adalah prioritas utama. Mari kita menjaga diri, keluarga, dan lingkungan. Semoga Allah SWT melindungi kita dari segala marabahaya," tutup Bupati Herman.

Tulis Komentar