Ancaman Banjir Mengintai, Camat Kuantan Tengah Peringatkan Warga Dekat Sungai Kuantan
KUANTAN TENGAH (KilasRiau.com) - Menindaklanjuti instruksi Bupati Kuantan Singingi, Camat Kuantan Tengah Eka Putra, S.Sos., M.Si., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di dekat aliran Sungai Kuantan. Kamis (27/11/2025).
Menurut Eka Putra, meningkatnya curah hujan dalam beberapa hari terakhir serta terjadinya sejumlah bencana di kabupaten tetangga harus dijadikan alarm kewaspadaan bagi seluruh masyarakat Kuansing.
“Kami mengimbau agar kewaspadaan warga lebih ditingkatkan lagi, terutama bagi warga Kuantan Tengah yang berdekatan langsung dengan aliran Sungai Kuantan. Mengingat bencana juga terjadi di berbagai daerah kabupaten tetangga,” ujar Eka Putra.
Eka Putra mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah desa di Kecamatan Kuantan Tengah yang tergolong rawan banjir dan perlu perhatian lebih dalam pengawasan maupun kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
Desa-desa tersebut antara lain:
1. Desa Sawah
2. Desa Seberang Taluk
3. Desa Bandar Alai
4. Desa Pulau Aro
5. Desa Pulau Banjar
6. Desa Seberang Taluk Hilir
7. Desa Pulau Godang
8. Desa Pulau Kedundung
9. Desa Munsalo
10. Desa Pulau Baru
11. Desa Koto Taluk
12. Desa Koto Kari
13. Desa Koto Tuo Kopah
Camat memastikan pihak kecamatan akan terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah desa, BPBD, serta instansi terkait untuk mempercepat respon dan langkah penanganan apabila terjadi kenaikan debit air.
“Koordinasi lintas sektor terus berjalan. Begitu ada tanda-tanda peningkatan debit air, langkah cepat harus dilakukan agar masyarakat aman,” tegas Eka.
Sebelumnya, Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby telah menginstruksikan BPBD Kuansing untuk melakukan pemantauan rutin terhadap debit air Sungai Kuantan, khususnya di bagian hulu. Langkah ini dilakukan sebagai antisipasi agar bencana banjir yang terjadi di wilayah Sumatra Barat tidak meluas ke Kuansing.
“Saya sudah instruksikan kepada seluruh OPD untuk terlibat dalam penanggulangan bencana di Kuansing,” tegas Bupati Suhardiman.
Dengan kesiapan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT), pemantauan debit sungai yang diperketat, serta koordinasi lintas sektor hingga ke tingkat desa, Pemkab Kuansing optimistis penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat dan efektif sehingga risiko kerugian masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin.*(ald)


Tulis Komentar