Datuk Setia Amanah
KILASRIAU.com - Ketika adat menabalkan gelar "Datuk Setia Amanah", sesungguhnya yang disematkan bukan hanya gelar, tetapi sebuah doa yang panjang dari hati orang-orang tua kita.
Doa agar seorang pemimpin berjalan di atas jalan Allah, menjaga marwah adat, dan menegakkan keadilan tanpa condong kepada siapa pun kecuali kepada kebenaran.
Gelar ini adalah pengingat bahwa kesetiaan bukan untuk manusia semata, tetapi terutama kepada Allah yang menitipkan amanah.
- Bupati Herman Tutup Lomba Gasing Milad ke-61 Inhil, Apresiasi Upaya Pelestarian Budaya Daerah
- Bupati Inhil Buka Lomba Gasing Milad ke-61, Dorong Pelestarian Budaya Tradisional di Era Digital
- Gladi Bersih 6.100 Penari Joget Mande Digelar, Inhil Siap Pecahkan Rekor MURI
- Festival Maunjun Udang Galah, Cerminan Menjaga Keberlangsungan Hidup Biota Laut
- Hangatnya Kebersamaan Idul Adha, Edy Indra Kesuma Shalat dan Berkurban Bersama Masyarakat
Bahwa kejujuran bukan sekadar akhlak, tetapi ibadah. Dan bahwa setiap keputusan pemimpin akan menjadi saksi di hari ketika seluruh lisan dibungkam, dan hanya amal yang berbicara.
_Menjadi Datuk bukan soal dihormati, tetapi soal menundukkan hati. Menjadi ‘Setia’ bukan soal dipuji, tetapi tetap teguh pada kebenaran meski sendirian. Menjadi ‘Amanah’ bukan soal kebesaran gelar, tetapi tentang seberapa dalam kita takut mengkhianati titipan Allah._
Semoga gelar ini menjadi lampu penerang langkah, menjadi benteng dari kesombongan, dan menjadi pengingat bahwa apa pun yang diberikan adat, ujungnya akan kembali dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui isi hati.
_Dan semoga siapa pun yang menerimanya menjadi pemimpin yang lembut dalam tutur, kuat dalam prinsip, adil dalam kebijakan, dan senantiasa mengaitkan setiap amanahnya dengan ridha Allah Yang Maha Menjaga.”_
_و الله أعلم._
_(Al Faqiir, H.Andi Muhammad Ramadhani, Tembilahan,4 Jumadil Akhir 1447 H.)_

Tulis Komentar