KILASRIAU.com - Ketika adat menabalkan gelar "Datuk Setia Amanah", sesungguhnya yang disematkan bukan hanya gelar, tetapi sebuah doa yang panjang dari hati orang-orang tua kita.
Doa agar seorang pemimpin berjalan di atas jalan Allah, menjaga marwah adat, dan menegakkan keadilan tanpa condong kepada siapa pun kecuali kepada kebenaran.
Gelar ini adalah pengingat bahwa kesetiaan bukan untuk manusia semata, tetapi terutama kepada Allah yang menitipkan amanah.
Bahwa kejujuran bukan sekadar akhlak, tetapi ibadah. Dan bahwa setiap keputusan pemimpin akan menjadi saksi di hari ketika seluruh lisan dibungkam, dan hanya amal yang berbicara.
_Menjadi Datuk bukan soal dihormati, tetapi soal menundukkan hati. Menjadi ‘Setia’ bukan soal dipuji, tetapi tetap teguh pada kebenaran meski sendirian. Menjadi ‘Amanah’ bukan soal kebesaran gelar, tetapi tentang seberapa dalam kita takut mengkhianati titipan Allah._