KEMAS INSEL: Awal Konkret Menuju Pemekaran Indragiri Selatan, Bukan Lagi Sekadar Janji Politik
KILASRIAU.com - Musyawarah Besar Kerukunan Masyarakat Indragiri Selatan (KEMAS INSEL) yang diselenggarakan pada Sabtu (27/9/2025) berlangsung meriah dan penuh antusiasme.
Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat dari enam kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Indragiri Hilir, yakni Kecamatan Reteh, Keritang, Kemuning, Enok, Sungai Batang, dan Tanah Merah.
Dalam musyawarah tersebut, secara aklamasi, Sarnubi, S.Pd., M.Si. terpilih sebagai Ketua KEMAS INSEL periode 2025–2030.
- Kaban Kesbangpol Inhil Zailani Hadiri Pembukaan Pusdiklat 36 Calon Paskibraka Riau 2026
- Nasionalisme Untuk Suku Talang Mamak, Tim Ekspedisi Presisi Merah Putih Polda Riau Polres Inhu Hantarkan Bendera, Bansos Hingga Tanam Pohon Bersama
- MTQ ke-10 Tingkat Kecamatan Batang Tuaka Diharapkan Lahirkan Generasi Qurani Berprestasi
- Bupati Inhil Pastikan Penanganan Korban Gigitan Monyet Liar Berjalan Optimal
- Peringati Hari Anak Nasional, Ketua TP PKK Inhil Sambut Anak Berisiko Stunting Asal Desa Sungai Luar di Kedaton
Terpilihnya Sarnubi menjadi simbol semangat baru perjuangan masyarakat Indragiri Selatan dalam memperjuangkan pemekaran wilayah yang telah lama menjadi aspirasi bersama.
Sarnubi menyampaikan bahwa pembentukan KEMAS INSEL adalah langkah awal yang konkret untuk menunjukkan bahwa pemekaran wilayah bukan sekadar wacana atau janji politik yang tak kunjung terealisasi. “Sudah saatnya masyarakat bergerak sendiri, membangun kekuatan dan konsolidasi dari bawah agar pemekaran Indragiri Selatan menjadi kenyataan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Syarif Hidayatullah, Ketua Advokasi Sosial dan HAM PB HIPMIH (Himpunan Pemuda Pelajar Indragiri Hilir), menegaskan bahwa pemekaran wilayah Indragiri Selatan harus menjadi program prioritas pemerintah daerah dan provinsi.
Ia mengingatkan bahwa baik gubernur Riau maupun bupati Inhil yang saat ini menjabat, pernah menyuarakan komitmen terkait pemekaran ini.
“Jangan jadikan jargon seperti ‘Riau Istimewa’ sebagai pengalihan isu dari aspirasi riil masyarakat. Kajian kelayakan pemekaran sudah pernah dilakukan.
Sekarang tinggal kemauan politik dan keseriusan semua pihak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Syarif menekankan bahwa jika momen seperti ini diabaikan, maka cita-cita pemekaran Indragiri Selatan hanya akan menjadi angan-angan dan janji manis yang terus diulang tanpa realisasi.
Ia menyerukan seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan pemerintahan agar berkontribusi aktif dalam mendorong percepatan pemekaran.

Tulis Komentar