Desa Terusan Beringin Jaya Tetapkan Kegiatan Ketahanan Pangan 20% Tahun 2025
KILASRIAU.com, Pelangiran – Pemerintah Desa Terusan Beringin Jaya, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, menggelar musyawarah desa dalam rangka penetapan kegiatan ketahanan pangan yang bersumber dari Dana Desa sebesar 20% untuk tahun anggaran 2025.
Kegiatan yang berlangsung di kantor desa ini dihadiri oleh Kepala Desa Hasbulah, perangkat desa, perwakilan kelompok tani, serta masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Hasbulah menyampaikan harapannya agar program ketahanan pangan ini tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi dapat terus berkelanjutan dan memberikan dampak positif secara nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Apa yang kita lakukan hari ini bukan sekadar kegiatan pertanian biasa, tetapi menjadi bentuk dukungan langsung dari desa dalam mewujudkan swasembada pangan,” ujar Hasbulah dalam sambutannya, Senin (15/3/2025)
- Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat Pelabuhan
- Polsek Kawasan Pelabuhan Tembilahan Tebar Kebaikan di Ramadhan 1447 H, Perkuat Sinergi dengan Masyarakat
- Dorong Penguatan Ketahanan Keluarga, Ketua TP-PKK Inhil Ikuti Forum Nasional Prasara–Vistara
- Selamatkan Satwa Dilindungi, YIARI dan OIC Apresiasi Dedikasi dan Kinerja Bea Cukai Langsa
- Kepemimpinan Baru Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Sinergi Lewat Silaturahmi ke Polres, Kejari, dan Denpom
Ia juga menegaskan pentingnya komitmen seluruh pihak dalam menjaga serta merawat lahan pertanian yang telah disiapkan. “Ke depan kita harus benar-benar menjaga dan merawat lahan ini, agar hasil panennya nanti bisa memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya anggota kelompok tani,” tambahnya.
Selain sebagai langkah strategis dalam menjamin ketersediaan bahan pangan, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga melalui hasil panen yang produktif dan berkelanjutan. Pemerintah desa berkomitmen untuk terus memfasilitasi dan mendampingi kelompok tani agar dapat memperoleh bantuan, pelatihan, serta akses pasar yang lebih luas.
Dengan semangat kolaboratif dan partisipatif, penanaman komoditas jagung dalam program ini diharapkan menjadi titik awal dari pertanian desa yang maju, mandiri, dan modern.


Tulis Komentar